Pengasuhan yang sukses jarang mengambil jalan pintas. Orang tua yang sukses cenderung memilih jalan yang panjang dan membutuhkan motivasi yang kuat. Orangtua yang memiliki keteguhan tidak hanya mengambil kumpulan kutipan motivasi dari internet  saja.  Orang tua yang termotivasi mengambil jalan panjang dan berliku dalam mempraktekan sambil belajar – sambil menikmati keberhasilan-keberhasilan kecil dalam perjalanan pengasuhannya.

Bagaimana Caranya?

Menumbuhkan motivasi yang kuat memerlukan empat nutrisi utama ini: Doa (bantuan yang selalu ada), Kompetensi (merasa efektif dan percaya diri), Otonomi (memiliki pilihan dan kemauan) dan Memiliki Keterikatan (perasaan dirawat dan merawat orang lain). Keempat hal ini akan meningkatkan ketekunan belajar, menumbuhkan minat mendidik anak, meningkatkan kualitas hubungan pribadi, menjaga kesehatan fisik, dan mengatur emosi. Doa, Kompetensi, Otonomi dan Keterikatan tidak hanya memberikan dorongan, tetapi memungkinkan kita untuk tetap termotivasi pada saat-saat menantang.

Inilah Keempat Nutrisi yang Kita Butuhkan

***Mierza Miranti – klastulistiwa.com***

1. Doa

watches-1204696_640

Pilih waktu-waktu mustajab untuk melakukannya. Kita memerlukan kekuatan yang lebih besar dari sekedar seminar pengasuhan buatan manusia. Percayalah, kekuatan tidak nampak ini akan menampakkan kekuatannya di saat yang tepat. Taruh surga firdaus sebagai tujuan utama motivasi pengasuhan kita melalui doa. Pilih ‘coach’ tersempurna yang menciptakan kita. Pilih ‘role model’ terbaik yang menuntun kita.

2. Kompetensi

nasihat orang tua

Bagi orang tua yang sering menghadiri seminar atau workshop pengasuhan pasti hafal dengan pola para trainer. Ya, kita akan diminta membahas berbagai keinginan dan harapan untuk bisa mengelola masalah perilaku, seperti amarah, untuk tujuan tertentu. Tidak peduli apa tujuannya, kuncinya adalah mendapatkan langkah-langkah tindakan yang spesifik dan rencana pengasuhan di masa depan, bukan?

That’s it! Cari motivasi pengasuhan kita.  Jangan hanya menyebutkan, ‘Agar anak nurut’, misalnya. Uraikan tujuan yang lebih spesifik, penting, dan terukur.

Setelah tujuan terwujud, pajang gambar, kutipan, atau karya seni di dinding yang mengingatkan kita tentang tujuan yang telah ditetapkan. Ini akan menjadi bukti pencapaian tujuan pengasuhan kita dan insyaAllah dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi. Rayakan keberhasilan dengan menulisnya, sampaikan kepada teman yang peduli, atau bahkan dalam update status kita.

Ingatlah bahwa peningkatan kompetensi adalah seperangkat keterampilan yang diperoleh dari waktu ke waktu melalui usaha dan pengalaman. Kita harus berlatih dan belajar dari kegagalan serta pengalaman untuk menjadi orang tua yang lebih kompeten.

3. Otonomi

Berapa banyak dari kita yang benar-benar memilih dan mau menjadi orang tua? Berapa banyak pikiran sadar dan ilmu yang kita terapkan ke dalam pengasuhan kita? Mari tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin kita perjuangkan sebagai orangtua.\

Kita memiliki pilihan dalam hal ini.

Sumber: Pixabay

Membangun otonomi dimulai dengan memilih apa yang paling penting bagi kita. Memilih nilai-nilai untuk kita yakini dan tanamkan, lalu secara sukarela bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini (Nilai bagi saya sebagai muslim adalah nilai yang sesuai dengan Qur’an dan sunnah, berdasarkan pemahaman sahabat Rasulullah dan orang-orang shalih terdahulu).

Mari berefleksi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Bagaimana saya ingin berperilaku  sebagai panutan?
  • Saya ingin menjadi orang tua yang seperti apa?
  • Nilai-nilai apa yang paling penting bagi saya untuk ditanamkan dalam pengasuhan keluarga saya?
  • 25 tahun dari hari ini, atau saat hari persaksian, apa yang saya ingin anak-anak saya katakan tentang saya?

4. Membangun Keterikatan

Sumber: Pixabay

Untuk meningkatkan keterikatan, buatlah hubungan dengan orang lain melalui kelompok orangtua, komunitas pengasuhan, organisasi masyarakat, tempat bermain, jalan-jalan pagi, forum online, atau bahkan komite sekolah (atau komunitas homeschooling). Bangun energi untuk diri kita agar dapat mengurus orang lain. Energi ini secara tidak langsung akan membantu kita merawat diri kita sendiri.

Ingat, peran sebagai orang tua tidak mengenal garis finish selama kita masih hidup.

Sepanjang jalan, ibu kita, ayah, kakek-nenek, dan teman-teman memberi kita dorongan dan pengakuan yang membangkitkan keterikatan dan perasaan kekeluargaan. Kita semua telah mengambil jalan panjang tanpa jalan pintas ini.

Maka, jika kita merasa motivasi pengasuhan positif berangsur memudar, mari periksa keempat bahan bakar ini. Iringi langkah dan berikan diri motivasi melalui doa, kompetensi, otonomi dan keterkaitan setiap harinya. Semangat. Parents!

Iklan