kasus bullying di indonesia
My Thoughts, Parenting

5 Cara Membesarkan Seorang Perundung (Bully)

Seliweran lagi kasus perundungan (bullying) yang dilakukan oleh mahasiswa dan anak kelas 7 SMP. Hmmm…. berkat medsos, kasus ini bisa mencuat yaa. Padahal perundungan sudah berlalu sejak lama, bahkan sejak saya SMP yang kira-kira 20 tahun lalu. Kasusnya yaaa sama, dari mulai mengejek, menjambak, hingga menelanjangi, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tapi tunggu… sebelum kita merundung perundung (seperti banyak yang saya baca di kolom komentar pada kasus terhangat yang banyak di-share itu) mari melakukan refleksi.

TERNYATA MEMBESARKAN PERUNDUNG ITU MUDAH LOOO.

***Mierza Ummu Abdillah***

Ga percaya? Ini dia tutorialnya ala klastulistiwa.com:

1. TERTAWAKAN ANAK KETIKA BERBUAT KESALAHAN

a. Iya. Lakukan itu saat dia jatuh/ melakukan kesalahan karena kan itu unyuuuu banget kaan; agar
b. Ia belajar bahwa tidak mengapa menertawakan orang lain. Itu unyu -_- ; lalu,
c. Dia akan memilih untuk menertawakan bukan membantu orang yang jatuh/kesusahan.

2. RESPONLAH SECARA NEGATIF

a. Ucapkan satu kata yang tidak kita sukai kepada anak saat ia melakukan kesalahan, misalnya kalimat “Yaelah gitu doang ga bisa” atau “Lambat banget sih”; agar
b. Ia belajar  bahwa cara merespon secara negatif itu sangat efektif untuk mendapatkan yang ia  mau; lalu
c. Dia akan menganggap itu normal untuk diucapkan kepada siapapun.

3. ABAIKAN AJA

a. Biarkan ketika kita melihat ada anak yang mengejek atau menyakiti secara fisik di depan anak kita. Lah kan, bukan anak sendiri ini; agar
b. Anak belajar bahwa lebih aman untuk untuk mendiamkan kemunkaran yang terjadi di depannya; lalu
c. Dia akan belajar untuk mematikan hatinya.

4. PELIHARA BAPER

a. Sakit hatilah ketika ketika ada yang mengingatkan anak kita atau memberi tahu yang ia lakukan di luar sepengetahuan kita. “Kan anak gue, ya terserah gue laaah” Teruslah berpikir demikian! ; agar
b. Anak belajar untuk tidak belajar dari kesalahan; lalu
c. Ia akan sulit menerima ketika ia diingatkan orang lain.

5. ITU BUKAN ANAK SAYA

a. Ketika ada anak yang menangis dan selalu ada anak kita di sana, salahkan anak lain karena tidak mampu beradaptasi. Jangan temani anak saat ia bermain. Biarkan saja mereka, kita kan banyak kerjaan; agar
b. Anak belajar untuk memahami bahwa ia sudah benar dan selalu benar dan akan tetap benar; lalu
c. Ia akan lebih mudah menyalahkan orang lain dan memilih malah berlindung di balik orang tua atau mahluk lain untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang salah ini.
Itu baru lima. Ada banyak sebenarnya cara untuk membesarkan seorang perundung. Hedeeeh… banyak kaaali PR-mu bu Mirja. Perundungan ini sudah mengakar dan bisa jadi budaya sepertinya di segala lini. Etapi, bukan berarti kita tidak bisa mengubahnya kan yaaa? Setidaknya dari keluarga tercinta. Bukankah kita punya Rasulullah sang uswah hasanah? Ya kan tinggal ikutin ajaaaa.
Yuk, kita rekonstruksi pola didik untuk menyelamatkan generasi.
Kini lho yaaa, bukan nanti.
Anyang-anyangan Infeksi Saluran Kemih Penyebab anyang-anyangan Cara mengatasi anyang-anyangan Sakit buang air kecil Penyebab sakit saat buang air kecil Mengatasi susah buang air kecil
Product Review

Infeksi Saluran Kemih Saat Travelschooling? Ini Solusinya

Homeschoolers pasti sering travelschooling kan yaaa. Sebagai emak pendamping, tentunya horor banget ketika Infeksi Saluran Kemih (ISK) menyerang. Kenapaaa? Karena Infeksi Saluran Kemih mempengaruhi 50% wanita – dan, sekali kita pernah menderita satu kali, kemungkinan besar akan terserang lagi. Yang menyebalkan, travelschooling meningkatkan resiko itu hiks. Bayangkaaan: perjalanan bus yang panjang dihabiskan untuk menahan rasa ingin ke belakang, toilet yang kita lihat akan mengingatkan kita, belum lagi kebersihan toilet di perjalanan, lalu sistem kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh stres. Semuanyaaaaa huhuuuu… semuanya beresiko mendatangkan Infeksi Saluran Kemih.

Jika sebelumnya kita pernah menderita ISK, mungkin kita akan terbiasa dengan tanda peringatan tubuh. Aturan penderita ISK adalah bertindak cepat: semakin cepat kita bertindak, semakin cepat Anda bisa menghentikannya dari keadaan yang semakin buruk.

 

Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

infeksi saluran kemihPengobatan terbaik mengatasi infeksi saluran kemih adalah mengonsumsi jus cranberry. Tapiiii… mencari buah cranberry tidak mudah di Indonesia. Belum lagi keribetan di dapur. Tapi jangan kuatir, sekarang kita bisa dengan mudah mengonsumsinya melalui produk Uricran. Solusi alami untuk anyang-anyangan ini sanggup melawan infeksi saluran kemih.

Uricran adalah solusi sederhana bagi para travelschooler: kecil, ampuh, dan tersedia di apotik untuk dipersiapkan sebelum bepergian.

Ada baiknya untuk mempersiapkan stok yang cukup mengingat belum tentu kita bisa menemukannya dengan mudah saat kita benar-benar memerlukannya. Siapkan selalu Uricran di ransel untuk keadaan darurat. Oh ya, untuk mendapatkan manfaat penuh dari buah cranberry ini dalam hal Infeksi Saluran Kemih, akan lebih baik jika kita menjadikannya bagian dari rutinitas harian. Jangan meminumnya hanya saat menderita ISK saja, tapi berusahalah untuk meminumnya setiap hari.

Dan terakhir adalah mengonsumsi cukup Vitamin C. Sama seperti jus cranberry kita, perlu mengonsumsi cukup buah-buahan, atau minimal suplemen Vitamin C, secara teratur untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya. Beberapa orang menyarankan Anda untuk mengambil dosis ekstra jika Anda merasakan mulai merasakan gejala Infeksi Saluran Kemih.

Mengubah Kebiasaan Untuk Mengatasi ISK

Untuk mencegah atau melawan ISK, kita bisa membiasakan diri untuk melakukan beberapa hal seperti:

  1. Mengusahakan untuk tidak menunda pergi ke toilet.
  2. Kenakan pakaian dalam yang longgar dan bersih yang terbuat dari bahan alami yang bernapas.
  3. Pastikan asupan cairan yang cukup  dalam upaya untuk “memadamkan infeksi”. Ingatlah untuk tetap terhidrasi.
  4. Ingatlah untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

Meminta Bantuan Medis

Antibiotik. Itulah akhir cerita kita bersama Infeksi Saluran Kemih jika tidak melakukan penanganan yang semestinya. Bersiaplah mengunjungi dokter untuk berkonsultasi tentang Infeksi Saluran Kemih. Terbayangkah jika hal ini terjadi saat travelschooling, dimana dokter sulit ditemukan. Memang antibiotik membantu penyembuhan infeksi, tapi jangan lupa bahwa antibiotik memiliki efek samping. Dan seiring berjalannya waktu, kita akan mencapai titik di mana antibiotik tidak lagi berfungsi. Jadi, sebelum itu terjadi, segera lakukan penananganan yang tepat ya. Sediakan Uricran di rumah dan ubah pola hidup kita.

 

cara memulai homeschooling
Homeschooling

Cara Memulai Homeschooling Untuk Keluarga Muslim

Bismillah….

Laman ini semoga bisa membantu keluarga muslim yang ingin memulai homeschooling sesuai Qur’an dan Sunnah, berdasarkan pemahaman orang-orang shalih terdahulu (sahabat, thabiin, dan thabiut thabi’in).

Jangan sungkan untuk meninggalkan pertanyaan di kolom komentar atau jika terdapat tema yang belum saya tuliskan. SILAHKAN KLIK PADA TAUTAN DI BAWAH INI  dan selamat berpetualang di klastulistiwa.  ^_^

 

My Reflection

Maksimal Menjaga Hati Sesehat Tubuh

Sebagai Muslim, sangat penting bagi kita untuk menjaga kesehatan qalbu (selanjutnya disebut jiwa atau hati dalam bahasa kiasan). Pun jika hati kita sakit, kita perlu vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan sama halnya dengan vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit. Kesehatan jiwa ini dinilai sangat penting untuk memaksimalkan kualitas kehidupan seorang muslim. Betapa tidak, Allah saja bersumpah 11 kali dalam surat As Syams untuk membuktikannya.

Perhatikan sumpah Allah pada kata yang dicetak tebal dalam arti surat tersebut:

220px-ash-shams

1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
2. dan bulan apabila mengiringinya,
3. dan siang apabila menampakkannya,
4. dan malam apabila menutupinya ,
5. dan langit serta pembinaannya,
6. dan bumi serta penghamparannya,
7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,
12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
13. lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”.
14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Lihatlah bagaimana Allah bersumpah 11 kali atas nama (1) matahari dan (2) cahayanya di pagi hari, (3) bulan apabila mengiringinya, (4) siang apabila menampakkannya, (5) malam apabila menutupinya, (6) langit serta (7) pembinaannya, (8) bumi serta (9) penghamparannya, (10)  jiwa serta (11) penyempurnaannya (ciptaannya) untuk menyatakan sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Mengapa Kesehatan Jiwa Itu Penting?

Belum pernah Allah bersumpah sebanyak itu untuk menekankan bahwa seorang mukmin harus lebih memperhatikan kesehatan hatinya secara maksimal. Tentu kita sudah tahu bahwa perjalanan seorang muslim akan berakhir dengan kematian. Hati yang sehat akan memberikan kekuatan maksimal dalam kehidupan yang fana ini untuk menjalani misi sebagai muslim. Karena nanti, selamatnya hati pada hari kiamat, menentukan perjalanan muslim tersebut di akhirat sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surat As Syuara ayat 88-89:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, [QS. Asy-Syu’ara’: 88].

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ؕ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, [QS. Asy-Syu’ara’: 89].

Maka benar, seorang mukmin harus memperhatikan kesehatan hati dan jiwanya daripada badannya. Seorang muslim perlu berusaha mencari vitamin yang bagus untuk masa penyembuhan hatinya, seperti halnya vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sembuh  sakit raganya.

3 Jenis Kondisi Hati

Kondisi kesehatan hati dibagi menjadi 3 jenis (sumber tambahan lihat di sini):

  1. Qalbun Shahih (hati yang suci/ sehat) —  yaitu hati yang takut menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mendekati penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya. Segala yang dilakukan hanya untuk Allah, dimana ia mencintai dan membenci karena Allah, patuh pada syari’at-Nya serta mempunyai landasan yang kuat dalam menjadikan Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam segala hal. Hati yang sehat menyadari bahwa ia bagaikan seorang asing yang kebetulan singgah sebentar sebelum meneruskan perjalanan menuju alam akhirat. Hati yang sehat merasakan sakit yang tiada terperi jika tertinggal peribatan. Hati yang sehat tidak menyia-nyiakan waktu, tidak pernah terputus/ malas/ futur untuk mengingat Allah, serta senantiasa rindu untuk dapat mengabdikan diri di jalan Allah untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hati yang sehat bila sedang melakukan sholat, maka sirnalah semua kegundahannya dan kesusahan urusan dunia. Hati yang sehat lebih mengutamakan kualitas amal perbuatan daripada kuantitasnya, serta ikhlas dalam beramal, mengikuti syari’at Rasulullah saw, selalu merenungi karunia yang diberikan Allah, dan mengakui kelalaian dalam memenuhi hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, jika kita abai akan hal ini, berarti hati kita masih berpenyakit.
  2. Qalbun Mayyit (hati yang mati) — adalah hati yang memperturutkan keinginan hawa nafsunya meski Allah Subhanahu wa Ta’ala marah dan murka akan perbuatannya. Ia tidak pernah mengenal Tuhannya, tidak mencintai atau ridha kepada-Nya. dan ia berdiri berdampingan dengan syahwatnya dan  walaupun hal ini menjadikan. Hati jenis ini adalah hati yang jika diseru kepada jalan Allah, maka seruan itu tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup hati mereka.
  3. Qalbun Maridl (hati yang sakit) — hati yang tersimpan benih-benih penyakit berupa kejahilan yang dapat menjadi parah jika tidak diobati.

