Pengertian Homeschooling

image

Dari sejak anak pertama saya masih di kandungan, saya mulai ngeri melihat berita mengenai kekerasan pada anak. Mulai dari tindakan ‘bulliying’, pelecehan seksual, sampai penganiayaan yang tidak jarang berujung pada kematian. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dalam diri saya mengenai pendidikan anak saya ke depan. Saya langsung terpikir ‘Wah anak saya nanti sekolah dimana ya?’ ‘Apa homeschooling saja?’ Apa sih sebenarnya homeschooling itu? — dan posisi saya saat itu masih mengajar di sekolah formal.

Dari sejak itu, untuk memenuhi rasa penasaran, saya melakukan ‘riset besar-besaran’ menggunakan jasa mbah gugel. Berdasarkan hasil riset  eh googling saya, sangat banyak ditemukan pengertian homeschooling. Namun dapat disimpulkan bahwa pengertian homeschooling adalah suatu model pendidikan alternatif yang berbasis di rumah dan diselenggarakan oleh keluarga.

Jadi homeschooling bukanlah suatu lembaga yang menyerupai sekolah melainkan suatu metode pendidikan yang berbasis di rumah. *Wah menarik ini.. menurut saya*

Pada prakteknya kegiatan homeschooling sangat bervariasi. Ada yang dibuat terstruktur seperti di sekolah, ada yang menggunakan metode – metode tertentu, tergantung dari penyelenggara pendidikan itu sendiri yaitu keluarga dan tentu saja menyesuaikan dengan kebutuhan anak, apa yang paling tepat untuk si anak. Walaupun disebut homeschooling, bukan berarti proses belajar melulu diadakan di rumah. Proses belajar bisa dilaksanakan di taman, pasar, kolam, peternakan, dan dimana saja.

Eh, itu yang pasang spanduk ‘Homeschooling’, bagaimana ceritanya?

Nah, sekarang selain homeschooling, di Indonesia juga mulai banyak bermunculan flexi school. Apa lagi itu flexi school? Flexi school adalah metode pendidikan yang memadukan antara orang tua dan sekolah, dimana anak terdaftar di sekolah sebagaimana sekolah biasa akan tetapi memiliki jadwal sekolah yang fleksibel. Anak bisa memilih mau sekolah hari apa saja, sisanya anak belajar ‘sendiri’ di luar sekolah. Basis kurikulumnya mengikuti kurikulum nasional dengan modifikasi.

Beberapa alasan orang tua lebih memilih flexy school adalah karena kondisi kesehatan anak yang tidak stabil, lebih memilih metode pendidikan di rumah akan tetapi masih membutuhkan sekolah formal untuk menyajikan beberapa subjek yang belum bisa dilaksanakan orang tua, masih takut atau menolak untuk sekolah (biasanya anak – anak yang baru mulai sekolah), dan lain – lain.

Homeschooling vs Flexi School

Pilih yang mana? Itu semua tergantung kebutuhan dan kondisi orang tua dan anak saya rasa, apakah orang tua merasa sudah mampu menjalankan homeschooling atau masih membutuhkan peran sekolah dalam pendidikan anak. Dan yang paling penting mana yang paling diinginkan dan tepat untuk si anak.

Jika orang tua sudah mampu menyelenggarakan pendidikan seutuhnya serta mendedikasikan waktu (yang saya rasa cukup banyak) untuk anak maka saya rasa homeschooling merupakan pilihan tepat. Lain hal jika orang tua merasa belum mampu menyediakan pendidikan seutuhnya serta memiliki waktu yang terbatas, tentu saja flexi school bisa menjadi pilihan.
Pada akhirnya semua dikembalikan pada anak, mana yang lebih cocok dan diminati anak.

Tapi ingat yaaa… flexi-school itu BUKAN  homeschooling.

Sumber : Dari berbagai sumber

Iklan