My Reflection

DAUROH MUSLIMAH 2

GOLONGAN WANITA YANG SEDIKIT

Ustadz Abu Usamah

Wanita perlu tauladan, terutama kita yang hidup di akhir zaman.
عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا

“Dari al Miqdad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya”.

Wanita yang istimewa adalah sahabiyah yang semua kebaikan terkumpul kada mereka. Cukup mereka yang menjadi khudwah, role-model, teladan. Tidakkah kita ingin dikumpulkan dengan mereka di surga?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (H.R. Bukari)

Aisyah binti Abu Bakar

Jadikan Aisyah menjadi teladan. Ibunda kita, anak dari Ummu Rumman ini, tidak ingin menjadi fitnah kaum laki-laki.

‘Aisyah berkata,

كَانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّونَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْرِمَاتٌ فَإِذَا حَاذَوْا بِنَا سَدَلَتْ إِحْدَانَا جِلْبَابَهَا مِنْ رَأْسِهَا عَلَى وَجْهِهَا فَإِذَا جَاوَزُونَا كَشَفْنَاهُ

“Para pengendara kendaraan biasa melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka mendekati kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya pada wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain)

Wanita yang dinikahinya Musa adalah yang pertama ditemui, yang menampakkan rasa malu.

Surat Al-Qashash Ayat 25
فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Aratib-Latin: Fa jā`at-hu iḥdāhumā tamsyī ‘alastiḥyā`ing qālat o nginqaitaa abī yad’ụka liyajziyaka ajra mā saqaita lanā, fa lammā jā`ahụ wa qaṣṣa ‘alaihil-qaṣaṣa qāla lā takhaf, najauta mnbaohaqiinal-qaumiẓ-ẓālimīn

Artinya: Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

Imam Baihaqi: pembantu Aisyah bercerita kepada Aisyah tentang ia mencium Hajar aswad beberapa kali. Aisyah menghardik dan bertanya kenapa kau bercampur baur padahal itu adalah sunnah?

Ibunda Aisyah mendidik kita dengan rasa malu. Maka kita harus jaga fitrah rasa malu dan jaga hijab syari.

Durrah binti Abi Lahab

Ia tidak terpengaruh oleh lingkungan yang rusak. Ia adalah ammah Abu  Lahab dan Ummu Jamil. Abu Lahab membuntuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berdakwah, ia terus mengatakan ia gilaaa. Tapi Nabi tidak membalas.

Ummu Jamil gemar mencela Nabi, “Hai anak pemungut kayu.” Saat Ummu Jamil melihat Nabi bicara dengan Abu Bakar, ia mengatakan mencela Nabi yang ditutupi malaikat.

Durrah tidak terpengaruh dengan orang tuanya. Ini teladan bagi kita yang merasa tidak bisa melaksanakan kebenaran karena lingkungan.

Dari Abu Hurairah dan Ammar bin Yasir semoga Allah meridhai keduanya, keduanya berkata, “Saat Durrah binti Abu Lahan tiba di Maidnah, ia tinggal di rumah Rafi’ bin al-Ma’la az-Zarqa. Para wanita dari Bani Zarqa ini berkata, ‘Kamu putrinya Abu Lahab yang Allah Azza wa Jalla berfirman tentanganya,

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ، مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Quran Al-Masad: 1-2].

Tidak bermanfaat hijrahmu ini’. Ketus mereka.

Durrah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ia mengadukan pada beliau tentang apa yang mereka katakana. Nabi berkata, “Duduklah.” Kemudian beliau mengimami orang-orang mengerjakan shalat zuhur.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membelanya di hadapan kaum muslimin. Meninggikan kedudukannya dari orang yang berbuat buruk padanya. Membuatnya tenang dari hal-hal yang menggelisahkannya. Semoga Allah meridhainya dan meridhai semua ahlul bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau duduk di mimbar, marah,  dan berkata,

أَيُّهَا النَّاسُ، مَالِي أُوذَى فِي أَهْلِي؟ فَوَاللَّهِ إِنَّ شَفَاعَتِي لَتُنَالُ بِقَرَابَتِي …

“Khalayak sekalian. Mengapa aku disakiti dengan diganggunya keluargaku? Demi Allah, sesungguhnya syafaatku akan sampai pada kerabatku…” (HR. ath-Thabarani dalam Mu’jam al-Kabir 20681).

Kenapa Inilah salah seorang sepupu, ahlul bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau dan kepada semua anggota keluarganya.

Durrah menikah dengan Dihyah al Kalbi, pria tertampan di Madinah.

Nasibah binti Kaab (Nusaibah/ Ummu Umarah)

Diriwayatkan dari Tirmidzi dari Ummu ‘Umarah Al anshariyah bahwa beliau mendatangi Nabi dan mengatakan: Aku tidak melihat sesuatu kecuali itu diperuntukkan untuk para laki-laki, dan aku tidak melihat para perempuan disebut sedikitpun. Sehingga turunlah ayat : Sesungguhnya para muslim laki-laki maupun perempuan (QS Al Ahzab 35)

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Tafsir Al Wajiz:Sesungguhnya para pembangkang hukum dan perintah Allah, entah dari golongan laki-laki maupun perempuan. Beserta orang-orang yang meyakini rukun iman, baik beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhirat. Beserta orang-orang yang senantiasa melakukan ketaatan, jujur dalam perkataan dan perbuatan, sabar dalam ketaatan dan meninggalkan maksiat, merendahkan diri di hadapan Allah baik hati maupun anggota badan. Senantiasa bersedekah baik sedekah wajib maupun sunnah. Berpuasa wajib baik puasa Ramadan, puasa nadhar, kafarat atas sumpah, pembunuhan maupun dosa. Menjaga kemaluan dari yang diharamkan. Senantiasa mengingat asma Allah baik dengan hati maupun lisan, sirri maupun tampak. Dengan keutamaan Alquran, Allah telah menyediakan curahan ampunan atas dosa-dosa mereka, juga pahala yang besar atas ketaatan mereka, yaitu kenikmatan akhirat. Qanit adalah hamba yang senantiasa taat. Khasyi’ adalah yang senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah karena takut dengan-Nya.

Jadilah wanita-wanita yang sedikit, seperti sahabiyah yang sudah disebutkan.

Bagaimana peran perempuan dalm perang? Untuk memberi minum dan mengobati.

Tapi ada masa saat panggilan jihad diserukan menuju Uhud, Nusaibah bersama suaminya, Ghaziyah bin Amr, dan dua orang putranya keluar di awal siang. Mereka berangkat untuk merawat para pejuang yang terluka di hari itu. Di sana Nusaibah juga turut berperang. Ia juga terluka dengan dua belas luka. Terkena hantaman panah dan sabetan pedang.

Ummu Said bin Saad bin Rabi’ berkata, “Aku menemui Nusaibah. Kukatakan padanya, ‘Tolong ceritakan kondisimu di Perang Uhud’. Ia bercerita, ‘Di pagi hari, aku keluar menuju Uhud. Aku melihat apa yang diperbuat oleh pasukan. Saat itu, aku membawa wadah yang berisi air minum. Hingga aku berjumpa dengan Rasulullah yang berada di tengah para sahabat. Kondisi saat itu berpihak pada kaum muslimin.

Tatkala kaum muslimin dipukul mundur, aku masuk ke pertempuran dan bersegera menuju Rasulullah. Aku menjadi rela terkena sabetan pedang, hujaman anak panah dan tombak demi melindungi Rasulullah. Aku pun banyak terluka’.

Ummu Said mengatakan, ‘Kulihat ada cekungan bekas luka di ketiaknya. Kutanyakan padanya, ‘Ummu Ammarah, siapa yang melukaimu di sini’? Ia jawab, ‘Aqbil bin Qamiah. Ia berkata pada orang-orang, ‘Beri tahu aku dimana posisi Muhammad. Aku tak selamat kalau dia selamat’. Lalu Mush’ab bin Umair menghadapinya. Sementara Aqbil bersama sejumlah pasukan. Lalu Aqbil menyerangku dengan satu hujaman. Inilah lukanya. Lalu aku serang dia dengan beberapa pukulan, namun dia memakai baju besi’.

Dhamrah bin Said al-Mazini bercerita tentang neneknya. Neneknya turut hadir di Perang Uhud bertugas menyediakan minuman untuk pasukan. Ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kedudukan Nusaibah binti Kaab pada hari ini lebih baik dari Fulan dan Fulan.” Pada hari itu, beliau melihat Nusaibah berperang dengan luar biasa. Ia menderita luka. Ia kencangkan pakaiannya dan iapun mengalami tiga belas luka.

Dhamrah melanjutkan, ‘Sungguh aku lihat Ibnu Qamiah menghatamkan senjatanya di ketiak Nusaibah. Itulah luka terparah yang ia alami. Ia sampai mengobatinya selama satu tahun. Sehari setelah Perang Uhud, ternyata utusan Rasulullah berseru mengajak menghadang musuh di Hamraul Asad. Ia sumbat lukanya itu dengan pakaiannya. Namun upayanya itu tak mampu menghalau darah yang keluar. Berlalulah satu malam dengan kondisi kami menahan sakit luka-luka yang kami alami. Sekembalinya dari Hamraul Asad, Rasulullah tidak memasuki rumahnya hingga sampai beliau mengutus Abdullah bin Kaab al-Mazini menemui Nusaibah. Ia bertanya tentang kondisinya. Nusaibah mengatakan ia dalam kondisi baik-baik saja. Mendengar kabar tersebut, Rasulullah pun senang’.”

Muhammad bin Umar mengabarkan dari Abdurrahman bin Ammarah dari Ammarh bin Ghaziyah, ia berkata: Ummu Ammarah mengatakan, “Aku teringat saat Rasulullah dalam posisi terbuka. Di sisi beliau hanya ada beberapa orang saja. Tidak lebih dari sepuluh orang. Hanya ada aku, dua orang putraku, suamiku, dan beberapa orang di hadapanku. Sementara musuh-musuh berada di hadapanku.

Saat itu aku ingat, aku tak memiliki perisai. Kulihat seseorang yang tersandar namun ia memiliki perisai. Ada yang mengatakan, ‘Lemparkan perisaimu pada orang yang berperang’. Iapun melemparkan perisainya. Lalu kuambil dan kujadikan perisai untuk melindungi diriku dan Rasulullah. Para penunggang kuda itu hanya berhasil melakukan beberapa hal pada kami, kalau mereka infantri seperti kami, pastilah kami berhasil menghajar mereka insyaallah.

Seorang pasukan berkuda datang lalu menyabetku. Aku tangkis dengan perisai. Ia tak berhasil berbuat apa-apa dengan sabetan pedangnya. Saat ia berbalik, aku berhasil menyabet betis kudanya. Ia pun jatuh terlentang. Lalu Nabi berteriak, ‘Hai putra Ummu Ammarah, ibumu! Ibumu! Anakku membantuku mengatasi musuh tersebut.

Abdullah bin Zaid berkata, “Pada Hari Uhud aku mengalami luka di lengan kiriku. Seseorang melintas begitu cepat namun tak sampai menggulingkanku. Ia lalu pergi. Dan darah pun mengalir tak berhenti. Rasulullah mengatakan, ‘Sumbat lukamu’. Kemudian ibuku menemuiku. Ia membawa penyumbat luka yang memang ia persiapkan untuk merawat pasukan yang terluka. Lalu kuikat lukaku. Dan Rasulullah berdiri memandangiku.