Bagaimana Menjaga Kesehatan Hati?

Menurut Ibnul Qayyim, menjaga kesehatan hati itu sama dengan menjaga kesehatan tubuh. Apa sajakah kesamaan itu?

  1. Tubuh perlu stamina melalui vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit seperti Theragran-M. Hati pun demikian. Staminanya perlu dijaga melalui pembiasaan amalan shalih.
  2. Tubuh tidak boleh dirusak melalui zat-zat yang destruktif, seperti rokok dan minuman keras. Begitu pula hati. Menjauhi maksiat dan tontonan yang haram, misalnya, akan sangat menyelamatkan kesehatan hati.
  3. Tubuh tidak boleh berpenyakit. Karena itu, berbekam dan berobat sangat dianjurkan untuk mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh. Untuk mengeluarkan penyakit hati, seorang muslim perlu memperbanyak istighfar dan bertaubat.

 

Bagaimana Cara Mendeteksi Penyakit Hati?

  1. Mengenali penyakit-penyakit hati.
  2. Mengenali penyakit apa yang menjangkiti hati kita.
  3. Mengenali obat dari penyakit hati, yaitu:
    • Membaca Al Qur’an — sebagai penyembuh dari apa yang ada di dada-dada manusia. Semakin sakit hati, semakin ditambahkan dosisnya.
    • Dzikrullah — yang harus dipaksakan seperti pil yang ditelan meskipun pahit.
    • Doa — karena Allah-lah yang menyembuhkan.
    • Thalabul ilmu (menuntut ilmu syar’i)  –sebagai obat yang sangat diperlukan.

Demikianlah catatan seorang Muslim yang menginginkan kehidupan berkualitas yang maksimal dari persinggahan yang sementara ini. Banyak dari tulisan ini yang diambil dari kajian rutin hadits Arba’in bersama Ustadz Badrussalam pada tanggal 12 Juli 2017. Semoga kita semua dimudahkan Allah untuk menjaga kesehatan hati secara maksimal.

kesucian hati

 

Mierza's Own, My Reflection, My Thoughts

Memperbarui Niat dalam Menulis dan Membuat Blog

Diantara kedzoliman dan kebodohan manusia terhadap dirinya sendiri adalah ia membuka aibnya padahal sebelumnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutupnya.”#JLEB

Bismillah…

Ketika ilmu itu terhampar, yang langsung terngiang-ngiang adalah saat berniat membuat blog dan mengisinya, serta tulisan-stulisan ‘curhat‘ pada sosmed yang dimiliki. Betapa banyak aib diri yang tersebar dengan dalih ‘agar orang bisa belajar dari kejadian ini’ atau ‘agar tulisan lebih mengalir karena pengalaman pribadi atau yang paling menyedihkan adalah ‘agar laku’. Wa’iyadzubillah….

Lalu, disebutkan pula hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang Al Mujaahiriin yang diriwayatkan dalam kitab shahih Al Bukhori dan Muslim , yang artinya:

Telah mengabarkan kepada kami Abdul ‘Aziz bin Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Ibrohim bin Sa’d dari anak saudaraku Ibnu Syihab dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, dia mengatakan, “Aku mendengar Abu Huroiroh mengatakan, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan (buruk –ed.) pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya (berupa perbuatan buruk – ed.). Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. “Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (keesokan harinya –ed.)”[sumber].

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan,

“Al Mujaahiriin adalah orang-orang yang menunjukkan bahwa ia telah berbuat maksiat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Orang-orang ini terbagi menjadi dua golongan :

[1]. Orang yang melakukan perbuatan maksiat dan ia menunjukkan perbuatannya tersebut dihadapan manusia dan manusia yang lain pun melihatnya. Yang demikian ini tidaklah kita ragukan lagi bahwa mereka termasuk golongan Al Mujaahiriin dan tidak akan mendapat ampunan dari Allah ‘Azza wa Jalla.

[2]. Orang yang melakukan perbuatan maksiat secara sembunyi-sembunyi missal di waktu malam kemudian Allah menutup aibnya tersebut, atau seseorang yang melakukan maksiat di rumahnya sendiri kemudian Allah menutup aibnya tersebut sehingga manusia lainnya tidak dapat melihatnya sehingga seandainya ia bertaubat kepada Allah maka jelas hal itu akan baik baginya. Namun ketika ia menemui hari berikutnya dan bertemu dengan orang lain dia mengatakan, “Aku telah melakukan perbuatan maksiat ini dan itu” maka orang yang demikian ini termasuk orang yang tidak akan dimaafkan Allah Subhana wa Ta’ala dosa-dosanya. Orang ini termasuk Al Mujaahirin padahal sebelumnya telah Allah tutup aibnya.

Hal di atas tidaklah muncul melainkan karena dua sebab :

[1]. Dia menceritakannya karena lupa dan tidak sengaja sehingga ia menceritakan keburukannya itu dengan hati yang tidak berniat dengan niat yang buruk (semisal ingin berbangga bangga dengan maksiatnya –ed.).

[2]. Dia menceritakannya karena ingin membanggakan perbuatan maksiatnya sehingga ketika ia menceritakannya dengan semangat (dia merasa) seolah-olah ia telah mendapatkan ghonimah (harta rampasan perang) maka jenis ini adalah jenis yang paling buruk diantara dua penyebab di atas”[sumber] 

Mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Membuat alasan untuk mengulang kesalahan bisa jadi solusinya, tapi bagaimana dengan ketenangan hati?

Ah ya… maka dengan ini klastulistiwa.com akan bebenah. Mencoba menghadirkan diri di tengah umat untuk menyampaikan informasi, ilmu,  (semoga) nasihat, dan sedikit jualan pribadi atau paid-review. Mencoba mengingatkan diri untuk mengurangi curhat dengan dalih apapun, tanpa dalih bahwa ini  solusi yang bisa jadi berfungsi seperti Question and Answer.

Bukankan sarana dan tujuan harus sejalan? Semoga saya dan kita semua dimudahkan untuk mendengar perintah dan larangan (agama) untuk kemudian menaatinya – tanpi tapi, tanpa nanti.

Homeschooling, Parenting, printables, Ramadhan Activities

Persiapan Menyambut Lebaran Dalam Waktu Terbatas

Bismillah. Pada tahun ini, Klastulistiwa tidak ikut menulis tentang mengisi Ramadhan seperti tahun sebelumnya, karena banyak blog-blog keren dari para mastah printable yang memudahkan emak malas eh praktis seperti sayah. Maka kali iniii, saya akan menuliskan beberapa hal yang bisa digunakan untuk persiapan menyambut lebaran aja yaaa. Saya persembahkan tulisan ini bagi keluarga praktis (tsaaah) yang bisa jadi tidak punya waktu banyak karena ikut iktikaf full 10 hari atau terpaksa mudik dan menyambut tamu di tempat tujuan. Apa saja persiapan menyambut lebaran ituuuu?

Ini dia daftar yang bisa diunduh, dibaca, ditonton, dikerjakan, dan dibuat bersama keluarga sebelum, saat, dan setelah Idul Fitri:

  1. Resep super gampil ala #RamadhanSoGoodSiapMasak
  2. Film ‘Cara Rasulullah merayakan Idul Fitri’
  3. Ebook ‘Adab merayakan Idul Fitri’
  4. Printable kartu lebaran buatan anak sendiri (uhuk) dan link  untuk membuat kartu digital atau dicetak.
  5. Kegiatan anak super keren dari para mastah printables
  6. Dekorasi sederhana tapi elegan
  7. MP3 takbiran
  8. Video tentang hilal
  9. Video tentang  Idul Fitri di seluruh dunia
  10. Pembelajaran bahasa Inggris tentang Idul Fitri

Baiklah.. sepertinya sudah semua. Terima kasiiih wa jazzakumullahu khairan katsira untuk semua yang telah menyediakan sumber-sumber belajar yang menyenangkan ini. Yuks, skrol-skrol ke bawah. Semoga bermanfaat.

***Mierza Ummu Abdillah***

Resep Gampil ala SO GOOD

Awalnya mau buat pakai ayam potong SO GOOD ini, apa daya sold out.. hiks

Saya deg-degan kalau ngomongin permasakan hahaha. Tapi, alhamdulillah… jaman sekarang semua dimudahkan sekali. Pulang iktikaf di malam lebaran dan harus cuzzz ke tempah Mbah ga bikin mati gaya. Apalagi sekarang ada SO GOOD Siap Masak dan SO GOOD ayam potong yang higienis. Resep-resep pun bertebaran di jagad maya, seperti di situs Dapur SoGood.

Nah untuk kreasi masak-masak sekejap dengan bahan apa adanya (karena lagi mudik), ini dia kreasi saya:

 

Ayam Selimut Praktis

Buat saya yang penganut kepraktisan sepanjang masa, ini bakal jadi resep favorit selamanya nyehehe.

Bahan-bahan:

Bahan-Bahan
  1. SO GOOD Siap Masak (saya menggunakan Chicken Stick karena adanya itu di warung modern deket simbah) hehehe
  2. Rencana awal pakai tortilla/ kebab. Tapi karena adanya terigu dan telur, jadilah lembaran kue dadar sebagai penggantinya)
  3. Lettuce
  4. Tomat
  5. Garam
  6. Air matang

Cara Membuat Kue Dadar (Pengganti Kebab):

  1. Masukan terigu dan sedikit garam ke dalam wadah lalu campur air.
  2. Jika suka, boleh tambahkan telur lalu kocok (karena anak-anak kami alergi telur jadi kami skip)
  3. Saat mengocok adonan, panaskan wajan.
  4. Agar matang sempurna, tuang adonan tidak di atas api (diangkat)
  5. Masak dengan api kecil

 

Cara Membuat:

  1. Goreng sebentar chicken stick lalu potong tipis setelah tiris
  2. Iris tipis tomat dan siapkan lembaran lettuce
  3. Siapkan kebab/ tortilla/ kue dadar di atas piring datar lalu tata lettuce, tomat, dan potongan chicken stick.
  4. Boleh tambahkan mayonaise atau saus tomat
  5. Selimuti seperti gambar.

Tadaaa… Yuk, santap selagi hangat. Ga sampe 15 menit deh masak ini. Saya suka! Saya suka!

Hihi.. jadi bisa fokus lagi deh main bersama anak-anak sambil menerima tamu. #EmakPraktis #BPNxSOGOOD

Oh iya… biar ga mati gaya bareng anak-anak, berikut persiapan Idul Ftri yang saya janjikan di atas yaaa. Selamat mengunduh, mencetak, membuat, menonton, dan membersamai anak-anak.

PERSIAPAN IDUL FITRI

ILMU TENTANG IDUL FITRI

Ini penting kan yaaaa. Apalagi kalau ada anak-anak yang perlu dipahamkan mengenai hal ini. Karena bentuk cinta kepada Rasulullah berarti mengikutinya, bukan? Nah, alhamdulillah safe browser favorit keluarga kami, yufid, telah menyediakan Video  Idul Fitri Ala Rasulullah (yaaaaay!) seperti di bawah ini. Bagi yang mau mengunduh dan menonton offline, sila klik di sini  yaaaa.

