Kajian Tauhid

[MURAJAAH KAJIAN 2]: BAHAYA KESYIRIKAN

🍥 SUMBER: KAJIAN WA BELAJAR TAUHID🍥

Setiap orang tentu tidak ingin nyawanya terbuang sia-sia. Mengapa ? Karena nyawa merupakan sesuatu yang paling berharga dan tidak ternilai dengan harta sebanyak apapun.

Sedemikian takut kita kehilangan nyawa sehingga apapun kita korbankan untuk mempertahankan nyawa kita. Bahkan tak jarang nyawa orang tercinta pun menjadi korban untuk mempertahankan nyawa kita sendiri. Padahal jarang di antara kita yang hidup lebih dari 100 tahun.

Pernahkah kita membayangkan ketika seorang dokter telah memvonis bahwa penyakit yang anda derita tidak akan sembuh, apapun yang anda dan dokter akan perbuat ?

Betapa hancur hati, luluh lantak rasa jiwa kita ketika mendengarkan ungkapan itu. Kenapa ? Karena kita sadar bahwa harapan hidup kita sudah tidak ada lagi. Harapan untuk menikmati kenikmatan dunia sudah tidak ada lagi. Harta yang berlimpah sudah tak telihat wah lagi. Istri yang cantik sudah tak memikat lagi. Anak tercintapun sudah tak berguna lagi.

Namun tahukah kita sakit, derita yang kita alami itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan pedihnya, beratnya siksa neraka Allah ‘Azza wa Jalla.

Ketika kita divonis Allah Subhana wa Ta’ala masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Maka sakit yang kita rasakan di dunia tak berbanding sedikitpun dengan siksa yang akan menimpa kita.

Tahukah diri ini senjata utama agar kita tidak terjerembab dan tersungkur ke dalam neraka, kekal di dalamnya ? Senjata itu adalah tidak berbuat syirik kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Ampunan Allah Ta’ala-lah yang mampu menyelamatkan kita dari siksa neraka nan abadi.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا.

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An Nisa : 48).

Ketika tidak ada ampunan maka nerakalah tempat kembali selamanya.

Allah Subhana wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosa kemusyrikan padahal Dia adalah Dzat Yang Maha Luas Rahmat dan Kasih Sayang kepada hamba-hamba Nya. Namun ketika kita menyekutukan-Nya maka harapan mendapatkan rahmat sudah pupus. Karena pelanggaran yang kita perbuat merupakan dosa yang terbesar.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya kesyirikan benar-benar kezholiman / dosa yang amat besar.” (Luqman: 13).

Ketika kita berani berbuat kesyirikan, maka telah diharamkan surga bagi kita. Tempat menetap selamanya adalah neraka dan tidak ada suatu apapun yang mampu menolong kita. Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya barangsiapa yang melakukan kemusyrikan kepada Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, tempatnya ialah neraka dan tidaklah ada bagi orang-orang zholim itu seorang penolongpun”. ( Al Maidah: 72)

Sebesar apapun amalan kita, siapapun kita, apapun kedudukan kita maka batallah, hancurlah seluruh amalan kita ketika berani berbuat kemusyrikan.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada (nabi-nabi) yang `sebelummu. Apabila kalian berbuat kemusyrikan, niscaya akan hapuslah seluruh amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. ( Az- Zumar : 65).

Para Nabi dan Rasul alaihimussalam menyadari betapa bahaya kemusyrikan sehingga lisan mereka tidak lupa memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar diri mereka, keluarga dan anak keturunan mereka dijauhkan dari perbuatan syirik. Diantaranya adalah doa kekasih Allah, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, “Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekkah) menjadi negeri yang aman dan jauhkanlah diriku dan anak keturunanku dari penyembahan terhadap berhala”. (QS. Ibrahim: 35)

Pertanyaannya, Apakah diri kita lebih mulia dibandingkan dengan Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Sallam dan seluruh para nabi serta Rasul alaihumussalam ??!!

Semoga kita dan kaum muslimin benar-benar sadar akan bahaya syirik? Simaklah doa yang Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam ajarkan kepada Sahabatnya yang paling mulia Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu ketika Nabi Shallalahu ‘alaihi wa Sallam mengabarkan kepadanya bahwa syirik itu lebih samar dari jejak semut.

Yaa Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari berbuat kesyirikan ketika aku mengetahuinya dan aku memohon ampunan Mu ketika aku tidak mengetahuinya”. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad).

Mari ajak diri kita, pasangan, anak, keluarga kita dan masyarakat kita agar takut terhadap kemusyrikan. Mudah-mudahan kita termasuk ahlu tauhid dan terbebas dari kemusyrikan dengan segala bentuknya.

Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmush shaalihaat
(Segala puji bagi Allaah yang dengan nikmat-Nya lah segala kebaikan menjadi sempurna)

Tim Indonesia Bertauhid

———————————————————————————————————————————————–

ZIYADAH PERTAMA: HAKIKAT DAN BAHAYA SYIRIK

Pembaca yang mulia, jika Anda ditanya, “Apa yang Anda inginkan setelah Anda mengalami kematian?” Niscaya Anda akan menjawab, “Ingin masuk surga”. Ya, masuk surga merupakan keinginan naluriah yang dimiliki setiap manusia. Demikian pula, masuk neraka merupakan hal yang paling ditakuti manusia. Akan tetapi, apakah kita sudah memenuhi syarat masuk surga? Ataukah kita justru masuk kualifikasi orang yang pantasnya masuk neraka?

Pertanyaan di atas merupakan hal yang harus kita cerna secara mendalam. Karena jika kita ingin masuk surga, kita harus memenuhi syarat untuk bisa masuk ke dalamnya. Kita harus mengetahui bahwa syarat mutlak tersebut adalah kita mati dalam keadaan terbebas dari perbuatan syirik.

Mengenal Syirik

Syirik adalah mensejajarkan selain Allah dengan Allah, dalam hal yang merupakan kekhususan bagi Allah. Sebagai contoh, di antara kekhususan Allah adalah memberikan rezeki, artinya: hanya Allah-lah yang memiliki kemampuan memberikan rezeki kepada manusia. Kemudian, jika ada seseorang mendatangi kuburan keramat, kemudian berdoa mengharapkan rezeki kepada kuburan tersebut, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik.

Cakupan Kekhususan Allah Ta’ala

Allah Ta’ala memiliki tiga cakupan kekhususan, yang tidak boleh disetarakan dengan makhluk. Jika ada seseorang menyetarakan, menyejajarkan, menyamakan, atau menyandingkan kekhususan tersebut kepada selain Allah, maka ia telah berbuat syirik. Kekhususan tersebut ialah:

Pertama, Kekhususan dalam Rububiyyah Allah

Rububiyyah adalah sifat yang ada pada Dzat pencipta, seperti kemampuan menciptakan makhluk, memberikan rezeki, menghidupkan makhluk, mematikan makhluk, dan mengatur alam semesta. Oleh karena itu, jika ada seorang meyakini bahwa Nyi Roro Kidul memiliki kemampuan mengatur laut selatan Jawa, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik, meskipun secara lisan dan KTP-nya ia mengaku beragama Islam.

Demikian pula, jika seseorang meyakini bahwa dukun memiliki kemampuan mengatur jodoh, wali yang sudah mati di kuburan dapat memberikan rezeki, dewa-dewa dapat mengatur keberuntungan dan kesialan manusia, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik.

Kedua, Kekhususan dalam Uluhiyyah Allah

Uluhiyyah adalah sifat khusus yang melekat pada Allah Ta’ala, yaitu bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan diibadahi. Oleh karena itu, bentuk-bentuk peribadatan seperti sholat, puasa, berqurban, berdoa, dan sujud menyembah hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta’ala semata.

Dengan demikian, jika ada seseorang menyembelih hewan, kemudian sembelihan itu ditujukan kepada pohon atau jin yang diyakini sebagai jin penunggu desa, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik. Demikian pula, jika ada seseorang berdoa mengharapkan jodoh, kelancaran rezeki, atau kesehatan badan, tetapi ia berdoa kepada wali yang sudah mati di kuburan, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik.

Ketiga, Kekhususan dalam Asma’ dan Sifat Allah Ta’ala

Allah Ta’ala memiliki asma’ (nama-nama) dan sifat yang khusus melekat pada Allah Ta’ala semata. Oleh karena itu, kita dilarang menyamakan asma’ dan sifat tersebut pada diri makhluk. Sebagai contoh, Allah memiliki nama dan sifat Al-’Aliim (Maha Mengetahui Segala Sesuatu). Maka, kita tidak boleh meyakini bahwa dukun mengetahui segala sesuatu.

Bahaya Syirik

Syirik merupakan materi yang harus kita bahas, karena syirik memiliki bahaya yang sangat besar. Kita mengenal bahaya tersebut, untuk kita hindari. Di antara bahaya tersebut adalah:

Pertama, Syirik Merupakan Dosa yang Terbesar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Maukah aku beritahukan dosa besar yang paling besar? Para sahabat menjawab, “Tentu wahai rasulullah.”

Nabi melanjutkan, “Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, ….” (H.R. Bukhari Muslim)

Kedua, Allah Ta’ala Tidak Akan Mengampuni Dosa Syirik

Allah Ta’ala befirman (yang artinya),

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. Barangsiapa berbuat syirik terhadap Allah, sungguh ia telah melakukan perbuatan dosa yang besar.” (Q.S. An-Nisaa’: 48)

Ketiga, Syirik Menghapuskan Seluruh Amal

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka berbuat syirik terhadap Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’am: 88).

Keempat, Pelaku Syirik Tidak Akan Masuk Surga dan Kekal di Dalam Neraka

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam’, padahal Al-Masih sendiri berkata, ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu!’ Sesungguhnya orang yang berbuat syirik terhadap Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (Q.S. Al Maidah: 72).

Kelima, Syirik Disebut sebagai Kedzaliman Terbesar

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberikan pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik terhadap Allah! Sesungguhnya syirik benar-benar merupakan kedzaliman yang besar’” (Q.S. Luqman: 13)

Islam Tak Cukup Hanya Pengakuan di Lisan dan Stempel di KTP

Setelah dibahas secara ringkas penjelasan mengenai syirik, kita perlu menyadari bahwa pengakuan diri sebagai seorang muslim, tidak cukup hanya ucapan di lisan dan pernyataan formalitas di KTP. Pernyataan diri sebagai seorang muslim, harus dibuktikan dengan keyakinan hati dan pelaksanaan amal yang nyata di anggota badan kita.

Jika kita telah meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya sesembahan yang harus kita sembah, maka kita harus membuktikannya dengan mengingkari sesembahan-sesembahan yang lain berupa dewa-dewa, binatang, pohon keramat, ataupun berhala. Demikian pula, jika kita telah meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya pencipta dan pengatur alam semesta, maka keyakinan kita tersebut tidak boleh kita campuri dengan keyakinan bahwa ada Dzat lain yang memiliki kemampuan memberikan rezeki, mengatur jodoh, mengatur takdir, dan mengatur umur manusia. Kita harus menetapkan bahwa Allah-lah satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk itu.

Awas Syirik yang Tersembunyi!

Ada suatu perbuatan yang masuk kategori syirik, tetapi sering tidak disadari oleh banyak manusia. Perbuatan tersebut ialah Riya’. Riya’ adalah memperlihatkan atau memperdengarkan amal kepada manusia, agar memperoleh pujian mereka. Karena sering tidak disadari, riya’ disebut syirik yang tersembunyi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih khawatir perbuatan riya’ ini terjadi pada umatnya, dibandingkan kekhawatiran beliau terhadap Al-Masih Ad-Dajjal.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan menimpamu dibandingkan Al-Masih Ad-Dajjal?’

Para sahabat menjawab, ‘Baiklah ya rasulullah.’

Beliau pun melanjutkan, ‘Syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri melakukan shalat, dia perindah shalatnya itu karena mengetahui ada orang yang memerhatikannya.” (H.R. Ahmad, Hasan)

Penutup

Setelah kita mengetahui hakikat syirik, kita harus bersemangat untuk meninggalkan perbuatan tersebut dan memberikan peringatan kepada umat untuk tidak terjatuh ke dalamnya. Syirik tetap merupakan dosa besar yang tidak diampuni meskipun andai mayoritas masyarakat di sekitar kita melakukannya. Tidakkah kita ingat bahwa para nabi terdahulu, dimusuhi mayoritas masyarakat di sekitarnya hanya karena para nabi memberikan peringatan kepada mereka agar mentauhidkan Allah dan menjauhi syirik?

Semoga Allah Ta’ala memudahkan dan memberikan keistiqomahan kepada kita untuk senantiasa bertauhid kepada-Nya dengan semurni-murninya tauhid. Dan semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk dapat mengingkari dan menghindari perbuatan syirik. Allahumma Aamiin.

Penulis : Ginanjar Indrajati Bintoro (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)

Murojaah : Ust. Afifi Abdul Wadud, BIS

artikel www.buletin.muslim.or.id

http://indonesiabertauhid.com/hakikat-dan-bahaya-syirik/
————————————————————————————–

ZIYADAH DUA: KOK KESYIRIKAN JADI LARANGAN TERBESAR DALAM ISLAM?

Pernah tahu atau pernah baca bahaya AIDS? ngeri banget dah. Maka dibuatlah publikasi dan sosialisasi besar-besaran tentang AIDS. Jadilah AIDS dikenal banyak oleh masyarakat. karena berbahaya juga buat masyarakat selain itu pelakunya yang rentan kena terkadang susah juga diberi tahu “ini lho faktor resikonya”.

Ini bukan nakut-nakuti lho, ternyata bahaya kesyirikan jauh-jauh lebih bahaya lagi dari bahaya AIDS. Kita sangat-sangat berharap, publikasi dan sosialisasinya besar-besaran dan masyarakat tahu tentang kesyirikan.  Mohon maaf, Karena terkadang pelakunya juga agak susah diberitahu. Semoga mereka mendapat hidayah dan kebaikan yang banyak

nih dia bahaya kesyirikan:

  1. Pelaku Kesyirikan diancam masuk neraka dan diharamkan masuk surga.[1] Bahkan bisa diancam kekal abadi dineraka lho…[2]
  1. Pelaku kesyirikan seluruh amalannya bisa terhapus tanpa tersisa sekali[3] Udah capek-capek beramal kebaikan, eh dihapus… bangkrut dah pas hari kiamat
  1. Pelaku kesyirikan tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan belum bertaubat dari kesyirikannya[4] Maksudnya, kalau dosa lainnya, ada kemungkinan diampuni walaupun mati belum bertaubat dari dosa itu, tentunya karena rahmat Allah
  1. Kesyirikan adalah kedzaliman yang paling dzalim dan dosa yang paling berdosa. Kalau misalnya Ibu kita dipukul di hadapan kita, tentu marah banget kan.. geram. Nah, ini Rabb kita lho, yang dilanggar haknya, semoga kita gak santai-santai aja atau malah masa bodoh dan pura-pura gak tahu?
  1. Kesyirikan itu hakikatnya merendahkan diri kepada makhluk plus pembodohan, padahal manusia itu mulia

Logikanya aja deh

-Masa’ ada sesajen makanan enak-enak buat ditaruh di laut, depan pohon “angker” dan dibiarkan membusuk, mendingkan di makan atau disumbangkan.