Ibuku berkata, ‘Berdirilah, Nak. Serang mereka’! Nabi mengatakan, ‘Tidak ada yang mampu melakukan seperti yang kau lakukan, Ummu Ammarah’.

Ummu Ammarah berkata, “Seorang yang melukai putraku datang. Rasulullah berkata, ‘Ini dia orang yang melukai putramu’. Lalu aku cegat dia dan kutebas betisnya. Ia pun tersungkur’. Kata Ummu Ammarah, “Kulihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum sampai kulihat gigi grahamnya. Beliau berkata, ‘Lanjutkan Ummu Ammarah!’ Lalu kami serang orang itu. kami bunuh dia dengan senjatanya sendiri. Nabi mengatakan, ‘Segala puji bagi Allah yang memberimu kemenangan dan membuatmu bahagia karena telah menuntaskannya. Kulihat kebahagiaan di matamu’.”

Karena kecintaan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ringan semua musibah temasuk kematian anak dan suaminya, yang penting Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selamat.

Setelah perng berakhir, keesokan harinya, Rasulullah shallallahu shallallahu wassalam berangkat lagi berperang. Ummu Umarah ingin ikut lagi.

Seperti pada Perang Uhud, beliau berada di garis depan untuk melindungi Rasulullah ﷺ dari serangan panah dan pedang musuh menggunakan tubuh dan senjatanya sendiri saat perang Hunain.

Seperti pada Perang Uhud, beliau berada di garis depan untuk melindungi Rasulullah ﷺ dari serangan panah dan pedang musuh menggunakan tubuh dan senjatanya sendiri.

KISAH PARENTING NUSAIBAH

Anak Nusaibah binti Ka’ab yang bernama Hubaib bin Zaid al-Anshari dibunuh secara kejam oleh Musailamah al-Kadzdzab karena menolak mengakuinya sebagai nabi. Rasulullah ﷺ mengutus Hubaib untuk mengantarkan surat dakwah kepada Musailamah al-Kadzdzab di Yamamah. Musailamah menangkapnya, menginterogasinya, dan memotong anggota tubuh Hubaib satu demi satu setiap kali Hubaib berpura-pura tuli saat ditanya tentang kenabian Musailamah. Hubaib wafat sebagai syuhada yang sangat kokoh imannya.

Mendengar kabar kematian Hubaib yang tragis, Nusaibah bersumpah untuk ikut berperang demi membalas perbuatan Musailamah. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Nusaibah bersama anak laki-lakinya yang lain, Abdullah bin Zaid, bergabung dalam pasukan Muslim untuk menyerbu Musailamah di Perang Yamamah. Dalam perang tersebut, Abdullah bin Zaid berhasil menusuk Musailamah menggunakan pedangnya (bersama dengan Wahsyi bin Harb yang melempar tombaknya), hingga nabi palsu tersebut akhirnya tewas.

SIFAT-SIFAT LANGKA WANITA

Ustadz Firanda Andirja

1. Taat kepada suami, masuk surga lewat pintu mana saja.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bertutur,

إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)

Jika tidak shalat sunnah, puasa Ramadhan, menjaga kemaluan, tida semarang Berbicara kepada laki-laki/ memandang yang tidak-tidak, ikut shalat 5 waktu saja.

Kenapa ini penting? Karena dalam membina keluarga, perlu seseorang yang ditaati yaitu suami. Bahkan lebih taat suami daripada orang tuanya. Suami perlu memegang kendali agar rumah tangga bisa berjalan dengan baik.

Istri yang tidak menganggap suami sebagai tempat sandaran, tempat curhat, maka ia akan mencari di luar. Orang yang suka jalan ke luar, bukan berarti mereka bahagia. Bisa jadi mereka mencari di luar, karena tidak menemukan di rumah.

2. Mudah memaafkan, membantu suami

Sifat istri shalihah adalah seperti hadits yang diriwayatkan di dalam Kitab Sunan Al-Baihaqi dan hadits ini dishahihkan oleh Imam Al-Albani Rahimahullahu Ta’ala, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

خَيْرُ نِسائِكُمُ الوَدُودُ الوَلودُ ، المُوَاتِيَةُ ، المُوَاسِيَةُ ، إذا اتَّقَيْنَ اللهَ ، و شَرُّ نِسائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِلاتُ ، وهُنَّ المُنافِقَاتُ ، لا يدخلُ الجنةَ مِنْهُنَّ إلَّا مثلُ الغُرَابِ الأَعْصَمِ

“Istri kalian yang paling baik adalah al-wadud, al-walud, al-muwatiyah, al-muwasiyah, jika para istri tersebut bertakwa kepada Allah, dan istri yang paling buruk bagi kalian adalah istri-istri yang berdandan di hadapan laki-laki yang bukan makhramnya, al-mutakhayilat, dan wanita-wanita seperti ini adalah wanita-wanita yang munafik, tidak masuk ke dalam surga dari wanita-wanita seperti ini melainkan seperti burung gagak yang pada paruh dan kakinya berwarna merah (sedikit).” (HR. Al-Baihaqi)

  • Al-Wadud (الوَدُودُ)
    Ini merupakan sifat yang mulia dan tabiat yang terpuji pada seorang wanita dan istri yang salihah. Al-Wadud adalah yang disifati dengan penyayang dan memerlihatkan rasa sayangnya itu. Dan orang yang paling berhak untuk mendapatkannya adalah suaminya.
  • Al-Walud (الوَلُودُ)
    Yaitu banyak keturunan. Ini merupakan sifat yang baik pada seorang wanita yang baik.

    Jika seorangwanita diuji dengan suatu penyakit (mandul), maka perkara ini tidak memudhorotkannya, karena hal ini tidak hanya terjadi pada dirinya saja. Oleh karena itu janganlah ia menyalahkan Allah karena penyakit ini, dan hal seperti ini tidaklah menafikan kebaikannya.
  • Al-Muwatiyah (المُوَاتِيَةُ)
    Yaitu yang tidak kasar dan keras. Bahkan ia penurut, mau mendengarkan, menaatinya, memenuhi permintaannya, dan tidak bersikap sombong dan merasa tinggi terhadap suami, serta tidak bersikap durhaka kepada suami. Ingin masalah cepat selesai,  segera minta maaf dan mengalah meski suaminya yang salah
  • Al-Muwasiyah (المُوَاسِيَةُ)
    Yaitu yang suka membantu suaminya dan berdiri di sisinya, mendukung suaminya untuk berbuat kebaikan dan ketaatan kepada Allah, Dan mendukungnya dalam apa-apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan kesuksesan.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyuruh untuk mencari wanita salihah.

Ibnu Hibban meriwayatkan dalam kitabnya Ash-Shahih, Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak, Ath-Thabrani dalam kitabnya Al-Kabir dan Al-Awsath, Al-Baihaqi dalam kitabnya Asy-Syu’ab, dan perawi lainnya, dari Saad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bahwa beliau bersabda:

أَرْبَعٌ مِنْ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ، وَأَرْبَعٌ مِنْ الشَّقَاءِ: الْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْجَارُ السُّوءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ

“Ada empat hal yang termasuk kebahagiaan, istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang saleh, dan kendaraan yang nyaman, dan ada empat hal yang termasuk kesengsaraan, istri yang berperangai buruk, tetangga yang berperangai buruk, kendaraan yang buruk, dan tempat tinggal yang sempit.” Hadis ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad secara singkat.

Nabi ﷺ bersabda, “Empat perkara yang mendatangkan kebahagiaan: 1. Istri yang shalihah; 2. Rumah yang luas.; 3. Tetangga yang shalih. ;4. Kendaraan yang cepat.

Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (282) dari hadits Sa’ad bin Abi Waqqash.3

3. Kerja sama dalam ketaatan

Kerjasama sangat suami-istri dalam ketaatan. Rasulullah ﷺ bersabda:

رحِمَ اللَّهُ رجلًا قامَ منَ اللَّيلِ فصلَّى وأيقظَ امرأتَهُ فصلَّت فإن أبَت نضحَ في وجهِها الماءَ رحِمَ اللَّهُ امرأةً قامَت منَ اللَّيلِ فَصلَّت وأيقَظَت زَوجَها فإن أبَى نضَحَت في وجهِهِ الماءَ
“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu salat, dan membangunkan istrinya, lalu ia pun salat. Jika istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu salat, dan membangunkan suaminya, lalu ia pun salat. Jika suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.”

(HR. Abu Dawud – hadis Hasan Shahih, dinilai oleh al-Albani)

Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun pada suatu malam lalu beliau berkata:

سُبْحَانَ اللهِ، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتْنَةِ، مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ، مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُـرَاتِ، يَا رُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Subhanallaah, ujian apa yang Allah turunkan malam ini dan simpanan apa yang Dia turunkan untuk orang yang membangunkan istri-istrinya.Wahai kaum, banyak wanita-wanita yang berpakaian di dunia tapi telanjang pada hari Kiamat kelak.”

Bentuk kerjasama lain adalah membantu suami menundukkan pandangan dengan berhias diri saat berhasrat.

Pahala didapatkan wanita ketika bersegera melayani untuk kerjasama taat,  menundukkan pandangan. Bahkan ketika sedang mengerjakan sesuatu,  itu pahala

4. Dianjurkan: membantu keluarga suami

Suatu ketika, shahabat Jabir bin Abdillah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu peperangan. Saat pulang dari perang, beliau tertinggal dari rombongan disebabkan onta beliau yang kelelahan. Nabi pun mendatangi beliau dan bertanya, “Ini Jabir?” Jabir menjawab, “Iya Rasulullah.” “Ada masalah apa Jabir?” Nabi kembali bertanya. Jabir menjawab, “Ontaku lambat dan kelelahan sehingga aku tertinggal.”

Kemudian Nabi pun menusuk onta Jabir dengan tongkatnya seraya berkata, “Naiklah!” Jabir pun naik, dan tatkala ontanya melaju kencang, ia pun menahannya agar tak mendahului Rasulullah. “Engkau sudah menikah Jabir?” Tanya Rasulullah. “Iya.” Jawab Jabir. “Perawan ataukah janda?” Rasulullah kembali bertanya. “Janda”. Jawab Jabir kemudian.

Nabi bertanya, “Kenapa tidak menikahi perawan saja? Engkau bisa bermain dengannya dan ia bisa bermain pula denganmu”. Jabir menjawab, “Aku ini memiliki saudari perempuan yang banyak. Aku menikahi janda agar ada wanita yang merawat, mengurusi dan menyisiri rambut mereka”. Nabi pun menasehati, “Adapun jika engkau telah sampai di rumah, maka kumpulilah istrimu, kumpulilah istrimu” (HR. Al-Bukhari no. 2097 dan Muslim no. 1089).

Hadits ini juga dalil bolehnya bujang menikahi janda. Bahkan di sebagian kondisi, menikahi janda lebih utama daripada gadis perawan. Di sini Jabir ingin agar adik-adiknya ada yang merawat dan mengurusi tatkala ia menikahi janda. Sehingga ia merasa terbantu dengan kehadiran istrinya. Boleh jadi ketika ia menikahi gadis perawan, maka bebannya akan bertambah, di samping mengurusi adik-adiknya, ia harus mengurusi gadis yang semisal dengan adik-adiknya.


Menikahi janda tidaklah selalu melihat sisi mashlahat untuk si janda, boleh jadi mashlahat untuk suami. Jabir akan merasa terbantu merawat dan mengurusi adik-adiknya jika ia menikahi seorang janda.