Nah, untuk adik-adik, silahkan membaca atau mengunduh e-book tentang Adab-Adab Merayakan Idul Fitri dari situs keren favorit kami Muslim Kecil berikut ini. Oiya, kalau kesulitan, bisa diunduh di GDrive kami di sini

KARTU LEBARAN

Meski katanya siiiih sekarang udah ga jamannya kirim-kirim kartu karena ada media online, tapi menurut saya…kirim-kiriman kartu membuat penerima merasa istimewa. Berikut adalah beberapa kartu yang dibuat oleh anak sulung (10 tahun) dan anak tengah saya (6 tahun) bersamaan dengan masa mereka berjibaku dengan amalan-amalan Ramadhan. Tidak perlu susah-susah merangkai kata dalam kartu lebaran, karena anak-anak sudah membuat simbol yang tinggal print lalu ditempel untuk dipecahkan oleh si penerima. Hadeeeeuh…. malah dikasih soal wkwkwk.

Kartu-kartu tersebut mereka buat manual menggunakan kertas A4 dan cat air. Tapi, jika teman-teman lebih memilih mendesain sendiri, ada juga beberapa situs yang menyediakan template seperti mynameart.com dan canva.com   Silahkan dipilih yaaaa….

Printable Kegiatan Anak

Nah, kalau yang ini tujuannya sebagai obat anteng. Kan ada tuuh beberapa acara yang didesain untuk dewasa, tapi anak-anak kan memang harus dibawa. Supaya ga gadget melulu, ada baiknya kita siapkan beberapa printables yang memang didesain keren dan penuh ilmu ini, meski dibuat untuk anak-anak.

1. Ramadhan Ceria

Kalau yang ini terus terang saya ga sempet cetak saat Ramadhan. Tapi karena masih relevan, insyaAllah saya mau pakai untuk persiapan menyambut atau merayakan lebaran. Beberapa halaman dari printable dari Muslim Kecil ini masih relevan dengan tema hari raya dan isinya bisa jadi bahan diskusi sebagai review pengetahuan Islam anak saat mengerjakannya. Oh, iya bisa juga diunduh di sini ya.

2. Anti Mati Gaya

Nah, kalau printable ini pasti tahulaaah: fenomenal beeeeuuud di jagad maya, apalagi di kalangan homskuler. Dibuat oleh mba Echa Maharani yang emang cunggih soal hand-lettering and creating-creating (abaikan grammar), printable ini sangaaat bermanfaat untuk ‘memberdayakan’ anak dalam hal melakukan pekerjaan rumah tangga. Eh, maksudnya.. biar mereka bahagia gituuu melakukannya. Kan ini life skills yang membuat emak dan calon mertua bahagia kan yaaa. Ya, kaaan? Ya, kaaan? #tring Pas bangetlah untuk persiapan menyambut lebaran, terutama dalam hal percepatan kerapihan rumah wkwkwk. Nah, ini dia penampakannya. Yang mau unduh bisa klik link ini untuk langung ke blognya mba Echa atau klik untuk mengunduh dari GDrive kami di sini.

3. Flap Book Ramadhan

Printable keren dari Muslim Kecil ini juga masih relevan juga untuk dikerjakan ulang. Ada ilmu tentang hilal dan tentang puasa sebagai salah satu rukun Islam yang bisa kita review bersama anak-anak. Bisa diunduh di situs Muslim Kecil atau di GDrive kami dengan klik link ini.

4. Lembar Mewarnai

Untuk adik-adik yang suka mewarnaiii, ada printable dari Coloring Kids seperti di bawah ini. Silahkan diunduh dengan klik link ini yaaa.

eid-coloring-pages-9

Dekorasi dan MP3 Takbiran

Pasti udah nebak kaaaan kalau ini bukan saya yang buat wkwkwkw. Tentunya kalau ada orang yang lebih berilmu, maka kita serahkan saja pada ahlinya. Lagi pula, kemampuan jepret-jepret saya yang biasa aja membuat hiasan yang nampak indah di mata ciptaan Allah ini nampak biasa aja di kamera buatan manusia. (Keren kan ngelesnya)

Untuk masalah dekorasi, saya suka sekali blog Martha Stewart yang bisa diklik pada tautan ini. Elegan daaaan GA RIBET. Nah, dua kata terakhir ini yang paling saya suka.

persiapan menyambut lebaran
Elegan banget kaan? (Credits: marthastewart.com)

Untuk desain-desain printable seperti kartu ucapan untuk hantaran, hiasan meja, kartu ucapan, penanda meja,  atau banner bisa klik tautan ke Yemen Link ini. Oh iya, blog tersebut juga dikelola oleh orang tua Homeschoolers lho hehe. Mangga dikepoin.

Daaan tentunyaaaa, tiada lebaran tanpa gema takbir. Keluarga kami sempat tinggal di sebuah site yang sepiiiii dari gema takbir. Saat itu, kami terpikir untuk mengunduh MP3 lebaran ini. Rasanya hangaaaaat. Silahkan klik TAUTAN INI untuk mendapatkannya ya. Oiya, saya mengambilnya dari link ini.

Hilal dan Idul Fitri di Seluruh Dunia

Berbicara tentang hilal, ada baiknya juga kita review ilmu ini bersama anak-anak saat kecil agar mereka benar-benar paham. Kita bisa melakukannya dengan kegiatan membuat fase bulan seperti yang saya lakukan pada Ramadhan tahun lalu atau dengan menonton tayangan berikut:

https://m.youtube.com/watch?v=aqt1Dqwf7_k

Dari tayangan di atas, kita bisa melanjutkan dengan diskusi tentang bagaimana umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri melalui film di bawah ini:

Thematic-Based English Lesson

Ini nih, pertanggung jawaban  ijazah Sastra Ingris saya. Pelajaran ini saya ambil dari British Council. Temanya berhubungan dengan Idul Fitri dan bisa didapatkan pada tautan yang ada yaaaa. Semoga bisa meningkatkan kecakapan berbahasa. Selengkapnya, silahkan unduh di sini .

 

Oh iya, untuk beberapa sumber belajar dan unduhan di atas bisa diakses melalui folder GDrive saya dalam satu klik saja  melalui link  ini. Semoga bermanfaat.

تقبل الله منا ومنكم

 

 

 

Parenting, Product Review

[VLOG] Ramadhan: Saatnya Tumbuhkan Empati Sang Juara Hebat Kebaikan

Jpeg

Bagi seorang Ibu, rasanya bahagia melihat anak-anak tumbuh dengan rasa empati yang tinggi terhadap sesama. And Ramadhan is the perfect time to grow them great. Pada bulan mulia ini pula, Bebelac yang memahami tumbuh kembang anak lebih dari sekedar fisik dan kognitif semata, mengadakan kegiatan #JuaraHebatKebaikan untuk menginspirasi para ibu. Caranya, dengan berkegiatan positif bersama sang buah hati untuk menjadi juara hebat kebaikan.

 

Terinspirasi Dalam Acara #JuaraHebatKebaikan

Bersyukur sekali saya bisa mengajak anak-anak mengikuti rangkaian acara Juara Hebat Kebaikan ini. Banyak ilmu pengasuhan yang saya dapatkan melalui talkshow bersama bu Pinky dari Dandelion dan bu Rinrin dari Nutricia. Talkshow ini yang berharga memberikan banyak tips yang berharga untuk menjadikan anak-anak bertumbuh tidak hanya IQ, tapi juga EQ-nya secara seimbang.

talkshowSalah satu ilmu penting yang bisa kita terapkan untuk menjadikan anak juara hebat kebaikan adalah perlunya satu keluarga untuk berkolaborasi dalam mendidik empati anak. Salah satunya melalui apresiasi yang spesifik, spontan, dan diberikan di berbagai situasi (to grow them great, of course). Dukungan sosial lain yang sangat penting adalah dengan memberikan ruang kepada anak untuk melakukan kebaikan disertai pendampingan selama proses berlangsung. Salah satunya melalui bermain peran bersama anak-anak, menjadikan diri kita sebagai role model, dan bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan sosial, terutama pada bulan Ramadhan seperti ini.

Bagaimana tahap perkembangan mereka yang cenderung egosentris disertai perkembangan logika belum sempurna ? Itulah pentingnya memahami ilmu pengasuhan dan development stages. Justru masa-masa ini adalah saat yang tepat untuk menanamkan sifat-sifat baik karena akan kuat tertanam dalam diri anak. Melalui penanaman sikap ini, anak akan akan membangun rasa percaya diri lebih dini untuk berempati. Mereka lebih mudah mandiri dan berinisiatif (untuk melakukannya) karena ia merasa mampu. Itulah sebagian ilmu yang saya dapatkan dalam talkshow pengasuhan kemarin.

 

Terenyuh Bersama Anak Yatim

Jpeg
Bermain Bersama Teman-Teman dari Rumah Yatim

Bagian yang paling kami membuat terenyuh adalah kebersamaan kami dengan anak-anak dari Rumah Yatim. Anak-anak yang diundang khusus oleh Bebelac ini diperkenankan untuk bermain bersama sebelum prosesi acara. Ketika anak saya memberikan buku gambar kepada salah satu anak yatim, ia mengetahui bahwa orang dewasa yang berada dalam ruangan bersama mereka itu bukanlah orang tuanya, melainkan pengasuh dan pengganti ayah (dan ibu) mereka sudah tiada. Tetiba, anak itu pun memeluk ibunya lebih erat. Oh my…. Yes Dear.. we should be grateful.. alhamdulillah. The occasion hopefully will grow them great.

JpegTerima kasih banyak Bebelac untuk kesempatan, ilmu, dan inspirasinya. Program keren dan bermanfaat untuk sesama ini berhasil mendukung saya memberikan stimulasi yang tepat untuk anak-anak, tidak hanya IQ tapi juga EQ mereka. Bagaimana tidak, setiap partisipasi Juara Hebat Kebaikan berupa foto atau video dan cerita aksi hebat kebaikan buah hati yang diunggah ke http://www.bebeclub.co.id/juarahebatkebaikan pada 5 Mei hingga 30 Juni 2017, berarti  akan ada 1 donasi yang diberikan untuk Rumah Yatim. Keren kaan?

Below is our action to #GrowThemGreat

Itu aksiku, mana aksimu? Yuk, masih ada waktu bagi Ibu dan sang buah hati untuk ikut serta. Ayo menjadi inspirasi untuk terus menanamkan pentingnya melakukan kebaikan pada anak sejak dini dan jadikan si Kecil Juara Hebat Kebaikan yang menjadi salah satu keutamaan mendidik anak.

VLOG ini adalag persembahan istimewa klastulistiwa.com untuk Bebelac #GrowThemGreat #JuaraHebatKebaikan

infeksi saluran kemih
Product Review

Uri-Cran: Cara Mengatasi Anyang-Anyangan dan Infeksi Saluran Kemih Saat Berkegiatan

Jadi Ibu anak ga sekolah ituuuu harus siap-siap gempor. Bayangkan aja, kadang-kadang dalam sehari kita berkegiatan outdoor atau indoor dalam waktu yang lama, hingga pindah beberapa moda transportasi. Belum lagi tentunya pulang-pulang tetep mengerjakan apa yang jadi kegiatan wajib sesuai jadwal.

 

Lupa Ini Buat Sering Anyang-Anyangan

Dalam kesibukan yang padat sebagai emak rempong beranak tiga (dan bersuami satu), saya suka lupa satu hal: MINUM! Inilah penyebab terjadinya hal yang mengintervensi lezatnya berkegiatan: ANYANG-ANYANGAN alias INFEKSI SALURAN KEMIH.

Rasanya pasti tahulah yaaaa yang namanya anyang-anyangan itu.. sangat menguji kesabaran. Ya gimana tidak menguji, anyang-anyangan itu kan bawaannya pengen ke toilet terus. Ga nyaman kan yaaa, apalagi kalau sampai sakit buang air kecil.

Biasanya kan anak-anak yang ijin sama kita untuk ‘memisahkan diri’, lha ini malah terbalik. Emaknya yang pengen memisahkan diri ke toilet karena anyang-anyangan atau infeksi saluran kemih hahaha.

Emang sih, kebiasaan lupa minum ini berbahaya banget ya, karena anyang-anyangan bisa berulang. Meminum banyak cairan, terutama air putih, itu penting sekali. Air minum membantu mencairkan urin kita dan memastikan bahwa untuk buang air kecil lebih sering dan normal. Banyak minum akan membuat bakteri jahat tidak betah berada di saluran kemih kita yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

Penyebab Sanyang-Anyangan

Haaaaa? Infeksiiii? Yap! Sebenrnya selain kurang minum, hal-hal berikut bisa juga penyebab anyang-anyangan lho. Apa saja itu?

