metode homeschoolingSebagai orang tua kita bebas berkreasi dalam menjalankan homeschooling. Mau menggunakan metode tertentu, menggabungkan metode – metode yang dirasa cocok untuk anak, atau mengembangkan metode yang ada.

Kalau Aisha Homeschool, bagaimana? Kami menggunakan metode pendidikan yang diajarkan Rasulullah dengan pemahaman para salafush shalih. Sedikit dipadukan dengan metode inkuirinya IB dan Montessori juga – untuk saat ini. Bisa jadi kami disebut sebagai pengguna metode eklektik yang menitik beratkan pendidikan Tauhid dan ilmu Diin, disamping pelajaran-pelajaran lainnya. Nanti kami buat dalam posting terpisah ya.

Nah, sekarang kita bahas mengenai adalah model – model homeschooling yang populer digunakan.

Sekolah Rumah

Sekolah rumah dapat digambarkan sebagai sekolah yang dipindahkan ke rumah. Metode ini mengambil model dari sekolah formal, dimana ada jadwal belajar, mata pelajaran, kurikulum, dan lain – lain. Beberapa pelaku homeschooling menggunakan metode ini akan tetapi membuat sendiri perencanaan belajarnya dan mencari sendiri materi pelajaran. Keuntungan metode ini dimana keluarga mengetahui dengan pasti apa yang akan diajarkan dan kapan akan diajarkan. Kerugian metode ini adalah membutuhkan lebih banyak usaha orang tua / pengajar karena berhubungan dengan kesesuaian formalitas.

Unit Studies

Metode ini memanfaatkan minat anak anda dan kemudian menggabungkannya ke dalam subjek pelajaran seperti matematika, membaca, mengeja, ilmu pengetahuan, seni, sejarah, dan lain – lain. Sebagai contoh, jika anak menyukai negara Mesir, anda dapat mengajarkannya sejarah Mesir, membaca buku tentang Mesir, menulis kisah tentang Mesir, melakukan proyek yang berhubungan dengan pyramid, dan mempelajari mengenai artifak – artifak mesir.

Keuntungan metode ini adalah anak – anak dapat belajar dengan menyenangkan sehingga tujuan pendidikan mencapai hasil yang maksimal. Sementara kekurangannya adalah terkadang orang tua terlalu bersemangat membuat materi pelajaran dari segala hal yang disukai anak, sehingga anak menjadi ‘takut’ untuk mengatakan hal – hal baru yang mereka sukai.

Relaxed/Eclectic homeschooling

Metode ini paling sering digunakan oleh pelaku homeschooling. Pada dasarnya eclectic homeschooling adalah menggabungkan metode – metode yang dirasa cocok untuk anak. Ambil sedikit dari sini, ambil sedikit dari sana kemudian digabungkan. Orang tua bebas memilih buku, kegiatan ekskursi, dan memberikan materi sesuai kebutuhan dan ketertarikan anak. Menggunakan metode ini memerlukan usaha lebih orang tua untuk menemukan materi – materi yang sesuai dengan ketertarikan anak dan sesuai dengan gaya belajar anak.

Deschooling

Unschooling jangan diartikan tidak sekolah ya.. Ini adalah metode homeschooling yang paling natural. Sebagaimana anak belajar berbicara dan berjalan, seperti itulah metode ini diterapkan untuk mempelajari matematika, ilmu pengetahuan, membaca, dan lain – lain. Anak pelaku unschooling belajar dari pegalaman sehari – hari. Tidak ada jadwal belajar dan tidak ada pelajaran formal. Semua pengalaman kehidupan yang mereka jalani adalah pembelajaran. Karena metode belajar secara natural, anak – anak mungkin membutuhkan waktu lebih dalam memepelajari suatu subjek dibandingkan menggunakan metode sekolah formal. Akan tetapi bila anak telah siap untuk belajar dan penuh motivasi maka dia bisa menungguli teman – temannya yang bersekolah formal karena anak ini lebih menikmati dan termotivasi dalam belajar.

Keuntungan metode ini adalah anak – anak memiliki waktu dan kemampuan untuk menjadi ahli/pakar di bidang yang mereka minati. Sementara kerugiannya adalah karena pelaku unschooling tidak mengikuti jadwal belajar ‘biasa’, mereka akan mengalami kesulitan dalam ujian – ujian pendidikan formal dan akan sulit bagi mereka jika mereka kembali masuk ke sistem sekolah formal.

Classical Homeschooling

Metode classical homeschooling mengacu pada pendidikan yang menjadi akar peradaban modern Eropa yaitu abad pertengahan Yunani. Tujuan dari classical homeschooling adalah untuk mengajar orang – orang bagaimana belajar untuk diri mereka sendiri. Dalam model pendidikan ini, anak-anak belajar dalam tiga tahap yakni mempelajari struktur bahasa (grammar), belajar logika (logic), dan belajar menyampaikan dan mempertahankan gagasan (retoric). Tahap pertama ketika anak mempelajari bagaimana cara belajar dan memiliki kemampuan untuk mengingat banyak fakta. Kemudian tahap kedua ketika anak belajar untuk menghubungkan fakta – fakta yang diketahui menjadi satu kesimpulan.. Dan tahap ketiga dimana anak belajar untuk menggunakan hubungan fakta – fakta tersebut dan menformulasikan pendapatnya sendiri.

