My Reflection

INFO UNTUK ANGGOTA KLUB AHA! MEMBACA

Apa yang dilakukan di AHA! Membaca?

  1. Menumbuhkan rasa dan kebutuhan untuk membaca
  2. Mengatur jadwal dan prioritas, misalnya memasang alarm dan tulis di agenda untuk:
    • Pengumpulan kolase buku yang dibaca pada Selasa 1&3
    • Membuat resume untuk H-1 pertemuan 2 & 4
    • Berarti yang terdekat adalah 3 Maret 2026 (kolase) dan 10 Maret 2026 (resume)
  3. Mengolah kecakapan hidup untuk mengelola manusia, kegiatan, membumikan bacaan, dan bersosialisasi melalui literacy trip

Selasa pekan 1 & 3: MENGUMPULKAN KOLASE BUKU

  1. Untuk Ramadhan ini, hanya buku agama Islam (tauhid, fiqih, muamalah, tazkiyatun nafs)
  2. Setelah Ramadhan, akan ada informasi buku wajib.
  3. Selain buku wajib, pastikan buku lainnya aman secara syariat (tidak mengandung sihir kurafat, tahayul, dan membahayakan tauhid), atau membuai syahwat
  4. (Setelah Ramadhan) oleh buku fiksi selama aman dari yang disebutkan pada nomor 1)
  5. Dari buku yang sudah dibaca, PILIH MINIMAL 4 BUKU rekomendasi dan difotokan dengan DATA DIRI + caption #AHAmembaca

Contoh:

Bisa difotokan seperti ini. Tambahkan nama dan #AHA!membaca di fotonya.
Atau seperti ini, atau pakai Canva, bebas.
Pastikan izin orang tua sebelum mengakses internet

Saran bu Mierza, sediakan book hive, atau tempat menaruh buku yang akan dilaporkan, agar tidak lupa. Apalagi kalau frekuensi membaca kalian banyak. ✨

Kalau baca pinjaman buku perpustakaan/ selainnya, jangan lupa kumpulkan fotonya.

Atau kembalikan setelah difoto hehe. 👌
Boleh lebih dari 4? Boleh. awal-awal baru 1 juga boleh.

Selasa pekan 2 & 4: PERTEMUAN UNTUK DISKUSI BUKU

YANG HARUS DIBUAT ADALAH RESUME BUKU

Pertemuan rutin klub di ZOOM jam 13.30 untuk berbagi resume dan diskusi buku. Ruangan ZOOM laki-laki dan perempuan dipisahkan.

  1. AHA! Literacy Trip to Library/ Excursion (atau klub buku ZOOM dipandu 2 peserta + orang tua, bagi yang tidak mengadakan Lit Trip). Bisa juga dialihkan jadi Rabu siang.
  2. Orang tua WAJIB menggali, mengajari, mendampingi, mengarahkan ananda di luar sesi—karena ini klub, bukan kelas.
  3. Bagi peserta yang tinggal di luar Jabodetabek, disarankan mengajak minimal 2 orang agar bisa membuka AHA! Lit Trip. Untuk pendampingan kepanitiaan lokal insyaallah akan dibantu – dengan titik lelah di orang tua.
  4. AI Detector akan digunakan untuk memindai resume. Bagi yang menggunakan, akan dikenakan sanksi.
  5. Pertemuan pertama adalah di pekan kedua, yaitu 10 Maret 2026 – Buku yang perlu dibuat resume untuk Ramadhan ini adalah buku yang meningkatkan keimanan kalian.
  6. Resume dikumpulkan H-1
  7. Berikutnya: Zoom pekan 2 atau 4 (salah satunya literacy trip).
  8. Jika peserta tidak ikut/ selenggarakan trip, kemungkinan ZOOM Rabu 13.30 ya, biidznillah – kecuali udzur seperti sakit atau pekan ulangan tatap muka.
  9. Bentuk pengumpulan resume berbentuk visual, boleh manual atau pakai komputer, direkomendasikan ukuran 3×4, minimal 1 lembar.

Contoh resume:

Jangan lupa taruh nama di resume ya.
Untuk font, atau besar huruf, pastikan terbaca di layar. Biasanya minimal 16.
Jika kalian ingin membuat secara manual, bisa gunakan/tebalkan dengan spidol.
  • Pada saat ZOOM, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipandu panitia di grup diskusi.
  • Peserta yang menyimak WAJIB bertanya. Insya Allah nanti Ibu berikan contoh pertanyaan-pertanyaan, ya. Ini juga untuk membantu pembaca resume menyiapkan jawabannya.

CONTOH PERTANYAAN

Tentang Keagungan Allah (Tauhid)

  1. Setelah membaca buku ini, kekuasaan Allah yang mana yang paling kamu kagumi?
  2. Bagian mana yang membuatmu makin bersyukur atas ciptaan Allah?
  3. Apakah buku ini mengingatkanmu pada satu ayat Al-Qur’an atau Hadis?
  4. Bagaimana cara kita menjaga alam/ilmu ini sebagai amanah dari Allah?
  5. Hal apa yang membuatmu merasa Allah Maha Pintar mengatur segalanya?

Tentang Ilmu & Adab (Edukasi)

  1. Apa pelajaran paling berharga yang kamu dapat?
  2. Adakah informasi yang baru pertama kali kamu tahu?
  3. Bagian mana yang paling sulit? Bagaimana kamu mengatasinya?
  4. Ilmu di buku ini bisa dipakai untuk menolong orang lain tidak?
  5. Apakah penulisnya jujur dalam memberikan fakta?