  1. Kesalahan dalam membersihkan kemaluan setelah buang air. Seharusnya, kita mengusap dari depan ke belakang. Melakukan hal itu setelah buang air kecil dan setelah buang air besar membantu mencegah bakteri di daerah anus menyebar ke vagina dan uretra.
  2. Tidak mengosongkan kandung kemih segera setelah melakukan hubungan intim. Setelahnya, kita juga lupa untuk meminum segelas air demi membantu menyiram bakteri.
  3. Gemar menggunakan produk kewanitaan yang kurang memperhatikan keseimbangan PH.
  4. Menggunakan semprotan deodoran atau produk kewanitaan lainnya, seperti douching dan serbuk, di daerah genital yang bisa mengiritasi uretra.

 

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Nah semua itu bisa menjadi penyebab sakit saat buang air kecil. Jika tidak diatasi dengan serius, infeksi saluran kemih bisa mengarah pada beberapa kondisi medis yang berkelanjutan, seperti:

  1. Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami tiga atau lebih infeksi saluran kemih.
  2. Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) yang diakibatkan infeksi saluran kemih yang tidak diobati.
  3. Meningkatnya risiko pada wanita hamil dalam melahirkan bayi dengan berat lahir rendah atau bayi prematur.
  4. Penyempitan uretra (striktur) pada pria dari uretritis rekuren, sebelumnya terlihat dengan uretritis gonokokal.
  5. Sepsis, komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi tersebut bekerja dengan baik ke saluran kemih Anda ke ginjal Anda.

Cara mengatasi anyang-anyangan

Nah, terus bagaimana dooong cara mengatasi susah buang air kecil ini?

Well, kalau dari mayoclinic.org, secara medis, biasanya dokter akan menawarkan beberapa rekomendasi perawatan seperti:

  • Antibiotik dosis rendah, awalnya selama enam bulan tapi terkadang lebih lama.
  • Self-diagnosis dan perawatan, jika Anda tetap berhubungan dengan dokter Anda.
  • Antibiotik sekali minum setelah melakukan hubungan seksual jika infeksi Anda berhubungan dengan aktivitas seksual.
  • Terapi estrogen vagina jika Anda pascamenopause.

Nah, sebenarnya ada juga cara mengatasi anyang-anyangan secara alami yaitu meminum jus cranberry. Mahal? Yaaiyaaalaaah. Etapi tenang, sekarang ada uricran kok. Jadi ga usah lagi susah-susah cari buah cranberry yang harganya huwow itu plus ga cape ngejus juga. Keren ya?

Simpel, mudah, dan bisa dibawa kemana aja dan diminum kapan saja, bahkan saat berkegiatan. Setelah itu? Lanjut lagi deeeeh.

Yuks Emaks keren, jaga kesehatan kandung kemih kita.

Homeschooling, Homeschooling Communities

Sosialisasi Untuk Homeschooler Gimana?

Pertanyaan yang sering ditujukan kepada keluarga yang memilih jalur nggak sekolah adalah: “Bagaimana dengan sosialisasi anak homeschooling kalau bukan di sekolah?”

Pertama, kita perlu mengubah mindset kita dulu soal sosialisasi. Kalau menurut KBBI, sosialisasi adalah ‘proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya” . Sebagai muslim, tentu kita harus menyesuaikannya dengan syariat, seperti tanpa ikhtilat dan sesuai dengan adab serta akhlak seorang Muslim.

Mari garis bawahi kata ‘mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya’. Bukankah di luar sekolah, kita bisa melakukannya secara real? Tidak hanya mengenal melalui buku? Atau, apakah sosialisasi dibatasi tembok sekolah dan hanya dengan teman  rentang usia yang sama?

 

Sosialisasi Bagi Homeschooler Muslim

Mierza Ummu Abdillah

Setelah menjalani homeschooling, saya merasa ‘sosialisasi’ ini jauh lebih terjaga insya Allah – tapi sekaligus lebih luas dan tertata.

Terjaga – karena kita tahu dan bisa memilihkan teman, menjaga mereka dari ikhtilat, efek buruk pergaulan, menjaga agar percikan minyak wangi saja yang ada di sekitar mereka, dan terjaga dengan pendampingan kita hingga mereka siap menghadapi dunia sebagai Muslim yang utuh. Bayangkan rasio HS-ibu dan murid-guru.. kira-kira, rasio yang mana yang lebih terjaga?


Lebih luas
 – karena sosialisasi anak homeschooling tidak terbatas di lingkungan sekolah saja, tapi lintas usia, profesi, keinginan – tentunya dengan penjagaan kita. Sosialisasi tidak hanya satu kelas dengan rentang usia tertentu saja. Bukankah kita sering membaca riwayat Rasulullah dengan anak-anak kecil yg belajar di sekitarnya? Atau para sahabat, thabi’in, thabi’ut thabi’in yang meminta jawaban dari orang yg lebih muda karena diakui kecerdasan dan keilmuannya – seperti Umar bin Khattab yang memasukkan Ibnu Abbas yang berusia 17 tahun dalam anggota dewan bersama para sahabat peserta perang Badar? Inilah sosialisasi.

 

Tertata –  karena kita bisa mendesain ‘lingkaran sosialisasi anak-anak’ sesuai tujuan pembelajaran kita. ^^ Bisa dengan bergabung dengan komunitas homeschooling atau komunitas pembelajar yang sesuai dengan visi dan misi kita sebagai muslim. Bisa dengan orang yang sesuai dengan kecakapan hidup yang ingin kita tanamkan, misalkan pedagang di pasar, pembuat kue, saudara atau teman yang bisa menjaga rumah tetap bersih meski punya seabrek kegiatan, dan banyak lagi. Bisa dengan sering-sering mengunjungi saudara untuk meraih pahala dan membelajarkan adab, misalkan menjenguk orang sakit, takziyah, menolong sesama muslim – tanpa bingung mengatur waktu hanya di akhir pekan saja. Bisa juga dengan membuat acara anak-anak di rumah, jika memang kita ingin anak-anak bergaul dengan teman sebaya.

Jadi, tidak sekolah bukan berarti tidak bisa bersosialisasi bukan?

 

LANDASAN HOMESCHOOLING ISLAMI
Homeschooling Starter Kit, Landasan Homeschooling Islam

[LANDASAN PENDIDIKAN RUMAH #7] MENDIDIK KOMUNIKATOR YANG TAWADHU

Bukankah sering kita lihat fenomena hari ini dimana anak-anak melecehkan gurunya, menyalahkan guru karena merasa ‘lebih hebat’ dari mereka. Baper ketika diingatkan. Alih-alih berusaha mencari cara memahami untuk mengambil ilmu, malah menyalahkan ketidak mampuan guru mentransfer ilmu. Lalu, untuk apa manusia diberikan akal untuk beradaptasi? Sungguh, ini bukanlah perkara akhlak yang baik. Ketika mengajar selama 13 tahun dulu, saya temukan baaanyaaak sekali kejadian ini. Beberapa rekan mengeluh soal ‘adab’ anak-anak didiknya. Eh, anak-anak itu malah curhat sama saya: sorry guys, wrong pick. Memang benar bahwa guru perlu menguasai ilmu mendidik. But hey, it’s not your part to remind them! 

Itu baru guru lho. Belum lagi fenomena sosial dimana banyak orang yang memilih bicara.. iya bicara.. bahkan mendebat orang yang lebih berilmu. Lihat saja beranda facebook dan komen-komennya. Ada juga yang lalu mendelik atau tidak terima jika diingatkan, meski itu orang yang lebih tua atau bahkan orang tua sendiri. Acuh tak acuh dengan gadgetnya ketika diajak bicara. My oh my….

LANDASAN HS#7 : MENDIDIK KOMUNIKATOR YANG TAWADHU

Mierza Ummu Abdillah

Mari kita simak Qur’an surat Luqman ayat 18 yang artinya

 “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

Al-Qurthubi menyebutkan makna dari surat Luqman ayat 18 di atas yaitu, “Janganlah kamu palingkan mukamu dari orang-orang karena sombong terhadap mereka, merasa besar diri, dan meremehkan.”

Iya, itu semua adalah pekerjaan rumah saya juga sebagai orang tua. PR untuk menumbuhkan sikap anak untuk menjadi simpatik, memiliki rasa hormat, menyayangi dan tidak bersikap pongah terhadap yang lebih muda apalagi yang lebih tua/ berilmu, tidak menyela pembicaraan, mendengarkan dengan seksama, dan mengikuti akhlah Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam.

Untuk mengerjakan PR ini, saya akhirnya memutuskan untuk mempelajari ulang cara kami berkomunikasi. Lalu, dalam usaha kami memperbaiki diri, kami mencoba mendidik anak-anak menjadi pembicara yang efektif dan tawadhu. Belajar bersama mencontoh Rasulullah dan beberapa sahabat yang menjadi komunikator hebat pada jamannya.

INILAH RENCANA KAMI DALAM MENDIDIK ANAK BERKOMUNIKASI

  1. Berusaha keras mencontohkan kepada anak. Yes, action speaks louder than words. Saya bukan orang yang mudah bersosialisasi dan sungguh, ini lebih mudah ditulis daripada dilaksanakan. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan Allah menghendaki bukan?
  2. Hilangkan praduga “Saya kan sifatnya gak gitu. Saya orangnya udah begini, gak mungkin bisa berubah.” Reaaaallyyy? Bisa kok, insya Allah. Ingat Umar bin Khattab, kan? Betapa banyak perubahan sikapnya yang dahulu keras hingga lembut dan bijak semenjak masuk Islam. So, why not?
  3. Bantu anak-anak dengan melakukan roleplay. Kita bisa menggunakan alat peraga seperti boneka atau benar-benar bermain peran.
  4. Berdiskusi dan membekali anak sebelum bertemu dengan lawan bicara. Eh, ini beneran lho. Pengalaman saya sebagai orang yang lidahnya tetiba kaku ketika harus berbicara 4 mata, saya paham benar fungsinya berlatih sebelum benar-benar bertemu manusia. Untuk berbicara di depan umum pun sama.
  5. Melakukan evaluasi seusai pertemuan. Diskusikan kira-kira apa yang bisa diperbaiki.
  6. Moderasi penggunaan gadget (ini bagi orang tua juga lho ya.. hehe.. lumayan menantang juga kan?) Mari simpan gadget ketika anak berbicara dengan kita, atau… minta waktu dan segera fokus melihat wajahnya ketika berbicara.
  7. Pertimbangkan ulang waktu penggunaan gadget, terutama jika berada diantara orang tua dan saudara. Gadget boleh keluar dalam jangka waktu yang sebentar dan hanya diperbolehkan ketika tidak terjadi diskusi yang melibatkan mereka.
  8. Latih anak-anak menjadi asertif, salah satunya dengan menggunakan ‘I-message’
  9. Memilih waktu yang tepat untuk diam, bertanya, menjawab, atau menanggapi.
  10. Memilih kalimat yang berterima saat berkomunikasi. Contohnya, mengurangi atau menghilangkan kata “Iya, saya sudah/ baca/ dengar itu.” Ajari anak (dan kita sendiri) untuk menanggapi dengan ilmu yang baru atau diam dan cukup menanggapi dengan kata ‘masya Allah’ atau ‘barakallahu fiik’. Karena pada dasarnya pendengar tidak perlu tahu kalau ‘kita tahu’ kan? Ngerinya jika kita/ anak dianggap pongah dengan mengucapkan itu.

Tentunya, bagian paling menantang dari mengajarkan semua skill komunikasi adalaaaaah: semua ini sebaiknya dimulai dari orang tua dulu. #tariknapaspanjang Fiuuuh.. banyak juga euy peernya. Semangats! Semoga kita dimudahkan dalam mendidik anak-anak menjadi manusia dengan sikap dan tutur kata seperti Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam yang berakhlak Al Qur’an.


Alhamdulillah, lengkap sudah ulasan mengenai landasan pendidikan sekolah rumah ini. Untuk yang terlewat silahkan klik tautan di bawah ini.