CharlotteMason

 Banyak metode homeschooling yang dibangun dari pemikiran tokoh tertentu. Salah satunya Charlotte Mason. Beberapa gagasan Charlotte Mason yang menjadi inspirasi untuk proses homeschooling antara lain :

Belajar melalui Living books (yaitu buku – buku yang ditulis oleh orang – orang yang memiliki hasrat tinggi terhadap suatu bidang sehingga menginspirasi pembacanya).

Narasi (proses anak menceritakan ulang mengenai isi materi bacaan yang dibacanya dengan bahasanya sendiri)

Habit training (melatih kebiasaan-kebiasaan baik pada anak)

Waldorf

Metode ini berdasarkan hasil kerja Rudolf Steiner dan menekankan pentingnya pendidikan menyeluruh pada tubuh, pikiran, dan jiwa anak. Pada level awal, pembelajaran ditekankan pada seni dan kerajinan tangan, musik, gerakan, dan alam. Untuk siswa yang lebih tua diajari untuk mengembangkan kesadaran diri dan bagaimana memikirkan hal – hal di luar diri mereka. Anak – anak yang menggunakan metode ini tidak menggunakan textbook standar, malahan mereka membuat sendiri buku mereka. Metode ini juga menjauhkan penggunaan televisi dan komputer karena mereka percaya komputer tidak baik untuk kesehatan dan kreativitas anak.

Montessori

Montessori merupakan salah seorang tokoh homeschooling. Adapun gagasan Montessori yang juga menginspirasi proses homeschooling adalah :

  • Fokus pendidikan terletak pada anak. Orang tua hanya bertugas menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk proses belajar anak.
  • Lingkungan belajar yang terkendali
  • Proses belajar dimulai dengan menggunakan alat peraga (nyata), baru setelahnya dikenalkan hal-hal yang abstrak
  • Anak-anak belajar bersama di satu tempat tanpa dibatasi usia

Metode ini juga meminimalkan penggunaan televisi dan komputer, khususnya untuk anak yang lebih muda. Meskipun materi montessari tersedia untuk anak sekolah menengah, kebanyakan pelaku homeschooling menggunakan metode montessori untuk anak – anak yang lebih muda. Buku dan kurikulum metode montessori tersedia di American Montessori Consulting.

Multiple Intelligences

Metode ini adalah ide yang dikembangkan oleh Howard Gardner dan Harvard University’s “project zero”. Metode ini percaya bahwa setiap orang itu cerdas sesuai dengan cara mereka sendiri, dan pembelajaran sendiri paling mudah dan efektif ketika mengandalkan kelebihan orang dari pada kelemahannya. Sebagai contoh, kebanyakan sekolah menggunakan metode bahasa dan logika matematika ketika mengajar, tetapi tidak semua orang belajar dengan metode seperti itu. Kebanyakan pelaku homeschooling yang sukses secara alami menekankan pada kekuatan anak mereka dan mencocokan cara mengajar dengan gaya belajar anak. Jadi tugas orang tua untuk mengetahui bagaimana, kapan, dan apa yang paling disukai dan dibakati anak dan kemudian mencocokan gaya mengajarnya dengan gaya anak.

Video Schooling

Metode ini dapat digunakan dengan semua jenis metode homeschooling. Metode ini menggunakan video – video berkualitas untuk membantu anak memahami pelajaran. Metode ini bukan hanya sebatas menonton televisi. Video yang berkualitas dapat menginspirasi atau membantu anak mengembangkan pemahaman yang kuat dalam mempelajari subjek – subjek yang rumit.

Internet Homeschooling

Memanfaatkan kekuatan internet untuk mengakses tutor virtual, sekolah virtual, kurikulum online, dan website berkualitas. Anda tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk homeschooling anak. Di internet tersedia banyak materi – materi berkualitas.

Pilih yang mana?

 Jadi bingung…pilih yang mana ya? Jangan bingung Ayah Bunda, setiap anak unik dan tugas orang tua membantu memilihkan metode homeschooling yang paling cocok untuk anak. Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua dalam memilih metode homeschooling :

  • bagaimana anda memandang pendidikan
  • bagaimana anda ingin terlibat dalam proses pembelajaran
  • apa yang anda inginkan untuk dipelajari anak
  • bagaimana anda mengevaluasi kemajuan anak

Tunggu apa lagi? Ayo Belajar 🙂

Sumber :

homeschool.com

http://www.home-school-curriculum-advisor.com

maftuhajalal.blogspot.co.id

Iklan