Tentang Perasaan & Pikiran (Refleksi)

  1. Apa kamu jadi makin semangat belajar setelah baca buku ini?
  2. Hal apa yang ingin kamu ceritakan kepada orang tuamu?
  3. Apakah buku ini mengubah cara pandangmu terhadap sesuatu?
  4. Apa pertanyaan yang belum terjawab di buku ini?
  5. Gambar mana yang paling membantumu memahami ilmu di dalamnya?

Tentang Manfaat & Amal (Penerapan)

  1. Setelah membaca ini, apa hal baik yang ingin kamu lakukan?
  2. Mengapa buku ini bermanfaat untuk dibaca oleh teman-teman kita?
  3. Bagaimana buku ini membantumu menjadi anak yang lebih baik?
  4. Jika kamu jadi penulisnya, apa lagi yang ingin kamu tambahkan?
  5. Kenapa waktu yang dipakai untuk membaca buku ini tidak sia-sia?

Tentang Analisis Isi (Berpikir Kritis)

  1. Tujuan Penulis: Menurutmu, apa alasan utama penulis membagikan ilmu dalam buku ini?
  2. Kesesuaian Judul: Apakah judul buku ini sudah mencerminkan isi informasi di dalamnya?
  3. Bagian Tersulit: Adakah bagian yang sulit dipahami? Bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan tersebut?
  4. Keakuratan Data: Apakah fakta dalam buku ini didukung oleh data atau contoh yang kuat?
  5. Hal Paling Bermakna: Dari seluruh isi buku, mana informasi yang menurutmu paling berharga untuk kita ketahui?

Tentang Refleksi & Wawasan (Edukasi)

  1. Perubahan Sudut Pandang: Apakah ada pemikiranmu yang berubah setelah mempelajari fakta-fakta dalam buku ini?
  2. Kaitan Realita: Bagaimana informasi dari buku ini berkaitan dengan apa yang kita pelajari?
  3. Nilai Karakter: Nilai positif apa yang bisa kita teladani dari cara penulis menyampaikan informasinya?
  4. Manfaat Jangka Panjang: Mengapa ilmu dari buku ini penting untuk masa depan kita?
  5. Minat Belajar: Setelah membaca ini, topik apa lagi yang ingin kamu pelajari lebih dalam?

Tentang Evaluasi Penyajian (Literasi)

  1. Gaya Bahasa: Apakah bahasa yang digunakan penulis mudah diikuti oleh pembaca seusia kita?
  2. Saran perbaikan: Jika kamu menjadi editor, bagian mana yang ingin kamu lengkapi agar informasi buku ini lebih jelas?
  3. Efektivitas Gambar: Bagaimana peran ilustrasi dalam membantumu memahami teori atau konsep yang rumit?
  4. Perbandingan Sumber: Apakah informasi di buku ini sama dengan yang pernah kamu dengar sebelumnya, atau ada perbedaan?
  5. Kesan Mendalam: Apa hal yang paling menyentuh rasa ingin tahumu saat membaca bab demi bab?

Diskusi Lanjutan (Sosialisasi)

  1. Rekomendasi Spesifik: Untuk siapa buku ini paling bermanfaat jika dibaca di lingkungan kita?
  2. Aplikasi Pengetahuan: Bagaimana cara kita mempraktikkan ilmu dari buku ini dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Pertanyaan untuk Penulis: Jika berkesempatan berdiskusi dengan penulisnya, pertanyaan ilmiah apa yang ingin kamu ajukan?
  4. Metode Membaca: Strategi apa yang kamu gunakan agar bisa memahami buku non-fiksi ini dengan baik?
  5. Kesimpulan Utama: Apa pesan penutup yang paling ingin kamu sampaikan kepada kami tentang buku ini?

Syarat Pendaftaran AHA! Membaca

  1. Orang tua bisa mendampingi
  2. Pengumpulan tepat waktu
  3. Ikut dengan kemauan ananda sendiri dan mengirimkan surat kesediaan yang ditulis tangan
  4. Membayar biaya Rp39.000 per bulan
  5. Bisa menggunakan kamera yang mengarah ke buku

CATATAN:
Secara tentatif akan diberikan juga soal-soal/kegiatan penalaran buku sejenis/menuju TKA (tapi ini diadopsi dari IB Language & Literature) yang dirancang sesuai usia. Pembahasan dilakukan oleh panitia. Bu Mierza hanya memberi game/kunci jawaban.

My Reflection

Daurah  “Menjadi Wanita Terbaik di Bulan Ramadhan – Ustazah Arfah – 7Feb 2026 – Masjid Soleh Hawa

Insight: Ustazah membuka dengan khutbahtul hajjah dan artinya.

1. PUASA MELATIH TAKWA

  • Puasa untuk meraih takwa dan menghapuskan dosa. Al Baqarah 143
  • وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا ٱلْقِبْلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
  • Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Referensi: https://tafsirweb.com/598-surat-al-baqarah-ayat-143.html)
  • Takwa: menjadikan penghalang antar kamu dan azab Allah. Bagaimana membangun penghalang!? Taat kepada Allah menjauhkan dari larangan Allah.
  • Manusia umumnya melakukan apa yang ia inginkan. Tapi saat puasa, kita diperintahkan untuk minum – padahal botol minum ada di genggaman
  • Kita melatih takwa, sabar, muroqobatullah saat kita berpuasa. Saat berpuasa, kita tidak hanya maan dan minum. Puasa afakh untuk raih takwa.