LANDASAN PENDIDIKAN RUMAH BAGI MUSLIM

[LANDASAN #1] MEMILIH VISI DAN MISI

[LANDASAN #2] TANAMKAN TAUHID

[LANDASAN #3] ADAB DAN AKHLAK KEPADA ORANG TUA

[LANDASAN #4] AUTO-PILOT HOMESCHOOL

[LANDASAN #5] MURAQABAH

[LANDASAN #6] AMAL MA’RUF NAHI MUNKAR DAN SABAR

[LANDASAN #7] MENDIDIK KOMUNIKATOR YANG TAWADHU

Aisha Portfolio, Homeschooling Communities

[PRINTABLES ADAB MAKAN] Kelas Adab dan Pizza: Tidak Sekedar ‘Outing’

Kegiatan memasak atau membuat pizza hari Rabu, 5 April 2017, lalu  diawali dengan kelas adab, yaitu adab makan. Seruuuu, masya Allah. Kenapa belajar adab dulu sebelumnya? Karena setiap detiknya, seorang Muslim akan ditanya apa guna waktunya. Insya Allah kegiatan komunitas HS Muslim yang ini tidak hanya belajar ilmu dunia ketika berkumpul bersama. Oiyaaa.. ada sesi bagi2 lerak juga lhooo.

Untuk printables saya unggah dua versi yaaa. Yang diunduh enaknya yang langsung berbentuk buklet. Tinggal kasih staples ditengah.

Ini buklet Adab Makannya:

 

Yang diunduh enaknya ini aja. Tinggal di-staple tengahnya:

 

Semoga bermanfaat.

agar ASI lancar
Product Review

Agar ASI Lancar dan Sukses Lulus 2 Tahun

Alhamdulillah, anak ketigaku akhirnya bisa lulus ASI hingga 2 tahun. Sungguh mellow sekali perjalanan menuju sapih ini. Bukan apa-apa, ada banyak kemudahan yang Allah berikan agar ASI lancar untuk bisa menyusui si bungsu ini. Dari mulai pilihan karir jadi WAHM hingga kelancaran ASI.

 

Bagaimana Agar ASI Lancar?

Yup, posting kali ini saya nggak mau bermellow-mellow berpisah dengan kemesraan mengASI ah. Nanti malah nangis lagi. Sekarang saya mau berbagi aja beberapa tips dari pengalaman saya memberikan ASI ya, baik itu saat menjadi working mom yang harus pompa ASIP sampai jadi Working at Home Mom. Ini dia beberapa diantaranya:

Semakin Sering Semakin Banyak

Semakin bayi kita menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Ketika bayi mulai besar, ia mungkin menyusui untuk waktu yang lebih pendek atau kurang sering. Bayi memiliki periode ledakan pertumbuhan dalam beberapa bulan pertama. Selama pertumbuhan ini, bayi akan minum lebih sering selama beberapa hari untuk memuaskan nafsu makan yang meningkat. Selama masa ini, jumlah ASI akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayi.

 

Jaga Kesehatan

Pada hari-hari awal, cobalah untuk beristirahat ketika bayi kita tidur. Serius! Makan makanan sehat dan minum air putih juga penting agar ASI lancar.

Jangan takuuuut menerima dan / atau meminta bantuan dengan pekerjaan rumah tangga dan makanan dari pasangan, keluarga, atau kalau ada ya teman-teman. Ingat: stres tidak berbanding lurus dengan harapan agar ASI lancar. Jika bayi tidur dan kita lelah, maka tidurlah.

 

Saat sedang menyusui, kita mungkin secara bertahap kehilangan beberapa berat badan ekstra yang diperoleh selama kehamilan karena menyediakan bagian dari energi yang dibutuhkan agar ASI lancar.

Mengobrol Dengan Ibu Menyusui Lainnya

Berbicara dengan ibu menyusui lainnya sangat penting! Kontak dengan ibu menyusui lainnya dapat merawat rasa percaya diri dalam menyusui. Jangan pernah menyimpan kekhawatiran untuk diri sendiri. Ada banyak kelompok dan individu yang bersedia untuk membantu agar program menyusui berlangsung dengan sukses. Jika ingin berkonsultasi agar ASI lancar atau menemukan masalah, kita bisa menemui perawat kesehatan masyarakat, konsultan laktasi, komunitas ibu menyusui, dokter atau bidan, anggota keluarga, atau teman-teman yang sama-sama sedang menyusui.

Yap. Lakukan sesuatu yang menyenangkan setiap hari. Kita bisa melakukannya di rumah. Sambil bersantai atau berjalan-jalan dengan bayi, kita bisa tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman melalui aplikasi yang banyak tersedia. Ingat, jangan mengisolasi diri.

 

Gizi yang Cukup

Penelitian menunjukkan bahwa ASI sangat penting sebagai satu-satunya makanan atau minuman bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. Hebatnya, jumlah ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi kita dan terus memiliki jumlah nutrisi yang sesuai – jika memenuhi gizi. ASI juga mengandung antibodi dan faktor imun lain yang membantu melindungi terhadap infeksi dan penyakit – manfaat yang berlangsung seumur hidup.

ASI memiliki banyak manfaat kesehatan untuk ibu juga, termasuk memelihara hubungan khusus antara ibu dan bayi. Selain itu, ASI sangat praktis: suhunya selalu tepat, ekonomis, dan ramah lingkungan!

Lalu, apa saja yang kita butuhkan agar ASI lancar? Inilah beberapa bahan alami yang bisa membantu memperlancar ASI:

  1. Fenugreek. Bahan ini dapat meningkatkan ASI hingga 900%. Penelitian yang ditulis oleh Turkyilmaz C. Onal E. Hirfanoglu IM, et al. yang berjudul ‘The effect of galactagogue herbal tea on breast milk production and short-term catch-up of birth weight in the first week of life’ juga menyebutkan efektifitas bahan ini
  2. Anise. Tanaman yang berasaal dari Mediterania Timur & Asia Selatan ini sering diseduh sebagai teh di Mesir. Fungsi lain bahan ini selain agar ASI lancar bagi ibu sangatlah banyak. Sebut saja dapat menyembuhkan kolik, meredakan perut kembung, batuk, asma, hingga nyeri haid.
  3. Fennel. Kandungngan flavonoid serta kumarinnya termasuk fitoestrogen yang agar ASI lancar.
  4. Moringa. Bahan alami ini kaya dengan asam amino essensial, threonin, valin, arginin, lisin, triptofan, dan valin.
  5. Habbatussauda, yang sudah tidak diragukan lagi fungsinya sebagai penambah ASI, selain sebagai obat dari berbagai macam penyakit.

Nah, semua bahan itu ada takarannya. Dan kita bisa mendapatkannya dengan hanya meminum satu jenis produk saja looooh. Tidak perlulah berlelah-lelah mencari satu persatu bahan tersebut, karena semua tersedia dengan meneguk ASI Booster Tea. Siap-siap banjir ASI deeeh, insyaAllah.

agar asi lancar

Parenting

ERA TELECOMMUTING DAN MASA DEPAN ANAK KITA

Telecommuting adalah pekerjaan yang tidak mementingkan kehadiran di tempat kerja dan banyak dilakukan Gen-Z. Saya salah satu yang melakukannya. Lalu, saya Gen-Y atau Gen-X? Ng… secara umur, saya terperangkap dalam tubuh Gen-Y, tapi kinerja dan kreasi lebih masuk ke performa Gen-Z. #ecieecieee. Alhamdulillah, kini masuk tahun kesekian bekerja sama dengan dua perusahaan yang berlokasi di luar Indonesia untuk menjadi penulis media dan produk mereka – plus beberapa proyek lepasan. So yes, I am a telecommuter.

MEMILIH CARA BEKERJA

Haaaa? Gen-Z??? Umuuurrr Buuu… Umuuuurr… wkwkwk. Etapi beneeer, saya diduga Gen-Z oleh beberapa HRD yang menyaring saya hahaha. Hmmm… mungkin karena dilihat juga dari mentalnya saya pada perusahaan yang menawarkan skema Gen-X yang kuno dengan segala bonus kinerja dan fasilitas untuk berjam-jam masuk kerja. Seperti telecommuter lainnya, kami memilih bagaimana cara kami bekerja. Untuk model saya yang emak-emak begini… Kadang saya kejar target, kadang jauuuh dari target. But I ensure ONE thing: QUALITY.
Jadi, ya tahu sama tahu ajah situ butuh apah, sinih butuh gimana. Daaan.. kayaknya semakin banyak juga pekerja2 yang kayak saya, malah lebih banyak yang ga pake ijazah dan jauuuh lebih muda. Penghasilan mereka jelaaas sebanding dengan kuantitas yang sulit saya kejar. Kalau saya kejar, penghasilannya sama bahkan bisa lebih dari kerja pagi-sampe malam saya jaman dulu… cuma ini di rumah, dasteran, ngupi2… Alhamdulillahilladzi bini’mati tatimushshalihaat.
Jadi, yakin masih perlu ijazah? Haha.. bukan itu sih poinnya. Poinnya adalah…

APAKAH ORANG TUA MENYADARI TREN INI?

Bahwa bisa jadi, perusahaan sudah tidak lagi membayar tinggi untuk pekerjaan yang membayar jumlah jam. Bukan lagi kuantitas tapi kualitas. Bukan lagi kehadiran tapi selesainya tuntutan. Bukan lagi jobdesc tapi job expectation.

Oh noooo.. Jadi Gimana Dong?

Tenaaang… ada beberapa kecakapan hidup yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak sejak mereka masih kecil. Kecakapan hidup ini insyaAllah akan memudahkan mereka meraih (bukan mengejar) dunia.

Apa Saja Kecakapan Hidup Itu?

1. Cinta Baca

Ini bukan baca dalam calistung model baru masuk sekolah yaaa. Membaca disini yaitu mencari ilmu dari bacaan dan tahu bagaimana cara mengenali bacaan bergizi. Jauhkan TV! Saya serius. Membaca buku bergizi akan memberikan stimulasi pada otak anak untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menghadapi tantangan. Contohnya? Saya baru masuk dunia telecommuting ini baru-baru ini kok. Tawaran pertama adalah review produk-produk elektronik yang mbuh dulu saya blass ga ngerti apaan artinya. Tapi alhamdulillah Mama rahimahallah mengajari saya pentingnya membaca. Saya cari tahu apa saja yadan melengkapi diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan ekspektasi klien.. dan saya bertahan alhamdulillah.

 

2. Komunikasi Lisan dan Tertulis

Jauhkan mereka dari bahasa alay hahaha. Boleh lah kenal bahasa itu asal mereka dikenalkan cara berbahasa ibu secara lisan dan tertulis. Ngobrol banyak-banyak, setelah membaca buku bergizi tentunya, akan membangun banyak kosa kata untuk mereka miliki. Kosa kata ini penting untuk membangun bahasa. Ajarkan pula anak-anak kita untuk berani berbicara di depan orang lain – sesuai tatanan syariat.

 

3. Bilingualisme Setelah Bahasa Ibu

Kalau ini pengalaman pribadi. Saya baru belajar bahasa Inggris pada usia SMP tanpa kursus. Tapiiii, saya dicemplungkan oleh Ibu ke dalam beberapa klub percakapan! Megap-megap gapapalah, katanya. Tapi hasilnya? Masya Allah, I survived the language.

InsyaAllah itulah yang saya terapkan kepada anak-anak. Saya TIDAK mengajarkan bahasa Inggris sejak kecil. Anak-anak saya saya kuatkan dulu bahasa Ibu, serta bahasa Arab untuk mereka pakai sebagai ilmu alat. Tapi untuk komunikasi dalam bahasa lain, insyaAllah akan saya mulai dari usia minimal 10 tahun. Yes, just like what my late mum did. Dan ternyata benar kata pepatah: ‘Bahasa menghaluskan budi.’

Dengan 3 kecakapan hidup dasar ini banyaaak GenY yang menyebrang menjadi GenZ. Menghilangkan ketakutan akan ‘ga bisa makan papan’ eh… ‘hidup mapan’. Lagipula, bukankah dunia ini hanya sementara? Mapan hanya bisa didapatkan dalam kehidupan setelah kematian. ^_^

So, parents… Are you ready?

skip challenge cara mendidik remaja
Parenting

Skip Challenge: Hasil Pengabaian dan Pelabelan Kita

Huwaaaat? Skip challenge yang lagi viral itu? Yang permainannya menekan dada sekeras-kerasnya dan menyebabkan pingsan atau kejang-kejang itu?

