Kajian tematik, Lectures of Life

Overthinking, Otak Capek,  Hati Lupa Allah (Kajian Ustadz Subhan)

Tetaplah menyampaikan ilmu di mana saja,  berdakwah.

Abdullah bin Hambal bertanya kepada ayahnya, “Sampai kapan aku belajar? Sampai liang lahat.”

Syaikh Shalih, “Belajar agar otak terisi dengan pikiran yang baik.”

Jangan banyak bicara tanpa dzikir karena isinya membuat hati ini keras. Manusia yang hatinya keras paling jauh tempatnya dari Allah.

Seharusnya manusia paling berilmu menjadi manusia paling low profile.

Perlu menuntut ilmu untuk menjadikan hati punya perasaan, otak memiliki pikiran

Jadikan otak wadah pikiran,  karena itu perlu belajar. Pikiran dan perasaan itu terjaga dengan ilmu, seperti kisah nabi Adam yang memohon ampun kepada Allah. 

KENAPA PERLU BELAJAR:

  1. Karena manusia lahir tanpa ilmu.  Seperti bahasa, tidak ada orang yang lahir memiliki bahasa.
  2. Agar fokus, tidak mudah terdistraksi
  3. Membentuk kesadaran diri dan idealisme, karena GA AKAN SUKSES KALAU GA IDEALIS. Samakan orang yang berilmu dengan yang tidak. Kaya jiwa lebih baik dari kaya harta, karena ia akan beradaptasi. Agar istiqomah. Makanya dalam Quran itu iqro bukan khatam.  Lakukan berulang.
  4. Agar layak dan bermanfaat di tengah masyarakat. Ilmu lebih baik daripada harta. Ketika dia tidak punya harta, dengan ilmunya dia tahu apanyangbharus dilakukan dengan segala kalangan
  5. Dengan ilmu, jadi tahu kewajiban dan mudah memberi maklum akan kekurangan orang lain. Tanpa ilmu, kita sulit berumahtangga, yang ilmunya salah satunya terdapat dalam ArRum 21.
  6. Pendidikan akan membuat pemilik ilmu berbeda dengan yang lain yang tidak belajar, tidak mudah takut dengan dunia (Aisyah tidak memohon punya anak, tidak berburuk sangka, tapi memanfaatkan waktu.

BAGAIMANA CARA AGAR OTAK TIDAK CAPEK:

  • Berniat beribadah sungguh-sungguh
  • Kesungguhan buat beribadah
  • Kuatkan ibadah dengan ilmu
  • Jangan memaksakan diri di luar kemampuan

Tinggalkan komentar