5. Menghibur saat suami kesulitan

Kita bisa belajar dari Khadijah. Setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira, Rasulullah ﷺ kembali ke rumah menemui istrinya, Khadijah, dalam keadaan ketakutan. Beliau duduk di sisi istrinya lalu semakin merapat padanya. Sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat:

فَجَلَسْتُ إلَى فَخِذِهَا مُضِيفًا إلَيْهَا

“Aku duduk di sisinya kemudian bersandar padanya.”

Beliau ceritakan semua yang ia lihat dan alami. Melihat Jibril dan diseru menjadi seorang utusan Allah (rasulullah). Dari peristiwa ini setidaknya dapat kita petik dua pelajaran tentang menjalani kehidupan berumah tangga. Peranan istri dan juga keterbukaan suami. Dua hal yang menjadi penyebab langgengnya rumah tangga.

Kisah lain dari Ummu Sulaim.  Lihat kisah ini dan gali pelajaran menarik di dalamnya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضى الله عنه – قَالَ كَانَ ابْنٌ لأَبِى طَلْحَةَ يَشْتَكِى ، فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ ، فَقُبِضَ الصَّبِىُّ فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ مَا فَعَلَ ابْنِى قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ هُوَ أَسْكَنُ مَا كَانَ . فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ الْعَشَاءَ فَتَعَشَّى ، ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا ، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَتْ وَارِ الصَّبِىَّ . فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ « أَعْرَسْتُمُ اللَّيْلَةَ » . قَالَ نَعَمْ . قَالَ « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا » . فَوَلَدَتْ غُلاَمًا قَالَ لِى أَبُو طَلْحَةَ احْفَظْهُ حَتَّى تَأْتِىَ بِهِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَأَتَى بِهِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَرْسَلَتْ مَعَهُ بِتَمَرَاتٍ ، فَأَخَذَهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « أَمَعَهُ شَىْءٌ » . قَالُوا نَعَمْ تَمَرَاتٌ . فَأَخَذَهَا النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَمَضَغَهَا ، ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ فَجَعَلَهَا فِى فِى الصَّبِىِّ ، وَحَنَّكَهُ بِهِ ، وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa putra Abu Tholhah sakit. Ketika itu Abu Tholhah keluar, lalu putranya tersebut meninggal dunia. Ketika Abu Tholhah kembali, ia berkata, “Apa yang dilakukan oleh putraku?” Istrinya (Ummu Sulaim) malah menjawab, “Ia sedang dalam keadaan tenang.” Ketika itu, Ummu Sulaim pun mengeluarkan makan malam untuk suaminya, ia pun menyantapnya. Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi istrinya. Ketika telah selesai memenuhi hajatnya, istrinya mengatakan kabar meninggalnya putranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu Tholhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan tentang hal itu. Rasulullah pun bertanya, “Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama?” Abu Tholhah menjawab, “Iya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.”

Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki. Anas berkata bahwa Abu Tholhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dengan meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan ‘Abdullah. (HR. Bukhari no. 5470 dan Muslim no. 2144).

6. Ketika istri berharta ia bantu suaminya

Zainab, istri ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, kembali ke rumahnya setelah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menasehati kaum Hawa,

يا معشرَ النِّساءِ تصدَّقنَ ولو من حُليِّكُنَّ

“Sedekahlah wahai kaum wanita, meskipun dengan gelang perhiasan kalian.”

Tatkala Zainab tiba di rumahnya, dia menemui suaminya yang sedang duduk, lalu berkata kepadanya,
“Kamu adalah laki-laki miskin dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kami (para wanita) untuk bersedekah. Datangilah beliau dan tanyakanlah, Apakah ada pahala bagiku jika aku bersedekah kepadamu. Jika tidak, akan aku salurkan kepada orang lain”.

Ibnu Mas’ud merasa malu menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menanyakan permintaan istrinya.
“Kamu saja yang kesana!” jawabnya kepada istrinya.
Pergilah Zainab menuju rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ternyata dia berpapasan dengan seorang wanita Anshar yang ingin menanyakan pertanyaan yang serupa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya, Zainab meminta tolong Bilal untuk menanyakan masalah mereka.
Bilal pun segera menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan titipan pertanyaan kedua wanita tersebut.

“Siapa keduanya?” tanya Rasulullah.
“Seorang wanita Anshar dan Zainab.” jawab Bilal.
“Zainab yang mana?” tanya Rasulullah lagi.
“Istri ‘Abdullah bin Mas’ud.” timpal Bilal.
“Mereka berdua mendapat dua pahala, pahala kekerabatan dan pahala sedekah”. (HR. Bukhari no.1466, Muslim no.80).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab pertanyaan kedua wanita tersebut. Zainab pulang ke rumahnya dengan perasaan bahagia.

Bukan hanya itu yang dilakukan Zainab untuk menambah ilmunya, dia pun banyak meriwayatkan hadits dari suaminya, ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma. Dia pun dikenal sebagai salah seorang wanita faqihah (paham agama).




7. Tidak pernah membandingkan dengan lelaki lain

Pada tahun 2 H, Rasulullah mengajak para sahabatnya untuk mencegat kafilah Abu Sufyan. Tanpa disangka, kemudian peristiwa inilah menjadi sebab Perang Badar. Abu Salamah turut serta dalam rombongan yang mencegat kafilah. Dan tentu saja ia juga terlibat dalam Perang Badr. Dalam perang itu ia menderita luka. Luka itu sempat sembuh, tapi kemudian kambuh kembali. Hingga menyebabkannya wafat pada Jumadil Akhir tahun 3 H (Ibnu al-Atsir: Asad al-Ghabah, 3/190).

Ummu Salamah menceritakan, “Suatu hari, Abu Salamah menemuiku. Ia baru saja menemui Rasulullah. Ia berkata, ‘Aku mendengar dari Rasulullah sebuah perkataan yang membuatku bahagia. Beliau bersabda,

لا يُصِيبُ أَحَدًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ مُصِيبَةٌ فَيَسْتَرْجِعَ عِنْدَ مُصِيبَتِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا. إِلاَّ فُعِلَ ذَلِكَ بِهِ

“Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah. Kemudian ia beristirja (mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un) saat musibah tersebut terjadi. Setelah itu berdoa, ‘Ya Allah berilah aku pahala atas musibahku ini. Dan gantikanlah dengan yang lebih baik darinya’. Kecuali Allah akan mengabulkannya.”

Kata Ummu Salamah, “Aku pun menghafalkannya.”

Ketika Abu Salamah wafat, aku beristirja. Dan berdoa, “Ya Allah berilah pahala atas musibahku ini. Dan gantikanlah dengan yang lebih baik darinya.” Setelah itu, aku renungkan ucapanku dan bertanya pada diriku, “Adakah untukku yang lebih baik dari Abu Salamah?” Setelah iddahku selesai, Rasulullah meminta izin padaku. Saat itu aku sedang menyamak kulit. Kucuci tanganku dan kuizinkan beliau masuk. Aku pun membentangkan alas duduk dari kulit yang berisi serat. Beliau pun duduk di atasnya dan meminangku untuk dirinya. Setelah beliau selesai berbicara, aku berkata, “Wahai Rasulullah, siapa aku ini untuk tidak menerimamu. Tapi aku adalah seorang wanita yang sangat pencemburu. Aku khawatir Anda melihat pada diriku sesuatu yang menyebabkan aku diadzab oleh Allah. Dan aku adalah wanita yang sudah berusia dan memiliki anak-anak.”

Rasulullah menanggapi,

أَمَّا مَا ذَكَرْتِ مِنَ الْغَيْرَةِ فَسَوْفَ يُذْهِبُهَا اللَّهُ مِنْكِ، وَأَمَّا مَا ذَكَرْتِ مِنَ السِّنِّ فَقَدْ أَصَابَنِي مِثْلُ الَّذِي أَصَابَكِ، وَأَمَّا مَا ذَكَرْتِ مِنَ الْعِيَالِ فَإِنَّمَا عِيَالُكِ عِيَالِي

“Yang engkau sebut berupa kecemburuan, Allah akan menghilangkan hal itu darimu. Tentang umurmu, aku pun telah berumur sebagaimana engkau. Dan tentang anak-anakmu, anak-anakmu juga anak-anakku.”

Ummu Salamah menjawab, “Aku terima lamaran Anda, Rasulullah.”

Kemudian ia mengatakan, “Sungguh Allah telah menggantikan untuk diriku seseorang yang lebih baik dari Abu Salamah, yakni Rasulullah.” (Ibnu Katsir” as-Sirah an-Nabawiyah, 3/175).

8. Orientasinya bukan dunia

Mari belajar dari Ummu Sulaim,  ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.

Dan, apakah kalian tahu wahai saudariku???


Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan

tawaran mahar yang tinggi. Beliau kaya raya. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau usaberkata, “Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.” (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.

9. Memiliki sifat pemalu

Jangan saling putra-putri kita menonton hal yang merusak rasa malu, baik di layar maupun di dunia nyata (misalnya kalau ke luar negeri)

Belajarlah dari kisah istri nabi Musa dalam kisah Al Qashash 26-27

قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُ


Artinya: Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِى ثَمَٰنِىَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab-Latin: Qāla innī urīdu an ungkiḥaka iḥdabnatayya hātaini ‘alā an ta`juranī ṡamāniya ḥijaj, fa in atmamta ‘asyran fa min ‘indik, wa mā urīdu an asyuqqa ‘alaīk, satajidunī in syā`allāhu minaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”.


Pilih sirkel yang benar untuk menjaga rasa malu kita.

Ustadz Firanda
AHA Membaca, My Reflection

Kolase dan Resume Buku AHA! Membaca Ramadhan 1447 Hijriyah (Maret 2026)

Program AHA! Membaca adalah sebuah klub literasi dari A+ Home Academy yang telah berdiri sejak dua tahun lalu. Awalnya, AHA! Membacahanya beranggotakan peserta homeschooling.

Kini, program ini telah membuka pintu bagi siapa saja yang siap mengikuti syarat dan ketentuan untuk menumbuhkan rasa cinta serta kebutuhan membaca melalui kegiatan terstruktur, seperti pengumpulan kolase buku setiap Selasa pekan pertama dan ketiga serta pembuatan resume visual untuk diskusi rutin di Zoom setiap Selasa pekan kedua. Untuk pekan keempat, AHA! MEmbaca merancang kegiatan Literacy Trip.

Seluruh kegiatan dikelola bersama orang tua yang siap (lelah untuk) berkolaborasi dan mendampingi anak-anak yang menjadi panitia kegiatan-kegiatan daring maupun luring.

Melalui pendekatan yang mengutamakan pemilihan bacaan aman sesuai syariat, program ini bertujuan mengolah kecakapan hidup peserta dalam mengelola waktu, menyerap isi bacaan, hingga bersosialisasi melalui literacy trip dan diskusi interaktif dengan dukungan penuh pendampingan orang tua

Berikut kegiatan perdana AHA! Membaca yang dilaksanakan pada bulan Maret 2026.

KOLASE BUKU DARI ANGGOTA AHA! MEMBACA

RESUME BUKU AHA! MEMBACA

My Reflection

INFO UNTUK ANGGOTA KLUB AHA! MEMBACA

Apa yang dilakukan di AHA! Membaca?