Yess… yang itu. Yang ramai-ramai dibagikan para remaja dengan hestek #skipchalllenge yang katanya kekinian itu. Ng.. sebenarnya siiiih ga baru-baru banget.

Huwaaat??? Ga baru-baru bangeeet?

Hedeeeeh… iyeeees. Jaman saya lagi ngehits dulu, nama permainannya Yoko-yokoan (mungkin terinspirasi dari film legenda ular putih hihi) Terus jamannya Paksu lebih lama lagi, namanya surup-surupan.

Saya saat itu gimana? Yaaaa… berasa waw aja gituh: mereka berani. Tapi cuma bisa senyum dan melipir ketika ada yang mengajak wkwkwk.

Yup. I chose NOT to do it. Biarin dah dikata ga keren. Ga gahul. Kenapa harus malu dengan standar yang dibuat orang lain? Begitu pesan Mama saya, rahimahallah, yang berhasil membantu saya mendefinisikan kata keren dalam KBBM: Kamus Besar Bahasa Mierza.

Kalau ada hal ‘keren’ yang dilakukan teman-teman, Mama tanya ‘Kenapa ya harus gitu? Itu tujuannya apa? Kalau buat… kenapa gak…” dst dsb dki dllaj. Beliau selalu bersedia mendengar, meski setelah memarahi sebentar kalau saya ketauan ikutan aneh-aneh hahaha… Tapi selanjutnya ya saya dibantu dalam mencari solusi. Tanpa label. Sampai teman-teman kuliah saya menyebut saya dan Rahimahallah Gilmore Girls saking kompaknya.

 

***PELABELAN DAN PENGABAIAN KITA***

Oke balik lagi ke skip challenge tadi. Akhirnya, sebagai orang yang pernah merasa ‘remaja’, saya sampai pada kesimpulan ini. Anak-anak abegeh itu  ituuu.. yang pada sekip2 chellenj, mereka jarang ditanya ‘KENAPA’ sama orang2 dewasa sekitarnya. Jarang dilibatkan. Jadi, IMO… ya itu murni bukan kesalahan mereka.

Itu hasil dari pelabelan dari KITA. Dari pengabaian kita. Wong kita sebagai orang dewasa  juga belum apa-apa udah berburuk sangka sih.

Huwaaat??? Yu don seeei!

-_-  Masuk ke contoh deh. Misalkan ketika kita melihat remaja (yang kita kenal) gayanya agak ajaib, apa yang kita lakukan? Kalau kita ujug-ujug memarahi, nyindir, melototin, atau malah menjaut sambil bilang pait pait pait.. yaaa kita termasuk orang dewasa yang doyan melabel atau mengabaikan.

Akibatnya? Yaaaa kayak cermin deh. Anak-anak itu bisa jadi akan mengiyakan label dari kita. Bisa jadi mereka akan menyukai pengabaian yang kita lakukan. “Ok fine, gue beli! Gitu kasarnya”

Lalu, mungkin kita bertanya: “Tapi kaan.. adabnya gimanaaa? Masa depannya gimana kok yo kayak gituuuu modelnya? Dimana ilmu agamanya?? Orang tuanya pasti didiknya ga bener. Anak jaman sekarang. Generasi alay tuh. Pasti kena harta haram.” Nah kaan.. nah kaaan. Well, that’s labelling.

Okeee.. okee.. saya ga bilang mereka ga salah loooh. Saya fokus pada KITA. Iyes, KITAAAA. Kita yang (ga semuanya memang) telah melabel dan mengabaikan anak remaja itu. What have we done about it? Cuma heboh share2 aja mah malah bikin mereka pada semangat melakukan yang lebih ajaib lagi. Trust me, been there done that. Adrenalin, meeeen…. yang begituh aja viral, apalagi yaang…. silahkan isi titik-titiknya.

Mulai ga setuju soal pelabelan dan pengabaian? Hehe.. bagaimana jika saya katakan bahwa kita memperlakukan pemuda-pemudi itu (ganti kata remaja yah) TIDAK  seperti Rasulullah memperlakukan mereka?

Hmmm.. coba renungkan kembali deh, jika ada seorang pemuda (yang kita kenal yaaa… anggap aja tetangga) datang pada kita bertanya.. hanya bertanya loh ya… “Bu, di komplek ini saya boleh berzina?”

Apa jawaban Anda?

A. Langsung menegur “Ga boleh, dosa!”

B. Membiarkan, ga enak soalnya sama tetangga.

C. Ngamuk, marah-marah.

D. Menantang akalnya untuk berpikir.

Jika Anda memilih D dengan mengarahkannya pada dalil, makaaa.. masyaAllah… Anda mengambil cara yang dilakukan Rasulullah dalam menghadapi pemuda-pemuda yang ajaib pola pikirnya ini. Serius.

Inget ga kisah seorang pemuda yang datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!” dalam hadits shahih riwayat Ahmad? Orang-orang sekitarnya pada menghardik kan? Tapi, apa yang Rasulullah lakukan?

Rasulullah bilang ga, “Heleh, mikirnya ke situ mulu” atau.. “pasti deh anak muda jaman sekarang”  (inga2.. tetep ada yg ga percaya dengan Islam tho saat itu).

Ngga. Rasulullah malah mengajaknya mendekat. Menantang akalnya untuk berpikir melalui pertanyaan-pertanyaan seperti, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain? Putrimu? Saudari kandungmu? dan seterusnya… (nash lengkapnya ada di bagian bawah postingan ini di klastulistiwa.com ya)

Abis nasehatin itu, apa yang Rasulullah lakukan? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.

Nah kaaaan… Pemuda itu didoakaaan saudara-saudaraaaa… bukannya dinyinyirin, disumpahin, dijauhin, dst, dsb, dki, dllaj.

See? Jadi, sebelum melabel atau membiarkan mereka, sudahkah kita berdialog? Bertanya? Mencari tahu? Mendekati mereka? Atau kita mencukupkan diri dengan pelarangan dari Mendikbud tentang si sekip ini? (Baru dimuat media baru-baru ini, Buibuuuu)

Hedeeeh… kalau cuma larang-larang, yang ada itu akun-akun Instagram digembok deh… Eit… viral teuteup: di kalangan sendiri. Efeknya? Yaaa kita ga bisa tau lagi apa yang mereka lakukan. Lebih bahaya mana???

.

***SO TO WRAP UP***

Kalau ternyata mengubah remaja seluruh Indonesia masih terlalu gegap gempita, yuks kita mulai dululah dari pemuda-pemudi yang terdekat. Mulai dari anak kita, saudara kita, tetangga kita, anak teman kita. Libatkan mereka dalam percakapan. Libatkan diri kita dalam dunia mereka. Tahan semua label negatif. Mereka hanya ingin didengarkan, dipahami, dan diluruskan dengan cara yang baik.

Tapiii… usahakan jangan terlibat lho yaaa. Maksudnya jangan malah ikutan sekip2an wkwkwk. Yakin deh, mereka punya istilah buat orang dewasa seperti ini: sok asik. Mereka ga butuh orang dewasa yang sok asik. Yang mereka butuhkan orang dewasa yang konsisten. Yang bersedia mendengarkan. Yang mengarahkan tanpa melabel.

Yuks, latih cara berkomunikasi dengan para pemuda harapan bangsa ini. Belajar cara komunikasi seperti Rasulullah melalui nash-nash yang shahih agar tuh ilmu ga masuk kuping kiri keluar kanan.

Yang pastiiii… selalu minta bantuan Allah agar kita dianugrahi generasi penerus yang diberkahi. Doakan.. doakan.. doakan… doakan generasi ini tanpa lelah. Bukankah “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka?” (Ar Ra’d:11)


Catatan:

Berikut hadits yang dimaksud dalam posting ini…

Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!

Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah.

Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?

Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” sahut pemuda itu.

Begitu pula orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai.

Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?

Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” pemuda itu kembali menjawab.

Begitu pula orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai.

Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?

Tidak, demi Allah, wahai Rasul!

Begitu pula orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai.

Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?

Tidak, demi Allah, wahai Rasul!

Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.

Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?

Tidak, demi Allah, wahai Rasul!

Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina.

*) Lihat hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.

 

Homeschooling, Homeschooling Communities

[PRINTABLES] Belajar Adab dan Menghias Tas Bersama Komunitas Homeschooling Muslim

Mundur! Hentikan pelajaran dulu jika adab belum berterima. Dan ini yang kami lakukan sebagai orang tua muslim para homeschoolers. Membangun tradisi yang mementingkan adab dalam menuntut ilmu seperti yang dilakukan Rasulullah, sahabat, thabi’in, dan thabi’ut thabi’in.

.

.

Karena itu, dibuatlah majelis nasehat sebagai pembuka kegiatan dalam pertemuan Mosqueschooling Komunitas Homeschooling Muslim ini. Daaan… karena yang ikut kebanyakan adalah krucils, maka saya harus berstrategi agar ilmu adab ini sampai dan diamalkan (aamiin).

whispering-games
Bisik Berantai – Image Courtesy: Kaka Jouce

Akhirnya, saya siapkan printables seperti di bawah ini (bisa diunduh di klastulistiwa.com yaaa) yang bersinggungan dengan pelajaran mengenai alat indera, permainan rantai berbisik di awal majelis,  dan beberapa strategi berbicara dengan anak-anak.

Nah, apakah adab ini hanya bisa diajarkan secara klasikal oleh guru sekolah/ TPA? Apakah orang tua hanya bisa memberi teadan saja? Tentu saja, tidak. Namun tentunya, dalam menyampaikannya, orang tua sebaiknya memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan komunikasi kepada anak ketika menanamkan ilmu kepada anak di rumah.

home-printable

Ini ikhtiar yang bisa kita lakukan sebagai orang tua:

  1. Berdoa memohon kemudaha kepada Allah. Ya karena yang memiliki hati anak-anak kita ya Allah kan yaaa, karena itu mintalah kepada sang pembolak-balik hati.
  2. Untuk anak usia di bawah 7 tahun, gunakan kalimat yang isinya kata-kata pendek, tidak lebih dari 5 kalimat.
  3. Eye-to-eye level jika berduaan saja. Bisa dengan cara kita duduk atau berlutut.
  4. Memanfaatkan gelombang alpha – saat anak bahagia. ^^ Jadi, jangan saat kita marah atau kesel baru ada kejadian huru-hara memberi nasihatnya. Itu sebabnya kalau transfer, ada baiknya level bahagia disamakan dengan fasilitatornya, bisa melalui cerita sirah, permainan, atau diskusi.
  5. Ulang poin sebelumnya sebelum pindah ke poin berikutnya (di bawah ada 6 poin yang diberikan).
  6. Cek pemahaman anak melalui pertanyaan. Hal ini juga bisa menjadi cara mengetahui apakah sudah sampai ilmu yang kita berikan.
  7. Ketika ingin mengingatkan tentang adab, kurangi bicara yang tidak perlu. Fokus pada apa yang ingin disampaikan. Misalkan, ketika anak tampak tidak mendengar, cukup beri isyarat, atau elus pundaknya lalu tanya “Ayo, tadi Umi bilang apa?”, atau mengulangi apa yang kita katakan. Jangan menambah kata, ‘Jangan bandel.” atau kata-kata tambahan yang tidak perlu.
Printable Untuk Diwarnai Di Rumah
Printable Untuk Diwarnai Di Rumah

Setelah majelis ilmu, anak-anak berkegiatan seruuu dengan tante Ayu, mamanya Aliya. Apa kegiatannyaaaa? MEWARNAI TAAAS Yaaaaaay Dari bayi-bayi sampai kakak-kakak semua larut dengan cat air dan tasnya. Makasiii tante Ayuuuuu.