2. PUASA MENGHAPUSKAN DOSA

  • Puasa dilakukan atas dasar keimanan, berharap pahala dari Allah. Apa balasan Allah? Akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu (dosa kecil)

3 LANGKAH  PERJALANAN MENUJU TAMBAHAN

  1. Persiapan diri
  2. Berbekal dengan ilmu
  3. Mengisi ramadan dengan ketaatan

1. PERSIAPAN DIRI

  1. Segera Bertaubat
    • At tahrim 8 : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
      Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
      Referensi: https://tafsirweb.com/11012-surat-at-tahrim-ayat-8.html
    • Introspeksi dosa-dosa yang telah dilakukan:
      • Dosa lisan: namimah, gibah, istihza
      • Dosa mata: aurat, memandang lawan jenis,  menonton film
      • Dosa telinga: biasa saja mendengar musik
      • Dosa tangan: menyakiti/ mengambil hak orang lain
      • Dosa melalaikan perintah Allah
      • Dosa karena melakukan larangan Allah
      • Syarat taubat nasuha
        • Bersegeralah meninggalkan dosa karena penyesalan
        • Menyesal
        • Bertekad untuk tidak mengulangi kembali
        • Jika berkaitan dengan hal manusia,  maka harus mengembalikan hak tersebut dan meminta maaf
      • Janji Allah bagi orang yang bertaubat (Hadits qudsi)  Wahai anak Adam ! Jika kamu datang dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian kamu bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang dengan memberikan pengampunan sepenuh bumi.”  [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].
        Referensi : https://almanhaj.or.id/12438-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas-2.html
  2. Membayar hutang puasa
    • Al. Baqarah 184أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
      yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
      Referensi: https://tafsirweb.com/689-surat-al-baqarah-ayat-184.html
    • Dari Abu Salamah, ia mendengar ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

      كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

      “Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, no. 1950; Muslim, no. 1146)
      • Ibnu Hajar: boleh mundurkan ke bulan Syaban
      • Akan tetapi dianjurkan segera berdasarkan Surat Al-Mu’minun Ayat 61
        أُو۟لَٰٓئِكَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَٰبِقُونَ

        Arab-Latin: Ulā`ika yusāri’ụna fil-khairāti wa hum lahā sābiqụn

        Artinya: Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
      • Bagi yang sengaja menunda hingga Ramadhan berikutnya: bertaubat,  qodho sesuai jumlah hari,  membayar fidyah
    • Mengisi tambahan dengan kebaikan
    • Ikhlas dalam ibadah
    • Mengikuti petunjuk Rasulullah dalam beribadah
  3. Niat yang Bulat
    • Surat Al-Baqarah Ayat 148
      وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

      Arab-Latin: Wa likulliw wij-hatun huwa muwallīhā fastabiqul-khairāt, aina mā takụnụ ya`ti bikumullāhu jamī’ā, innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

      Artinya: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
      Referensi: https://tafsirweb.com/610-surat-al-baqarah-ayat-148.html
    • Contoh:
      • Memperbanyak dzikir, doa, istighfar, membaca Quran
      • Meninggalkan hal sia-sia
      • Menjaga shalat, tambah shalat sunnah
      • Memperbanyak salat sunnah
  4. Ikhlas Dalam Ibadah
    • Surat Al-Bayyinah Ayat 4
      وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ

      Arab-Latin: Wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah

      Artinya: Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
      Referensi: https://tafsirweb.com/12920-surat-al-bayyinah-ayat-4.html
    • Cara menjaga ikhlas:
      • merasa takut tidak diterima amalnya sebelum melakukan amalan, saat melakukan, setelahnya jangan pamer
      • Berdoa kepada Allahاللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

        ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA AN USYRIKA BIKA WA ANA A’LAMU, WA ASTAGH-FIRUKA LIMAA LAA A’LAMU.

        “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu sementara aku menyadarinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui.”

        (HR. Bukhari)
  5. Mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
    • مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

      “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
    • Ibnu Rojab : amalan tidak diterima jika secara zodiak sesuai contoh Nabi dan diniatkan ikhlas karena Allah

2. Berbekal dengan Ilmu

  1. Kapan harus berniat
    • Puasa secara bahasa: imsak/ menahan diri
    • Kapan mulai puasa? Saat azan subuh
    • Puasa secara syariat: beribadah kepada Allah dengan menahan diri dari makan, minum,  dan hal-hal lain yang membatalkan pada sejak terbit fajar (cahaya horizontal di langit/ fajar atstsani/ fajar as sodiq) hingga terbenam matahari (terlihat mega merah).
    • Apa itu niat?
      • Maksud/ tekad yang terdapat dalam hati untuk melakukan yang ingin dilakukan
      • Tidak sah puasa tanpa niat

        ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

        Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
      • Kapan harus berniat

2. Pembatal puasa

  • Makan minum dengan sengaja
    • Al-Baqarah Ayat 187
      أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
      Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (Referensi)
  • Serupa makan dan minum: transfusi darah, infus nutrisi,  suntik nutrisi/ vitamin
  • Berhubungan suami istri.
    • لقوَل تعاَل: ﴿أٱح ل لُك ليةل الصيام الرفثإاَل نسائُك﴾.
      Dihalalkan bagimu pada malam hari (Ramadhan) bercampur dengan istrimu. (Al-Baqarah: 187.)
  • Mengeluarkan maani dengan sengaja (onani/ masturbasi) 
    • حلديث قديس: »يدع شهوته وٱ «، أُكه وْشبه من أٱجيل
      Dalam hadits qudsi: “(Orang yang berpuasa itu) meninggalkan syahwat, makan dan
      minumnya karena Aku (karena Allah).” (HR. Bukhari no. 7492).
    • Kecuali mimpi, maka mandi besar, lanjutkan puasa
  • Mengeluarkan darah yang banyak
    • حلديث: »أٱفطر احلامج واحملجوم«
      Berdasarkan hadits: “Orang yang membekam & dibekam, puasanya batal.”
    • Seperti: Bekam, Fashdu, Mendonorkan Darah.
  • Muntah dengan sengaja.
  • Keluar haid atau nifas

3.

