Alhamdulillah, bulan ini komunitas homeschooling Muslim tempat anak-anak belajar bersama berhasil menyelesaikan workshop film pendek yang super pendek untuk #QBF2016. Tentunya film pendek ini bukan sembarang film, tapi film yang memiliki tujuan syiar. Oiya, kami menggunakan nasyid tanpa alat musik ya. Ini dia filmnya…

 

Kenapa Film Pendek#QBF2016?

15493348_10154843831974846_7979765800146719603_o Karena memang sebentar hehe. Tidak sampai 5 menit lah. Tapi jangan salah, pengambilan hingga editingnya bisa sampai berhari-hari sampai berbulan-bulan lamanya. Tujuan film pendek ini diharapkan bisa menyentuh lebih banyak lagi anak muda Muslim untuk bisa mengenal Islam yang memang didesain indah dari sananya. Kalau untuk anak-anak pembuatnya? Tentu saja mengembangkan soft skills dan hard skills mereka. ^_^

Workshop Film Pendek #QBF2016 Yang Super Pendek?

15392908_10154843816434846_661249488155452262_o
#QBF2016

Iyaaaa.. serius. Workshop film pendek #QBF2016 yang saya berikan untuk anak-anak ini super pendek. Dulu itu waktu melatih anak-anak sekolah dalam kegiatan extra kurikuler Movie Club, saya membutuhkan waktu sekitar beberapa hari. Katakanlah 5×8 jam sampai jadi produk. Minimal. Tapi, masya Allah, sewaktu melatih anak-anak HS kemarin, saya hanya membutuhkan waktu SEKITAR 9 JAM! From scratch! Kami benar-benar memulai dari brainstorming, buat sinopsis, buat storyboard, tentukan peran, sampai jadi produk yang belum diedit. Wooohooo.. masyaAllah. Seneng banget dah kakak coach dibuatnya (uhuk).

15443011_10154843869594846_4381309268307739132_o
#QBF2016

Kenapa bisa sebentar? Karena, menurut saya sih ya, anak-anak HS yang saya latih kmarin itu belajar adab bersama orang tuanya. Orang tua ikut ndeprok juga mengawasi anak-anaknya. Gak dilepas gitu aja (emang saya daycare -_- ). Hasil ‘latihan adab’ di rumah tentunya sangat membantu ya. Belum lagi soal kreatifitas… Keren lah pokoknya. Barakallahu fiikum.

Usia Berapa Bisa Buat Film?

Sebaiknya (ini menurut saya)  jangan terburu-buru. Kuatkan dulu adab atau karakter  ya15419798_10154843902654846_7491991333934467605_o-1ng baik. Pendidikan anak bukan pacuan kuda dan anak-anak pun bukan ember yang bisa dijejali apa saja yang penting seru. Lihat dulu. Jika memang anak tertarik dengan dunia film, digali lebih lanjut. Karena menikmati nonton dan membuat film pendek ituuuu… dua hal berbeda hehe.

Banyak-banyak ngobrol. Lalu, jika memang tertarik, kenalkan dulu dasar-dasar yang penting dalam sebuah pendidikan dan kolaborasi (karena workshop film membutuhkan itu).

Apa sajakah dasar-dasarnya?

  1. 15385417_10154843800074846_4893306864592516279_o
    #QBF2016

    Bisa mengikuti aturan – jadi ga ada tuh  istilah guru ngejar2 murid. BIG NO! Gak harus juga duduk manis tangan di atas meja. Intinya, keberadaan anak tidak mengganggu kegiatan.

  2. Bisa berkolaborasi – disini life skill harus ditanam dulu tentunya. Banyaaak yang harus ditanam sebelum anak mampu berkolaborasi.
  3. Kreatif dan mampu mengekspresikan kreatifitas. Gak harus talkative. Misalkan, jika anak mampu menangkap hasil brainstorming dalam bentuk gambar, maka dia bisa ditaruh sebagai penulis storyboard.
  4. Bisa memilih minat – Contohnya, anak lebih ke menulis naskah, atau directing, atau berakting, atau apa?
  5. Tertarik. Karena, serius deh, terkadang orang tua suka terlalu semangat mengikutkan ini itu. Padahal, sebenarnya waktu si anak jauh lebih berharga jika dia ikut hal yang lain yang sesuai minatnya.

15355656_10154843877289846_4209957642520718316_nJadi, memang ada alasan sih banyak workshop membuat film mengisyaratkan usia baligh untuk bisa diikuti. Untuk homeschoolers, jika memang sudah mandiri, biasanya usia 10 tahun atas kemauan sendiri.

Nah.. sabar aja dulu yaaah. Kuatkan dulu semua skills-nya biar nanti ilmunya juga masuk dan waktunya gak terbuang percuma. Bangun  ikatan yang kuat sehingga ngga kelewat masa-masa emasnya. Semangat! ^_^

Iklan