  1. Menumbuhkan rasa dan kebutuhan untuk membaca
  2. Mengatur jadwal dan prioritas, misalnya memasang alarm dan tulis di agenda untuk:
    • Pengumpulan kolase buku yang dibaca pada Selasa pekan ketiga
    • Membuat resume untuk H-1 pertemuan Selasa pekan kedua
  3. Mengolah kecakapan hidup untuk mengelola manusia, kegiatan, membumikan bacaan, dan bersosialisasi melalui literacy trip

Selasa pekan 3: MENGUMPULKAN KOLASE BUKU

  1. Untuk Ramadhan ini, hanya buku agama Islam (tauhid, fiqih, muamalah, tazkiyatun nafs)
  2. Setelah Ramadhan, akan ada informasi buku wajib.
  3. Selain buku wajib, pastikan buku lainnya aman secara syariat (tidak mengandung sihir kurafat, tahayul, dan membahayakan tauhid), atau membuai syahwat
  4. (Setelah Ramadhan) oleh buku fiksi selama aman dari yang disebutkan pada nomor 1)
  5. Dari buku yang sudah dibaca, PILIH MINIMAL 4 BUKU rekomendasi dan difotokan dengan DATA DIRI + caption #AHAmembaca

Contoh:

Bisa difotokan seperti ini. Tambahkan nama dan #AHA!membaca di fotonya.
Atau seperti ini, atau pakai Canva, bebas.
Pastikan izin orang tua sebelum mengakses internet

Saran bu Mierza, sediakan book hive, atau tempat menaruh buku yang akan dilaporkan, agar tidak lupa. Apalagi kalau frekuensi membaca kalian banyak. ✨

Kalau baca pinjaman buku perpustakaan/ selainnya, jangan lupa kumpulkan fotonya.

Atau kembalikan setelah difoto hehe. 👌
Boleh lebih dari 4? Boleh. awal-awal baru 1 juga boleh.

Selasa pekan 2 : PERTEMUAN UNTUK DISKUSI BUKU

YANG HARUS DIBUAT ADALAH RESUME BUKU

Pertemuan rutin klub di ZOOM jam 13.30 untuk berbagi resume dan diskusi buku. Ruangan ZOOM laki-laki dan perempuan dipisahkan.

  1. AHA! Literacy Trip to Library/ Excursion (atau klub buku ZOOM dipandu 2 peserta + orang tua, bagi yang tidak mengadakan Lit Trip). Bisa juga dialihkan jadi Rabu siang.
  2. Orang tua WAJIB menggali, mengajari, mendampingi, mengarahkan ananda di luar sesi—karena ini klub, bukan kelas.
  3. Bagi peserta yang tinggal di luar Jabodetabek, disarankan mengajak minimal 2 orang agar bisa membuka AHA! Lit Trip. Untuk pendampingan kepanitiaan lokal insyaallah akan dibantu – dengan titik lelah di orang tua.
  4. AI Detector akan digunakan untuk memindai resume. Bagi yang menggunakan, akan dikenakan sanksi.
  5. Resume dikumpulkan H-1
  6. Berikutnya: Zoom pekan 2 atau 4 (salah satunya literacy trip).
  7. Jika peserta tidak ikut/ selenggarakan trip, kemungkinan ZOOM Rabu 13.30 ya, biidznillah – kecuali udzur seperti sakit atau pekan ulangan tatap muka.
  8. Bentuk pengumpulan resume berbentuk visual, boleh manual atau pakai komputer, direkomendasikan ukuran 3×4, minimal 1 lembar.

Contoh resume:

Jangan lupa taruh nama di resume ya.
Untuk font, atau besar huruf, pastikan terbaca di layar. Biasanya minimal 16.
Jika kalian ingin membuat secara manual, bisa gunakan/tebalkan dengan spidol.
  • Pada saat ZOOM, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipandu panitia di grup diskusi.
  • Peserta yang menyimak WAJIB bertanya. Insya Allah nanti Ibu berikan contoh pertanyaan-pertanyaan, ya. Ini juga untuk membantu pembaca resume menyiapkan jawabannya.

CONTOH PERTANYAAN

Tentang Keagungan Allah (Tauhid)

  1. Setelah membaca buku ini, kekuasaan Allah yang mana yang paling kamu kagumi?
  2. Bagian mana yang membuatmu makin bersyukur atas ciptaan Allah?
  3. Apakah buku ini mengingatkanmu pada satu ayat Al-Qur’an atau Hadis?
  4. Bagaimana cara kita menjaga alam/ilmu ini sebagai amanah dari Allah?
  5. Hal apa yang membuatmu merasa Allah Maha Pintar mengatur segalanya?

Tentang Ilmu & Adab (Edukasi)

  1. Apa pelajaran paling berharga yang kamu dapat?
  2. Adakah informasi yang baru pertama kali kamu tahu?
  3. Bagian mana yang paling sulit? Bagaimana kamu mengatasinya?
  4. Ilmu di buku ini bisa dipakai untuk menolong orang lain tidak?
  5. Apakah penulisnya jujur dalam memberikan fakta?

Tentang Perasaan & Pikiran (Refleksi)

  1. Apa kamu jadi makin semangat belajar setelah baca buku ini?
  2. Hal apa yang ingin kamu ceritakan kepada orang tuamu?
  3. Apakah buku ini mengubah cara pandangmu terhadap sesuatu?
  4. Apa pertanyaan yang belum terjawab di buku ini?
  5. Gambar mana yang paling membantumu memahami ilmu di dalamnya?

Tentang Manfaat & Amal (Penerapan)

  1. Setelah membaca ini, apa hal baik yang ingin kamu lakukan?
  2. Mengapa buku ini bermanfaat untuk dibaca oleh teman-teman kita?
  3. Bagaimana buku ini membantumu menjadi anak yang lebih baik?
  4. Jika kamu jadi penulisnya, apa lagi yang ingin kamu tambahkan?
  5. Kenapa waktu yang dipakai untuk membaca buku ini tidak sia-sia?

Tentang Analisis Isi (Berpikir Kritis)

  1. Tujuan Penulis: Menurutmu, apa alasan utama penulis membagikan ilmu dalam buku ini?
  2. Kesesuaian Judul: Apakah judul buku ini sudah mencerminkan isi informasi di dalamnya?
  3. Bagian Tersulit: Adakah bagian yang sulit dipahami? Bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan tersebut?
  4. Keakuratan Data: Apakah fakta dalam buku ini didukung oleh data atau contoh yang kuat?
  5. Hal Paling Bermakna: Dari seluruh isi buku, mana informasi yang menurutmu paling berharga untuk kita ketahui?

Tentang Refleksi & Wawasan (Edukasi)

  1. Perubahan Sudut Pandang: Apakah ada pemikiranmu yang berubah setelah mempelajari fakta-fakta dalam buku ini?
  2. Kaitan Realita: Bagaimana informasi dari buku ini berkaitan dengan apa yang kita pelajari?
  3. Nilai Karakter: Nilai positif apa yang bisa kita teladani dari cara penulis menyampaikan informasinya?
  4. Manfaat Jangka Panjang: Mengapa ilmu dari buku ini penting untuk masa depan kita?
  5. Minat Belajar: Setelah membaca ini, topik apa lagi yang ingin kamu pelajari lebih dalam?

Tentang Evaluasi Penyajian (Literasi)

  1. Gaya Bahasa: Apakah bahasa yang digunakan penulis mudah diikuti oleh pembaca seusia kita?
  2. Saran perbaikan: Jika kamu menjadi editor, bagian mana yang ingin kamu lengkapi agar informasi buku ini lebih jelas?
  3. Efektivitas Gambar: Bagaimana peran ilustrasi dalam membantumu memahami teori atau konsep yang rumit?
  4. Perbandingan Sumber: Apakah informasi di buku ini sama dengan yang pernah kamu dengar sebelumnya, atau ada perbedaan?
  5. Kesan Mendalam: Apa hal yang paling menyentuh rasa ingin tahumu saat membaca bab demi bab?

Diskusi Lanjutan (Sosialisasi)

  1. Rekomendasi Spesifik: Untuk siapa buku ini paling bermanfaat jika dibaca di lingkungan kita?
  2. Aplikasi Pengetahuan: Bagaimana cara kita mempraktikkan ilmu dari buku ini dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Pertanyaan untuk Penulis: Jika berkesempatan berdiskusi dengan penulisnya, pertanyaan ilmiah apa yang ingin kamu ajukan?
  4. Metode Membaca: Strategi apa yang kamu gunakan agar bisa memahami buku non-fiksi ini dengan baik?
  5. Kesimpulan Utama: Apa pesan penutup yang paling ingin kamu sampaikan kepada kami tentang buku ini?

Syarat Pendaftaran AHA! Membaca

  1. Orang tua bisa mendampingi
  2. Pengumpulan tepat waktu
  3. Ikut dengan kemauan ananda sendiri dan mengirimkan surat kesediaan yang ditulis tangan
  4. Membayar biaya Rp39.000 per bulan
  5. Bisa menggunakan kamera yang mengarah ke buku

CATATAN:
Secara tentatif akan diberikan juga soal-soal/kegiatan penalaran buku sejenis/menuju TKA (tapi ini diadopsi dari IB Language & Literature) yang dirancang sesuai usia. Pembahasan dilakukan oleh panitia. Bu Mierza hanya memberi game/kunci jawaban.

My Reflection

Daurah  “Menjadi Wanita Terbaik di Bulan Ramadhan – Ustazah Arfah – 7Feb 2026 – Masjid Soleh Hawa

Insight: Ustazah membuka dengan khutbahtul hajjah dan artinya.

1. PUASA MELATIH TAKWA

  • Puasa untuk meraih takwa dan menghapuskan dosa. Al Baqarah 143
  • وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا ٱلْقِبْلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
  • Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Referensi: https://tafsirweb.com/598-surat-al-baqarah-ayat-143.html)
  • Takwa: menjadikan penghalang antar kamu dan azab Allah. Bagaimana membangun penghalang!? Taat kepada Allah menjauhkan dari larangan Allah.
  • Manusia umumnya melakukan apa yang ia inginkan. Tapi saat puasa, kita diperintahkan untuk minum – padahal botol minum ada di genggaman
  • Kita melatih takwa, sabar, muroqobatullah saat kita berpuasa. Saat berpuasa, kita tidak hanya maan dan minum. Puasa afakh untuk raih takwa.