3. Kapan Puasa Dianggap Batal

  • Jika seseorang melakukan salah satu di antara enam pembatal puasa (Makan & minum dengan sengaja, hal-hal yang semakna dengan makan & minum, berhubungan suami istri, mengeluarkan mani dengan sengaja, mengeluarkan darah yang banyak & muntah dengan sengaja),  maka puasanya batal, jika:

4. Hukum orang yang melakukan pembatal puasa

5. Hal-hal yang tidak membatalkan puasa

6. Wanita hamil dan menyusui: qadha atau fidyah

7. Siapa Saja Yang Boleh Tidak Berpuasa?

3. MENGISI DENGAN KETAATAN

1. Ramadhan Adalah Bulan Puasa
Allah mewajibkan puasa Ramadhan agar muslim dan muslimah terbiasa untuk bersabar  mengendalikan diri dari hawa nafsunya, bersabar menahan lapar dan haus serta syahwatnya.
) ٰيأٱُّيا اَّلين ٱامنوا كتب عليُك الصيام كام كتب عَل اَّلين من قبلُك لعلُك تتقون ( ]البقرة 183[

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
Sebagian ulama salaf ditanya: Apa (hikmah) disyari’atkannya puasa? Beliau menjawab: Agar orang kaya merasakan rasanya lapar, sehingga dia tidak melupakan orang faqir (miskin).

Puasanya Anggota Badan
Ketahuilah bahwa orang yang berpuasa bukan hanya puasa mulut dari makan & minum, tapi juga puasa anggota badan dari melakukan hal-hal yang haram. Matanya “berpuasa” sehingga tidak melihat hal-hal yang diharamkan, telinganya “berpuasa”  sehingga tidak mendengar musik & nyanyian, Lisannya “berpuasa” sehingga tidak berdusta,  berghibah (membicarakan kejelekan orang lain) & namimah (mengadu domba), tangannya  “berpuasa” sehingga tidak menyakiti & mengambil hak orang lain, kakinya “berpuasa” sehingga
tidak melangkah kepada yang haram, kemaluannya “berpuasa” sehingga tidak melakukan hal yang mesum, karena dia tahu bahwa hal-hal tersebut adalah kemungkaran yang besar di saat puasa.


2. Ramadhan Adalah Bulan Untuk Memperbanyak Shalat
Selain shalat yang wajib, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dengan adanya shalat  tarawih. Wanita boleh melaksanakan shalat tarawih dengan salah satu di antara cara berikut:
✓ Shalat berjama’ah di masjid bersama imam & kaum muslimin.
✓ Shalat berjama’ah bersama kaum Wanita & imamnya Wanita.
✓ Shalat tarawih sendirian di rumahnya, dan inilah yang terbaik.

لقول النيب صَل هللا عليه وسمل: “َّل متنعوا نساءمك املساجد, وبيوهتن خي لهن ”]رواه أٱمحد وأٱبو داودوحصحه ا أْللباين[
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melarang Wanita-wanita  hamba Allah dari masjid-masjid Allah, akan tetapi rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.”  (diriwayatkan oleh Imam Ahmad & Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany).

Diriwayatkan dari Abu Dawud (Hadits 565), dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah (yang wanita) dari
masjid-masjid Allah, namun hendaknya mereka keluar rumah _tafilaat_ (tanpa berhias).“  [Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam kitab _Irwaa Al-Ghaliil_, hadits no. 515].

Dijelaskan dalam kitab _’Aun Al-Ma’buud_ (Syarh Sunan Abi Dawud): Arti dari _”Wa Hunna Tafilaat”_ (Mereka tidak boleh berhias), yaitu: *Mereka tidak boleh
berparfum / memakai wewangian.


Hanya saja mereka diperintahkan tidak berhias (ketika keluar rumah), dan mereka dilarang  memakai wewangian, agar tidak menggerakkan syahwat laki-laki dengan wewangian tersebut*.
Dan dianalogikan dengan semua yang semakna dengan wewangian, yaitu semua hal yang dapat  menggerakkan syahwat laki-laki*, berupa:
  – Pakaian yang indah.
– Memakai hiasan yang kelihatan.
– Perhiasan yang bagus.”
[Selesai nukilan dari kitab _’Aun Al-Ma’buud_].

Maka seharusnya wanita muslimah jika berada di hadapan laki-laki asing yang bukan mahramnya, agar menjauhi pakaian yang diberi pernak-pernik & perhiasan yang mengundang
pandangan laki-laki kepadanya.

    My Reflection

    Kajian  Waktumu Dihabiskan untuk Apa? Pertemuan 15 – Ust. Abu Usamah – Babussalam – 20 Jan 2026

    Man Yuridillahu yufaqquhhu : ilmu menjadi karakter.

    PR besar: bagaimana ilmu menjadi karakter.

    Imam syafii: Siapa yang ingin dunia, pakai ilmu.

    Ibnu mubarak: slama ia menuntut ilmu, ia pintar.  Ketika berhenti, ia bodoh.

    (Hal 23)

    Imam Nawawi: guru itu orang tua kita dalam agama. Guru in penyambung antara kita dengan Allah.