-Kepala Sapi dan kerbau yang enak banget dibuat gulai, eh digantung dijembatan atau ditanam dibawah bangunan supaya bangunannya awet dan permisi sama penunggu

-Udah jelas manusia makhluk mulia dan setan aslinya takut ama manusia, eh.. pas lewat pohon atau batu angker malah takut banget sambil bilang “permisi mbah”

-pernah denger gak ada hewan yang kotorannya direbutin buat “ngalap berkah”? coba tanya mbah google deh,  wah ini benar-benar “no comment”

Dan masih banyak lagi bahaya kesyirikan lainnya, kalau mau tahu ya belajar dan cari infromasi. Karena macamnya dan bentuk ada beberapa macam

Semoga kita dihindari bahaya keyirikan dan selalu bisa menjadi hamba Allah yang bertauhid

Penyusun:  Raehanul Bahraen

[1]  Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

[2] Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).

[3] Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

[4] Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

[5] Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13).

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

http://indonesiabertauhid.com/kok-kesyirikan-jadi-larangan-terbesar-dalam-islam/

————————————————————————————–

ZIYADAH TIGA: AWAS, BAHAYA SYIRIK DI SEKITAR ANDA

 

Apa Itu Syirik?

Syirik kepada Allah adalah menjadikan sesuatu selain Allah sebagai tandingan bagi Allah dalam hal peribadahan, baik itu berdo’a kepadanya, meminta syafaat kepadanya, bertawakkal kepadanya, meminta pertolongan kepadanya, bernadzar untuknya, menyembelih dengan namanya, atau berkeyakinan bahwa dia dapat memberi manfaat dan menolak musibah.[1]

Ya, kesyirikan merupakan kejahatan yang paling besar kepada Allah. Hal ini disebabkan kesyirikan telah mengambil hak asasi Allah dan justru memberikannya kepada selain Allah. Hak Allah sendiri adalah hak untuk mendapatkan peribadahan dan tidak boleh diberikan kepada selain-Nya. Hal tersebut selaras dengan firman Allah Ta’ala yang artinya, ”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah ( hanya ) kepada-Ku.” (Q.S Adz Dzariyat: 56) dan dalam firman-Nya yang lain yang artinya, ”Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan.” (Q.S Al Fatihah: 5)

Berikut ini adalah beberapa bahaya kesyirikan. Dengan mengetahuinya, diharapkan kita bisa membenci dan menjauhi kesyirikan tersebut.

 

Kesyirikan merupakan kezhaliman terbesar

Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah yang artinya, ”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah)sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqman: 13)

 

Kesyirikan merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Allah

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Q.S An-Nisa’: 48). Dan dalam firman-Nya yang artinya, “Barangsiapa yang menyekutukan Allah, pasti Allah haramkan atasnya untuk masuk surga. Dan tempatnya adalah di neraka. Dan tidak ada bagi orang yang dhalim ini seorang penolongpun.” (Q.S Al-Ma’idah: 72).

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa kesyirikan yang dibawa mati. Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang berbuat syirik (musyrik) sampai dia bertaubat kepada Allah. Jadi, kalau ada orang musyrik yang bertaubat (dengan sungguh-sungguh) dari kesyirikannya, maka dia akan diampuni oleh Allah. Sebagai contoh adalah sahabat Umar bin Khattabradiyallah anhu’ yang bertaubat dari gelapnya kesyirikan menuju kepada cahaya Islam. Bahkan dengan baiknya keislamannya, Allah pun meninggikan derajat beliau sebagai salah satu manusia pilihan yang beruntung menyertai dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan termasuk dari manusia yang mendapat janji surga dari Allah Azza Wa Jalla.

 

Kesyirikan membuat pelakunya haram masuk surga dan kekal dalam neraka

Hal tersebut serasi dengan firman Allah Ta’ala yang artinya, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (Q.S Al Maidah: 72)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa meninggal sedang ia berdo’a (memohon) kepada selain Allah sebagai tandingan (sekutu), niscaya ia masuk Neraka.”[2]

 

Kesyirikan menghapus seluruh amal kebaikan pelakunya

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi–nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.’” (Q.S Az Zumar: 65)

Ayat ini menerangkan bahwa para Nabi memiliki amal yang banyak saja telah diancam oleh Allah dengan dihapusnya seluruh amal mereka jika mereka berbuat syirik. Nah, lalu bagaimana lagi dengan diri kita yang amalannya masih sedikit dan malah berbuat syirik?

 

Kesyirikan membuat pelakunya kehilangan hak waris dan hak perwalian nikah

Pelaku kesyirikan kehilangan hak waris dari harta keluarganya yang muslim dan berlaku pula pada orang Islam yang kehilangan hak warisnya dari harta keluarganya yang kafir. Hal ini tercermin dari riwayat Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ”Tidak boleh seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak boleh orang kafir mewarisi orang muslim.”[3]

Adapun mengenai hak perwalian, maka orang musyrik tidak boleh menjadi wali nikah bagi anak perempuannya yang beragama islam.

 

Kesyirikan membuat pelakunya diharamkan memasuki kota Makkah

Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Al Masjidil Haram sesudah tahun ini …” (Q.S At Taubah: 28)

 

Kesyirikan membuat hewan sembelihan orang musyrik menjadi haram dimakan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaithan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (Q.S Al-An’am: 121)

 

Kesyirikan membuat pelakunya haram dinikahi

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Alloh mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Q.S Al-Baqarah: 221)

 

Kesyirikan membuat pelakunya melakukan perbuatan yang tidak manfaat

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.’Katakanlah, ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya baik di langit dan tidak (pula) di bumi.’ Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).” (Q.S Yunus: 18)

 

Kesyirikan merupakan sumber dari segala ketakutan dan kecemasan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim.” (Q.S Ali Imran: 151)

 

Kesyirikan merendahkan martabat manusia

Iya, kesyirikan telah merendahkan martabat manusia. Manusia yang seharusnya menghambakan diri kepada Zat yang Maha Agung, yaitu Allah Ta’ala, malah menghambakan diri kepada makhluk yang tidak sempurna. Orang musyrik telah berpindah dari penghambaan kepada Zat yang Maha Agung dan Sempurna kepada makhluk yang lemah dan banyak kekurangan. Hal tersebut senada dengan firman Allah Ta’ala yang artinya, ”Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui, bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (Q.S An-Nahl: 20-21).

 

Kesyirikan memecah-belah umat

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Q.S Ar-Ruum: 31-32)

 

Kesyirikan membuat pelakunya disiksa dan dihardik oleh malaikat

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa nereka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, sesungguhnya Allah sekali kali tidak menganiaya hambaNya.” (QS. Al Anfal: 50-51)

 

Kesyirikan membuat pelakunya haram untuk dishalatkan jenazahnya dan diharamkan pula untuk dido’akan rahmat dan ampunan baginya

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan janganlah kamu (Muhammad) sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburannya, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (Q.S At Taubah : 84)

Demikianlah beberapa bahaya syirik yang patut diketahui. Semoga Allah menjauhkan kita semua dari perbuatan syirik dengan segala macamnya. [Rizki Mula Saputra]

artikel http://www.buletin.muslim.or.id

_____________

[1] Risalah Laailahaillallah, Asy Syaikh Muhammad Al Wushabi Al Abdali, hal 27.

[2] H.R. Bukhari

[3] H.R. Bukhari dan Muslim

http://indonesiabertauhid.com/awas-bahaya-syirik-di-sekitar-anda/

———————————————————————————————————————————————-

ZIYADAH EMPAT: TAUHID MENGAJARKAN AGAR MANUSIA MULIA, LEBIH TINGGI DERAJATNYA DARIPADA MAKHLUK YANG LAIN

#IndonesiaBertauhid

-Bro, begini, beberapa ajaran syirik itu, kadang gak sesuai dengan fitrah dan logika manusia dan membuat manusia menjadi lebih hina, padahal dalam AlQuran Allah telah memuliakan manusia dibanding makhluk lainnya

-Coba dipikir deh, masa’ ada hewan misalnya kerbau atau kambing yang dikeramatkan, yang Allah ciptakan untuk dimanfaatkan manusia sekarang dipelihara, diperlalukan istimewa, kalau gak nanti bisa kualat bahkan dimuliakan oleh manusia berlebihan

-Kalu gue sih, gue makan aja kerbaunya, lha memang diciptakan Allah untuk dimanfaatkan manusia, semua kerbau sama, yang bisa memberikan manfaat dan madharat hanya Allah, apalagi harga daging mahal bro.

-Begitu juga mau bangun jembatan dan bangunan, katanya sembelih kerbau, keyakinannya supaya bangunan kuat dan tanam kepala kerbau

-Kalu gue mah, yang logis-logis aja, kalau mau kuat ya diperbaiki arsitek dan bahan-bahannya, terus berdoa kepada Allah

-Trus lagi, katanya supaya gunung gak ngamuk mau meletus dan air laut pantai gak sering makan korban, katanya harus kasi sesembahan, ada buah-buah enak, makanan, daging yang di masak, pokoknya lezat-lezat bahkan ada uang juga bro, gak lupa ada acara ritual yang biayanya lumayan gedhe

-Kalu gue sih, itu semua gue makan atau kasi sumbangan warga sekitar, nah fenomena gunung meletus ya dicari sebabnya, begitu juga laut yang sering makan korban

-Begitu juga dengan ramalan, baca ramalan atau zodiak syirik, udah semangat mau keluar ama keluarga jalan-jalan, atau mau cari kerja, eh baca zodiak katanya ramalan hari ini lagi apes dan bangkrut, trus gak jadi keluar deh

-Kalu ane mah, keluar aja jalan-jalan, mumpung ada waktu bahagiain keluarga, yang logis aja, kecuali di luar ada angin puting beliung, ya jangan keluar 🙂

-Begitu juga kalau ada impian dan keinginan, misalnya mau masuk kuliah yang Favorit, si dukun yang syirik nyuruh harus cari ayam tiga warna dan sembelih di mana gitu sambil sebut nama-nama yang gak jelas gitu

Atau melakulan amalan ini dan amalan itu yang gak jelas dan gak ada hubungannya dengan tujuan tadi, misalnya supaya skipsi lancar dan diterima, kata dukunnya harus dibawa, dibacakan mantera dan dihanyutkan ke sungai apa gitu

-Yang logis aja bro, skripsi itu sering-sering konsul dan kejar terus dosennya, minimal lulus karena dosennya liat semangatmu

-Jadi bro ajaran TAUHID dan JANGAN SYIRIK jelas memuliakan manusia

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَم

َ“Dan sungguh kami telah memuliakan anak Adam.” (QS. Al Isra [17]: 70)

Penyusun: Raehanul Bahraen

http://indonesiabertauhid.com/tauhid-mengajarkan-agar-manusia-mulia-lebih-tinggi-derajatnya-daripada-makhluk-yang-lain/

———————————————————————————————————————————————–

ZIYADAH LIMA: MACAM-MACAM SYIRIK

Saudaraku, setelah di edisi kemarin kita dapat mengetahui hakikat kesyirikan maka kini kami ingin menjelaskan mengenai macam-macam syirik. Syirik tidak hanya menyembah berhala, menyembah selain-Nya namun riya’ juga merupakan syirik. Dengan demikian marilah saudariku kita simak penjelasan di bawah ini.

Pembagian syirik ada berbagai macam tergantung dikelompokkan pada kelompok yang mana.

Syirik yang Terkait dengan Kekhususan Allah Ta’ala

  1. Syirik di dalam Rububiyyah. Yaitu meyakini bahwa selain Allah mampu menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan lainnya dari sifat-sifat rububiyyah.
  2.  Syirik di dalam Uluhiyyah.Yaitu meyakini bahwa selain Allah bisa memberikan madharat atau manfaat, memberikan syafaat tanpa izin Allah, dan lainnya yang termasuk sifat-sifat uluhiyyah.
  3. Syirik di dalam Asma’ wa Sifat. Yaitu seorang meyakini bahwa sebagian makhluk Allah memiliki sifat-sifat khusus yang Allah ta’alla miliki, seperti mengetahui perkara gaib, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan kekhususan Rabb kita yang Maha Suci.

Syirik Menurut Kadarnya

  1. Syirik Akbar (besar).Yaitu syirik dalam keyakinan, dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari agama islam.
  • Syirik dalam berdoa. Adalah merendahkan diri kepada selain Allah dengan tujuan untuk istighatsah dan isti’anah kepada selain-Nya.
  • Syirik dalam niat, kehendak dan maksud. Adalah manakala melakukan ibadah tersebut semata-mata ingin dilihat orang atau untuk kepentingan dunia semata.
  • Syirik dalam keta’atan. Yaitu menjadikan sesuatu sebagai pembuat syariat selain Allah Subhanahu wa Ta’ala atau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah dalam menjalankan syariat dan ridho atas hukum tersebut.
  • Syirik dalam kecintaan. Adalah mengambil makhluk sebagai tandingan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyetarakan kecintaan makhluk dengan Allah.

2. Syirik Ashghar (kecil)

Yaitu riya’, hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam, akan tetapi pelakunya wajib untuk bertaubat. Akan tetapi bukan hanya riya’ saja yang termasuk syirik Ashgar. Riya’ termasuk Syirik Ashghar namun tidak semua Syirik Ashghar hanya berupa riya’.

  1. Syirik Khafi (tersembunyi) Yaitu seorang beramal dikarenakan keberadaan orang lain, hal ini pun termasuk riya’, dan hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam sebagaimana anda ketahui, namun pelakunya wajib bertaubat.

  1. Syirik Menurut Letak Terjadinya

  1. Syirik I’tiqodi.Syirik yang berupa keyakinan, misalnya meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan kita dan memberi rizki pada kita namun di sisi lain juga percaya bahwa dukun bisa mengubah takdir yang digariskan kepada kita. Hal ini termasuk Syirik Akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam, kita berlindung kepada Allah dari hal ini.
  2. Syirik Amali. Yaitu setiap amalan fisik yang dinilai oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti menyembelih untuk selain Allah, dan bernazar untuk selain Allah dan lainnya.
  3. Syirik Lafzhi. Yaitu setiap lafazh yang dihukumi oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti bersumpah dengan selain nama Allah, seperti perkataan sebagian orang, “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, dan “Aku bertawakal kepadamu”, “Kalau bukan karena Allah dan si fulan maka akan begini dan begitu”, dan lafazh-lafazh lainnya yang mengandung unsur kesyirikan.