2. PUASA MENGHAPUSKAN DOSA

  • Puasa dilakukan atas dasar keimanan, berharap pahala dari Allah. Apa balasan Allah? Akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu (dosa kecil)

3 LANGKAH  PERJALANAN MENUJU TAMBAHAN

  1. Persiapan diri
  2. Berbekal dengan ilmu
  3. Mengisi ramadan dengan ketaatan

1. PERSIAPAN DIRI

  1. Segera Bertaubat
    • At tahrim 8 : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
      Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
      Referensi: https://tafsirweb.com/11012-surat-at-tahrim-ayat-8.html
    • Introspeksi dosa-dosa yang telah dilakukan:
      • Dosa lisan: namimah, gibah, istihza
      • Dosa mata: aurat, memandang lawan jenis,  menonton film
      • Dosa telinga: biasa saja mendengar musik
      • Dosa tangan: menyakiti/ mengambil hak orang lain
      • Dosa melalaikan perintah Allah
      • Dosa karena melakukan larangan Allah
      • Syarat taubat nasuha
        • Bersegeralah meninggalkan dosa karena penyesalan
        • Menyesal
        • Bertekad untuk tidak mengulangi kembali
        • Jika berkaitan dengan hal manusia,  maka harus mengembalikan hak tersebut dan meminta maaf
      • Janji Allah bagi orang yang bertaubat (Hadits qudsi)  Wahai anak Adam ! Jika kamu datang dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian kamu bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang dengan memberikan pengampunan sepenuh bumi.”  [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].
        Referensi : https://almanhaj.or.id/12438-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas-2.html
  2. Membayar hutang puasa
    • Al. Baqarah 184أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
      yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
      Referensi: https://tafsirweb.com/689-surat-al-baqarah-ayat-184.html
    • Dari Abu Salamah, ia mendengar ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

      كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

      “Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, no. 1950; Muslim, no. 1146)
      • Ibnu Hajar: boleh mundurkan ke bulan Syaban
      • Akan tetapi dianjurkan segera berdasarkan Surat Al-Mu’minun Ayat 61
        أُو۟لَٰٓئِكَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَٰبِقُونَ

        Arab-Latin: Ulā`ika yusāri’ụna fil-khairāti wa hum lahā sābiqụn

        Artinya: Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
      • Bagi yang sengaja menunda hingga Ramadhan berikutnya: bertaubat,  qodho sesuai jumlah hari,  membayar fidyah
    • Mengisi tambahan dengan kebaikan
    • Ikhlas dalam ibadah
    • Mengikuti petunjuk Rasulullah dalam beribadah
  3. Niat yang Bulat
    • Surat Al-Baqarah Ayat 148
      وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

      Arab-Latin: Wa likulliw wij-hatun huwa muwallīhā fastabiqul-khairāt, aina mā takụnụ ya`ti bikumullāhu jamī’ā, innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

      Artinya: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
      Referensi: https://tafsirweb.com/610-surat-al-baqarah-ayat-148.html
    • Contoh:
      • Memperbanyak dzikir, doa, istighfar, membaca Quran
      • Meninggalkan hal sia-sia
      • Menjaga shalat, tambah shalat sunnah
      • Memperbanyak salat sunnah
  4. Ikhlas Dalam Ibadah
    • Surat Al-Bayyinah Ayat 4
      وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ

      Arab-Latin: Wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah

      Artinya: Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
      Referensi: https://tafsirweb.com/12920-surat-al-bayyinah-ayat-4.html
    • Cara menjaga ikhlas:
      • merasa takut tidak diterima amalnya sebelum melakukan amalan, saat melakukan, setelahnya jangan pamer
      • Berdoa kepada Allahاللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

        ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA AN USYRIKA BIKA WA ANA A’LAMU, WA ASTAGH-FIRUKA LIMAA LAA A’LAMU.

        “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu sementara aku menyadarinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui.”

        (HR. Bukhari)
  5. Mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
    • مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

      “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
    • Ibnu Rojab : amalan tidak diterima jika secara zodiak sesuai contoh Nabi dan diniatkan ikhlas karena Allah

2. Berbekal dengan Ilmu

  1. Kapan harus berniat
    • Puasa secara bahasa: imsak/ menahan diri
    • Kapan mulai puasa? Saat azan subuh
    • Puasa secara syariat: beribadah kepada Allah dengan menahan diri dari makan, minum,  dan hal-hal lain yang membatalkan pada sejak terbit fajar (cahaya horizontal di langit/ fajar atstsani/ fajar as sodiq) hingga terbenam matahari (terlihat mega merah).
    • Apa itu niat?
      • Maksud/ tekad yang terdapat dalam hati untuk melakukan yang ingin dilakukan
      • Tidak sah puasa tanpa niat

        ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

        Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
      • Kapan harus berniat

2. Pembatal puasa

  • Makan minum dengan sengaja
    • Al-Baqarah Ayat 187
      أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
      Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (Referensi)
  • Serupa makan dan minum: transfusi darah, infus nutrisi,  suntik nutrisi/ vitamin
  • Berhubungan suami istri.
    • لقوَل تعاَل: ﴿أٱح ل لُك ليةل الصيام الرفثإاَل نسائُك﴾.
      Dihalalkan bagimu pada malam hari (Ramadhan) bercampur dengan istrimu. (Al-Baqarah: 187.)
  • Mengeluarkan maani dengan sengaja (onani/ masturbasi) 
    • حلديث قديس: »يدع شهوته وٱ «، أُكه وْشبه من أٱجيل
      Dalam hadits qudsi: “(Orang yang berpuasa itu) meninggalkan syahwat, makan dan
      minumnya karena Aku (karena Allah).” (HR. Bukhari no. 7492).
    • Kecuali mimpi, maka mandi besar, lanjutkan puasa
  • Mengeluarkan darah yang banyak
    • حلديث: »أٱفطر احلامج واحملجوم«
      Berdasarkan hadits: “Orang yang membekam & dibekam, puasanya batal.”
    • Seperti: Bekam, Fashdu, Mendonorkan Darah.
  • Muntah dengan sengaja.
  • Keluar haid atau nifas

3.

3. Kapan Puasa Dianggap Batal

  • Jika seseorang melakukan salah satu di antara enam pembatal puasa (Makan & minum dengan sengaja, hal-hal yang semakna dengan makan & minum, berhubungan suami istri, mengeluarkan mani dengan sengaja, mengeluarkan darah yang banyak & muntah dengan sengaja),  maka puasanya batal, jika:

4. Hukum orang yang melakukan pembatal puasa

5. Hal-hal yang tidak membatalkan puasa

6. Wanita hamil dan menyusui: qadha atau fidyah

7. Siapa Saja Yang Boleh Tidak Berpuasa?

3. MENGISI DENGAN KETAATAN

1. Ramadhan Adalah Bulan Puasa
Allah mewajibkan puasa Ramadhan agar muslim dan muslimah terbiasa untuk bersabar  mengendalikan diri dari hawa nafsunya, bersabar menahan lapar dan haus serta syahwatnya.
) ٰيأٱُّيا اَّلين ٱامنوا كتب عليُك الصيام كام كتب عَل اَّلين من قبلُك لعلُك تتقون ( ]البقرة 183[

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
Sebagian ulama salaf ditanya: Apa (hikmah) disyari’atkannya puasa? Beliau menjawab: Agar orang kaya merasakan rasanya lapar, sehingga dia tidak melupakan orang faqir (miskin).

Puasanya Anggota Badan
Ketahuilah bahwa orang yang berpuasa bukan hanya puasa mulut dari makan & minum, tapi juga puasa anggota badan dari melakukan hal-hal yang haram. Matanya “berpuasa” sehingga tidak melihat hal-hal yang diharamkan, telinganya “berpuasa”  sehingga tidak mendengar musik & nyanyian, Lisannya “berpuasa” sehingga tidak berdusta,  berghibah (membicarakan kejelekan orang lain) & namimah (mengadu domba), tangannya  “berpuasa” sehingga tidak menyakiti & mengambil hak orang lain, kakinya “berpuasa” sehingga
tidak melangkah kepada yang haram, kemaluannya “berpuasa” sehingga tidak melakukan hal yang mesum, karena dia tahu bahwa hal-hal tersebut adalah kemungkaran yang besar di saat puasa.


2. Ramadhan Adalah Bulan Untuk Memperbanyak Shalat
Selain shalat yang wajib, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dengan adanya shalat  tarawih. Wanita boleh melaksanakan shalat tarawih dengan salah satu di antara cara berikut:
✓ Shalat berjama’ah di masjid bersama imam & kaum muslimin.
✓ Shalat berjama’ah bersama kaum Wanita & imamnya Wanita.
✓ Shalat tarawih sendirian di rumahnya, dan inilah yang terbaik.

لقول النيب صَل هللا عليه وسمل: “َّل متنعوا نساءمك املساجد, وبيوهتن خي لهن ”]رواه أٱمحد وأٱبو داودوحصحه ا أْللباين[
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melarang Wanita-wanita  hamba Allah dari masjid-masjid Allah, akan tetapi rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.”  (diriwayatkan oleh Imam Ahmad & Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany).

Diriwayatkan dari Abu Dawud (Hadits 565), dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah (yang wanita) dari
masjid-masjid Allah, namun hendaknya mereka keluar rumah _tafilaat_ (tanpa berhias).“  [Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam kitab _Irwaa Al-Ghaliil_, hadits no. 515].

Dijelaskan dalam kitab _’Aun Al-Ma’buud_ (Syarh Sunan Abi Dawud): Arti dari _”Wa Hunna Tafilaat”_ (Mereka tidak boleh berhias), yaitu: *Mereka tidak boleh
berparfum / memakai wewangian.


Hanya saja mereka diperintahkan tidak berhias (ketika keluar rumah), dan mereka dilarang  memakai wewangian, agar tidak menggerakkan syahwat laki-laki dengan wewangian tersebut*.
Dan dianalogikan dengan semua yang semakna dengan wewangian, yaitu semua hal yang dapat  menggerakkan syahwat laki-laki*, berupa:
  – Pakaian yang indah.
– Memakai hiasan yang kelihatan.
– Perhiasan yang bagus.”
[Selesai nukilan dari kitab _’Aun Al-Ma’buud_].

Maka seharusnya wanita muslimah jika berada di hadapan laki-laki asing yang bukan mahramnya, agar menjauhi pakaian yang diberi pernak-pernik & perhiasan yang mengundang
pandangan laki-laki kepadanya.

    My Reflection

    Kajian  Waktumu Dihabiskan untuk Apa? Pertemuan 15 – Ust. Abu Usamah – Babussalam – 20 Jan 2026

    Man Yuridillahu yufaqquhhu : ilmu menjadi karakter.

    PR besar: bagaimana ilmu menjadi karakter.

    Imam syafii: Siapa yang ingin dunia, pakai ilmu.

    Ibnu mubarak: slama ia menuntut ilmu, ia pintar.  Ketika berhenti, ia bodoh.

    (Hal 23)

    Imam Nawawi: guru itu orang tua kita dalam agama. Guru in penyambung antara kita dengan Allah.

    Hati ada yang sehat, sakit, atau mati.

    Asy Syuara (88) Dihari tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang slamat.

    Hati yang selamat adalah hati yang mengikuti Allah.

    Hati y,ang sakit (orang munafik) mengandung keraguan / kebingungan .

    Hati yang mati : Az Zumar (22) –

    Al Hajj (53-54) : ayat yang menggabung 3 jenis hati. Hati yang mau tunduk ikuti Quran, itulah hati yang salim.

    Karena itu kita wajib mengisi hati dengan hal bermanfaat. Jika tidak, maka akan diisi dengan hal yang buruk. penyakit ini akan jadi kendala terbesar penyakit di hati.

    Iman itu bisa usang seperti pakaian.

    PENYAKIT HATI:

    DENGKI. Hati yang terjangkit dengki. HR Ahmad – Tirmidzi: penyakit umat sebelum kalian mulai merambah. Apa itu? Kedengkian, kebencian. Penyakit ini pencukur agama.

    DENDAM. Teladan waktu Aisyah bintu Abu Bakar difitnah. An Nur (22). Maka, belajar memaafkan.

    Walimah terburuk: yang dibedakan miskin dan kaya

    Nabi  shalallahu alaihi wassalam tidak pernah memukul pembantu atau seseorang, kecuali jika berjihad di jalan Allah.