    Hati ada yang sehat, sakit, atau mati.

    Asy Syuara (88) Dihari tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang slamat.

    Hati yang selamat adalah hati yang mengikuti Allah.

    Hati y,ang sakit (orang munafik) mengandung keraguan / kebingungan .

    Hati yang mati : Az Zumar (22) –

    Al Hajj (53-54) : ayat yang menggabung 3 jenis hati. Hati yang mau tunduk ikuti Quran, itulah hati yang salim.

    Karena itu kita wajib mengisi hati dengan hal bermanfaat. Jika tidak, maka akan diisi dengan hal yang buruk. penyakit ini akan jadi kendala terbesar penyakit di hati.

    Iman itu bisa usang seperti pakaian.

    PENYAKIT HATI:

    DENGKI. Hati yang terjangkit dengki. HR Ahmad – Tirmidzi: penyakit umat sebelum kalian mulai merambah. Apa itu? Kedengkian, kebencian. Penyakit ini pencukur agama.

    DENDAM. Teladan waktu Aisyah bintu Abu Bakar difitnah. An Nur (22). Maka, belajar memaafkan.

    Walimah terburuk: yang dibedakan miskin dan kaya

    Nabi  shalallahu alaihi wassalam tidak pernah memukul pembantu atau seseorang, kecuali jika berjihad di jalan Allah.

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلَا امْرَأَةً وَلَا خَادِمًا إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيلَ مِنْهُ شَيْءٌ قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلَّا أَنْ يُنْتَهَكَ شَيْءٌ مِنْ مَحَارِمِ اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

    Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata,“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sama sekali memukul sesuatu dengan tangannya, juga tidak pernah memukul wanita (istri), dan tidak pernah memukul seorang pembantu. Beliau memukul jika berjihad di jalan Allah. Dan tidaklah beliau disakiti dengan sesuatu sama sekali, lalu beliau membalas terhadap pelakunya. Kecuali jika ada sesuatu di antara perkara-perkara yang diharamkan Allah dilanggar, maka beliau akan membalas dengan hukuman karena Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR Muslim no. 2328, Abu Dawud no, 4786, dan Ibnu Majah no. 1984
    [10] HR Muslim no. 746, dan lainnya )

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah masuk sebuah kebun kurma. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat seekor unta. Lalu kemudian unta itu mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa pemiliknya suka memukulinya dan memberikan beban-beban yang berat. Maka Rasulullah bertanya: “Siapa pemilik unta ini?” Seorang pemuda berkata: “Aku Wahai Rasulullah.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

    أفلا تتقي الله في هذه البهيمة التي مَلَّكَك الله إياها؟ فإنه يَشْكُو إلي أنك تُجِيعه وتُدْئِبه

    “Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah yang telah menjadikanmu pemilik unta ini. Sesungguhnya unta ini mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya lapar dan memberikan beban-beban yang berat.” (HR. Muslim)

    MAAFKAN, , LAPANG DADA, karena kiamat PASTI AKAN DATANG, termasuk kiamat kita berupa kematian.

    Al Hijr: 85 :

    وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌ ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ



    Artinya: Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

    Rasul: Makan, minum, sedekahlah. Silahkan berpakaian tanpa berlebihan, bukan juga sombong.

    Surat Al-Qashash Ayat 83:
    تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

    Arab-Latin: Tilkad-dārul-ākhiratu naj’aluhā lillażīna lā yurīdụna ‘uluwwan fil-arḍi wa lā fasādā, wal-‘āqibatu lil-muttaqīn

    Artinya: Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

    Dengar sinyal ketika mau beli branded, apakah ini membuatku sombong?

    My Reflection

    SIAPKAH ANANDA MEMASUKI USIA PENDIDIKAN DASAR?

    buku homeschooling

    Bagaimana jika ketidaksiapan itu kita temukan pada usia sekolah?

    Mempersiapkan anak memasuki usia thamyiz/ usia pembelajar itu sama pentingnya dengan usia pembelajar itu sendiri. Jika tidak dipersiapkan atau ditangani sesuai kondisi (jika sudah berusia di atas 7 tahun), anak-anak mungkin akan mengalami:

    🤚 Sulit mengikat ilmu di majelis
    🤚 Kesulitan dalam menumbuhkan rasa cinta belajar atau malah tidak menyukai pelajaran tertentu
    🤚 Lebih berat dalam meraih ilmu-ilmu dasar fondasinya belum cukup dikembangkan untuk memungkinkan mencapai kinerja tugas.
    🤚 Mendapat penolakan teman sebaya dan mungkin mengalamj isolasi sosial di mana anak-anak merasa kewalahan atau tidak nyaman secara sosial.
    🤚Mengikuti instruksi dari orang lain dalam posisi otoritas, seperti orang tua dan guru
    🤚 Belum memiliki kesiapan kognktjf karena anak mungkin dalam keadaan negatif yang tidak kondusif untuk belajar.
    🤚Tidak hanya anak menjadi stres dan cemas karena mereka menyadari keterbatasan mereka, tetapi juga orang tua dan guru mereka

    Insyaallah selanjutnya akan  dibahas di post IG @klastulistiwa selanjutnya dan/ atau di kanal bedah buku ya. Belum punya bukunya


    Silahkan klik https://bit.ly/bukuDRK

    Ingin fast respons? Silahkan hubungi reseller berikut untuk pemesanan, ya:

