CHOCOMOM (CURHAT HOMESCHOOLER MOM)

Diskusi Sahabat Klastulistiwa – 15 OKTOBER 2017

==================

 

Bismillah. Berikut adalah berikut adalah kesimpulan Diskusi CHOCOMOM pertama. Diskusi ini sebenarnya masih uji coba metode yang yang diterapkan SK (Sahabat Klastulistiwa). Sehari sebelumnya, peserta diberikan materi mengenai *10 MANFAAT MEMILIH PENDIDIKAN BERBASIS KELUARGA (PBK/ HOMESCHOOLING)* yang kemudian dibahas satu per satu sebagai berikut:

*1.  Dengan homeschooling, anak Muslim bisa fokus lebih banyak dalam mengejar ilmu persiapan akhirat mencapai Jannah daripada ilmu persiapan dunia (yang sudah jelas dipandang hina oleh penciptanya – Allah Azza wa Jalla).*

Ini jelas yaaa… visi tiap muslim. Hati2 mengejar dunia.. karena penciptanya pun menganggapnya Hina. Kembalikan semua tujuan, kegiatan anak2 dan kita ke satu pertanyaan:

*APAKAH INI BERGUNA UNTUK BEKAL AKHIRATKU?*

*2. Anak bisa belajar dan berkompetisi dengan dirinya sendiri dalam kenyamanan dan keamanan rumah mereka sendiri.* 

Intinya? Ada yang tahu? Kembali ke visi sebagai keluarga muslim?

Apakah belajar mengalahkan ego?  Benar. Dalam hal ini, anak muslim yang mengambil homeschooling bisa melakukan muhasabah untuk menjadi lebih baik dari saat ini dan sebelumnya dalam lingkungan yang nyaman.

 

*3.  “Anak-anak bisa belajar secara holistik sesuai gaya belajarnya.*

Holistik atau menyeluruh (bagi Muslim) maksudnya adalah mempelajari hal yang bisa jadi tidak dipelajari di sekolah umum, terutama dalam ilmu diin. Pembelajaran ini juga mengatur aplikasi keseharian sebagaimana diatur dalam agama islam. Contohnya, AQIDAH yang lurus, akhlaq yang baik, Qur’an dan sunnah yang bukan hanya di baca dan dihafal tapi di tadaburi dan diamalkan. Begitu pula dengan ilmu dunia. Kesemuanya ini dipelajari sesuai dengan gaya belajar anak, apakah visual, auditory, atau kinestetik. Melalui homeschooling, orang tua bisa memiliki pengalaman pertama sebagai pengamat dan ‘penemu’ gaya belajar anak.

 

 

 

*4. Perhatian secara personal memberikan umpan balik instan dan penilaian yang cepat serta peka akan kekuatan dan kelemahan anak.*

Sebagai fasilitator, jumlah peserta sangat menentukan respon, kualitas, dan tentunya kuantitasnya. Mari kita bayangkan, apakah seorang guru bisa membersamai ke dua puluh anak didiknya pada waktu bersamaan?  Apkah bisa dengan sebua perhatian yang terbagi itu, dengan semua target dan pekerjaan administrasi, seorang guru bisa secara langsung menyentuh pada saat anak menunjukkan kelemahan dan kekurangannya ? Orang tua yang membersamai anaknya memiliki kelebihan ini. AHA! Moment yang ditemukan anak bisa secara langsung dikenali, biidznillah. Tentunya, orang tua bisa langsung memberikan umpan balik tanpa harus menunggu lebih lama dan kesempatan untuk  membersamai memberikan untuk mencari tahu kelemahan dan kelebihannya

 

*POIN NO 5-9:*

  • Homeschooling memungkinkan waktu yang lebih banyak untuk kreativitas dan hands-on learning (mmm semacam praktik) yang membuat pendidikan menjadi menyenangkan dan berkesan.
  • Anak-anak memiliki kebebasan dan fleksibilitas dalam mengejar topik dan bidang minat yang benar-benar penting bagi mereka
  • Anak-anak yang belajar di rumah memiliki motivasi diri, percaya diri, mandiri, dan bersemangat untuk terus belajar.
  • Homeschooling mengarah pada keterampilan sosial yang tepat, tingkat kematangan tinggi, dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang-orang dari segala umur. 
  • Anak-anak yang belajar di rumah mendapatkan manfaat dari pengalaman belajar di “dunia nyata”, mempersiapkan mereka untuk hidup dan dunia di luar sekolah. 

Semuanya poin 5-9 ini harus dikebambalikan lagi ke satu pertanyaan. Apakah itu?

Sebelum mengambil keputusan, sebelum melaksanakan, seraya melakukan, ketika evaluasi, selalu tanyakan kepada diri dan keluarga pertanyaan ini:

*APA MANFAATNYA UNTUK AKHIRATKU?Garis bawah, highlight, tebalkan, italics.

 

 

*10. Homeschooling menguatkan keluarga – jauuuh lebih dekat lagi, menciptakan waktu spesial dan kenangan berharga yang bertahan seumur hidup.*

*11. Homeschooling bisa memberi dampak positif bagi keuda belah pihak untuk belajar  bersama.

*12. Mengenai kurikulum, kita harus mengembalikan dulu ke pembahasan mengenai VISI DAN MISI  yang sudah diberikan dalam Al Qur’an (dan Sunnah dalam pemahaman salafush shalih atau 3 generasi terbaik Islam terdekat dengan Rasulullah).

Untuk visi, clue-nya adalah 666.

VISI pendidikan keluarga muslim tercantum dalam QS At Tahrim: 66, “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”.

Bagaimana dengan MISI?

 

*MISI Pendidikan tercantum dalam QS Luqman ayat 12-18.*

Silahkan kunjungi https://klastulistiwa.com/2013/09/12/luqman-wisdom/ atau  https://klastulistiwa.com/2017/01/03/seri-landasan-homeschooling-islami/ yang memuat landasan atau misi pendidikan berbasis keluarga.

==========

Ahamdulillah. Uji coba sistem grup CHOCOMOM sudah selesai. Insya Allah pada Selasa pagi,  SK akan mendatangkan narsum Ibu yang maasyaa Allah… berhasil mengantarkan anaknya masuk pesantren. Artinya? Anak siap pada usia 12 tahun. Siapa dia? Ada deh… hehehe. Yang pasti metode diskusi sama. 🙂

Cuma waktunya lebih terbatas untuk memberi pertanyaan dan tanggapan. Untuk pertanyaan dan tanggapan yang masuk kemarin, disertakan dalam resume bagian 2 nanti, insyaAllah.

Mari kita tutup dengan doa kafaratul majlis. ^^

 

Iklan