Dengan mengetahui beberapa kategori syirik diatas dapat membantu kita untuk menghindarinya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan dalam bentuk apapun dan cara bagaimana pun. Semoga kita semua bisa terhindar dari syirik tersebut di manapun dan kapan pun jua. Wallohu a’lam bishowab.

Penyusun Ulang: Ummu Aufa

Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih

Maraji’:

Penjelasan Al-Qaul Al-Mufid fii Adillati At-Tauhid (terj)

Artikel http://www.muslimah.or.id

http://indonesiabertauhid.com/macam-macam-syirik/

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit, Parenting

Hak Anak Mencontoh Orang Tua Penuntut Ilmu (Agama)

*Mierza ummu Abdillah*
image

Homeschooling itu memang bukan cerita yang selalu indah. Terlibat banyak guru kesabaran di dalamnya.

Saya yang seorang ibu, seorang muslim, seorang pengajar (atau memilihkan pengajar) anak-anaknya sendiri , tidak hanya menyampaikan ilmu. Tapi juga mendidik adab, ilmu, dan menerapkannya.

Beuh… berat yaaa? Terutama pas bagian ‘menerapkannya’.

Begini mungkin ilustrasi, eh, kenyataannya….

PAS JAMAN NYEKOLAHIN: Gampang… titip aja di sekolah Islam, di TPA. Anak pinter agama dan jadi hafidz(ah). Kita cari uang… atau paling nggak, kita ngajar aja (saya guru Bahasa Inggris dulu) di tempat anak belajar. Kita? Hafalan? Ke majelis ilmu? Belajar? Halah… mana sempet. Cari uang, Bro!

PAS JAMAN HOMSKULINGIN: Bahasa Arab? Gampaaang, ada aplikasi. Tahfiz, tuuuh deket rumah ada rumah tahfiz. Ane? Hafalan? Bentar… ng.. ini cucian belum kelar. (Dan blass sampai keesokan harinya) Kajian ke madjid? Temanya apa? Tar browsing aja.

,

Ng… iya. Itu saya dulu. Masih ada residunya sih.. semoga istiqomah menghilangkannya.

Nah, dalam sebuah majelis rutin yang membahas salah satu kitab parenting Islam dari jaami’ul ahkam fii adab al shibyan, saya ditampar dengan ayat ini (tafsir lengkap dari Ibnu Katsir dan para sahabat bisa dilihat di sini):

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir? (Q.S. Al Baqoroh: 44)

Saya kopikan beberapa penafsirannya ya….

Maksud dari ayat pertama di atas dari Ibnu Jurairj yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya, “Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan,” bahwa orangorang ahli kitab dan orang-orang munafik selalu memerintahkan orang lain untuk melakukan puasa dan salat, tetapi mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka perintahkan kepada orang-orang untuk melakukannya. Maka Allah mengecam perbuatan mereka itu, karena orang yang memerintahkan kepada suatu kebaikan, seharusnya dia adalah orang yang paling getol dalam mengerjakan kebaikan itu dan berada paling depan daripada yang lainnya.

Atau Ad-Dahhak yang meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu apakah kalian memerintahkan orang lain untuk masuk ke dalam agama Nabi Muhammad Saw. dan lain-lainnya yang diperintahkan kepada kalian untuk melakukannya —seperti mendirikan salat— sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri?’

Iya, saya tertohok sangat di kajian ituuu (emot nangis mana emot nangis?). أستغفر الله . Anak-anak BERHAK mendapat contoh yang baik dari saya. Bukan hanya perilaku baik, tapi juga kebiasaan menuntut ilmu (diin). Betapa sombongnya saya, dengan secuil yang saya miliki (titipan Allah pula!), petantang-petenteng bilang “Saya cari uang aja, ilmu mah belakangan.” Iya kalau dapat waktunya. Lha, kalau pas ‘cari uang’ udah diketok duluan sama malaikat maut, piye? Terzolimi lah hak anak-anak, meski gak sampe KOMNAS HAM, sih.

Jadi, semua mindset yang saya bangun sejak awal tentang mendidik saya bongkar total. SAYA HARUS BELAJAR. MEMBUANG RASA MALU berada di satu majelis: yang bocah udah juz 28 akhir, Ibunya masih terseok2 menghafal juz 30. Pas tanya jawab tentang ilmu Diin, anaknya yang tau duluan. Pas kajian tetiba inget kalau pulang-pulang harus lipet2 (saya anti neriska hehe).

Beraaat memaaang… Tapi ingatlah selalu:  Ilmu tidak akan bisa diraih dengan banyak mengistirahatkan badan.” (Yahya bin Abi Katsir rahimahullah)

 

http://www.klastulistiwa.com

My Reflection

Kumpulan Video Kajian Pendidikan Anak dari Ustadz Abdullah Zaen, MA

Alhamdulillah, nemu ini bersliweran di grup dan linimasa. Siapapun yang merangkumkan, jazzakumullah khairan.

بسم الله الر حمن الر حيم

Pelajaran untuk para Orang Tua tentang Pendidikan Anak
Ada 27 Kajian yang menarik dan sangat penting bagi pertumbuhan karakter anak

Disampaikan secara apik, lugas dan jelas dari sudut pandang agama dan psikologis

Sangat dianjurkan untuk para ortu yang baru pemula mempelajari agama Islam, karena beliau cara penyampaiannya santai dan mudah dipahami..

oleh : Ustadz Abdullah Zaen, MA.
.
01 – Adil Terhadap Semua Anak (40 Menit)

.
02 – Ajarkan Quran kepada Anak (50 Menit)

.
03 – Ajarkan Bahasa Arab pada Anak (50 Menit)

.
04 – Ajarkan Hadits pada Anak (48 Menit)

.
05 – Anak adalah Amanah Allah (38 Menit)

.
06 – Anak adalah Anugrah dan Ujian (40 Menit)

.
07 – Anak dan Dasar Keilmuan (58 Menit)

.
08 – Anak dan Ilmu Dunia (46 Menit)

.
09 – Anak dan Kejujuran (55 Menit)

.
10 – Anak dan Kreatifitas (46 Menit)

.
11 – Anak dan Membaca (52 Menit)

.
12 – Anak dan Menjaga Rahasia (53 Menit)

.
13 – Anak dan Lapang Dada (50 Menit)

.
14 – Anak dan Amanah (50 Menit)

.
15 – Berikan Bingkisan Hadiah (50 Menit)

.
16 – Berikan Sambutan Hangat (43 Menit)

.
17 – Bermain dan Bercanda (50 Menit)

.
18 – Hindari Mencela Anak (56 Menit)

.
19 – Istimewakan setiap Anak (52 Menit)

.
20 – Jangan sampai Setan Menyentuh Anak (44 Menit)

.
21 – Kecupan Kasih Sayang (46 Menit)

.
22 – Permainan untuk Anak (51 Menit)

.
23 – Manfaatkan Hari Istimewa (46 Menit)

.
24 – Keminderan Anak (48 Menit)

.
25 – Menjaga Perasaan Anak (48 Menit)

.
26 – Anak Tidak Percaya Diri (43 Menit)

.
27 – Rumah adalah Sekolah (34 Menit)

Kajian Tauhid

[MURAJAAH KAJIAN 1] Pentingnya Dakwah Tauhid Ke Keluarga Kita

🍥 SUMBER: KAJIAN WA BELAJAR TAUHID🍥

✏_1. Tentunya kita sangat sayang dan cinta kepada keluarga kita, orang tua tercinta, istri tersayang, anak-anak permata hati dan keluarga lainnya.

✏_2. Tentunya juga kita menginginkan yang terbaik bagi orang lain, lebih-lebih keluarga kita. Karena ini adalah salah satu  kesempurnaan iman.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya” (HR. Bukhari)

✏_3. Cara paling baik menginginkan kebaikan kepada keluarga kita adalah dengan cara mengajaknya untuk beribadah kepada Allah, agar bisa masuk surga tertinggi dan berkumpul bersama melihat wajah Allah Ta’ala yang mulia serta terhindar dari neraka.

✏_4. Intinya adalah berdakwah kepada keluarga adalah yang paling utama dan paling diprioritaskan. Sebagaimana kita diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim : 6)

✏_5. Dari semua materi dakwah yang paling prioritas adalah dakwah tauhid yaitu dakwah agar beribadah kepada Allah semata , tidak menyekutukan-Nya dalam ibadah dan dalam hak-hak khusus Allah
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam tatkala mengutus Mu’adz bin Jabal untuk berdakwah ke Yaman,

إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab. Maka jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan Allah Ta’ala.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

✏_6. Sebagaimana tauhid adalah perintah terbesar dalam agama, maka kebalikannya yaitu syirik adalah larangan terbesar dalam agama. Maka kita juga perlu menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari praktek kesyirikan.

✏_7. Karena dosa kesyirikan jika dibawa mati, yaitu belum bertobat sebelum meninggal maka dosanya tidak akan diampuni dan bisa masuk neraka
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang derajatnya di bawah kesyirikan itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

✏_8. Jika salah satu saja keluarga kita terjerumus dalam kesyirikan (semoga tidak ada, amin). Tentu kita tidak bisa berkumpul bersama di surga sekeluarga. Karena dosa kesyirikan bisa menyebabkan pelakunya kekal di neraka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

✏_9. Jadi, agar bisa berkumpul di surga bersama keluarga dan kaum muslimin, mari kita jaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari kesyirikan dan kita saling menasehati agar senantiasa bertauhid. Karena tauhid adalah pelajaran seumur hidup dan terus diulang-ulang.

✏_10. Mari  kita lihat teladan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, beliau berusaha menjaga keluarganya dari praktek kesyirikan dan menjaga agar selalu bertauhid. Beliau berdakwah tauhid kepada bapaknya,

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا

“Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya; “Wahai Ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong engkau sedikitpun?”. (Maryam/19:42)

✏_11. Beliau juga berdakwah dan berdoa agar dirinya dan anak keturuan beliau dijauhkan dari kesyirikan

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ ءَامِنًا وَ اجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ اْلأَصْنَامَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata,”Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim:35).

✏_12. Demikian juga orang-orang shalih pendahulu kita, mereka sangat berusaha menjaga tauhid keluarga mereka dan mencegah dari praktek kesyirikan. Luqman berpesan kepada anak-anaknya,

وَإِذْقَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَتُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu memberi pelajaran kepadanya,”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar. ” (Luqman:13)

✏_13. Karenanya mari kita jaga diri kita, keluarga yang kita cintai serta kaum muslimin agar senantiasa bertauhid seumur hidup dengan keimanan yang tinggi dan terhindar sejauh-jauhnya dari dosa kesyirikan.

✏_14. Sekali lagi mari kita renungkan, dakwah tauhid di keluarga adalah dakwah prioritas utama jika kita memang sayang kepada keluarga kita. Jika memang orang tua kita masih sering ke dukun dan paranormal, adik masih sering lihat peramalan lewat zodiak perbintangan, kakak masih sering percaya dengan takhayul dan khurafat serta masih memberikan sesajenan. Maka kita usahakan semaksimal mungkin dakwah kepada mereka dengan cara yang lembut dan bijaksana.

✏_15. Semoga Allah menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin agar senantiasa bertauhid dan dijauhkan dari kesyrikan dan semoga Indonesia menjadi negara bertauhid sehingga Allah melimpahkan keberkahan kepada negara kita, menjadi negara yang makmur, bahagia dan puncak kejayaan dalam naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

✏_16. Aamiin yaa mujibas saa-iliin (perkenankanlah, wahai Engkau yang mengabulkan doa)

✒ Tim Indonesia Bertauhid

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

ZIYADAH

🍥Pekan Pertama🍥

⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇

Pembagian Tauhid Dalam Al Qur’an

Makna Tauhid

Tauhid secara bahasa merupakan
mashdar (kata benda dari kata kerja, ed) dari kata wahhada. Jika dikatakan wahhada syai’a artinya menjadikan sesuatu itu satu. Sedangkan menurut syariat berarti mengesakan Allah dalam sesuatu yang merupakan kekhususan bagi-Nya berupa rububiyah, uluhiyah , dan asma’ wa shifat ( Al-Qaulul Mufiiid Syarh Kitabi At-Tauhid I/7).

Kata tauhid sendiri merupakan kata yang terdapat dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , sebagaimana dalam hadits Mu’adz bin Jabal
radhiyallahu’anhu, “ Engkau akan mendatangi kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dakwah yang kamu sampaikan pertama kali adalah agar mereka mentauhidkan Allah ”. Demikan juga dalam perkataan sahabat Nabi, “ Rasulullah bertahlil dengan
tauhid ”. Dalam ucapan beliau
labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, ucapan talbiyah yang diucapkan ketika memulai ibadah haji. Dengan demikian kata tauhid adalah kata syar’i dan terdapat dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyah li Syaikh Shalih Alu Syaikh 63).

Pembagian Tauhid dalam Al Qur’an

Pembagian yang populer di kalangan ulama adalah pembagian tauhid menjadi tiga yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah , dan asma’ wa shifat .

Pembagian ini terkumpul dalam firman Allah dalam Al Qur’an:
ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻓَﺎﻋْﺒُﺪْﻩُ ﻭَﺍﺻْﻄَﺒِﺮْ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩَﺗِﻪِ ﻫَﻞْ ﺗَﻌْﻠَﻢُ ﻟَﻪُ ﺳَﻤِﻴّﺎً
“Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (Maryam: 65) .

Perhatikan ayat di atas:
(1). Dalam firman-Nya (ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ) (Rabb (yang menguasai) langit dan bumi ) merupakan penetapan tauhid
rububiyah.
(2). Dalam firman-Nya (ﻓَﺎﻋْﺒُﺪْﻩُ ﻭَﺍﺻْﻄَﺒِﺮْ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩَﺗِﻪِ ) (maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya ) merupakan penetapan tauhid uluhiyah .
(3). Dan dalam firman-Nya (ﻫَﻞْ ﺗَﻌْﻠَﻢُ ﻟَﻪُ ﺳَﻤِﻴّﺎً ) (Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia?) merupakan penetapan tauhid asma’ wa shifat.

Berikut penjelasan ringkas tentang tiga jenis tauhid tersebut:

1. Tauhid rububiyah . Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
ﺃَﻻَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖُ ﻭَﺍْﻷَﻣْﺮُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).

2. Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah . Disebut tauhid
uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah
Ta’ala berfirman:
ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﺎﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞُ
”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).

3. Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan
ta’thil , tahrif, tamtsil , maupun
takyif.

Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
ﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻤِﺜْﻠِﻪِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟﺒَﺼِﻴﺮُ
”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

Sebagian ulama membagi tauhid menjadi dua saja yaitu tauhid dalam ma’rifat wal itsbat
(pengenalan dan penetapan) dan
tauhid fii thalab wal qasd (tauhid dalam tujuan ibadah). Jika dengan pembagian seperti ini maka tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat termasuk golongan yang pertama sedangkan tauhid uluhiyah adalah golongan yang kedua (Lihat Fathul Majid 18).