    *INSTAGRAM*

    Lathifah @azzahramuslimah
    http://wa.me/6285216976010

    Amelia @littlefunlearning
    http://wa.me/6282262526645

    Rina @rina_ummufatimah
    http://wa.me/628568330713

    Faizah @makarim_bookstore
    http://wa.me/6281210796109

    Liza Mumtazah @langkahkecilperjalananbesar
    Wa.me/628561212825

    Mala Hayati
    wa.me/628563677974
    @thealiffiscorner

    Endang Tri Gandewo
    wa.me/6281318773525
    @buku_kamu

    Lidya Anasta R
    wa.me/62895396000142
    @hopalovakids

    Lilis Mustikaningrum
    wa.me/6285326978938
    @habasyashop

    Metia Y.Wibisono/ 089653428672/ @sahabat_sekolahrumahku

    *FACEBOOK*
    Niken Tf Alimah
    Faizah Husnarati
    Mala Hayati

    #homeschoolingusiapendidikandasar #homeschoolingusiadini #bukuhomeschooling

    AHA! English, Basic 4 AHA! English, My Reflection

    BASIC 4 ENTRANCE TEST

    Speaking Test

    Record a voice note to answers the questions below and send it to bu Mierza’s WhatsApp number

    • What’s your name?
    • Explain about your family, Example : I have a mom, her name is … I have…
    • Mention 3 of your favorit animals
    • Mention your 3 favorite colors

    Written Tests

    My Reflection

    [WEBINAR KLAS – NAMLA] Membimbing Ananda Mencintai karya Ulama

    Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimush shalihat. Beberapa pekan yang lalu, saya senang dapat bersinergi dengan Penerbit Namla untuk membawakan sebuah tema yang berkaitan dengan literasi dari rumah. Berikut presentasinya

    My Reflection

    Mengajari Calistung Kepada Balita Tanpa ‘Mengajari’ (Bagian 6)

    Insyaallah jika memungkinkan akan menaruh sesi-sesi sebelumnya.

    My Reflection

    Surat Cinta Untuk Orangtua Pada Masa Kelaziman Baru

    Dear orang tua siswa
    yang semoga Allah muliakan,
    Saya mohon baca ini, sebentar saja.

    Pada masa awal siswa belajar di rumah,
    Kami memandangi kelas kosong
    dengan beberapa barang siswa yang tertinggal.
    Oh iya… kita belum berpamitan dengan layak ya,  Nak.
    Layaknya ketika kalian lulus atau naik kelas.

    Dear orangtua siswa,
    Baca ini sebentar saja.


    Sebelum bapak dan ibu menyebutkan bahwa orangtua harus bekerja. Bahwa orang tua sulit mendampingi anak belajar. Mohon sekali untuk mengingat. Kebanyakan orang tua bukanlah guru, tapi BANYAK GURU YANG MERUPAKAN ORANGTUA. Kami ingin yang terbaik untuk anak Bapak dan Ibu dan ANAK-ANAK KAMI JUGA.  Ayolah, Pak/Bu, kita punya tantangan yang sama.

    Dear orangtua siswa,
    Baca ini sebentar saja.

    Sebelum Bapak/Ibu menumpahkan segala pengalaman yang kurang nyaman dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Izinkan kami menyampaikan hal ini. Tahukah Bapak/Ibu bahwa kami berusaha keras untuk memastikan siswa mendapatkan hak-hak belajar mereka? Tahukah Bapak dan Ibu, betapa sakitnya hati kami membaca kalimat-kalimat yang Bapak/Ibu tuliskan?

    Sebelum Bapak/Ibu berkata pembelajaran masa kelaziman baru sebaiknya begini dan begitu, mohon sekali dipahami. Setiap anak dan keluarga itu memiliki kebutuhan berbeda. Strategi yang Bapak/Ibu pikir berhasil untuk  keluarga Bapak dan Ibu, belum tentu cocok diterapkan oleh keluarga lainnya.

    Dear orangtua siswa,
    Baca ini sebentar saja.

    Saat orangtua yang lain memiliki kemudahan bekerja dari rumah, ada beberapa dari kami yang diharuskan ke sekolah. Bahkan ada beberapa dari kami yang memilih datang ke sekolah. Meninggalkan bayi dan anak-anak kami. Atau mengambil resiko membawa mereka ke sekolah. Agar bisa mendapatkan internet yang kencang dan kemudahan yang tidak kami dapatkan di rumah. Kami lakukan untuk putra dan putri Bapak dan Ibu semua.

    Kami berusaha yang terbaik, Pak/Bu.
    Rapat-rapat evaluasi yang terjadi nyaris setiap hari.
    Belajar ilmu-ilmu baru.
    Dari cara menjadikan BDR yang mudah dan menyenangkan,  LKS yang memberdayakan, teknik komunikasi, menjaga interaksi saat vCon, memastikan video sesuai ceklis dari litbang, beragam teknologi baru, sampai ah… banyak, Pak/ Bu.
    Belum lagi ketika kami harus memperbaiki materi yang tidak lolos QC sekolah.


    Terkadang kami melakukan itu semua tidak hanya pada saat jam sekolah. Kami juga menggunakan waktu setelahnya hingga malam hari, bahkan akhir pekan.

    Sungguh
    Kami berupaya tanpa lelah.
    Agar pembelajaran tetap berjalan sempurna.
    Tapi ternyata memang tidak akan pernah bisa sempurna.

    Kami merelakan waktu-waktu istirahat kami untuk menyajikan yang terbaik untuk putra/putri Bapak dan Ibu.
    Karena anak-anak Bapak/ Ibu adalah anak-anak kami juga. Amanah bagi kami.

    Dear orangtua siswa,
    Kami mohon baca ini…
    Sebentar saja.