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلَا امْرَأَةً وَلَا خَادِمًا إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيلَ مِنْهُ شَيْءٌ قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلَّا أَنْ يُنْتَهَكَ شَيْءٌ مِنْ مَحَارِمِ اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

    Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata,“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sama sekali memukul sesuatu dengan tangannya, juga tidak pernah memukul wanita (istri), dan tidak pernah memukul seorang pembantu. Beliau memukul jika berjihad di jalan Allah. Dan tidaklah beliau disakiti dengan sesuatu sama sekali, lalu beliau membalas terhadap pelakunya. Kecuali jika ada sesuatu di antara perkara-perkara yang diharamkan Allah dilanggar, maka beliau akan membalas dengan hukuman karena Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR Muslim no. 2328, Abu Dawud no, 4786, dan Ibnu Majah no. 1984
    [10] HR Muslim no. 746, dan lainnya )

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah masuk sebuah kebun kurma. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat seekor unta. Lalu kemudian unta itu mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa pemiliknya suka memukulinya dan memberikan beban-beban yang berat. Maka Rasulullah bertanya: “Siapa pemilik unta ini?” Seorang pemuda berkata: “Aku Wahai Rasulullah.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

    أفلا تتقي الله في هذه البهيمة التي مَلَّكَك الله إياها؟ فإنه يَشْكُو إلي أنك تُجِيعه وتُدْئِبه

    “Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah yang telah menjadikanmu pemilik unta ini. Sesungguhnya unta ini mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya lapar dan memberikan beban-beban yang berat.” (HR. Muslim)

    MAAFKAN, , LAPANG DADA, karena kiamat PASTI AKAN DATANG, termasuk kiamat kita berupa kematian.

    Al Hijr: 85 :

    وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌ ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ



    Artinya: Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

    Rasul: Makan, minum, sedekahlah. Silahkan berpakaian tanpa berlebihan, bukan juga sombong.

    Surat Al-Qashash Ayat 83:
    تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

    Arab-Latin: Tilkad-dārul-ākhiratu naj’aluhā lillażīna lā yurīdụna ‘uluwwan fil-arḍi wa lā fasādā, wal-‘āqibatu lil-muttaqīn

    Artinya: Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

    Dengar sinyal ketika mau beli branded, apakah ini membuatku sombong?

    My Reflection

    SIAPKAH ANANDA MEMASUKI USIA PENDIDIKAN DASAR?

    buku homeschooling

    Bagaimana jika ketidaksiapan itu kita temukan pada usia sekolah?

    Mempersiapkan anak memasuki usia thamyiz/ usia pembelajar itu sama pentingnya dengan usia pembelajar itu sendiri. Jika tidak dipersiapkan atau ditangani sesuai kondisi (jika sudah berusia di atas 7 tahun), anak-anak mungkin akan mengalami:

    🤚 Sulit mengikat ilmu di majelis
    🤚 Kesulitan dalam menumbuhkan rasa cinta belajar atau malah tidak menyukai pelajaran tertentu
    🤚 Lebih berat dalam meraih ilmu-ilmu dasar fondasinya belum cukup dikembangkan untuk memungkinkan mencapai kinerja tugas.
    🤚 Mendapat penolakan teman sebaya dan mungkin mengalamj isolasi sosial di mana anak-anak merasa kewalahan atau tidak nyaman secara sosial.
    🤚Mengikuti instruksi dari orang lain dalam posisi otoritas, seperti orang tua dan guru
    🤚 Belum memiliki kesiapan kognktjf karena anak mungkin dalam keadaan negatif yang tidak kondusif untuk belajar.
    🤚Tidak hanya anak menjadi stres dan cemas karena mereka menyadari keterbatasan mereka, tetapi juga orang tua dan guru mereka

    Insyaallah selanjutnya akan  dibahas di post IG @klastulistiwa selanjutnya dan/ atau di kanal bedah buku ya. Belum punya bukunya


    Silahkan klik https://bit.ly/bukuDRK

    Ingin fast respons? Silahkan hubungi reseller berikut untuk pemesanan, ya:

    *INSTAGRAM*

    Lathifah @azzahramuslimah
    http://wa.me/6285216976010

    Amelia @littlefunlearning
    http://wa.me/6282262526645

    Rina @rina_ummufatimah
    http://wa.me/628568330713

    Faizah @makarim_bookstore
    http://wa.me/6281210796109

    Liza Mumtazah @langkahkecilperjalananbesar
    Wa.me/628561212825

    Mala Hayati
    wa.me/628563677974
    @thealiffiscorner

    Endang Tri Gandewo
    wa.me/6281318773525
    @buku_kamu

    Lidya Anasta R
    wa.me/62895396000142
    @hopalovakids

    Lilis Mustikaningrum
    wa.me/6285326978938
    @habasyashop

    Metia Y.Wibisono/ 089653428672/ @sahabat_sekolahrumahku

    *FACEBOOK*
    Niken Tf Alimah
    Faizah Husnarati
    Mala Hayati

    #homeschoolingusiapendidikandasar #homeschoolingusiadini #bukuhomeschooling

    AHA! English, Basic 4 AHA! English, My Reflection

    BASIC 4 ENTRANCE TEST

    Speaking Test

    Record a voice note to answers the questions below and send it to bu Mierza’s WhatsApp number

    • What’s your name?
    • Explain about your family, Example : I have a mom, her name is … I have…
    • Mention 3 of your favorit animals
    • Mention your 3 favorite colors

    Written Tests

    My Reflection

    [WEBINAR KLAS – NAMLA] Membimbing Ananda Mencintai karya Ulama

    Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimush shalihat. Beberapa pekan yang lalu, saya senang dapat bersinergi dengan Penerbit Namla untuk membawakan sebuah tema yang berkaitan dengan literasi dari rumah. Berikut presentasinya

    My Reflection

    Mengajari Calistung Kepada Balita Tanpa ‘Mengajari’ (Bagian 6)

    Insyaallah jika memungkinkan akan menaruh sesi-sesi sebelumnya.

    My Reflection

    Surat Cinta Untuk Orangtua Pada Masa Kelaziman Baru

    Dear orang tua siswa
    yang semoga Allah muliakan,
    Saya mohon baca ini, sebentar saja.

    Pada masa awal siswa belajar di rumah,
    Kami memandangi kelas kosong
    dengan beberapa barang siswa yang tertinggal.
    Oh iya… kita belum berpamitan dengan layak ya,  Nak.
    Layaknya ketika kalian lulus atau naik kelas.

    Dear orangtua siswa,
    Baca ini sebentar saja.


    Sebelum bapak dan ibu menyebutkan bahwa orangtua harus bekerja. Bahwa orang tua sulit mendampingi anak belajar. Mohon sekali untuk mengingat. Kebanyakan orang tua bukanlah guru, tapi BANYAK GURU YANG MERUPAKAN ORANGTUA. Kami ingin yang terbaik untuk anak Bapak dan Ibu dan ANAK-ANAK KAMI JUGA.  Ayolah, Pak/Bu, kita punya tantangan yang sama.

    Dear orangtua siswa,
    Baca ini sebentar saja.

    Sebelum Bapak/Ibu menumpahkan segala pengalaman yang kurang nyaman dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Izinkan kami menyampaikan hal ini. Tahukah Bapak/Ibu bahwa kami berusaha keras untuk memastikan siswa mendapatkan hak-hak belajar mereka? Tahukah Bapak dan Ibu, betapa sakitnya hati kami membaca kalimat-kalimat yang Bapak/Ibu tuliskan?

    Sebelum Bapak/Ibu berkata pembelajaran masa kelaziman baru sebaiknya begini dan begitu, mohon sekali dipahami. Setiap anak dan keluarga itu memiliki kebutuhan berbeda. Strategi yang Bapak/Ibu pikir berhasil untuk  keluarga Bapak dan Ibu, belum tentu cocok diterapkan oleh keluarga lainnya.

    Dear orangtua siswa,
    Baca ini sebentar saja.

    Saat orangtua yang lain memiliki kemudahan bekerja dari rumah, ada beberapa dari kami yang diharuskan ke sekolah. Bahkan ada beberapa dari kami yang memilih datang ke sekolah. Meninggalkan bayi dan anak-anak kami. Atau mengambil resiko membawa mereka ke sekolah. Agar bisa mendapatkan internet yang kencang dan kemudahan yang tidak kami dapatkan di rumah. Kami lakukan untuk putra dan putri Bapak dan Ibu semua.

    Kami berusaha yang terbaik, Pak/Bu.
    Rapat-rapat evaluasi yang terjadi nyaris setiap hari.
    Belajar ilmu-ilmu baru.
    Dari cara menjadikan BDR yang mudah dan menyenangkan,  LKS yang memberdayakan, teknik komunikasi, menjaga interaksi saat vCon, memastikan video sesuai ceklis dari litbang, beragam teknologi baru, sampai ah… banyak, Pak/ Bu.
    Belum lagi ketika kami harus memperbaiki materi yang tidak lolos QC sekolah.


    Terkadang kami melakukan itu semua tidak hanya pada saat jam sekolah. Kami juga menggunakan waktu setelahnya hingga malam hari, bahkan akhir pekan.

    Sungguh
    Kami berupaya tanpa lelah.
    Agar pembelajaran tetap berjalan sempurna.
    Tapi ternyata memang tidak akan pernah bisa sempurna.

    Kami merelakan waktu-waktu istirahat kami untuk menyajikan yang terbaik untuk putra/putri Bapak dan Ibu.
    Karena anak-anak Bapak/ Ibu adalah anak-anak kami juga. Amanah bagi kami.

    Dear orangtua siswa,
    Kami mohon baca ini…
    Sebentar saja.

    Salam hormat saya, Mierza Miranti.
    Untuk semua pendidik generasi masa depan.
    Mari bersinergi, berjuang bersama.

    Surat Cinta Untuk Orang Tua Pada Masa Kelazimam Baru

    My Reflection

    BAGAIMANA MEMAHAMI OTAK REMAJA

    Bersyukur A1 telah Allah pertemukan dgn teman-temannya yang kini sama-sama bertumbuh menjadi remaja melalui AHA! dan SIDDIQ. Anak-anak ini menurut saya pengasuhannya tuntas barakallaahu fiikum.

    Memang benar ada ilmu tentang bagaimana otak remaja bekerja yang juga memberikan tata cara pengasuhannya. Tapi, menjadikannya patokan utama dalam mendidik anak-anak muslim kita? Anda yakin?

    Jangan pernah menafikan ilmu tentang akidah; adab, akhlak, birul walidain, serta ilmu dasar lainnya sebagai landasan mendidik. Ilmu ini biidznillah akan membentuk cara berfikir, bersikap, dan bertindak jika diberikan SEBELUM anak tumbuh menjadi ‘remaja’.

    Jangan lupakan siroh mengenai tokoh-tokoh yang justru mengambil keputusan berdampak pada saat usia ‘remaja’.

    Maka pilihkanlah buku-buku dengan hati-hati dan sampaikanlah dengan hati. Buat anak-anak kita jatuh cinta kepada Rasulullah dan tokoh-tokoh nyata yang dikisahkan dalam Al Quran.

    Buat anak-anak kita bangga memiliki panutan yang hidup pada tiga masa terdekat dengan Rasulullah. Tokoh-tokoh yang memulyakan orang tua mereka. Tokoh-tokoh yang melandasi keputusannya berdasarkan akidah yang benar.

    Tanamkan kebanggaan untuk meniru kebaikan-kebaikannya justru sebelum anak-anak kita ‘remaja’.