Pembagian tauhid dengan pembagian seperti di atas merupakan hasil penelitian para ulama terhadap seluruh dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga pembagian tersebut bukan termasuk bid’ah karena memiliki landasan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kaitan Antara Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah

Antara tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Tauhid rububiyah mengkonsekuensikan tauhid
uluhiyah . Maksudnya pengakuan seseorang terhadap tauhid
rububiyah mengharuskan pengakuannya terhadap tauhid
uluhiyah . Barangsiapa yang telah mengetahui bahwa Allah adalah Tuhannya yang menciptakannya dan mengatur segala urusannya, maka dia harus beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Sedangkan tauhid uluhiyah terkandung di dalamnya tauhid rububiyah . Maksudnya, tauhid rububiyah termasuk bagian dari tauhid
uluhiyah . Barangsiapa yang beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya, pasti dia meyakini bahwa Allahlah Tuhannya dan penciptanya.

Hal ini sebagaimana perkatan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam:
ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻓَﺮَﺀَﻳْﺘُﻢ ﻣَّﺎﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ {75} ﺃَﻧﺘُﻢْ ﻭَﺀَﺍﺑَﺂﺅُﻛُﻢُ ﺍْﻷَﻗْﺪَﻣُﻮﻥَ {76} ﻓَﺈِﻧَّﻬُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻟِّﻲ ﺇِﻻَّﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ {77} ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻨِﻲ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﻬْﺪِﻳﻦِ {78} ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻫُﻮَ ﻳُﻄْﻌِﻤُﻨِﻲ ﻭَﻳَﺴْﻘِﻴﻦِ {79} ﻭَﺇِﺫَﺍﻣَﺮِﺿْﺖُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺸْﻔِﻴﻦِ {80} ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻤِﻴﺘُﻨِﻲ ﺛُﻢَّ ﻳُﺤْﻴِﻴﻦِ {81} ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻃْﻤَﻊُ ﺃَﻥ ﻳَﻐْﻔِﺮَ ﻟِﻲ ﺧَﻄِﻴﺌَﺘِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ 82} }
“Ibrahim berkata: “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah (75), kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? (76), karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam (77), (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang memberi petunjuk kepadaku (78), dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku (79), dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkanku (80), dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (81), dan Yang amat aku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat (82)” (Asy- Syu’araa’: 75-82).

Tauhid rububiyah dan uluhiyah terkadang disebutkan bersamaan, maka ketika itu maknanya berbeda, karena pada asalnya ketika ada dua kalimat yang disebutkan secara bersamaan dengan kata sambung menunjukkan dua hal yang berbeda.

Hal ini sebagaimana dalam firman Allah:
ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ {1} ﻣَﻠِﻚِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ {2} ﺇِﻟَﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ 3} }
“Katakanlah;” Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia (1). Raja manusia (2). Sesembahan manusia (3)” (An-Naas: 1-3).

Makna Rabb dalam ayat ini adalah raja yang mengatur manusia, sedangkan makna
Ilaah adalah sesembahan satu-satunya yang berhak untuk disembah.

Terkadang tauhid uluhiyah atau
rububiyah disebut sendiri tanpa bergandengan. Maka ketika disebutkan salah satunya mencakup makna keduanya.

Contohnya pada ucapan malaikat maut kepada mayit di kubur:

“Siapa Rabbmu?”, yang maknanya adalah: “Siapakah penciptamu dan sesembahanmu?”

Hal ini juga sebagaimanan firman Allah:
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃُﺧْﺮِﺟُﻮﺍ ﻣِﻦ ﺩِﻳَﺎﺭِﻫِﻢ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﻖٍّ ﺇِﻵَّ ﺃَﻥ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: ”Tuhan (Rabb) kami hanyalah Allah” (Al-Hajj: 40).

ﻗُﻞْ ﺃَﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﺑْﻐِﻲ ﺭَﺑًّﺎ
“Katakanlah:”Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah” (Al-An’am: 164).

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻘَﺎﻣُﻮﺍ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah” (Fushshilat: 30) .

Penyebutan rububiyah dalam ayat-ayat di atas mengandung makna uluhiyah ( Lihat Al Irsyad ilaa Shahihil I’tiqad 27-28).

Isi Al-Qur’an Semuanya Tentang Tauhid

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa isi Al-Qur’an semuanya adalah tentang tauhid.

Maksudnya karena isi Al-Qur’an menjelaskan hal-hal berikut:

1. Berita tentang Allah, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-Nya, dan perkataan-Nya. Ini adalah termasuk tauhidul ‘ilmi al khabari (termasuk di dalamnya tauhid rububiyah danasma’ wa shifat ).

2. Seruan untuk untuk beribadah hanya kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya. Ini adalah tauhidul iraadi at thalabi (tauhid uluhiyah ).

3. Berisi perintah dan larangan serta keharusan untuk taat dan menjauhi larangan. Hal-hal tersebut merupakan
huquuqut tauhid wa mukammilatuhu (hak-hak tauhid dan penyempurna tauhid).

4. Berita tentang kemuliaan orang yang bertauhid, tentang balasan kemuliaan di dunia dan balasan kemuliaan di akhirat. Ini termasuk jazaa’ut tauhid (balasan bagi ahli tauhid).

5. Berita tentang orang-orang musyrik, tentang balasan berupa siksa di dunia dan balasan azab di akhirat. Ini termasuk balasan bagi yang menyelisihi hukum tauhid.

Dengan demikian, Al-Qur’an seluruhnya berisi tentang tauhid, hak-haknya dan balasannya. Selain itu juga berisi tentang kebalikan dari tauhid yaitu syirik, tentang orang-orang musyrik, dan balasan bagi mereka (Lihat Fathul Majid 19).

Demikianlah sekelumit pembahasan tentang pembagian tauhid. Semoga Allah
Ta’ala senantiasa meneguhkan kita di atas jalan tauhid untuk mempelajarinya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.

***
Penyusun: dr. Adika Mianoki (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi)
Artikel Muslimah.Or.Id

Lanjutkan membaca “[MURAJAAH KAJIAN 1] Pentingnya Dakwah Tauhid Ke Keluarga Kita”

My Reflection

KETIKA SABAR LEBIH UTAMA DALAM MENDIDIK

(Mierza ummu Abdillah)

Ternyata, segala ilmu parenting yang mendewakan ‘tidak ada hukuman’ itu memang hanya cocok di jaman nabi Isa yang secara fitrah sangat lembut. Saat itu diturunkan kitab yang akhirnya diikuti oleh para pengikutnya… dan tentu bukan umatnya Nabi Muhammad.

Jamannya Rasulullah, telah ada kitab dan panduannya… Memukul (ringan) sebenarnya diperbolehkan ASALKAN melewati 11 jenis hukuman dan ilmu pengasuhan yang panjang dan mendalam…. Ketatnya pemberian hukuman dalam rangka mendidik ini bisa menjadikan anak malah tidak kena hukuman sama sekali.. itulah hebatnya Islam. Kita boleh memilih – dengan ilmu dan konsekuensi yang menyertai.

Pembahasan tentang hukuman ini ditaruh di bab belasan dalam kitab2 parenting para ulama salafush shalih agar para pendidik (orang tua) mampu mendidik sehingga tidak perlu menghadirkan pukulan (bahkan hukuman) dalam prosesnya.

Ya. Islam memperbolehkan DENGAN PILIHAN: ternyata bersabar (dengan ilmunya) jauh lebih utama dalam mendidik.

Al Qur’an dan sunnah yang dipelajari sesuai pemahaman salafush shalih, sebagai orang2 yang hidup dekat dengan jaman Rasulullah, menjadikan manusia-manusia memiliki qudwah hasanah. Tapi mungkin kita (saya) terlalu sombong untuk mengikutinya. Memilih tidak membacanya… menjadikan diri tidak percaya bahwa Islam sudah memiliki segala yang dibutuhkan. Menganggap kurang kekinian, mungkin?

So… itulah sebab awal mula rusaknya karakter… teori barat itu berkiblat pada kitab yang mana?

Dan sekarang kita sedang mengunyah akibatnya.

Mari membaca sumber shahih yang memang dituliskan untuk kita.

Mari memulainya.

Bismillah.

My Reflection

TERNYATA USTADZAH ITU MASIH ‘USIA SMA’ DAN TIDAK SEKOLAH

-Mierza ummu Abdillah-

Tiga hari ini kelas TK-B agak beda. Kenapa ya?

Ah… ternyata salah satu ustadzahnya sedang UN. Ujian Paket C tepatnya.

MasyaAllah.. ternyata, ustadzah muda yang saya observasi tiap hari… yang ilmu agamanya jauh lebih dalam dari saya itu… baru 17 tahun!

Tapi berbeda dengan anak2 lain yang tiap hari sekolah.. Ia setiap hari menghadapi anak sekolah. Dengan kata lain, ia sudah mengajar di usia itu.

MENGAJAR.

Baru itu yang saya tahu.

Yap.. saya belum ngobrol banyak karena baru tahu hari ini.. bahwa Ustadzah itu ternyata gak sekolah (or you can say that she is a homeschooler).

Ah, tak sabar menanti utadzah muda itu masuk.. Tak sabar bertanya dan menanti ceritanya… Dan terutama, tak sabar bertemu ibunya untuk menggali ilmu yang sudah terbukti nyata…

MasyaAllah.

Terima kasih, Jogja…
Ini lebih dari sekedar cerita.

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit, My Reflection

Ketika Tekad itu Menebal

WHY I HOMESCHOOL

Saat ini saya sedang diklat PAUD selama 2 bulan di Jogja. Ilmu mengajar disini diambil dari beberapa sumber, diantaranya kitab para ulama seperti Kaifa Nurobbi Auladana, Nida, dan Jaami’ul Ahkaami fi Aadaabi Shibyan.

Dan… masya Allah…
Semua perjalanan kami sebagai Homeschooling family terjawab disini…

Ada dua dalil yang disebut2 terus di semua kitab. Dan masyaAllah, sangat menguatkan saya dan keluarga untuk melanjutkan homeschooling:

Yang Pertama
Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

وَاللَّهِ َلأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاًوَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Demi Allah Azza wa Jalla , sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memberi hidayah kepada seseorang melalui tanganmu lebih baik bagimu dari pada memperoleh unta merah (Hadits shahih, riwayat Bukhari & Muslim)

Yang Kedua
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kemarin ustadz mengkonfirmasi seorang HSer parent insyaAllah bisa mendapat keempatnya… dengan ijin Allah. 😍😍😍

image

Mierza Miranti
Kisah Klastulistiwa
di gerimis sore Jogja
5 Maret 2016

My Reflection, My Thoughts, Parenting

HELICOPTER PARENTING

***Orangtua Helikopter***

Nulis konten buat website parenting kemarin itu ternyata lebih lama dari biasanya. Kaget dengan data2 yang diberikan. Takut karena, bisa jadi, saya adalah salah satunya.

image

Fenomena Budaya
Data-data yang didapat dari sedikit penelitian, salah satunya dari Shiffrin et al yang berjudul  “Helping or Hovering? The Effects of Helicopter Parenting on College Students’ Well-Being“, tersebut menyebutkan bahwa orang tua jaman sekarang lebih banyak yang paranoid atau over-protektif. Fenomena ini disebut orang tua helikopter.

Cirinya?
Sang orang tua selalu ada di sebelah anaknya 24/7 laksana bayangan. Dari kecil, hingga besar. Iyap. Riset tersebut menyebutkan bahwa sekarang orang tua sangat ingin anaknya sukses menurut standar yang diterima. Bahkan banyak yang ikut heboh mendaftarkan anak-anaknya ke perguruan tinggi hingga melamar pekerjaan! Sesuatu yang jarang saya temui di masa lalu saya.

Misinya? Mereka ingin melindungi dan memastikan semuanya sempurna. Kalau kurang, sini tak ambil alih!

Lalu, apa penyebabnya?
Ternyata ya orang tua sendiri. Derasnya informasi tidak dibarengi dengan literasi, semua dilahap, dihayati, dibagi, dipercayai, dan ditakuti diri sendiri. Padahal berada di sekitar anak sebagai CCTV sudah cukup membuat anak aman dan nyaman,  karena dilepas juga sama berbahayanya.

Lha ini, semua dicurigai. Dari virus kuku mulut rambut, sampai tukang tahu yang lewat.

Menurut Saya
Jika kita merujuk ke nash-nash shahih, dan menerapkannya, InsyaAllah hati ini tenang. Percaya Allah menjaga melalui perintah dan larangan. Coba lihat semua precautions atau peringatan ( kalau  memang kata nasihat dianggap oldschool ) yang diberikan, semua mengandung kebaikan. Tentu yang utama berdoa meminta perlindungan kepada penguasa segala mahluk, Allah Azza wa Jalla.

Jadi…

Sebentar…

Saya ngajak diri sendiri dulu aja, ya. Kuatir tidak cukup ilmu mengajak yang lain untuk bercermin.

Apa saya over protektif dengan tidak percaya bahwa ada Allah yang  maha menjaga ciptaan? Apa saya kepedean mengabaikan aturan dan larangan Allah? Jika iya, maka sudah saatnya ngelmu lagi. Belajar menjaga amanah sebagai orangtua. Hayu ah.

Homeschooling

Praktek Penanaman Adab dan Akhlak Dalam Pendidikan Rumah

💐💐💐💐💐💐💐💐
Kulwapp Homeschooling Keluarga Muslim (HSKM) TANGERANG
23 oktober 2015 pukul 13.00
💐💐💐💐💐💐💐💐

image

Tema kita dua jam ini adalah
💛💙💜💚❤💛💙💜💚
“Praktek Penanaman Adab dan Akhlak Dalam Pendidikan Rumah”
💛💙💜💚❤💛💙💜💜

💖 MATERI 💖

Praktek Penanaman Akhlaq& Adab Dalam Pendidikkan Rumah
🌱🌱🌼🌼🌱🌼🌼🌱🌱

Bunda kumpulkan duo mujahid malam itu ba’da isya seperti biasanya. Bunda membuka iftitah halqah dengan salam, hamdalah, dan shalawat kepada baginda Muhammad. Kemudian Bunda buka materi halqah malam itu dengan sebuah pertanyaan….

“Duhai mujahid- mujahid bunda, Tahukah nanda, apa itu adab bagi seorang muslim?”