    Salam hormat saya, Mierza Miranti.
    Untuk semua pendidik generasi masa depan.
    Mari bersinergi, berjuang bersama.

    Surat Cinta Untuk Orang Tua Pada Masa Kelazimam Baru

    My Reflection

    BAGAIMANA MEMAHAMI OTAK REMAJA

    Bersyukur A1 telah Allah pertemukan dgn teman-temannya yang kini sama-sama bertumbuh menjadi remaja melalui AHA! dan SIDDIQ. Anak-anak ini menurut saya pengasuhannya tuntas barakallaahu fiikum.

    Memang benar ada ilmu tentang bagaimana otak remaja bekerja yang juga memberikan tata cara pengasuhannya. Tapi, menjadikannya patokan utama dalam mendidik anak-anak muslim kita? Anda yakin?

    Jangan pernah menafikan ilmu tentang akidah; adab, akhlak, birul walidain, serta ilmu dasar lainnya sebagai landasan mendidik. Ilmu ini biidznillah akan membentuk cara berfikir, bersikap, dan bertindak jika diberikan SEBELUM anak tumbuh menjadi ‘remaja’.

    Jangan lupakan siroh mengenai tokoh-tokoh yang justru mengambil keputusan berdampak pada saat usia ‘remaja’.

    Maka pilihkanlah buku-buku dengan hati-hati dan sampaikanlah dengan hati. Buat anak-anak kita jatuh cinta kepada Rasulullah dan tokoh-tokoh nyata yang dikisahkan dalam Al Quran.

    Buat anak-anak kita bangga memiliki panutan yang hidup pada tiga masa terdekat dengan Rasulullah. Tokoh-tokoh yang memulyakan orang tua mereka. Tokoh-tokoh yang melandasi keputusannya berdasarkan akidah yang benar.

    Tanamkan kebanggaan untuk meniru kebaikan-kebaikannya justru sebelum anak-anak kita ‘remaja’.

    Landasan mendidik dalam Islam itu ada. Jangan jadikan hanya pelengkap kecuali kita siap menyesal.

    Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa masa muda ini akan ditanya untuk apa saja ia dihabiskan? [klastulistiwa.com]

    Gambar: karya anak-anak KlasTulis Batch 1 yang beberapa diantaranya memang 4L dengan A1. Lingkaran pertemanan yang semoga terus memercikan minyak wangi. Semoga kita bisa bertemu lagi.

    Homeschooling, Mierza's Own, My Reflection

    YANG PENTING SEKOLAH?

    “Nak… sawah ini kujual biar kamu bisa sekolah,”

    Ujaran ini baik ketika institusi yang dipilih memiliki landasan agama. Setidaknya ada kenaikan derajat dari sekedar berburu sehelai sayap nyamuk atau bangkai kambing, menjadi perburuan kenikmatan yang hakiki.

    “Nak… sawah ini kujual biar kamu bisa sekolah,” adalah keanehan ketika yang dipilih adalah ‘yang penting sekolah’. Anak itu ga dirawat kemauan belajarnya, ga diarahkan mengambil pilihan sehat sesuai hidupnya, ga paham ntar jadi apa. Apapun itu ‘yang penting sekolah’.

    Kan lebih baik, dong, dengan sekolah!
    Biar bisa jadi dokter atau insinyur.

    Iyakah? Padahal, sawah puluhan hektar itu bisa jadi lahan belajar yang ga akan habis. Bayangkan jika kalimat sang ayah berubah menjadi..

    “Nak, lihat panen saat ini. Ayo perhatikan dan bantu ayah. Lihat baik-baik caranya.”
    “Nak, hari ini ada ada kunjungan dari penyuluh. Kamu bawa catetan sama alat rekam ya. Kalau perlu beli batere dulu’
    “Nak, sudah mengembalikan buku Manajemen Irigasi ke Perpusda? Semoga bisa mengatasi kekeringan kita tahun ini ya. Oiya.. jangan lupa nanti carikan buku tentang pengawetan bahan pangan dan degradasi tanah ya.”
    “Subhanallah, kenapa ya hasil panen tahun ini begini? Ayo pelajari dan buka2 lagi catatan penyuluhan.”
    “Nak, temani ayah ke tukang pulsa. Sekarang jadwal kita nonton. Kata penyuluh ada video baru di channel Kementrian Pertanian,”

    Tapi itu cuma ada di benak Mierza Miranti dan suami aja. Ngerinya ketika sawah sudah habis, anak selesai sekolah dan bingung jadi apa. Karena niatnya cuma YANG PENTING SEKOLAH.

    Terus, mau jadi apa?

    ———

    klastulistiwa.com

    Product Review

    Review GoClean: Belum Jadi Belajar Dari Professional

    Salah satu kecakapan hidup bagi homeschoolers adalah belajar dari profesional dan itulah kenapa saya memesan layanan layanan GoClean pekan lalu. Jadi, saya memberikan kepada anak-anak ingin untuk membuat Review GoClean setelah melihat sang professional bekerja. Well… setidaknya itu alasan pertama.

    Alasan keduanya tentu saja supaya rumah keliatan bersih dan menghemat waktu saya laaaah hahaha. Karena tahu kan, proses autopilot itu panjang dan banyak penyesuaian hati dan pikiran melihat hasil pekerjaan rumah anak 8 dan 12 tahu. Tentu saja sebagai orang tua homeschoolers, saya harys menurunkan standar dalam proses pendidikan ini karena hasil bebersih anak-anak bisa jadi beda sama ekspektasi kita.