Oh iya, pada saat pertemuan Mosqueschooling tersebut, hal yang paling saya dan anak-anak sukaaaa adalah bagian makan bersamaa hahaha. Terasa guyub, menyenangkan, daaan kenyang. ^___^

Alhamdulillahilladzi bini’mati tatimush shalihaat. Seruuu yaaaa… Tapi, inga.. inga… keseruan kumpul-kumpul tentu harus memiliki tujuan yaaa. Karena nanti kita akan ditanyakan mengenai waktu yang kita gunakan. Insya Allah, dengan majelis nasihat ini, kita akan menjawab pertanyaan itu dengan indah, insya Allah.

memilih homeschooling
Homeschooling, Homeschooling Starter Kit, Landasan Homeschooling Islam

Maka Jelaslah Mengapa (Kami) Memilih Homeschooling

 [Catatan: Resume ini diambil dari potongan tanya-jawab kajian yang, masya Allah, seakan menjelaskan kenapa memilih Homeschooling. Video Youtube (credit to Bali Mengaji) bisa dilihat di bawah posting ini. Namun, klastulistiwa.com telah mengunduh untuk memudahkan jika ada yang ingin menyimpan. Sila klik tautan ini untuk mengarahan ke Google Drive]


Wanita Tiang Penyangga Umat

Ustadz Riyadh bin Badr Bajrey

 

Demi Allah, Allah subhanahu wata’ala jadikan kalian TIANG PENYANGGA UMAT. Terbayang apa yang terjadi dengan bangunan umat ketika tiangnya pergi?

Apa yang terjadi? ROBOH!

Wanita dengan tugas-tugasnya yang ada dalam syariat adalah tiang penyangga. Yaitu apa? Melayani suami, mendidik anak. Mendidik anak yang benar.

Ini yang akan menguntungkannya di akherat, demi Allah. Bukan karirnya di luar rumah, bukan berapa rupiah penghasilannya. ‘La!’ Itu malah melalaikan wanita. Membuat dia melakukan banyak pelanggaran: berikhtilat dengan yang bukan mahram di kantor. Sampai rumah udah capek. Yang ada, akhirnya kewajiban inti melayani suami dan mengasuh anak jadi hanya tinggal sisa tenaga.

,

Wanita Jihadnya Adalah Kembali Ke Tugasnya

Sebagai  apa? Sebagai seorang wanita yang, demi Allah, tidak ada mahluk lain yang sanggup untuk menanggung tugas itu kecuali wanita. Enggak ada. Mau Hercules? Mau Samson yang kuat? Coba suruh bawa drum sembilan bulan kemana-mana dibawa. Kagak kuat dia.

Wanita, justru yang lemah lembut, punya kekuatan itu. Kelembutan dan rahmatnya ini adalah senjatanya. Jihadnya wanita: mendidik anaknya di rumah. Kalau bisa jangan disekolahkan. Istri ini pendidikannya tinggi. Kenapa anak-anak kita diserahkan?

.

Kalau mau ajari anaknya di rumah. HOMESCHOOLING!

Dari dulu umat Islam: Anas Ibnu Malik, siapa yang didik? Ummu Sulaym. Imam Syafii, siapa yang ngarahin? Emaknya. Sufyan ats Tsauri?

mengapa memilih homeshooling
Sumber: fb.me/geraiuma

Bacalah buku tulisan akhuna Sufyan Baswedan, judulnya “Ibunda Para Ulama”. Buku ini akan memperbaiki mindset kita tentang bagaimana menempatkan wanita. Maka itulah jihad wanita yang inti. Yaitu apa? Berjuang melakukan tugasnya. Mempersiapkan generasi-generasi penerus umat.

Ketika wanita meninggalkan barisannya, maka jatuhlah umat Islam. Itulah dimulainya. Sebagaimana ketika para pemanah meninggalkan barisannya di hari Uhud. Itulah ketika para wanita meninggalkan tugasnya sebagai ibu dan lebih memilih untuk menyibukan diri di luar rumah  yang bukan tugas seorang ibu.

Resume oleh Mierza Ummu Abdillah
klastulistiwa.com.
Video credit to Bali Mengaji

Parenting

[DISKUSI] Balita yang Susah Berteman dan Sibling Rivalry

Di sebuah grup percakapan virtual, terdapat sebuah diskusi yang dimulai dengan pertanyaan sebagai berikut:

“Si sulung yang berusia 4 tahun, perempuan, tidak mudah bersosialisasi di tempat baru, tidak mau masuk PAUD, dan hanya mau menurut dengan ayahnya saja dan jauh dengan saya sebagai ibunya. Ia punya adik berusia 20 bulan. Sepertinya dia merasa iri dengan adiknya. Saya sudah mencoba sabar mendekatinya dan menunjukkan perhatian dan memberikan pengertian padanya. Bahwa ibu sayang, adik juga sayang dengan kakak. tapi dia selalu melawan jika dengan saya. Apa pengalaman bunda dalam mengatasi masalah sanak tersebut?”

(Catatan: pertanyaan ini sudah diijinkan untuk dibagikan oleh penanya)

Ah ya.. Panik. Mungkin itu yang kita alami sebagai ibu-ibu muda yaaa. Kita? Kamu aja kaleee? Iya baiklah.. Cuma saya aja yang ibu muda karena masih muda. #apasih

Tapi pertanyaan ini memang buaaaanyak muncul dari beberapa ibu muda seperti saya (#okecukupmierza!) Terutama, saat lingkungan ‘memvonis’ anak kita yang dibawah 5 tahun itu dianggap balita yang susah bergaul. Rasa baper pun semakin menguat ketika di saat yang sama ada anak yang dibilang ‘berani, mau bergaul’ tepat setelah anak kita disebut balita ngga gahul.

Padahal oh padahal…

Inilah Saat Tepat Memperkuat Ikatan Dengan Orang Tua

Usia emas ini memang saatnya yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai aqidah, moral, dan adab. Dengan bonding yang kuat dengan orang tuanya, insya Allah anak akan kuat dan percaya diri menunjukan nilai yang sesuai dengan apa yang diajarkan orang tuanya dalam pergaulan sosial.

Seperti nasihat Lukman yang tidak lekang digerus zaman, yang pertama dilakukan adalah menghadirkan Allah di waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Dan tentunya, pada saat mengobrol dengan anak. Jadi, ketika anak tidak bersama kita, kita sandarkan kepada Allah untuk menjaga hatinya.

Dia akan PD bilang ‘Kata Umiiiii…’ ketika dihadapkan pada hal-hal yang tidak sesuai visi misi keluarga dan agama. Dan ini bisa terjadi jika Allah sudah membangun chemistry dengan orang tua. Ada skenario, insyaAllah, kenapa Allah membuatnya menjadi ‘pemalu‘ di hadapan teman-temannya pada usia-usia ini. Karena itulah saat kita menjadi temannya.

Jadi, jangan kuatir jika anak kita dicap sebagai balita yang susah berteman. Karena inilah kesempatan untuk membangun masa-masa ‘muraqabah’ di masa depan. Merasa dilihat Allah.

Tapi Dia Juga Kurang Komunikasi Dengan Ibunya, Malah Deketan Sama Ayahnya. Gimana Dong?

Untuk membangun komunikasi dengan orang tua, tidak bisa seperti Tarzan yang berkata, “Kamu duduk. Saya Tarzan” atau seperti radio yang tidak berhenti siaran. Membangun komunikasi dengan anak membutuhkan ilmu agar apa yang kita ucapkan sesuai dengan tingkat pemahaman anak kita. Agar inti pesan kita sampai.

Agar adil, saya akan memberi contoh dari pengalaman saja. Saya membiasakan diri menggunakan kalimat pendek yang sebisa mungkin tidak lebih dari 5 kata. Berjeda. Sambil berlutut, atau ndeprok di lantai.

Ketika anak enggan atau melawan, saya akan lebih serius mengambil waktu. Menggunakan suara yang lebih datar, dalam, dan tegas. Sebisa mungkin tidak emosi, meski ini syusyah, karena lebih mudah untuk teriak. PR-nya adalah memberikan ‘nasihat’ saat anak moodnya baik.

Mengenai lebih dekat dengan ayah? Oh, itu rejekiiii. Lihatlah betapa banyak bersliweran ibu-ibu galau yang merasa suaminya tidak turut serta dsalam pengasuhan. Sampai ada wacana “Fatherless Country” segala. Maka, mari bersyukur saja, jangan dijauhkan dengan ayahnya. Sambil mempraktikan cara berkomunikasi yang berterima. Jangan lupa peluk dan sampaikan terima kasih kepada sang partner hidup yang bersedia mengambil peran dalam pengasuhan. 😉

Tentang Cemburu Dengan Adik?

Lagi-lagi agar adil, saya akan berbagi pengalaman pribadi. Oh bukaaaan.. saya bukan psikolog apalagi pakaarrr pengasuhan anak. Saya praktisi.. seperti buibu semua.

Baiklah, saya memiliki 3 anak berusia 10, 5, dan 1 tahun. Saya melibatkan sulung dan tengah dalam mengurus si bayi. Mengapresiasi setiap hal kecil yang mereka lakukan. Apresiasi atau pujian menurut saya penting untuk membangun persepsi anak akan hal mana yang baik untuk dilakukan. Di dunia luar nanti, pelukan dan apresiasi Bunda akan selalu dibutuhkan.

Tapi Masa Harus Diingatkan Teruuus?

Ya iyaaa… Ingatkan terus Bun, beribu kali pun tak mengapa… Bukankah Nabi Nuh pun tak lelah mengingatkan anaknya hingga tersapu air bah? Karena anak-anak memang ujian untuk orang tuanya. Semoga Allah memudahkan kita dalam perjalanan pengasuhan ini untuk mendidik generasi muslim masa depan.

Baca Juga:

“Anaknya Anteng, ya.” Tips Membawa Anak ke Tempat Umum

Kenapa Malu Punya Anak Pemalu?

Balita Anda Suka Berteriak? Ini Tipsnya

 
Homeschooling, Parenting

UANG SEBAGAI REWARD? KENAPA TIDAK

Mierza Miranti
klastulistiwa.com

Hadiah adalah cara yang diajarkan dalam pengasuhan Islam. Sistem ini telah terbukti melahirkan generasi2 shalih terdahulu lho. Jangan takut menerapkannya, bahkan jika imbalannya itu berbentuk uang (untuk ukuran saat ini). Jika diajarkan dengan benar, diiringi tauhid, zuhud, dan pemahaman shahih dari Qur’an dan Sunnah berdasarkan salafush shalih, insyaAllah akan jauuuh dari kata ‘suap’ seperti yang digadang2 oleh beberapa ‘ahli’ parenting masa kini.

Sistem imbalan kami, misalnya, dijalankan berdasarkan usia dan tingkat kesulitan. Isma yang 5th akan berbeda penerapanannya dengan Jenna yg 10th. Amplop pada di gambar misalnya. Itu amplop pengumpulan imbalan yang rencananya untuk beli sendal.

image

Haaaaa.. sendaaaal? Kenapa ga dibelikan orang tua? Ya karena yang sudah ada masih cukup dan berguna. Sudah taulaaaah fungsi menabung dan sabar untuk mendapatkan barang incaran bagi anak-anak.

Untuk Isma (5 yo) jatahnya adalah mengumpulkan 5 token. 1 token diberikan setiap hari JIKA ia bisa menyelesaikan 3 pekerjaan rumah (membereskan mainan, membersihkan tempat makan, dan tempat tidur seluruh keluarga). Jika 1 luput/ tidak dilakukan dengan benar, maka tidak ada imbalan. 5 token tersebut lalu ditukar dengan 2 pilihan: jajan sebesar 5 ribu atau menabung sebanyak 10 ribu. Dan, Isma memilih menabung untuk membeli sendal. Kebetulan sandal incaran Isma harganya lumayan, jadi ia harus menunggu beberapa minggu untuk mendapatkannya.

image
Eh akhirnya beli sepatu princess 😂

See… imbalan dalam Islam itu insyaAllah banyak banget kan faidahnya? Jangan lupa iringi terus dengan doa ya… itu sebaik-baik pelindung hati agar semua Allah yang jaga. Bismillah.

Kajian Akhlak, Lectures of Life, My Reflection

[AUDIO DAN RESUME] Kajian Akhlak Bagian Pertama

Berikut adalah resume kajian Ustadz Immanudin di Permata Bintaro pada tanggal 7 Februari 2017 ⏱13.00-15.00. Resume ditulis oleh Ibu Linda Ummu Luthfi. Audio kajian bisa diunduh pada tautan ini.