Bunda tunggu sejenak. Big A mujahid terlihat berpikir untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaan bunda, jujur bunda sangat-sangat deg-degan  menanti jawaban jawaban mujahid yang besar yang baru memasuki gerbang usia pra baligh. Bunda ingin menakar hasil madrasah rumah kami selama ini. Bunda ingin menakar efektivitas keberpengaruhan kami selaku orang tua dalam hal keteladananan menghiasi diri dengan akhlak karimah pada diri mujahid. Bunda juga ingin meluruskan jikalau saja jawaban mujahid keliru. Ummahat shaalihat  tahu apa jawaban mujahid?

Sang mujahid kemudian berusaha menjawab, “Hukum Allah”, “Perintah Allah”. Alhamdulilllah, walaupun tidak tepat 100% jawaban yang diinginkan kepada mujahid telah menunjukkan pemahamannya yang lurus. Bahwa ahlaq bukan sekedar sifat moral.
Mujahid bunda , memang begitulah adanya bahwasannya ahlaq bukan sekedar sifat moral melainkan bagian dari syariat, juga merupakan bagian dari perintah  dan larangan Allah.Dan setiap muslim termasuk anak-anak  wajib bersunguh-sungguh menghiasi dirinya dengan akhlaq-akhlaq yg baik yang berkesesuaian dengan syariat.

Selanjutnya bunda  menjabarkan ta’rif (definisi) akhlaq adalah sebuah kenisyaan agar ananda mampu memahami konsep akhlaq dengan tepat.
❓Lalu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia (baik) atau husn al-khulq  ?
▶ Di dalam tafsirnya, Abdullah ibn al-Mubarak, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi,menyebut husn al-khulq sebagai: selalu bermuka manis; biasa melakukan kebajikan, diantaranya dengan biasa memberikan nasihat kepada orang lain dengan kata-kata yang
baik, ringan tangan (mudah membantu orang lain), jujur, dll; serta sanggup menahan diri dari
sikap menyakiti orang lain baik lewat ucapan maupun tindakan.
Dan yang perlu digarisbawahi oleh para orang tua bahwa Akhlaq harus dibangun diatas landasan aqidah.

Begitupun realitasnya dengan adab,bunda menjelaskan pada mujahid dengan  mengutip apa yang disampaikan oleh Abu Zakaria al-Anbari berkata: Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu bakar. Adab tanpa ilmu bagaikan ruh tanpa jasad (Imam as-Sam’ani, Adab al-Imla’ wa al-Istimla’; al-Khathib al-Baghdadi, Kitab al-Jami’, juz I, hal 17).Maka, ilmu dan adab harus menyatu dalam diri muslim, dan semestinya semakin berilmu, harus semakin beradab.
Mujahid – mujahid bunda

▶Apa itu adab?
Dalam Islam adab merupakan bagian dari akhlak.
“Bunda bagian dari akhlak islam maksudnya…” mujahid bertanya
Mujahid bunda ^^ Islam adalah Diin yang sempurna, yang tidak sekedar mengatur ibadah ritual semata, namun islam juga mengatur aspek akhlak. Sebagai bagian yang tak bisa dilepaskan dari bangunan islam, pengaturan akhlak dalam islam memiliki nilai untuk memberikan keunggulan atau keluhuran bagi yang melaksanakannya. syariah islam telah memerintahkan kaum muslim untuk menghiasi setiap perilakunya dengan akhlak mulia, baik dalam beribadah, bermuamalah dengan orang lain maupun dalam perilaku yang sifatnya pribadi sekalipun. Sebaliknya, syariah telah melarang kaum muslim dari akhlak tercela. Abdullah bin Amr ra. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (Mutaffaq ‘alaih).
Fahimtum?
Begitu rona lingkaran dalam majelis halqoh malam itu.
Ummahat fillah berikut sekedar tips-tips sederhana dari kami tentang …

▶Cara Menanamkan Adab pada anak
Menanamkan adab  harus dimulai sedini mungkin, karena berkait dengan kebiasaan. Sebaliknya, membiarkan kebiasaan buruk itu ada pada anak-anak akan menjadi sebuah karakter yang sulit diubah.

▶Step by step penanaman adab.

🍒Pertama: tanamkan aqidah yang kuat. aqidah yang kokoh akan menanamkan keyakinan dan melahirkan kesadaran bahwa sebagai hamba Allah kita wajib mengikuti semua aturan-Nya. Salah satu aturan tersebut adalah akhlak yang didalamnya menjelaskan konsepsi tentang adab dalam segala hal. Melalui pendekatan ini, akan tertanam sikap keikhlasan melaksanakan adab-adab tersebut semata-mata karena Allah .Aqidah dulu sembari penanaman adab secara simultan.

🍒Kedua: Jadikan Rosulullah sebagai qudwah wa mitsal(keteladanan dan contoh dari segala aspek)

🍒Ketiga: jadikan ortu sebagai prototype terdekat dalam hal keteladanan dan contoh terhadap Rosulullah.

🍒Keempat: Jauhkan anak dari lingkungan yang tidak baik. Karena saat ini kita tidak hidup dalam habitat kehidupan yang islami, sehingga memang memaksa keluarga muslim untuk ekstra hati-hati menjaga buah hatinya. Meski di rumah sudah terbentuk kebiasaan  yang baik, di luar rumah belum tentu. Padahal anak-anak secara alami juga membutuhkan ‘dunia luar’ untuk belajar dan bersosialisasi. Oleh karena itu, orangtua, khususnya ibu, harus bisa mengarahkan dengan siapa sebaiknya anak kita bermain. Jauhkan anak dari berteman dekat dengan anak-anak yang punya kebiasaan yang buruk. Berikanlah penjelasan dengan  bijak kepada anak sehingga anak tidak protes mengapa harus memilih-milih teman.

🍒Kelima: menciptakan lingkungan sekitar rumah yang selalu menjaga Adab. Di antaranya adalah dengan tidak membiarkan anak tetangga yang mempunyai kebiasaan  buruk hingga mereka meninggalkan kebiasaannya. Kesalahan yang sering terjadi di masyarakat saat ini adalah menyerahkan pendidikan akhlak anak tetangga kepada ibunya sendiri. Padahal jika keburukan nyata-nyata ada di depan mata, maka amar makruf nahi mungkar kepada anak tetangga tentu menjadi kewajiban kita. Hanya saja, harus dicari metode yang baik agar tidak menyulut konflik antartetangga. Inilah yang dimaksud kontrol sosial yang harus ada untuk menjaga pelaksanaan syariatNya.

Bukankah menghiasi diri dengan ahlak dan adab adalah prestasi luar biasa saat kita tahu anak-anak kita telah menampakkan tanda-tanda memasuki kehidupan yang baik (hayyatan thoyibah)? Dengan mengikatkan diri mereka terhadap aturan Allah , Kehidupan yang membuat mereka merasakan betapa luhurnya budi pekerti manusia. Kehidupan yang menjanjikan imbalan terbaik di akhirat sebagaimana janji Allah Ta’ala👍

WalLahu a’lam bi ash-shawab.

💐💐💐💐💐💐💐💐💐

💖 PERTANYAAN 💖

⭐ TERMIN I ⭐

🌸 Pertama 🌸

“Umm, sampai ufsia berapakah anak harus ditemani jika bermain di luar. Terutama jika lingkungannya tidak begitu mencerminkan nilai akidah yang baik?”
🍂Ummu Abdullah, Tangerang🍂

🍄 Jawaban 🍄

“Bismillah
ummu dalam islam pendidikan itu berkesinambungan dari usia paud, pra baligh hingga baligh, adapun pendampingan pada ananda untuk perhatian ekstranya pada usia paud bentang umur daro 0 hingga 6 tahun karena usia ini adalah peletakan dasar pondasi aqidah, melatih pembiasaan konsep diri positif serta menguatkan pengaruh orang tua dalam transfer attitude ( nilai2 termasuk didalambya ahlak dan adab) karena karakter dasar pada usia paud adalah para peniru ulung sehingga sangat2 efektif mendidik dgn keteladanan, dan juga harus ada upaya pencerdasan masif berupa edukasi bagi lingkungan sekitar agar tetangga tidak meninggalkan jejak kebiasaan yg tdk ahsan bagi ananda.tentu dengan cara yg ahsan”
🌿🌿🌿🌿🌿

🌸 Kedua 🌸

“Bagaimana seharusnya adab qt sebagai orang tua dalam menanggapi fenomena hidup sederhana seperti yg dicontohkan Rasululloh … Disisi lain hidupnya berkecukupan bahkan lebih”
” Dulu saya 6 bersaudara biasa hidup sederhana … Telor ceplok 1 buat Ber 2 bahkan Ber 4 … Sehingga lebih menghargai makanan ….Tp anak jaman skrg?? Makanan pilih2 ya memang karena ada …. Bagaimana ya bisa bersederhana tanpa juga terlihat tidak mensyukuri apa yg ada”
🍂Lulik, HSKM Tangerang🍂

🍄 Jawaban 🍄

“Bunda lulik shalihah meneladani rosulullah dalam hal keteladan dalam ruang kesederhanaan adalah sebuah perkara yang mubah ( boleh) namun yang perlu diperhatikan yaitu makna sederhana adalah bagaimana menggunakan harta tidak di jalan kesia sia2an , bila kita dianugrahi hidup yang berkecukupan tentu kita wajib menghiasi diri kita dengan rasa syukur ( Tahadduts bin ni’mah ) dengan membelanjakan harta dijalan Allah sebagaimana Rosulullah mencontohkan”
“kesadaran akan makna hidup sederhana dalam konteks rasa syukur bisa terpatri dalam jiwaseseorang karena adanya sebuah pemahaman, pemahaman yang dibangun dari pemikiran yang paling mendasari kehidupannya yaitu mapping life seseorang ( aqidah) , dari aqidah terpancar aturan salah satunya seruan Allah dalamfirmannya وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَٮِٕنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ‌ وَلَٮِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِىْ لَشَدِيْدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”
[QS. Ibrahim: Ayat 7], sehingga menyematkan rasa syukur atas nikmat2 dari Allah adalah sebuah keniscayaan karena itu adalah kewajiban maka dengan dorongan aqidah yang kokoh secara rela kita akan menghiasi kehidupan kita dalam kesederhanaan berbalut rasa syukur yg mendalam”
🌿🌿🌿🌿🌿

🌸 Ketiga 🌸

“Adab apa dulu yg harus ditanamkan untuk anak usia 4,5 tahun? Bagaimana cara menanamkannya? Karena dg dinasihati saja pasti nggak mempan”
” Sebenarnya bukan lebih unggul, tapi yg dibiasakan duluan hehhe…karena sudah 4,5 tahun dan ibunya dulu agak teledor, jd apakah kita fokus mengubah yg jelek atau menambah yg dia belum tahu? Eh…sama ajah y?”
🍂Ephy, Tangerang🍂

🍄 Jawaban 🍄
“Bunda Ephy nan shaaliha adab adalah bagian dari aklak, yang merupakan salah satu syariat Allah, semua adab harus kita biasakan dari usia dini secara simultan dalam lingkaran aktifitas dari bangun tidur hingga kita tidur lagi wajib bagi kita menghiasi diri dengan akhlak karimah maupun adab .termasuk usia anak paud. Jadi tidak ada satu adab lebih unggul dari adab yang lain karena nilai amal yang kita raih adalah qima khuluqiyah ( nilai akhlaq)”
” Thayyib melanjutkan jawaban bunda Ephy, bunda tidak ada yg lebih unggul bermakna bahwa semua adab harus dibiasakan bisa kita mulai dari adab bangun tidur dilanjut amaliyah/aktifitas keseharian ananda tentu disetiap amal harus dihiasi dgn akhlaq dan adab :), yang pertama harus ditanamkan pengokohan aqidah bunda , karena aqidah pondasi ( iman ) baru adab ( karena salah satu hukum Allah)”
🌿🌿🌿🌿🌿

🌸 Keempat 🌸

“Bagaimana menyikapi anak tetangga yang kurang baik akhlaknya sdgkan orang tuanya mendiamkan (maklum anak2) tanpa menyulut konflik dgn orang tuanya?”
🍂Sukma, pamulang🍂

🍄 Jawaban 🍄

“Secara umum tentu kita memanggil anak tetangga tadi menanyakan perihal kenapa melakukan amal yg tdk terpuji.sembari kita nasehati dengan bijak sesuai level usianya, kemudian kita komunikasikan dgn ortunya tentang perihal anaknya, bahwa ortu tdk bisa diam saja bila sikap tdk terpuji td meninggalkan jejak yg tidak baik bagi jiwa anak kita maupun anak tetangga dalam pembentukkan pola jiwa anak2 tersebut. Apalagi usianya usia paud, harus terus ada pembiasaan”
🌿🌿🌿🌿🌿

🌸 Kelima 🌸

” 🌻🌺🌹🌸🌷🌻
Adakah cth teknik menasehati anak tetangga atau lingkungan yg kurang mendukung itu. Biar gak menyulut konflik. Mungkin soal berkata2 kasar atau kotor”
🍂 Yuli, HSKM Tangerang 🍂

🍄 Jawaban 🍄
” Contoh nasihat dengan entry point. Sains berbasis aqidah nanda sholih/ah Mulut adalah ciptaan  Allah”. Mulut merupakan salah satu panca indera yang diciptakan Allah dan wajib kita syukuri. Mulut digunakan untuk berbicara yang baik, berdzikir, mengaji, bahkan dengan mulut kita bisa bershodaqoh melalui senyum kita. Tentu anak sholih/ah yang mencintai Allah dan RosulNya bila disampaikan nasehat maka akan berkata samina wa tho’na ( kami dengar dan kami taat)”
🌿🌿🌿🌿🌿

⭐ TERMIN II ⭐

🌸 Pertama 🌸

“Ummi, ketika kontrol sosial banyak ikut campur (maksudnya intervensi secara langsung ke anak), contoh : nenek, kakek, uwak, oom, tante dan tetangga sekitar bagaimana orangtuanya bisa memilah dan menjelaskan ke anak?”
🍂 Ayu di Bandung 🍂

🍄 Jawaban 🍄
” Bunda ayu nan shalihah satu-satunya jalan adalah dengan menguatkan pengaruh orang tua ke ananda sembari mengkomunikasikan serta mensosialisasikan dengan pihak kerabat kita tentang visi misi pendidikkan kita pada anak2 kita spt apa. Bila ada perbedaan harapannya dengan adanya komunikasi bisa menjadi jembatan dalam mendukung visi misi kita dlm mendidik anak”
🌿🌿🌿🌿🌿

🌸 Kedua 🌸
“Mau minta contoh bentuk penanaman aqidah dlm membimbing adab anak2 sehari2 di rumah. Contoh konkritnya. Jazaakillah khayran”
🍂 saya Furi usia 35th anak: Dzitha 6thn dan Alisya 16bulan.🍂