    Landasan mendidik dalam Islam itu ada. Jangan jadikan hanya pelengkap kecuali kita siap menyesal.

    Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa masa muda ini akan ditanya untuk apa saja ia dihabiskan? [klastulistiwa.com]

    Gambar: karya anak-anak KlasTulis Batch 1 yang beberapa diantaranya memang 4L dengan A1. Lingkaran pertemanan yang semoga terus memercikan minyak wangi. Semoga kita bisa bertemu lagi.

    Homeschooling, Mierza's Own, My Reflection

    YANG PENTING SEKOLAH?

    “Nak… sawah ini kujual biar kamu bisa sekolah,”

    Ujaran ini baik ketika institusi yang dipilih memiliki landasan agama. Setidaknya ada kenaikan derajat dari sekedar berburu sehelai sayap nyamuk atau bangkai kambing, menjadi perburuan kenikmatan yang hakiki.

    “Nak… sawah ini kujual biar kamu bisa sekolah,” adalah keanehan ketika yang dipilih adalah ‘yang penting sekolah’. Anak itu ga dirawat kemauan belajarnya, ga diarahkan mengambil pilihan sehat sesuai hidupnya, ga paham ntar jadi apa. Apapun itu ‘yang penting sekolah’.

    Kan lebih baik, dong, dengan sekolah!
    Biar bisa jadi dokter atau insinyur.

    Iyakah? Padahal, sawah puluhan hektar itu bisa jadi lahan belajar yang ga akan habis. Bayangkan jika kalimat sang ayah berubah menjadi..

    “Nak, lihat panen saat ini. Ayo perhatikan dan bantu ayah. Lihat baik-baik caranya.”
    “Nak, hari ini ada ada kunjungan dari penyuluh. Kamu bawa catetan sama alat rekam ya. Kalau perlu beli batere dulu’
    “Nak, sudah mengembalikan buku Manajemen Irigasi ke Perpusda? Semoga bisa mengatasi kekeringan kita tahun ini ya. Oiya.. jangan lupa nanti carikan buku tentang pengawetan bahan pangan dan degradasi tanah ya.”
    “Subhanallah, kenapa ya hasil panen tahun ini begini? Ayo pelajari dan buka2 lagi catatan penyuluhan.”
    “Nak, temani ayah ke tukang pulsa. Sekarang jadwal kita nonton. Kata penyuluh ada video baru di channel Kementrian Pertanian,”

    Tapi itu cuma ada di benak Mierza Miranti dan suami aja. Ngerinya ketika sawah sudah habis, anak selesai sekolah dan bingung jadi apa. Karena niatnya cuma YANG PENTING SEKOLAH.

    Terus, mau jadi apa?

    ———

    klastulistiwa.com

    Product Review

    Review GoClean: Belum Jadi Belajar Dari Professional

    Salah satu kecakapan hidup bagi homeschoolers adalah belajar dari profesional dan itulah kenapa saya memesan layanan layanan GoClean pekan lalu. Jadi, saya memberikan kepada anak-anak ingin untuk membuat Review GoClean setelah melihat sang professional bekerja. Well… setidaknya itu alasan pertama.

    Alasan keduanya tentu saja supaya rumah keliatan bersih dan menghemat waktu saya laaaah hahaha. Karena tahu kan, proses autopilot itu panjang dan banyak penyesuaian hati dan pikiran melihat hasil pekerjaan rumah anak 8 dan 12 tahu. Tentu saja sebagai orang tua homeschoolers, saya harys menurunkan standar dalam proses pendidikan ini karena hasil bebersih anak-anak bisa jadi beda sama ekspektasi kita.

    Sehari sebelumnya, saya sounding dulu bahwa besok saya akan memesan Go Clean sambil menjelaskan alasan pertama saya di atas kepada anak-anak. Lalu, saya minta mereka tetap membereskan seperti biasa dengan tujuan untuk membantingkan kualitas mereka dan kualitas pembersihan yang dilakuman profesional.

    Baiklah.. kita mulai review GoClean dari GoLife.

    Saya memesan layanan ini sehari sebelumnya agar lebih siap aja sih.

    Saya memesan paket reguler

    Dengan waktu 1,5 jam, peralatan pribadi, dan mitra wanita

    Nah, waktu memesan GoClean itu luamaaaaaa banget huhuuu hiks hiks.. mungkin posisi kami yang ada di Bogor kabupaten yaaaa.. jadi belum banyak mitranya.

    Setelah itu, tidak patah arang. Saya pesan lagi di dua waktu berbeda. Yang pertama, saya ga masih ga dapet-dapet juga hahaha. Mungkin cerita akan berbeda ya kalau di Jabodetabek sana. Hiks hiks.. nasib kampung nun jauah di mato.

    Dan… DAPAT! Horeeee

    Terus cancel karena kejauhan

    Dan terakhir cancel, Mbaknya yang cancel karena katanya masih ada pekerjaan di tempat konsumennya huhuuu hiks hiks.

    Terus cancel lagi.

    Dan lagi..

    Dan lagi hahaha.. bener-bener ujian ini mah 😂

    Ya sudah.. hingga saat ini, saya masih berusaha memesan Go Clean karena tertarik sekali denga review teman-teman yang sudah pakai.

    Seperti ini salah satunya:

    Begini review beliau:

    Pagi tadi mamak manggil goclean. Kalau sebelumnya 3 orang, kali ini hanya 2 orang yang dipanggil. Orang yang sama dengan yang diorder waktu lalu.

    ‘Bersihin rumah gatel banget pake goclean, gak bisa kerja sendiri mak?’

    Gak bisa. 🤣🤣🤣

    Yah…
    Suka banget pokoknya sama hasilnya.
    Kamar mandi cling cemerlang.
    Padahal mamak mau nanya cara dia bersihinnya pake apa, biar besok2 mamak aja yang ngerjain gitu…

    Satu orang saya pesan 2,5 jam untuk siapin ruang tamu, dari mulai lap debu, nyapu ngepel lantai, keluarin kursi, turunin karpet, dan vakum.

    Satu lagi saya pesan 3 jam, untuk bersihin 3 kamar mandi dan sapu pel lorong.

    Saya kasih foto hasil kamar mandi nenek ya, karena yang paling rapi…

    Tuuh kaaan. Gimana saya ga tertarik?

    Dan yes.. demi pendidikan home economics anak-anak, saya akan terus memesan sampai Gopay penghabisan hahahaha.

    Homeschooling, Mierza's Own, My Reflection, Parenting

    APA YANG MASUK KE RUMAH, ITULAH YANG KELUAR DARI LISAN DAN LAKU MEREKA

    “Bukankah Rasulullah itu dermawan?
    Bukankah Rasulullah itu qonaah?
    Paling pantang sikapnya menyakiti orang lain?
    Paling pantang melukai perasaan orang tuanya?” celoteh si 3 th.

    “Kata siapa itu, Nak?”
    “Ustadz Maududi Abdullah,” katanya.

    Teaser potongan kajian itu memang salah satu yang sering didengar. Terkadang teaser kajian dari Ustadz Badru dan ustadz lain juga ia sebutkan, selain juga beberapa potongan ayat dan hadits.

    Celoteh.. ya.. celoteh maasyaaAllah barakallaahu fiih. Kami tidak menyangka akses wifi 24 jam yang awalnya kami gunakan untuk bekerja, sambil full streaming Rodja selama kami bangun, ternyata berdampak demikian. .

    Teringat nasihat ustadz Syafiq, “Jangan memasukan pencuri ke rumah kita.” Apapun yang kita masukan untuk anak-anak dengar, lihat, baca, tonton… itulah yang dapat mempengaruhi jiwanya. .

    Barakallaahu fiikum bagi insan yang sudah membangun dan mengembangkan TV-TV dakwah. Semoga semakin menyebar dan berdampak bagi lebih banyak keluarga.

     

    Product Review

    Katakan Yaaaaay Kepada So Good Spicy Chicken Strip Untuk Sarapan Kedua (Dan Ketiga, Keempat, Kelima)

    Homeschoolers Moms yang anak-anak (dan emaknya) doyan makan pedes-pedes pasti tahulah yaaa kalau kita meleng dikit, itu sarapan  (bahkan sekaligus makan siang) di atas meja bisa lenyap dalam sekejap saat mereka laparrr. Mau masak kudapan dan sekaligus sambal.. kok sepertinya sibuk (tsaaah). Tapi, kasian juga kalau beli cemilan yang entah gimana nutrisinya dan ga tega juga menyediakan cocolan sambal instan buat anak-anak. Duh… ruwetnya hidupmu, Maaaak.

    Ternyata Sondara-Sondara Ibu Bangsa pendidik generasi selanjutnyaaa… ada penemuan terbaru yang bisa menyelamatkan kita. Sebenarnya tidak bermakna denotatif menyelamatkan sih.. Maksudnya, dengan ‘penemuan’ produk So Good Spicy Chicken Strip ini, kehidupan kita  sebagai Mamak Homeschooler tidak hanya jauuuuh lebih mudah tapi juga jauuuuuh lebih berfaedah. Kok bisaaaaa?

     

    Yuks… disimak…  Apa aja yaaaa yang buat So Good Spicy Chicken Strip ini istimewa?

    15792279_1c720e32-6ecd-4b92-ae49-79a0f24888f5_1024_1024
    Sajikan dengan kentang dan saus mayo. Yuummmm

     

    Premium Quality

    Kalau mendengar produk siap saji berbalut kulit krispi, terkadang kita membayangkan ayam yang seupil dan terigu segunung. Eits…. tidak begitu halnya dengan So Good Spicy Chicken Strip. Produk yammiiii ini terbuat dari daging ayam pilihan tanpa tulang yang full meat. Iyaaaaa… yang ada di balik kulit dan bumbu marinasi pedas special ini tuh daging semuaaaa.

    Kaya Asam Amino

    Anak dalam masa pertumbuhan pastinya memerlukan gizi optimal. Protein yang dibutuhkan anak setiap hari dalam makanannya adalah sekitar 0,5 gram protein. Itu adalah gram untuk setiap 1 kilogram yang dimbang. Kebutuhan protein anak tentunya akan bertambah ketika mereka bertambah besar.

    Untuk mengetahui kebutuhan protein, bagi berat badan dengan 2. Karena kita hanya mengetahui berat badan dalam kilogram, maka kalkulasinya untuk anak kita adalah sekitar 1 gram protein setiap hari untuk setiap kilogram berat badannya.

    Contohnya, seorang anak mendapatkan bisa sekitar 35 gram mendapat protein dalam sehari melalui:

    • 2 sendok makan (15 mililiter) selai kacang dalam roti (7 gram protein)
    • 1 cangkir (240 mililiter) susu rendah lemak (8 gram protein)
    • 1 ons (30 gram) atau dua potong keju cheddar ukuran domino (7 gram protein)
    • 1,5 ons (90 gram) So Good Spicy Chicken Strip (10,5 gram protein)
    • ½ cangkir (80 gram) brokoli (2 gram protein)

    Yes… So Good Spicy Chicken Strip ini mengandung protein hewani yang kaya akan asam amino essential penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot & otak anak. Jadi kita ga perlu jajan buat suplai kudapan mereka lagi dan tetap bisa menyajikan makanan bergizi yang praktis.