Bismillah.

Dalam ibadah, yang termasuk masalah hukum adalah bab thaharah, bab shalat, dan bab zakat.

Fikih arti secara bahasa adalah pemahaman

Fikih akhlak artinya pemahaman yang berkaitan dengan masalah akhlak.

Cakupan akhlak adalah karakter, budi pekerti, sopan dan santun, kepribadian.

Tujuan Memahami Akhlak:

  1. Kita dicintai Allah سبحانه وتعالى
  2. Kita dicintai oleh semua makhluk / manusia / alam semesta.
Kita berharap juga dicintai oleh alam semesta termasuk hewan, tumbuhan.
Misalkan semut akan sayang kita karena kita tidak mengganggunya. Sebagaimana semut berbicara kepada Nabi Sulaiman.
Misalkan pohon pohon berbicara kepada kita.
Sebagaimana pohon kurma berbicara kepada Rasulullah ﷺ
Kita berharap batu nanti di akhir jaman berbicara kepada kaum manusia mukminin dengan mengatakan bahwa ini ada seorang yahudi yang bersembunyi di belakang saya.
Jangan kita sampai berlomba lomba untuk hanya dicintai makhluk.
Dan tidak memperhatikan untuk merasa dicintai Allah سبحانه وتعالى

Manfaat yang lainnya tentang akhlak :

  1. Bisa menguasai dunia dengan penuh kelayakannya.
  2. Berada di akhirat dengan memasuki surga.
  3. Hidup bahagia di dunia dengan mendapat balasan yang baik di akhirat sebagai hasil dari amal perbuatannya di dunia.

Kesimpulannya,  akhlak bisa menjadikan hidup bahagia dunia akhirat.

Manusia suka akan pujian.
Sadarkah bahwa kelak di akhirat orang yang ber akhlak baik selama di dunia akan dipuji Allah سبحانه وتعالى
Maka harus benar untuk memahami atau mempelajari soal akhlak ini secara utuh.
QS. 2:201 mengenai do’a sapujagad tentang kebaikan dunia Allah سبحانه وتعالى  menyatakan satu : “Karena kebaikan di dunia tidak lama, maka kebaikan yang di pupuk di dunia akan berbuah kebaikan, sedangkan di akhirat akan sebanding dengan 2 kebaikan.

Orang yang ber-akhlak akan dicintai Allah, malaikat Jibril, dan seluruh penghuni langit. Allah سبحانه وتعالى  akan jadikan kepada mereka kecintaan. Allah سبحانه وتعالى  akan memberika rasa cinta kepada seluruh makhkuk untuk menerima orang yang berakhlak. Dan, akan dikaruniai rejeki.

Jadi jika memiliki kemuliaan akhlak, dan memahaminya, maka Allah سبحانه وتعالى akan menyeru kepada seluruh makhluk untuk mencintai orang yang ber akhlak, termasuk orang yang berusaha memiliki akhlak yang baik.

Allah سبحانه وتعالى Bersumpah Qs. Aℓ Qalam:1-4

Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan makhluk-Nya yaitu Al Qalam, semua yang tertulis di alam semesta ditulis Allah dengan perantara al qalam.

Nabi ﷺ adalah manusia yg paling mulia akhlaknya

Karena dengan penuh kesabaran, walau beliau dikatakan orang yang gila, Nabi  ﷺberdakwah tauhid menyeru kepada kaum Arab pada masa itu untuk meninggalkan berhala-berhala mereka dan hanya menyembah Tuhan yang satu, Tuhan yang tidak nampak yaitu Allah سبحانه وتعالى  .
Namun, Nabi ﷺ tetap sabar dan Allah سبحانه وتعالى memberi balasan yg banyak, yaitu:
  1. Memiliki akhlak yang tinggi lagi mulia
  2. Sebagai panutan akhlak bagi manusia
  3. Dipuji dan disanjung dengan sanjungan yang tinggi. Seperti dalam QS. Al Imran:159, yaitu jaminan bahwa ketinggian akhlak yang mulia ditandai dengan kelembutan sikap, santun dalam berbicara, rahmat Allah سبحانه وتعالى,   maka Nabi ﷺ memiliki sifat sangat lembut.

Catatan Lainnya:

  • Nabi ﷺ tetap lembut walaupun kaumnya berlaku kasar kepadanya.
  • Allah سبحانه وتعالى  menyanjung kelembutan Rasulullah ﷺ
  • Para Sahabat berusaha mengikuti akhlak Rasulullah ﷺ yang lembut.
  • QS At. Taubah:128 menyebutkan bahwa Allah سبحانه وتعالى   mengabarkan akan kedatangan Rasul.
  • Rasulullah ﷺ selalu ingin memberikan kebaikan kepada sesama muslimin dengan salah satunya selalu melebihkan dalam menjawab salam.
  • QS. Al Fath:29 > Rasulullah ﷺ sangat berbeda dengan nabi-nabi yang lainnya.
  • Rasulullah ﷺ berlaku baik dan tegas kepada orang-orang kafir.
  • Rasulullah ﷺ membagi orang-orang kafir dengan 3 tingakatan : 1. Kaum kafir jinnney (mereka tinggal dan mengikuti aturan Rasulullah ﷺ, mereka membayar pajak inilah salah satu aturannya). 2. Kaum kafir mu’ahad (mereka tinggal di luar wilayah Rasulullah ﷺ tapi minta jaminan kepada Rasulullah ﷺ, dan mereka wajib bayar pajak/upeti sebagai jaminan keamanan bagi dirinya). 3. Kafir harbey (mereka memusuhi, memerangi Rasulullah ﷺ).
  • Terhadap kaum harbey wajib diperangi tapi setelah di dakwahi. Diperangi sampai mau menjadi kafir jinney atau kafir mu’ahad atau menjadi muslim.
  • Sesama kaum muslimin harus saling sayang dan berlaku lemah lembut
  • Kepada orang kafir, kita harus tegas
  • QS. Al Shuara:215 > Allah سبحانه وتعالى   memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ untuk tetap tawadhu kepada kaum mukmin yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Berbagai macam karakter kebaikan terkumpul pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana terbukti ada di dalam Aℓ-Quran.
  • Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan bahwa akhlaknya Rasulullah ﷺ adalah akhlaknya Aℓ-Quran (sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim).

Sekarang banyak manusia yang menjauh dari akhlak Aℓ-Quran. Padahal akhlak Aℓ-Quran yang dapat membimbing manusia menjadi baik. QS. Isra:9  menyebutkan bahwa Al Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lurus, sebagaimana Aℓ-Quran adalah akhlaknya Rasulullah ﷺ

Aℓ-Quran menghimpun seluruh kemuliaan akhlak.

Parenting

4 Nutrisi Untuk Memotivasi Diri Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Pengasuhan yang sukses jarang mengambil jalan pintas. Orang tua yang sukses cenderung memilih jalan yang panjang dan membutuhkan motivasi yang kuat. Orangtua yang memiliki keteguhan tidak hanya mengambil kumpulan kutipan motivasi dari internet  saja.  Orang tua yang termotivasi mengambil jalan panjang dan berliku dalam mempraktekan sambil belajar – sambil menikmati keberhasilan-keberhasilan kecil dalam perjalanan pengasuhannya.

Bagaimana Caranya?

Menumbuhkan motivasi yang kuat memerlukan empat nutrisi utama ini: Doa (bantuan yang selalu ada), Kompetensi (merasa efektif dan percaya diri), Otonomi (memiliki pilihan dan kemauan) dan Memiliki Keterikatan (perasaan dirawat dan merawat orang lain). Keempat hal ini akan meningkatkan ketekunan belajar, menumbuhkan minat mendidik anak, meningkatkan kualitas hubungan pribadi, menjaga kesehatan fisik, dan mengatur emosi. Doa, Kompetensi, Otonomi dan Keterikatan tidak hanya memberikan dorongan, tetapi memungkinkan kita untuk tetap termotivasi pada saat-saat menantang.

Inilah Keempat Nutrisi yang Kita Butuhkan

***Mierza Miranti – klastulistiwa.com***

1. Doa

watches-1204696_640

Pilih waktu-waktu mustajab untuk melakukannya. Kita memerlukan kekuatan yang lebih besar dari sekedar seminar pengasuhan buatan manusia. Percayalah, kekuatan tidak nampak ini akan menampakkan kekuatannya di saat yang tepat. Taruh surga firdaus sebagai tujuan utama motivasi pengasuhan kita melalui doa. Pilih ‘coach’ tersempurna yang menciptakan kita. Pilih ‘role model’ terbaik yang menuntun kita.

2. Kompetensi

nasihat orang tua

Bagi orang tua yang sering menghadiri seminar atau workshop pengasuhan pasti hafal dengan pola para trainer. Ya, kita akan diminta membahas berbagai keinginan dan harapan untuk bisa mengelola masalah perilaku, seperti amarah, untuk tujuan tertentu. Tidak peduli apa tujuannya, kuncinya adalah mendapatkan langkah-langkah tindakan yang spesifik dan rencana pengasuhan di masa depan, bukan?

That’s it! Cari motivasi pengasuhan kita.  Jangan hanya menyebutkan, ‘Agar anak nurut’, misalnya. Uraikan tujuan yang lebih spesifik, penting, dan terukur.

Setelah tujuan terwujud, pajang gambar, kutipan, atau karya seni di dinding yang mengingatkan kita tentang tujuan yang telah ditetapkan. Ini akan menjadi bukti pencapaian tujuan pengasuhan kita dan insyaAllah dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi. Rayakan keberhasilan dengan menulisnya, sampaikan kepada teman yang peduli, atau bahkan dalam update status kita.

Ingatlah bahwa peningkatan kompetensi adalah seperangkat keterampilan yang diperoleh dari waktu ke waktu melalui usaha dan pengalaman. Kita harus berlatih dan belajar dari kegagalan serta pengalaman untuk menjadi orang tua yang lebih kompeten.

3. Otonomi

Berapa banyak dari kita yang benar-benar memilih dan mau menjadi orang tua? Berapa banyak pikiran sadar dan ilmu yang kita terapkan ke dalam pengasuhan kita? Mari tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin kita perjuangkan sebagai orangtua.\

Kita memiliki pilihan dalam hal ini.

Sumber: Pixabay

Membangun otonomi dimulai dengan memilih apa yang paling penting bagi kita. Memilih nilai-nilai untuk kita yakini dan tanamkan, lalu secara sukarela bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini (Nilai bagi saya sebagai muslim adalah nilai yang sesuai dengan Qur’an dan sunnah, berdasarkan pemahaman sahabat Rasulullah dan orang-orang shalih terdahulu).

Mari berefleksi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Bagaimana saya ingin berperilaku  sebagai panutan?
  • Saya ingin menjadi orang tua yang seperti apa?
  • Nilai-nilai apa yang paling penting bagi saya untuk ditanamkan dalam pengasuhan keluarga saya?
  • 25 tahun dari hari ini, atau saat hari persaksian, apa yang saya ingin anak-anak saya katakan tentang saya?

4. Membangun Keterikatan

Sumber: Pixabay

Untuk meningkatkan keterikatan, buatlah hubungan dengan orang lain melalui kelompok orangtua, komunitas pengasuhan, organisasi masyarakat, tempat bermain, jalan-jalan pagi, forum online, atau bahkan komite sekolah (atau komunitas homeschooling). Bangun energi untuk diri kita agar dapat mengurus orang lain. Energi ini secara tidak langsung akan membantu kita merawat diri kita sendiri.

Ingat, peran sebagai orang tua tidak mengenal garis finish selama kita masih hidup.

Sepanjang jalan, ibu kita, ayah, kakek-nenek, dan teman-teman memberi kita dorongan dan pengakuan yang membangkitkan keterikatan dan perasaan kekeluargaan. Kita semua telah mengambil jalan panjang tanpa jalan pintas ini.

Maka, jika kita merasa motivasi pengasuhan positif berangsur memudar, mari periksa keempat bahan bakar ini. Iringi langkah dan berikan diri motivasi melalui doa, kompetensi, otonomi dan keterkaitan setiap harinya. Semangat. Parents!