Bismillah…

p_20160106_100514.jpgSetahun sudah menjalani homeschooling dan masih terus melakukan evaluasi. Alhamdulillah, landasan yang sudah dipilihkan Allah ini sangat sempurna. Ternyata benar, mendidik anak di atas pendidikan Islam akan membuat perjalanan mendidik menjadi sangat dimudahkan oleh Allah. Life skill atau kecakapan hidup yang harus diajarkan pertama kali dalam homeschooling Islami ini memang seharusnya dipenuhi. Kecakapan hidup ini berupa ilmu mengenai kewajiban, tujuan hidup, dan kesempurnaan tata cara beribadah sesuai Alquran dan sunnah sebagaimana disampaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At Tahrim: 6)

Mencari Landasan Homeschooling Bagi Muslim

Terkadang orang tua bingung dalam mencari visi dan misi pendidikan keluarganya. Padahal, jika ilmu diin dikuasai, maka sungguh orang tua tidak perlu bingung lagi. Ternyata Al Qur’an saja bahkan telah melengkapi kita, para pendidik generasi Islam, dengan contoh mendidik dalam Al Qur’an. Inilah yang seharusnya menjadi landasan homeschooling Islami yang dijalankan oleh Muslim. Semua visi misi pendidikan rumah telah dibawakan dalam surat khusus yang berkisah nasihat dari Luqman.

Siapakah Luqman?

Luqman menurut Ibnu ‘Abbas adalah budak dari Habasyah (Ethiopia dan sekitarnya). Sa’id bin Al Musayyib menyebutkan ciri-cirinya, yaitu berkulit hitam dari Sudan, bibirnya tebal dan kakinya pecah-pecah sebagaimana kata Mujahid. Luqman adalah qodhi dari Bani Isroil (Zaadul Masiir, 6: 318).

Lihatlah Allah meninggikan mereka yang berilmu tanpa memangdang warna kulitnya. Sungguh pendidikan seperti ini sangat murni dan menginspirasi, bukan?

Luqman pula merupakan seorang laki-laki yang dikaruniai ilmu agama dan kebenaran dalam ucapannya. Meski beliau membuat fatwa pada masa Nabi Dawud, beliau tidak malu meninggalkan fatwanya untuk menimba ilmu kepada Nabi Dawud. Itulah hikmah yang dianugerahkan Allah ta’ala kepada Luqman, seperti firman-Nya:

Landasan Homeschooling Islami

وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman…”. (QS. Lukman: 12)

Untuk mengetahui apa itu hikmah, berikut ini penjelasan yang saya ambil dari situs rumaysho.com, yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc:

Yang dimaksud hikmah di sini, ada dua pendapat di kalangan para ulama. Mayoritas ulama berpandangan bahwa hikmah adalah kepahaman dan logika. Sedangkan ulama lainnya berpendapat bahwa hikmah ada nubuwwah (kenabian). Para ulama lalu berbeda pendapat apakah Lukman adalah seorang Nabi. Sa’id bin Musayyib, Mujahid dan Qotadah berpendapat bahwa Lukmah hanyalah orang yang diberi hikmah dan bukan seorang Nabi. Sedangkan ‘Ikrimah berpendapat bahwa Lukman adalah seorang Nabi. Namun pendapat pertama yang menyatakan  Lukman hanyalah orang yang mendapatkan hikmah, itulah yang lebih tepat (Lihat Zaadul Masiir, 6: 317-318).

Dari Sa’id bin Abi ‘Arubah, dari Qotadah, ia berkata mengenai firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman”. Maksud hikmah adalah memahami Islam. Dan Lukman bukanlah Nabi dan ia pun tidak diberi wahyu.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 52).

Ibnu Katsir mengatakan bahwa hikmah adalah kepahaman, ilmu dan ta’bir (penjelasan). (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 52).

Syaikh As Sa’di menyatakan bahwa hikmah akan membuahkan ilmu, bahkan amalan. Oleh karenanya, hikmah ditafsirkan dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan sholeh. Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Hikmah adalah ilmu yang benar dan pengetahuan akan berbagai hal dalam Islam. Orang yang memiliki hikmah akan mengetahui rahasia-rahasia di balik syari’at Islam. Jadi orang bisa saja ‘alim (memiliki banyak ilmu), namun belum tentu memiliki hikmah.” (Taisir Al Karimir Rahman, 648).

Insya Allah, pada tulisan-tulisan berikutnya akan dituliskan ayat-ayat selanjutnya dari surat Luqman ini. Tentunya ayat-ayat ini menjadi pedoman pendidikan anak Muslim yang tidak akan lekang oleh waktu. Dalam hal ini, nasihat bagi kami, penyelenggara homeschooling Islami dalam mendidik keluarga sendiri.

Untuk enam landasan lainnya, silahkan klik tautan di bawah ini.

LANDASAN PENDIDIKAN RUMAH BAGI MUSLIM

[LANDASAN #1] MEMILIH VISI DAN MISI

[LANDASAN #2] TANAMKAN TAUHID

[LANDASAN #3] ADAB DAN AKHLAK KEPADA ORANG TUA

[LANDASAN #4] AUTO-PILOT HOMESCHOOL

[LANDASAN #5] MURAQABAH

[LANDASAN #6] AMAL MA’RUF NAHI MUNKAR DAN SABAR

[LANDASAN #7] MENDIDIK KOMUNIKATOR YANG TAWADHU

 

Iklan