    Dibalut dengan Tepung Crispy Special

    Pernah ga siiih kalau goreng makanan berbalut tepung itu sebentar udah melempem. Aku seriiing.. hiks.. hiks.. Tapi kalau goreng So Good Spicy Chicken Strip ini tuh ternyataaaa crispy tahan lama. Ga pake resep ala chef! Sangat praktis:  hanya digoreng terendam minyak (deepfrying) selama 4-5 menit di rumah. Tuh si sulung jadi hobi goreng-goreng deh.

    Jaminan Kualitas

    Kuatir dengan kehalalan dan kualitas produk ini? No worries. So Good Spicy Chicken Strip ini diproduksi oleh produsen ternama dengan teknologi produksi dan mesin modern. Dan yang menenangkan adalah: So Good Spicy Chicken Strip sudah ada logo HALAL MUI

    eat-sogood-spicy-chicken-strip

    So Good Spicy Chicken Strip sudah bisa didapatkan lho di pasar swalayan terdekat dan bisa jadi sudah ada di beberapa toko yang menjual makanan beku siap saji. Dengan ukuran 250 gr, saya mendapatkan 5pcs So Good Spicy Chicken Strip seharga Rp 37.000- Rp 39.000. Oiya, harga jualnya tetap tergantung harga jual toko dan lokasi ya. Produk ini bisa disimpan selama dalam keadaan simpan beku ≤ – 18’C.

    Cara penyajian

    Untuk mendapat hasil yang endeessss…. ini caranya:

    1. Goreng deepfried  So Good Spicy Chicken Strip ketika masih beku selama 4-5 menit dengan suhu 175’C.
    2. Panggang / oven So Good Spicy Chicken Strip ketika masih beku sekitar 7 menit (tergantung daya listrik oven)

    Mudah bukaaan? Yuk.. kita sarapan kedua.

    My Reflection

    [CLOSED] KULGRAM PENDIDIKAN RUMAH

    Masih menimbang homeschooling?
    Ada pertanyaan yang belum terjawab?

    Yuk bergabung dalam kulgram AHA! ‘Homeschooling Semudah Mencintai’ bersama 5 ibu dengan latar belakang berbeda tapi satu TUJUAN: MENDIDIK ANAK SENDIRI DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERMANHAJ AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, INSYAA ALLAH

    Para ibunda ini. .
    🧡 Ada yang berkhidmat di luar dan dimudahkan Allah menjalani autopilot homeschool
    💜 Fokus mengembangkan bisnis kulinernya sambil mendidik anak-anaknya
    💛 Ibu rumah tangga sejati yang juga buka OS
    ❤ Ibu yang jeli menuntun bakat anaknya menjadi seorang chef yang gemar baca kitab.
    💚 Hingga yang berhasil menjadikan anaknya seorang hafizh/ hafizhah.
    .
    KAPAN?
    ✅InsyaAllah pada tanggal 9, 16, 23, 30 (semua pukul 13.00-15.00 kecuali tanggal 9 dua sesi +pagi 10.00-11.30)
    ✅Pendaftaran dibuka sampai 3 Desember 2018/ setelah kuota penuh

    DIMANA?
    Melalui channel dan grup Telegram.
    .
    INVESTASI
    Minimal Rp150,000/ orang atau Rp120,000/5 orang
    (Tersedia tiket gratis bagi yang memerlukan) untuk mendapatkan
    ✅ PO Modul hard copy ‘Homeschooling Semudah Mencintai’
    ✅ eBook berisi resume yang bisa dijadikan panduan menjalani homeschooling
    ✅ Printables perangkat belajar
    ✅ Kesempatan beramal untuk saudara kita yang berusaha menjalani kehidupan pasca musibah.
    .
    BAGAIMANA CARANYA?
    Daftar melalui http://bit.ly/wauma
    HANYA UNTUK PEREMPUAN

    .
    Presented by AHA! dari

    Ahlan wa sahlan

    Product Review

    So Good Nugget Oglio Olio Kesiangan

    Hayooo… siapa yang satu keluarga pernah sahur kesiangan? Kami pernah dong.  Last minute sih…  15 menitan sebelum adzan dengan kondisi belum masak apapun. Ampuuuuun dah hebohnya itu para krucils.

     

    Nah,  daripada menyajikan mie instan, kita bisa buat ini deh. Simple. Cepat. Thanks to Nugget So Good dan fussili yang tersedia di dapur saya. Sini-sini.. saya bagikan resepnya.

     

    SO GOOD NUGGET OGLIO OLIO KESIANGAN

    20180619_110359-1

    BAHAN-BAHAN

    1. Pasta 250 gram (waktu itu kami hanya punya fusili), rebus sampai matang tapi tidak lembek, tiriskan.
    2. Nugget So Good apa saja ( kami pakai alphabet), goreng hingga kecokelatan. Sisihkan
    3. Minyak zaitun 3 sdm.
    4. Bawang putih 6 siung, memarkan.
    5. Cabai rawit 3 buah, diiris tipis.
    6. Peterseli 2 sdm, cincang (optional sih..  kalau ga ada ya ngga apa-apa.  Kan kesiangan).
    7. Garam secukupnya.

     

    CARA PEMBUATAN

    1. Tumis bawang putih dan cabai rawit dalam minyak zaitun, lalu taburkan peterseli, dan garam.
    2. Masukkan pasta lalu aduk sebentar. Angkat.
    3. Taruh di piring dan sajikan  nugget So Good diatasnya.

    Mudah kaaaan.  Oh iya… biasanya kami menyantap kurma juga untuk tambahan serat dan energi kalau sahur kesiangan begini. Alhamdulillah… anak-anak tetap semangat puasa sampai waktunya berbuka.

    Mierza's Own, Product Review

    Dear Al, Ilmu Tentang Baju Batik Pria Ini Perlu Kamu Tahu

    Punya anak laki-laki setelah 2 anak perempuan membuat saya sedikit banyak memikirkan tentang penampilannya. Selain saya suka melihat Al memakai sarung dan koko atau jubah untuk ke masjid, saya juga suka melihatnya memakai baju batik pria. Well.. okay, I mean… baju batik pria kecil.

     

    Memberikan Ilmu Tentang Baju Batik Pria

    Nah, untuk mendukung misi saya ini, makan saya ingin menyisipkan ilmu tentang batik itu sendiri kepada Al. Batik adalah pakaian khas dalam warisan budaya Indonesia, dan sering digunakan oleh para pemimpin dunia dalam acara-acara resmi. Bahkan, baju batik pria bisa digunakan untuk shalat karena memang modelnya itu-itu aja untuk pria: kemeja.

     

    Berikutnya adalah hal-hal yang saya sisipkan kepada bapaknya Al.

    Hloh! Kok, bapaknya Al? Hehehe.. ya biar kalau mereka belanja baju batik pria, saya ga usah diajak alias bisa melipir beli baju lainnya. Hehe… modus dikit lah. Nah, ini dia tips tentang cara memilih batik yang tepat yang akan saya ‘jejalkan’ kepada mereka:

     

    1. Ukuran

    Ukuran batik biasanya selalu menjadi masalah. Pastikan baju batik pria yang dikenakan tidak terlalu ketat maupun terlalu besar. Sesuaikan batik dengan bentuk tubuh, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Yang saya tekankan sebagai ibu modis (modal diskon) tapi gaya adalah kalimat ini: betapapun mahal batik yang Kita kenakan, jika tidak pas di tubuh Kita maka penampilan Kita akan terlihat “murah”

     

    1. Bahan

    Kualitas sebuah batik dapat dilihat dari bahan dan teknik salam membuat corak batik. Kain batik mulai dari katun biasa hingga halus. Bahan halus biasanya digunakan untuk batik eksklusif dengan harga minimum jutaan. Batik halus nyaman dipakai tetapi harganya biasanya lebih tinggi daripada bahan biasa. Selain bahan batik, teknik pembuatan batik bisa membuat harga lebih tinggi. Ini harus dipertimbangkan ketika memilih batik dan menyesuaikan anggaran Kita. Bagaimana jika anggaran ngepas? Ingat kembali kalimat yang disebutkan pada poin nomor 1 di atas.

     

    1. Warna

    Gambar: Freepik

    Secara garis besar, batik terdiri dari warna “tanah” dan variasi warna. Yang harus kita perhatikan ketika memilih warna batik adalah warna dominan latar belakang / “tanah”. Warna dasarnya adalah patokan apa yang bisa Kita gunakan ketika memilih batik untuk digabungkan dengan pakaian lain.

     

    Warna gelap atau cerah tergantung pada agenda. Untuk acara santai, kita dapat menggunakan warna-warna cerah, seperti merah, kuning, atau ungu. Sedangkan untuk acara formal, kita bisa memilih warna yang lebih gelap atau monokrom (hitam / putih).

     

    1. Motif

    Gambar:Pixabay

    Setiap daerah memiliki motif / motif batik yang berbeda dan membuatnya unik. Namun pastikan kombinasi warna motif dengan warna dasar sesuai dan cocok.

     

     

    1. Santai atau Formal

    Sebelum kita memutuskan untuk membeli batik, ketahui dulu untuk acara apa kita ingin memakai pakaian ini? Untuk acara formal, semi formal, atau santai? Tidak ada stiker khusus yang menyatakan ini adalah batik santai dan itu adalah batik formal sih, tetapi tentunya tidak lucu jika kita salah pilih motif kostum kan? Karena itu, kita harus dapat membedakan tujuan kita menggunakan setiap pakaian batik.

    Sebenarnya tidak sulit membedakannya. Kita harus memperhatikan elemen penting dalam motif batik dan warna dasar. Untuk motif kasual biasanya bermotif flora atau fauna dan memiliki warna dasar dominan ringan. Dan batik formal lebih sederhana dan minimalis. Batik formal biasanya hanya terdiri dari satu motif motif, ia memiliki warna yang lembut dan elegan. Kita bisa mengenakan batik baik untuk acara santai maupun formal di kantor, bahkan untuk shalat!

     

    Okay, segitu aja sih ilmu yang ingin saya berikan kepada Al (dan bapaknya). Semoga mereka sabar menanti setelah membeli dan membayar baju batik yang mereka pilih. Lho, kok? Ya iya… karena biasanya saya dan anak-anak perempuan lebih lama belanjanya hehehe.

    adzan kidung indonesia azan wanita
    Mierza's Own, My Reflection, My Thoughts, Parenting

    Merindu Adzan

    ~Mierza Ummu Abdillah~
    Ajarilah ibu…
    Ajari anakmu mencintai adzan,
    melalui kisah Bilal bin Rabah.
    Kisahkan pekikan AHAD! dalam keberanian
    meski saat perih mendera parah.
    Ceritakanlah ibu..
    Ceritakan saat ribuan wajah menoleh ke kabah
    mengikuti kalimat tauhid yang megah
    melalui apa yang Bilal kumandangkan
    Melalui adzan
    Kisahkan Ibu…
    Kisahkan saat Bilal merasakan lehernya tercekik
    setiap saat ia hendak memekik
    Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah…
    karena kesedihan atas wafatnya kekasih Allah…
    KATAKAN IBU!
    KATAKAN BETAPA KAUM MUSLIMIN JUGA MENANGIS
    HINGGA TENGGELAM DALAM HATI YANG TERIRIS
    Maka… tanamkanlah ibu…
    Tanamkanlah cinta pada panggilan itu…
    Buatlah anak-anakmu merindu.
    Buatlah anak-anakmu merindu.
    Buatlah anak-anakmu merindu.
    Melalui cintamu pada adzan lebih dulu.
    Sumber inspirasi: THE REAL BILAL