Kemariiin, sempat galau untuk terus dengan pilihan dengan homeschooling gara-gara masalah peraturan homeschooling di Indonesia. Sampai ada yang share gambar ini…

hukamaIya sih… jaman sekarang (katanya) gak gampang tanpa ijazah. Tapi, alhamdulillah, hidup dengan seseorang (suami loh ya) yang udah lulus dari universitas ternama di Indonesia tanpa mengambil ijazahnya benar-benar mengajarkan kami sesuatu. And alhamdulillah, we’ve survived. Ya, Allah telah membelajarkan saya sesuatu: bahwa pembelajaran itu tidak tergantung pada selembar ijazah.

Eh, lo.. kok jadi curhat? Jadi gak ada ijazah ya kalau homeschooling? Tidak legal?

Tenang saudara-saudara pengunjung blog. Indonesia sudah mengeluarkan undang – undang yang mengatur legalitas dan pelaksanaan homeschooling. Penting? Tentu saja. Hal ini menjadi penting karena berhubungan dengan pengakuan negara terhadap peserta didik homeschooling. Lha, kan kita juga warga negara, atuh.

Legalitas homeschooling di Indonesia

Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Dasar Tahun 1945 pasal 31 ayat (1) dan (2) yang berbunyi :

Ayat (1) : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Ayat (2) : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Anda yang memilih homeschooling tidak perlu khawatir mengenai legalitas homeschooling di Indonesia. Karena sesuai dengan Undang-undang No 20 tahun 2003. Disebutkan bahwa ada tiga jalur pendidikan, yaitu jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

Selengkapnya mengenai pendidikan informal, terdapat dalam pasal 27 undang – undang No 20 tahun 2003 sebagai berikut :

(1)   Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

(2)   Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

(3)   Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Berdasarkan undang – undang ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan homeschooling legal di Indonesia. Selain itu siswa homeschooling memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian dan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikeluarkan oleh Depdiknas, yaitu :

  •    paket A setara SD
  •    paket B setara SMP
  •    paket C setara SMU

Siswa homeschooling juga memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Kalau sekolah ke luar gak bisa dong? Ish, bisaaa, insyaAllah.. tunggu posting berikutnya yaaa…

Peraturan homeschooling

Peraturan homescholling di Indonesia terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129 Tahun 2014 tentang “Sekolah Rumah” (homeschooling). Pada Pasal 1 Ayat (4) disebutkan : yang dimaksud sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain. Sementara bisa dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana kondusif. Ini bertujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Kemudian pada pasal 7 Ayat (1) disebutkan : kurikulum yang diterapkan dalam sekolah rumah mengacu pada Kurikulum Nasional. Berikutnya, Ayat (3) : kurikulum yang dimaksud sebagaimana Ayat (1) yang digunakan dapat berupa kurikulum pendidikan formal atau kurikulum pendidikan kesetaraan, dengan memperhatikan secara lebih meluas atau mendalam bergantung pada minat potensi dan kebutuhan peserta didik.

Sumber :

sekolahrumahbekasi.blogspot.co.id

www.klubsinau.org

www.radarbanten.com

 http://www.rumahbunda.com

Iklan