🍄 Jawaban 🍄
“Pembahasan aqidah satu sesi tersendiri ☺, thayyib coba di ringkas
Contoh kenapa aklaq harus dibangun diatas aqidah dalam perkara jujur misalnya
Kenapa harus landasan Aqidah?
Karena setiap muslim termasuk anak-anak kita wajib mensifati dirinya dengan akhlaq yang baik hanya atas pertimbangan bahwa Akhlaq tersebut merupakan bagian dari perintah dan larangan Allah bukan lainnya. Dengan demikian anak akan berbuat jujur, karena Allah memerintahkan untuk jujur bukan dilakukan untuk mewujudkan kemanfaatan materi seperti agar dapat banyak teman dll.
Perkara inilah yang bisa membedakan kejujuran seorang anak muslim dengan yang lainnya. Karena kejujuran seorang anak muslim semata2 karena Perintah Allah, kejujuran yang lainnya bisa jadi karena untuk memperoleh materi. Sungguh berbeda jauh antara kedua jenis kejujuran tersebut
Akhlaq akan muncul dalam diri anak2 kita bila anak memiliki kesadaran hubungan  dengan Allah”
🌿🌿🌿🌿🌿

🌸 Ketiga 🌸

“bgmn membangun adab pd anak, bila ia cenderung sering melawan. usianya 6 th, tp bila disampaikan nasehat malah suka main” anaknya. mukanya dimiring”in, ngoceh” sendiri…
jazakillah mba…
🍂 Irene, Bogor 🍂

🍄 Jawaban 🍄
” Bunda Irene shalihah harus dituntaskan dulu konsep penanaman  bilur walidain pada ananda dengan memberikan pemahaman keteladanan bahwa berbuat baiklah kepada kedua orang tua mu adalah perintah Allah , termasuk dalam hal perkara mendengarkan kebaikan yg disampaikan oleh orang tua, bilur walidain adalah salah satu syariat Allah , agar nasehat membekas tanamkan aqidah yang kokoh tentang mamping life gambaran kehidupan secara tuntas. Sehingga ananda paham misi ia diciptakan setelah iman menghujam insyaAllah adab akan mudah melekat dalam jiwa.sembari bunda berdoa meminta kepada Allah agar ananda menjadi qurota a’yun. Yang hatinya mudah menerima kebaikan dari siapapun ia tumbuh  tawadhu dan senantiasa merasakan maiyyatullah ( bersama Allah) Beramal dengan ikhsan”
🌿🌿🌿🌿🌿

💞 Kata Penutup 💞

MasyaAlloh Jazzakillah khairan katsira , Umm. Sayangnya masuk ashar untuk WIB. Masih ada 2,5 termin pertanyaan lagi

InsyaAllaah akan dijawab narasumber di waktu senggang

Untuk kajian hari ini  kita tutup dulu yaa 🙂

Mari kita tutup diskusi kita dengan doa kafaaratul majelis
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ، ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ،
ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu. Mohon maaf atas segala khilaf. Dan saya akhiri Wassalamu’alaikum warah matullahi wa barakaatuh

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

BIODATA NARASUMBER
Ummu Ammar

Ibu Rumah Tangga
Pengemban Dakwah
Founder Rumah Belajar Pemrograman untuk anak CodingBunay Praktisi Islamic HomeSchooling pengisi islamic parenting berbasis aqidah islam

💐💐💐💐💐💐💐💐 💐💐💐

Moderator : Mierza Miranti
Notulen : Muliani Rozana

Homeschooling

Rencana Mosqueschooling Bareng Komunitas Homeschooling

Sejak memulai homeschooling, sebenarnya saya yang ketar ketir soal sosialisasi anak. Karena itu, saya mulai deh pencarian komunitas homeschooling di Tangerang Selatan ini sesegera saya pindah ke sini. Ketika saya heboh mencari dengan perasaan saya yang kebat kebit, meskipun menc0ba menolak ketika ada prasangka bahwa homeschoolers aneh dan gak gahul, eh anak saya malah sudah berteman dengan tetangga sekampung dengan bahagianya. Dan itu saya sadari ketika saya sudah bergabung dengan beberapa KOMUNITAS HOMESCHOOLING.

Semoga saja ini menjadi jalan kebaikan yang membuat saya beneran punya rumah di Tangerang. Aamiin.

Nah, salah satu komunitas yang saya ikuti sampai saa ini adalah HSKM Tangerang. Awalnya, saya jadi admin bareng rekan Admin yang baik hati, yaitu Uni Lia. Beliau memegang area Tangerang dan saya di Tangsel karena lokasi rumah kami. Saya seneng banget bisa obok-obok grup ini bareng beliau, hehe, karena bisa buat dari awal. Konsep yang ingin kami usung setelah setelah homeschooling adalah mosqueschooling. Yup, co-op untuk memakmurkan masjid. Pertemuannya pun berkurikulum yang terinsiprasi dari IB, tapi sebenarnya basisnya saya ambil dari buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam karangan DR. Abdullah Nashih Úlwan. Ahasil, inilah rancangan mosqueschooling yang akan kami lakukan, insyaAllah. Oh iya, sebelum mosqueschooling, biasanya kami mengambil tema kajian Whattsup yang berkaitan. Hal ini supaya kami sebagai orang tua juga belajar sebelum ‘mengajari’dan menjadi sumber ilmu anak kami. Nah, ini dia… Bismillah.

HSKM Coop Ideas - Klastulistiwa

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit, Parenting

Merancang Kurikulum (HS) PAUD Berdasarkan Tumbuh Kembang

Jpeg

Berikut ini adalah Standar Tumbuh Kembang Anak Bayi – 6 Tahun untuk para Ibu yang ingin memberikan yang terbaik untuk permata yang diamanahkan. Bukan buatan saya tentunya. Sila klik untuk langsung ke sumbernya.

Dalam berkas-berkas yang pasti dimulai dengan pendahuluan itu, ada bagian yang saya sukai, yaitu PRINSIP PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI:

  1. Berorientasi pada Perkembangan Anak
  2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak (fisik dan psikis)
  3. Bermain sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain
  4. Berpusat pada anak
  5. Lingkungan yang kondusif
  6. Menggunakan pembelajaran terpadu
  7. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
  8. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar
  9. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang–ulang
  10. Aktif, Kreatif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan
  11. PemanfaatanTeknologiInformasi

Nah, ini dia.. silahkan.

Standar Perkembangan Anak Usia 1-6 Tahun

Catatan saya: standar di atas merupakan acuan, bukan goal yang kudu dan wajib dikejar. Hal ini karena setiap anak itu unik dan memiliki kecepatannya sendiri. Yang bisa dilakukan orang tua adalah berdoa dan memberikan exposure yang sesuai usianya.

Oh, iya saya juga cantumkan ceklis tumbuh kembang dari negara tetangga beda RT, Australia sebagai perbandingan. Yang ini sampai usia 13 tahun. Silahkaan…

Development Checklist NSW

Terus??? Mana kurikulumnyaaaa? Hehe.. sekali lagi.. berhubung saya penganut better late than early, jadi begini saja langkah-langkahnya ya:

  1. Fokus pada tabel usia anak
  2. Buatlah ceklis
  3. Silahkan googling aktifitas atau mainan yang sesuai dengan ekspektasi tumbuh kembangnya. Ada banyaaak sekali inspirasi dari internet yang bisa diterapkan.

Bagi yang memerlukan Acuan Kurikulum Nasional terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini serta Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, silahkan mengunduh di bawah ini

Homeschooling, Parenting

Belajar dari Para Ilmuwan yang Menjadi Ulama

Sekarang ini, ‘ilmuwan-ilmuwan’ jaman renaisans hingga modern banyak yang dimunculkan . Mereka terkadang menjadi standar ‘cita-cita’ para penuntut ilmu.

Sayangnya, para idola itu sangat banyak yang mengajarkan hedonisme untuk dijadikan tujuan utama. Bahkan tidak jarang yang memisahkan kehidupan akhirat karena dianggap sebagai beban.

 

Adalah Allah satu-satunya tempat meminta, termasuk didalamnya memohon agar mendapatkan anak shalih dan shalihah. Salah satu yang bisa dilakukan orang tua adalah mengenalkan ilmuwan- ilmuwan yang menjadi ulama. Mereka yang memilih kekekalan daripada kefanaaan. Bukankah hidup ini adalah penjara bagi orang Mukmin?

image

🔬Berikut ini adalah tautan dari situs yang bergizi: rumaysho.com yang dikelola oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Silahkan klik masing-masing nama untuk belajar dari  kisah-kisah ahli ilmu Diin.. yang qadarullah awal mulanya adalah seorang ilmuwan.

Siapa saja mereka?

1. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayid Salim penulis Kitab Shahih Fiqh Sunnah yang terkenal, dulunya kuliah di Teknik di salah satu universitas di Mesir.

2. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, dulunya kuliah di Teknik Manajemen Industri di Saudi dan berguru pada Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

3. Syaikh Musthafa Al-Adawi, lulusan Teknik Mesin di Mesir lalu belajar pada pakar hadits Syaikh Muqbil di Yaman.

4. Syaikh Amru bin Abdul Mun’im Alu Salim, lulusan Ilmu Komputer di Mesir dan menjadi pakar hadits saat ini.

5. Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Muqaddam, lulusan kedokteran dari Universitas Iskandariyah dan juga mengambil kuliah Syariah di Universitas Al-Azhar Mesir.

 

Semoga Allah memudahkan kita mengamalkan ilmu yang didapat serta melindungi anak-anak kita dari fitnah akhir jaman dan dikuatkan menjadi Al Ghuraba.

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit

Kurikulum Homeschooling Nasional SD-SMA

Laman ini didedikasikan khusus untuk para orang tua yang kebingungan mencari kurikulum untuk homeschooling yang dikelola berbasis keluarga. Yang dimaksudkan adalah kurikulum nasional ya.

DISCLAIMER: Meski saat saya mengetik ini (2024) sudah memakai kurikulum merdeka, tapi cara ini masih relevan dan efektif bagi kami melaksanakan homeschooling selama 9 tahun++

Berikut saya unggah link SK-KD untuk Ayah Bunda kelola di HS anaknya. Caranya gampang kok. Ini yang saya lakukan di Aishahomeschool:

  1. Ketahui level anak anda, misalkan 1 SD
  2. Unduh unit pendidikan yang sesuai pendidikan anak, misal SD. Oh iya, saya mengunggah SK-KD dan Paket. Kedua folder isinya sama yaaa… Jadi, cukup pilih salah satu saja.
  3. Buka folder unit (misal SD). Oh iya, isi dari Kejar Paket dan SD/MI itu sama yaaa… hanya ingin mengunggah untuk alasan pentingL biar Ayah Bunda tahu.
  4. Pilih mata pelajaran yang ingin anda ajarkan. Anda boleh mengajarkan semua mata pelajaran yang terdapat ddalam folder, tapi kalau kami hanya yang diujikan saja (PKN, BI, IPA, IPS, Matematika + agama Islam)
  5. Lihat Kompetensi Dasar.. KD adalah apa yang harus Ayah Bunda capai dalam pembelajaran buah hati. Carilah pembelajaran/ kegiatan yang menyenangkan dengan KD tersebut – yang kalau bisa berdasarkan Bloom Taxonomy yang intinya adalah mengajarkan anak dengan  6 tahap pembelajaran. Dari mudah ke gampang. Dari nyata ke abstrak akan lebih baik.

 

Contoh ya.

Kita ambil pelajaran Bahasa Indonesia. Jika Kompetensi Dasarnya adalah menyebutkan tokoh dalam kisah thabi’in, maka kegiatannya dapat melihat dari kata kerja setiap level Taksonomi Bloom (lihat gambar di atas) adalah:

Remembering (level mengingat): Recall (menyebutkan kembali nama tokoh)

Understanding (level memahami) : Describe (menyebutkan ciri-ciri tokoh)

Applying (level aplikasi) : Choosing (memilih karakter yang sesuai dengan tokoh)

Nah, jika masih kelas awal, biasanya hanya akan sampai level Understanding . Tapi kalau anak anda tingkat ingin tahunya tinggi, jangan takut untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Oh iya, kita juga bisa cari kegiatan-kegiatan yang menyenangkan di internet loooh. Tinggal ketik kata kunci dari KD atau lebih bagus lagi kata kerja dari Taksonomi Bloom.

Aaaaaa… pusiiing!

Tenang..  ada life hack-nya kok. Tinggal unduh aja buku-buku gratis dari BSE. Tinggal kunjungi Pertal Buku Sekolah Elektronik Kemdikbud di bse.kemdikbud.go.id.     Tapi, saaran saya, silahkan lihat materi dan perkaya dengan hands-on experience yang beredar luas di dunia maya.

Baiklah, silahkan unduh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang Ayah Bunda perlukan dari tautan di bawah ini:

  1.  SK-KD SD atau Paket A
  2. SK-KD SMP atau Paket B
  3. SK-KD SMA atau Paket C

Bagi yang penasaran tentang kurikulum merdeka, sila klik capaian pembelajarannya di sini ya. 

Demikian. Selamat belajar. 🙂

 

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit

Belajar Adab di MOS Aishahomeschool

Meski hanya mengajarkan satu atau dua anak, MOS atau Masa Orientasi Siswa itu penting lho di homeschooling Islami. Di Aishahomeschool, kami menghabiskan satu bulan penuh mempelajari Adab-Adab Penuntut Ilmu.

Bagaimana caranya?
Karena Aisha Jenna masih 8 tahun, Aqeela Isma 4 tahun, tentu bahasanya disesuaikan dengan usia. Cara menyampaikannya dengan beragam cara, dari mulai diskusi, berkisah ( bersumber dari cerita nabi, rasul, shahabat, thabiin, thabiut thabiin), main, cut-paste activity, menonton klip yutub, sampai membuat display ( yang akhirnya dipajang di pintu depan.

image
Kami memutuskan untuk menempelkan di pintu. Hehe.

Apa saja adab-adab itu?

Berikut diantara adab-adab yang selayaknya diperhatikan ketika seseorang menuntut ilmu. Memang tidak persis seperti yang kami bahas di masa orientasi, sih, tapi berhubung file saya hilang (curhat) inilah inti yang bisa saya bagikan.

1⃣ Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah.

Orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api neraka untuknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

2⃣ Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadaNya.

Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat.

3⃣ Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)

4⃣ Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala

Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala.

5⃣ Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu

Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya.

Imam Mujahid mengatakan,

لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ

“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)

6⃣ Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru

Allah Ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)

7⃣ Diam ketika pelajaran disampaikan

Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol. Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)

8⃣ Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan

Kiat memahami pelajaran yang disampaikan: mencari tempat duduk yang tepat di hadapan guru, memperhatikan penjelasan guru dan bacaan murid yang berpengalaman. Bersungguh-sungguh untuk mengikat (mencatat) faedah-faedah pelajaran, tidak banyak bertanya saat pelajaran disampaikan, mengulang pelajaran setelah kajian selesai dan bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

9⃣ Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi).

Dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia memberikan cahaya pada wajah orang-orang yang mendengar, memahami, menghafal, dan mengamalkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kita pun diperintahkan untuk menghafal pelajaran-pelajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

10⃣ Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan

Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran dan poin-poin penting agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)

11⃣ Mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari

Menuntut ilmu syar’i bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai pengantar kepada tujuan yang agung, yaitu adanya rasa takut kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya, taqwa kepada-Nya, dan mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Dengan demikian, barang siapa saja yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, niscaya ia diharamkan dari keberkahan ilmu, kemuliaan, dan ganjaran pahalanya yang besar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)

Sumber kajian Adab: Tematik BISA

Referensi:
Disarikan dari berbagai sumber..

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit

Libur Idul Adha, Ngapain Ya?

***Catatan: posting ini mengandung printables 😀 ***

Aisha Homeschool libur! Eit, tapi bukan sembarang libur lho. Ini satu dari dua hari raya yang dirayakan muslim seluruh dunia. Namanya libur apa, saudara-saudara? Ya, betul: IDUL ADHA!

Libur lama, Aisha Homeschool ngapain aja? Selain shalat Ied dan jalan-jalan, insya Allah ini rencana kami:

1. Mengajarkan shaum Arafah dan keutamaan biasa di hari Arafah.

image

2. Membuat miniatur kabah.

Buat sendirikah? Oh, tentu saja.. tidak. Hehe.. saya unduh dari sini . Supata mudah, saya unggahkan ya. Klik saja gambar di bawah ini untuk mengunduh. Saya cetak menggunakan kertas A4 lalu ditempel di kotak susu bekas. Awalnya terpikir menggunakan kertas foto, tapi ah sudahlah… biar hemat. Ohya, biar Ka’bahnya gak mleyot (apa ya bahasa Indonesianya?), saya isi kertas sampai penuh. Silahkan berkreasi.

image

Jadi ada 3 bagian, yaitu:

  1. Halaman cara membuatnya. Boleh print atau tidak. Saya sih, nggak. Biar hemat. *teuteup*

Cara membuat miniatur

 

 

2. Halaman yang digunting, lipat, lem, tempel.

MIniatur untuk digunting tempel

 

 

 

 

 

3. Alas Miniaturnya

Alas Miniatur Kabah

3.  Mewarnai peta haji untuk anak balitaku

Buat sendiri, Bu? Nggak. Saya download dari sini. Silahkan klik gambarnya ya.

Hajj Map

4. Lihat gambar di Google Image sambil bercerita. Duh, ini jadi andelan deh kalo di perjalanan atau tempat umum. Lumayan bikin anteng.

5. Bercerita tentang nabi Ibrahim dan Ismail. Tapi ingat ya… harus berdasarkan sumber yang shahih seperti dari sini . Sambil bercerita, bisa membuat craft seperti ini loooh….

Eid Al-Adha toppers dari HafsaCreates di etsy.com. Dapetnya dari themuslimahmommy.com (panjang yah sumbernya)

Silahkan terinspirasi…

Dari http://colorislam.wifeo.com/aid-el-adha.php

And finally.. Ied Mubarak saudara-saudara muslimkuuuuu….

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit

Metode Homeschooling

metode homeschoolingSebagai orang tua kita bebas berkreasi dalam menjalankan homeschooling. Mau menggunakan metode tertentu, menggabungkan metode – metode yang dirasa cocok untuk anak, atau mengembangkan metode yang ada.

Kalau Aisha Homeschool, bagaimana? Kami menggunakan metode pendidikan yang diajarkan Rasulullah dengan pemahaman para salafush shalih. Sedikit dipadukan dengan metode inkuirinya IB dan Montessori juga – untuk saat ini. Bisa jadi kami disebut sebagai pengguna metode eklektik yang menitik beratkan pendidikan Tauhid dan ilmu Diin, disamping pelajaran-pelajaran lainnya. Nanti kami buat dalam posting terpisah ya.

Nah, sekarang kita bahas mengenai adalah model – model homeschooling yang populer digunakan.

Sekolah Rumah

Sekolah rumah dapat digambarkan sebagai sekolah yang dipindahkan ke rumah. Metode ini mengambil model dari sekolah formal, dimana ada jadwal belajar, mata pelajaran, kurikulum, dan lain – lain. Beberapa pelaku homeschooling menggunakan metode ini akan tetapi membuat sendiri perencanaan belajarnya dan mencari sendiri materi pelajaran. Keuntungan metode ini dimana keluarga mengetahui dengan pasti apa yang akan diajarkan dan kapan akan diajarkan. Kerugian metode ini adalah membutuhkan lebih banyak usaha orang tua / pengajar karena berhubungan dengan kesesuaian formalitas.

Unit Studies

Metode ini memanfaatkan minat anak anda dan kemudian menggabungkannya ke dalam subjek pelajaran seperti matematika, membaca, mengeja, ilmu pengetahuan, seni, sejarah, dan lain – lain. Sebagai contoh, jika anak menyukai negara Mesir, anda dapat mengajarkannya sejarah Mesir, membaca buku tentang Mesir, menulis kisah tentang Mesir, melakukan proyek yang berhubungan dengan pyramid, dan mempelajari mengenai artifak – artifak mesir.

Keuntungan metode ini adalah anak – anak dapat belajar dengan menyenangkan sehingga tujuan pendidikan mencapai hasil yang maksimal. Sementara kekurangannya adalah terkadang orang tua terlalu bersemangat membuat materi pelajaran dari segala hal yang disukai anak, sehingga anak menjadi ‘takut’ untuk mengatakan hal – hal baru yang mereka sukai.

Relaxed/Eclectic homeschooling

Metode ini paling sering digunakan oleh pelaku homeschooling. Pada dasarnya eclectic homeschooling adalah menggabungkan metode – metode yang dirasa cocok untuk anak. Ambil sedikit dari sini, ambil sedikit dari sana kemudian digabungkan. Orang tua bebas memilih buku, kegiatan ekskursi, dan memberikan materi sesuai kebutuhan dan ketertarikan anak. Menggunakan metode ini memerlukan usaha lebih orang tua untuk menemukan materi – materi yang sesuai dengan ketertarikan anak dan sesuai dengan gaya belajar anak.

Deschooling

Unschooling jangan diartikan tidak sekolah ya.. Ini adalah metode homeschooling yang paling natural. Sebagaimana anak belajar berbicara dan berjalan, seperti itulah metode ini diterapkan untuk mempelajari matematika, ilmu pengetahuan, membaca, dan lain – lain. Anak pelaku unschooling belajar dari pegalaman sehari – hari. Tidak ada jadwal belajar dan tidak ada pelajaran formal. Semua pengalaman kehidupan yang mereka jalani adalah pembelajaran. Karena metode belajar secara natural, anak – anak mungkin membutuhkan waktu lebih dalam memepelajari suatu subjek dibandingkan menggunakan metode sekolah formal. Akan tetapi bila anak telah siap untuk belajar dan penuh motivasi maka dia bisa menungguli teman – temannya yang bersekolah formal karena anak ini lebih menikmati dan termotivasi dalam belajar.

Keuntungan metode ini adalah anak – anak memiliki waktu dan kemampuan untuk menjadi ahli/pakar di bidang yang mereka minati. Sementara kerugiannya adalah karena pelaku unschooling tidak mengikuti jadwal belajar ‘biasa’, mereka akan mengalami kesulitan dalam ujian – ujian pendidikan formal dan akan sulit bagi mereka jika mereka kembali masuk ke sistem sekolah formal.

Classical Homeschooling

Metode classical homeschooling mengacu pada pendidikan yang menjadi akar peradaban modern Eropa yaitu abad pertengahan Yunani. Tujuan dari classical homeschooling adalah untuk mengajar orang – orang bagaimana belajar untuk diri mereka sendiri. Dalam model pendidikan ini, anak-anak belajar dalam tiga tahap yakni mempelajari struktur bahasa (grammar), belajar logika (logic), dan belajar menyampaikan dan mempertahankan gagasan (retoric). Tahap pertama ketika anak mempelajari bagaimana cara belajar dan memiliki kemampuan untuk mengingat banyak fakta. Kemudian tahap kedua ketika anak belajar untuk menghubungkan fakta – fakta yang diketahui menjadi satu kesimpulan.. Dan tahap ketiga dimana anak belajar untuk menggunakan hubungan fakta – fakta tersebut dan menformulasikan pendapatnya sendiri.

CharlotteMason

 Banyak metode homeschooling yang dibangun dari pemikiran tokoh tertentu. Salah satunya Charlotte Mason. Beberapa gagasan Charlotte Mason yang menjadi inspirasi untuk proses homeschooling antara lain :

Belajar melalui Living books (yaitu buku – buku yang ditulis oleh orang – orang yang memiliki hasrat tinggi terhadap suatu bidang sehingga menginspirasi pembacanya).

Narasi (proses anak menceritakan ulang mengenai isi materi bacaan yang dibacanya dengan bahasanya sendiri)

Habit training (melatih kebiasaan-kebiasaan baik pada anak)

Waldorf

Metode ini berdasarkan hasil kerja Rudolf Steiner dan menekankan pentingnya pendidikan menyeluruh pada tubuh, pikiran, dan jiwa anak. Pada level awal, pembelajaran ditekankan pada seni dan kerajinan tangan, musik, gerakan, dan alam. Untuk siswa yang lebih tua diajari untuk mengembangkan kesadaran diri dan bagaimana memikirkan hal – hal di luar diri mereka. Anak – anak yang menggunakan metode ini tidak menggunakan textbook standar, malahan mereka membuat sendiri buku mereka. Metode ini juga menjauhkan penggunaan televisi dan komputer karena mereka percaya komputer tidak baik untuk kesehatan dan kreativitas anak.

Montessori

Montessori merupakan salah seorang tokoh homeschooling. Adapun gagasan Montessori yang juga menginspirasi proses homeschooling adalah :

  • Fokus pendidikan terletak pada anak. Orang tua hanya bertugas menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk proses belajar anak.
  • Lingkungan belajar yang terkendali
  • Proses belajar dimulai dengan menggunakan alat peraga (nyata), baru setelahnya dikenalkan hal-hal yang abstrak
  • Anak-anak belajar bersama di satu tempat tanpa dibatasi usia

Metode ini juga meminimalkan penggunaan televisi dan komputer, khususnya untuk anak yang lebih muda. Meskipun materi montessari tersedia untuk anak sekolah menengah, kebanyakan pelaku homeschooling menggunakan metode montessori untuk anak – anak yang lebih muda. Buku dan kurikulum metode montessori tersedia di American Montessori Consulting.

Multiple Intelligences

Metode ini adalah ide yang dikembangkan oleh Howard Gardner dan Harvard University’s “project zero”. Metode ini percaya bahwa setiap orang itu cerdas sesuai dengan cara mereka sendiri, dan pembelajaran sendiri paling mudah dan efektif ketika mengandalkan kelebihan orang dari pada kelemahannya. Sebagai contoh, kebanyakan sekolah menggunakan metode bahasa dan logika matematika ketika mengajar, tetapi tidak semua orang belajar dengan metode seperti itu. Kebanyakan pelaku homeschooling yang sukses secara alami menekankan pada kekuatan anak mereka dan mencocokan cara mengajar dengan gaya belajar anak. Jadi tugas orang tua untuk mengetahui bagaimana, kapan, dan apa yang paling disukai dan dibakati anak dan kemudian mencocokan gaya mengajarnya dengan gaya anak.

Video Schooling

Metode ini dapat digunakan dengan semua jenis metode homeschooling. Metode ini menggunakan video – video berkualitas untuk membantu anak memahami pelajaran. Metode ini bukan hanya sebatas menonton televisi. Video yang berkualitas dapat menginspirasi atau membantu anak mengembangkan pemahaman yang kuat dalam mempelajari subjek – subjek yang rumit.

Internet Homeschooling

Memanfaatkan kekuatan internet untuk mengakses tutor virtual, sekolah virtual, kurikulum online, dan website berkualitas. Anda tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk homeschooling anak. Di internet tersedia banyak materi – materi berkualitas.

Pilih yang mana?

 Jadi bingung…pilih yang mana ya? Jangan bingung Ayah Bunda, setiap anak unik dan tugas orang tua membantu memilihkan metode homeschooling yang paling cocok untuk anak. Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua dalam memilih metode homeschooling :

  • bagaimana anda memandang pendidikan
  • bagaimana anda ingin terlibat dalam proses pembelajaran
  • apa yang anda inginkan untuk dipelajari anak
  • bagaimana anda mengevaluasi kemajuan anak

Tunggu apa lagi? Ayo Belajar 🙂

Sumber :

homeschool.com

http://www.home-school-curriculum-advisor.com

maftuhajalal.blogspot.co.id

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit

Persiapan Homeschooling

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Memulai Homeschooling?

wpid-6a013485f24774970c016762f3434c970b-pi.jpegSetelah orang tua mantap dengan keputusan untuk melaksanakan homeschooling, langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan diri sebelum memulai homeschooling. Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai homeschooling?

Percaya Diri

Eit.. jangan tertawa. Ini hal yang pualing penting untuk dimiliki. Karena, kalau percaya diri runtuh, maka runtuhlah pondasi-pondasi sekolah rumah yang akan dibangun. Ingatlah bahwa kita hidup di dalam gaya hidup schooling sejak revolusi industri, lho. Siapkan diri sendiri dulu sebelum yang lainnya.

Memeriksa legalitas homescholling di negara anda tinggal

Di Indonesia sendiri homeschooling itu legal sebagaimana diatur dalam UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Disebutkan bahwa homeschooling termasuk ke dalam jalur pendidikan informal. Siswa homeschooling dapat memilikli ijazah dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagaimana siswa sekolah formal. Bagaimanapun juga, setiap negara mempunyai aturan sendiri mengenai homeschooling, jadi sebelum anda menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan uang, akan sangat baik memeriksa terlebih dahulu aturan – aturan homeschooling di negara anda tinggal.

Memantapkan tekad : Apa tujuan homeschooling anda?

Ketika anda memutuskan homeschooling, anda tentu memiliki banyak alasan, mulai dari untuk menghindari ‘bullying’, melindungi anak dari tekanan yang ditimbulkan sekolah, memilih metode pendidikan yang paling tepat untuk anak, mendekatkan hubungan keluarga, dan masih banyak lagi.

Dengan mengingat alasan – alasan ini, akan sangat membantu memantapkan tekad ketika anda menemui kesulitan dan tantangan dalam menjalankan homeschooling.

Kenali siapa yang mendukung anda menjalani homeschooling.

Sangat penting untuk mengetahui siapa saja yang mendukung langkah anda untuk homeschooling. Apakah orang tua anda, tetangga di seberang jalan, atau mungkin teman pengajian. Bergabung dalam komunitas homeschooling akan sangat membantu anda untuk berbagi pengalaman dan menemukan solusi ketika anda menemui kesulitan.

