***Orangtua Helikopter***

Nulis konten buat website parenting kemarin itu ternyata lebih lama dari biasanya. Kaget dengan data2 yang diberikan. Takut karena, bisa jadi, saya adalah salah satunya.

image

Fenomena Budaya
Data-data yang didapat dari sedikit penelitian, salah satunya dari Shiffrin et al yang berjudul  “Helping or Hovering? The Effects of Helicopter Parenting on College Students’ Well-Being“, tersebut menyebutkan bahwa orang tua jaman sekarang lebih banyak yang paranoid atau over-protektif. Fenomena ini disebut orang tua helikopter.

Cirinya?
Sang orang tua selalu ada di sebelah anaknya 24/7 laksana bayangan. Dari kecil, hingga besar. Iyap. Riset tersebut menyebutkan bahwa sekarang orang tua sangat ingin anaknya sukses menurut standar yang diterima. Bahkan banyak yang ikut heboh mendaftarkan anak-anaknya ke perguruan tinggi hingga melamar pekerjaan! Sesuatu yang jarang saya temui di masa lalu saya.

Misinya? Mereka ingin melindungi dan memastikan semuanya sempurna. Kalau kurang, sini tak ambil alih!

Lalu, apa penyebabnya?
Ternyata ya orang tua sendiri. Derasnya informasi tidak dibarengi dengan literasi, semua dilahap, dihayati, dibagi, dipercayai, dan ditakuti diri sendiri. Padahal berada di sekitar anak sebagai CCTV sudah cukup membuat anak aman dan nyaman,  karena dilepas juga sama berbahayanya.

Lha ini, semua dicurigai. Dari virus kuku mulut rambut, sampai tukang tahu yang lewat.

Menurut Saya
Jika kita merujuk ke nash-nash shahih, dan menerapkannya, InsyaAllah hati ini tenang. Percaya Allah menjaga melalui perintah dan larangan. Coba lihat semua precautions atau peringatan ( kalau  memang kata nasihat dianggap oldschool ) yang diberikan, semua mengandung kebaikan. Tentu yang utama berdoa meminta perlindungan kepada penguasa segala mahluk, Allah Azza wa Jalla.

Jadi…

Sebentar…

Saya ngajak diri sendiri dulu aja, ya. Kuatir tidak cukup ilmu mengajak yang lain untuk bercermin.

Apa saya over protektif dengan tidak percaya bahwa ada Allah yang  maha menjaga ciptaan? Apa saya kepedean mengabaikan aturan dan larangan Allah? Jika iya, maka sudah saatnya ngelmu lagi. Belajar menjaga amanah sebagai orangtua. Hayu ah.

Iklan