Sama pentingnya juga untuk mengetahui siapa saja yang tidak mendukung anda. Sehingga anda dapat menguatkan niat dan tekad dalam menjalankan homeschooling menghadapi orang – orang yang tidak setuju dengan homeschooling bahkan mempengaruhi mereka untuk memilih homeschooling.

Merencanakan jadwal: Kapan anda akan melaksanakan homescooling

Salah satu keuntungan homeschooling adalah kebebasan untuk mengatur waktu dan tahapan pendidikan anak. Itu semua diserahkan pada Anda orang tua. Memiliki tujuan yang jelas dalam pelaksanaan homeschooling akan sangat membantu anda menentukan jadwal homeschooling anak. Anda sebagai orang tua memiliki banyak pilihan. Apakah jadwalnya harus seperti sekolah? Itu terserah Anda. (Contekan: kalau saya jadwal ini saya ubah jadi ekspektasi yang harus diraih setiap minggunya)

Pelajari mengenai metode – metode homeschooling dan tentukan pendekatan mana yang akan diambil

Sebelum memulai homeschooling, orang tua harus memahami seluk beluk homeschooling dan metode – metodenya. Sehingga orang tua dapat menentukan metode homeschooling apa yang paling tepat diterapkan untuk anaknya.

Memilih kurikulum dan materi : Apa yang akan anda ajarkan?

Kurikulum pada dasarnya adalah panduan dalam melaksanakan pendidikan, sementara dalam pelaksanaan homeschooling sendiri orang tua tetap bebas berkreasi. Ada banyak pilihan kurikulum yang bisa digunakan. Ada kurikulum nasional, Kurikulum Cambridge IGCSE yang digunakan oleh sekolah-sekolah internasional di Indonesia, atau jenis kurikulum lain yang dibuat oleh pembuat kurikulum yang diakui di negara pembuatnya. Atau

Persiapkan diri Anda untuk sukses

Ketika semua persiapan sudah diatur dengan baik, kini tibalah saatnya bagi Anda untuk melaksanakan homeschooling. Hari – hari ke depan yang akan dilalui bukanlah tanpa hambatan. Yang Anda perlukan hanyalah terus memperbaiki persiapan dan pelaksaannya. Semangat!!!

Demikianlah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai homeschooling. Tunggu apa lagi Ayah Bunda?? Let’s do it!!

Sumber (diadaptasi dari) : http://www.gracewithintherace.com

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit

Peraturan Dan Legalitas Homeschooling di Indonesia

Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Dasar Tahun 1945 pasal 31 ayat (1) dan (2) yang berbunyi :

Ayat (1) : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Ayat (2) : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Bagi yang memilih homeschooling tidak perlu khawatir mengenai legalitas homeschooling di Indonesia. Karena sesuai dengan Undang-undang No 20 tahun 2003. Disebutkan bahwa ada tiga jalur pendidikan, yaitu jalur pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

Selengkapnya mengenai pendidikan informal, terdapat dalam pasal 27 undang – undang No 20 tahun 2003 sebagai berikut :

(1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

(2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

(3) Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Berdasarkan undang – undang ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan homeschooling legal di Indonesia. Selain itu siswa homeschooling memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian dan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikeluarkan oleh Depdiknas, yaitu :

  • paket A setara SD
  • paket B setara SMP
  • paket C setara SMU

Pelaku homeschooling juga memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

‘Peraturan homeschooling’

Yang perlu digaris bawahi di sini adalah soal nama. Indonesia mengalih bahasakan homeschooling menjadi SEKOLAH RUMAH

Peraturan homescholling ini terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129 Tahun 2014 tentang “Sekolah Rumah”.

Pada Pasal 1 Ayat (4) disebutkan : yang dimaksud sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain.

Bagi keluarga yang ingin secara mandiri melaksanakan homeschooling, maka bisa mengambil bentuk SEKOLAH RUMAH TUNGGAL

Jika ingin membuat lembaga, SANGAT DISARANKAN UNTUK TIDAK MENGGUNAKAN NAMA HOMESCHOOLING, karena homeschooling itu bukan sekolah. Hal ini juga tidak mendidik literasi peserta didik karena kata homeschooling tidak digunakan semestinya.

Ada 2 jenis sekolah rumah yang bisa dibuat:

1.. Sekolah rumah Majemuk, yaitu layanan pendidikan berbasis lingkungan yang diselenggarakan oleh orang tua dari 2 (dua) atau lebih keluarga lain dengan melakukan 1 (satu) atau lebih kegiatan pembelajaran bersama dan kegiatan pembelajaran inti tetap dilaksanakan dalam keluarga.

2. Sekolah rumah Komunitas, yaitu kelompok belajar berbasis gabungan
sekolah rumah majemuk yang menyelenggarakan pembelajaran bersama
berdasarkan silabus, fasilitas belajar, waktu pembelajaran, dan bahan ajar yang disusun bersama.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan mengunduh aturan berikut:

PERMENDIKBUD NO 129 TAHUN 2014 TENTAMG SEKOLAH RUMAH.

Sumber :

https://jdih.kemdikbud.go.id

Lectures of Life, Muslimah Session

Homeschooling : Pro dan Kontra

Source: http://www.doliferight.com | http://www.inflatablestudios.com

Sekarang semakin banyak orang tua (saya salah satunya, uhuk) yang lebih memilih homeschooling dibandingkan sekolah formal. Sepertinya metode ini semakin diterima di Indonesia.

‘Anak – anak homeschooling’ mulai terlihat (berkat sosmed) dapat bersaing dengan teman – teman mereka yang bersekolah formal dalam hal standarisasi pendidikan. Bahkan Universitas tidak lagi khawatir menerima anak – anak homeschooling karena mereka sudah terlatih untuk belajar mandiri sejak dini.

Artinya? Yup,  anak – anak ini bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan.

Tetapi sebagaimana semua hal di dunia ini, homeschooling tentu memiliki pro dan kontra. Orang tua yang sangat peduli mengenai pendidikan anak, tentu akan menimbang dampak baik dan buruk homeschooling sebelum mengambil keputusan apakah akan menyekolahkan anak secara formal atau homeschooling.
Untuk itu mari kita lihat pro dan kontra penerapan homeschooling.

Pro Homeschooling
Dengan homeschooling, orang tua dapat menentukan beragam metode untuk mendidik anak mereka dan bisa tidak terlalu fokus pada bidang yang ‘mubazir’. Orang tua dapat mengintegrasikan pengetahuan yang akan diberikan sesuai dengan kemampuan, ketertarikan, dan kesiapan anak, termasuk mengintegrasikan nilai agama kedalamnya.

Sel in hal yang disebutkan tadi, berikut beberapa alasan lain yang menjadi alasan sebagian orang (termasuk kami) yang pro homeschooling :

Kebebasan mengajarkan ilmu agama – Banyak orang tua merasa bahwa dengan homeschooling memberikan mereka kesempatan untuk menggabungkan dan memberi pemahaman nilai – nilai agama dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan sehari – hari.

Mendekatkan hubungan keluarga – Banyak keluarga homeschooling mengatakan bahwa homeschooling memiliki peran penting dalam mendekatkan hubungan keluarga. Waktu belajar bersama dapat membantu mendekatkan hubungan dalam keluarga.

Kondisi emosi yang stabil – Anak – anak homeschooling tidak perlu khawatir mereka akan ‘dibully’, mendapatkan tekanan akibat kompetisi di sekolah, sehingga mereka tidak harus tertekan baik fisik maupun mental menghadapi itu semua. Orang tua yang anaknya menjadi korban ‘bullying’ memilih homeschooling untuk melindungi anaknya dari dampak buruk.

Jadwal yang ramah anak – Salah satu hal yang menyenangkan dari homeschooling adalah anak dan orang tua dapat menyusun jadwal belajar sendiri sesuai kebutuhan. Anak tidak lagi stres dengan jadwal sekolah yang rutin dan ketat. Selain itu juga tidak ada pekerjaan rumah yang memberatkan anak.

Waktu istirahat yang cukup bagi anak – Dengan jadwal yang fleksibel maka anak dapat memiliki waktu istirahat yang cukup. Waktu tidur dan istirahat merupakan kebutuhan vital bagi anak yang dapat mempengaruhi fisik dan mental anak, khususnya anak – anak menjelang remaja dan remaja.

Kontra homeschooling

Banyaknya waktu yang dibutuhkan – Orang tua yang memilih homeschooling menghabiskan waktu lebih banyak untuk merencanakan, mengarahkan anak mereka dalam beraktivitas, serta turut berpartisipasi dalam kegiatan mereka. Idealnya ibu harus berada di rumah untuk secara penuh bertanggung jawab dalam pendidikan anak sementara ayah bekerja. Namun, bukan tidak mungkin jika keduanya bekerja. Hal ini akan menjadi tantangan bagi orang tua dalam membagi waktu untuk bekerja dan mendidik anak (saya salah satunya)

Keterbatasan keuangan Untuk melaksanakan homeschooling, salah satu orang tua harus mengorbankan pekerjaan penuh waktu mereka dan ini dapat menyebabkan masalah keuangan bagi sebagian keluarga. Tetapi bagaimanapun, kebanyakan orang tua mengatakan bahwa hal itu setimpal demi melihat anak mereka tumbuh dengan baik. Selain itu pada zaman sekarang sudah banyak pekerjaan non full time atu remote yang dapat memberikan penghasilan tambahan.

Kritikan dari orang lain – Ketika homeschooling semakin berkembang, tetap saja masih banyak orang yang memandang negatif homeschooling dan ini adalah hal biasa. Bahkan pandangan negatif ini berasal dari teman – teman dan keluarga dekat. Jika anda memilih homeschooling maka anda harus siap dengan kritikan dan pandangan negatif orang lain.

Setelah melihat pro dan kontra penerapan homeschooling, orang tua tentu lebih mudah mengambil keputusan apakah akan tetap bersekolah formal atau memilih homeschooling. Yang menjadi tujuan tentunya agar tercapai tujuan pendidikan dan demi tumbuh kembang anak yang baik. Selamat memilih Ayah dan Ibu.

Sumber (diadaptasi dari): http://www.publicschools.org/homeschooling-pros-cons/
http://school.familyeducation.com/home-schooling/parenting/29861.html

My Reflection

Pikirkan Ini Sebelum Memutuskan Homeschooling

image

Beralih dari sekolah formal ke homeschooling (atau memulai homeschooling ditengah budaya schooling) merupakan suatu langkah besar. Untuk itu orang tua perlu mempertimbangkannya dengan baik.

Apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum memilih homeschooling?

Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan orang tua  sebelum memutuskan menerapkan homeschooling.

Komitmen terhadap waktu
Kegiatan homeschooling cenderung menghabiskan waktu yang lebih banyak. Kegiatan homeschooling tidak hanya duduk mempelajari buku – buku selama berjam – jam. Ada banyak kegiatan lain seperti eksperimen dan proyek – proyek yang harus dilakukan, pekerjaan anak yang harus diperiksa, belajar di lingkungan luar seperti taman, pelajaran tahsin, tahfiz, dan masih banyak lagi. Orang tua dan anak harus mempunyai komitmen dan disiplin kuat dalam menjalani homeschooling.

Mengorbankan kehidupan pribadi
Agak lebay sih bahasanya, tapi saya belum menemukan padanannya. Alasannya karena ya… orang tua homeschooling memiliki sangat sedikit waktu untuk diri mereka sendiri (atau ini cuma saya aja yah?). Dapat dikatakan bahwa orang tua dan anak selalu bersama – sama hampir 24 jam dalam seminggu. Sehingga orang tua harus siap mengorbankan kehidupan pribadinya.

Kondisi keuangan keluarga
Homeschooling mungkin tidak menghabiskan biaya sebesar sekolah formal, akan tetapi membutuhkan peran orang tua yang sangat besar sehingga salah satu orang tua harus mengorbankan pekerjaan full time mereka. Hal ini tentu berdampak besar bagi keluarga yang mengandalkan dua pemasukan. Eh, tapi bukan tidak mungkin loh jika keduanya bekerja. Kalau saya ingat, nanti, saya akan posting tentang hal ini.

Sosialisasi
Orang tua harus memberi perhatian lebih dalam hal sosialisasi anak dengan orang lain. Karena anak tidak bersekolah formal seperti anak – anak pada umumnya, sosialisasi anak harus benar – benar diperhatikan. Kebaikan homeschooling adalah orang tua memiliki kontrol lebih dalam hal kontak sosial anak dengan orang lain. Sehingga anak lebih terjaga dari tindakan buruk lingkungan. Komunitas homeschooling dapat menjadi salah satu pilihan anak untuk bersosialisasi. Atau bagi Muslim, ini saatnya memperbanyak silaturahmi.

Pengaturan rumah tangga
Orang tua homeschooling harus mampu mengatur pekerjaan rumah tangga dan kegiatan homeschooling berjalan dengan baik. Ini bukan curhat, tapi pekerjaan rumah tangga harus dikerjakan dengan baik, sementara   kegiatan homeschooling juga harus berjalan baik. Kegiatan homeschooling tentu berpengaruh pada kondisi rumah yang bisa jadi lebih berantakan sehingga membutuhkan tugas ekstra.

Kesepakatan kedua orang tua
Sangat penting untuk kedua orang tua sepakat dalam menerapkan homeschooling. Akan sangat sulit menerapkan homeschooling jika salah satu pasangan ada yang menolak. Jika pasangan anda menolak cobalah untuk meneliti dan berbicara dengan orang lain untuk mencari solusinya.

Apakah anak bersedia/tertarik?
Ketertarikan anak akan sangat menentukan karena anak yang akan menjalaninya. Yang utama tentu keputusan orang tua, tetapi jika anak menolak tentu akan sulit untuk menerapkan homeschooling.

Satu tahun untuk satu masa pendidikan
Homeschooling bukanlah komitmen seumur hidup, banyak keluarga yang menerapkannya per tahun kemudian dievaluasi kembali apakah tetap menjalankan homeschooling atau tidak. Bisa saja orang tua dan anak merasa sudah saatnya untuk bersekolah formal.

Apakah orang tua merasa tertekan untuk mengajar?
Jika anda dapat membaca dan menulis, maka anda mampu untuk mengajar anak anda. Kurikulum dan materi – materi pembelajaran akan membantu anda dalam merencanakan dan menjalankan pendidikan. Anda dapat meminta bantuan orang lain jika mendapat kesulitan atau mencari tutor untuk beberapa subjek pelajaran yang sulit.

Pengalaman orang lain
Akan sangat membantu jika anda mendengarkan alasan orang lain memilih homeschooling. Anda dapat belajar dari pengalaman orang lain dan menjadi pertimbangan sebelum memilih homeschooling.

Itulah hal – hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih homeschooling. Semoga bermanfaat ya…

Sumber : http://homeschooling.about.com/od/gettingstarted/a/homeschool4you.htm