    Sehari sebelumnya, saya sounding dulu bahwa besok saya akan memesan Go Clean sambil menjelaskan alasan pertama saya di atas kepada anak-anak. Lalu, saya minta mereka tetap membereskan seperti biasa dengan tujuan untuk membantingkan kualitas mereka dan kualitas pembersihan yang dilakuman profesional.

    Baiklah.. kita mulai review GoClean dari GoLife.

    Saya memesan layanan ini sehari sebelumnya agar lebih siap aja sih.

    Saya memesan paket reguler

    Dengan waktu 1,5 jam, peralatan pribadi, dan mitra wanita

    Nah, waktu memesan GoClean itu luamaaaaaa banget huhuuu hiks hiks.. mungkin posisi kami yang ada di Bogor kabupaten yaaaa.. jadi belum banyak mitranya.

    Setelah itu, tidak patah arang. Saya pesan lagi di dua waktu berbeda. Yang pertama, saya ga masih ga dapet-dapet juga hahaha. Mungkin cerita akan berbeda ya kalau di Jabodetabek sana. Hiks hiks.. nasib kampung nun jauah di mato.

    Dan… DAPAT! Horeeee

    Terus cancel karena kejauhan

    Dan terakhir cancel, Mbaknya yang cancel karena katanya masih ada pekerjaan di tempat konsumennya huhuuu hiks hiks.

    Terus cancel lagi.

    Dan lagi..

    Dan lagi hahaha.. bener-bener ujian ini mah 😂

    Ya sudah.. hingga saat ini, saya masih berusaha memesan Go Clean karena tertarik sekali denga review teman-teman yang sudah pakai.

    Seperti ini salah satunya:

    Begini review beliau:

    Pagi tadi mamak manggil goclean. Kalau sebelumnya 3 orang, kali ini hanya 2 orang yang dipanggil. Orang yang sama dengan yang diorder waktu lalu.

    ‘Bersihin rumah gatel banget pake goclean, gak bisa kerja sendiri mak?’

    Gak bisa. 🤣🤣🤣

    Yah…
    Suka banget pokoknya sama hasilnya.
    Kamar mandi cling cemerlang.
    Padahal mamak mau nanya cara dia bersihinnya pake apa, biar besok2 mamak aja yang ngerjain gitu…

    Satu orang saya pesan 2,5 jam untuk siapin ruang tamu, dari mulai lap debu, nyapu ngepel lantai, keluarin kursi, turunin karpet, dan vakum.

    Satu lagi saya pesan 3 jam, untuk bersihin 3 kamar mandi dan sapu pel lorong.

    Saya kasih foto hasil kamar mandi nenek ya, karena yang paling rapi…

    Tuuh kaaan. Gimana saya ga tertarik?

    Dan yes.. demi pendidikan home economics anak-anak, saya akan terus memesan sampai Gopay penghabisan hahahaha.

    Homeschooling, Mierza's Own, My Reflection, Parenting

    APA YANG MASUK KE RUMAH, ITULAH YANG KELUAR DARI LISAN DAN LAKU MEREKA

    “Bukankah Rasulullah itu dermawan?
    Bukankah Rasulullah itu qonaah?
    Paling pantang sikapnya menyakiti orang lain?
    Paling pantang melukai perasaan orang tuanya?” celoteh si 3 th.

    “Kata siapa itu, Nak?”
    “Ustadz Maududi Abdullah,” katanya.

    Teaser potongan kajian itu memang salah satu yang sering didengar. Terkadang teaser kajian dari Ustadz Badru dan ustadz lain juga ia sebutkan, selain juga beberapa potongan ayat dan hadits.

    Celoteh.. ya.. celoteh maasyaaAllah barakallaahu fiih. Kami tidak menyangka akses wifi 24 jam yang awalnya kami gunakan untuk bekerja, sambil full streaming Rodja selama kami bangun, ternyata berdampak demikian. .

    Teringat nasihat ustadz Syafiq, “Jangan memasukan pencuri ke rumah kita.” Apapun yang kita masukan untuk anak-anak dengar, lihat, baca, tonton… itulah yang dapat mempengaruhi jiwanya. .

    Barakallaahu fiikum bagi insan yang sudah membangun dan mengembangkan TV-TV dakwah. Semoga semakin menyebar dan berdampak bagi lebih banyak keluarga.

     

    Product Review

    Katakan Yaaaaay Kepada So Good Spicy Chicken Strip Untuk Sarapan Kedua (Dan Ketiga, Keempat, Kelima)

    Homeschoolers Moms yang anak-anak (dan emaknya) doyan makan pedes-pedes pasti tahulah yaaa kalau kita meleng dikit, itu sarapan  (bahkan sekaligus makan siang) di atas meja bisa lenyap dalam sekejap saat mereka laparrr. Mau masak kudapan dan sekaligus sambal.. kok sepertinya sibuk (tsaaah). Tapi, kasian juga kalau beli cemilan yang entah gimana nutrisinya dan ga tega juga menyediakan cocolan sambal instan buat anak-anak. Duh… ruwetnya hidupmu, Maaaak.

    Ternyata Sondara-Sondara Ibu Bangsa pendidik generasi selanjutnyaaa… ada penemuan terbaru yang bisa menyelamatkan kita. Sebenarnya tidak bermakna denotatif menyelamatkan sih.. Maksudnya, dengan ‘penemuan’ produk So Good Spicy Chicken Strip ini, kehidupan kita  sebagai Mamak Homeschooler tidak hanya jauuuuh lebih mudah tapi juga jauuuuuh lebih berfaedah. Kok bisaaaaa?

     

    Yuks… disimak…  Apa aja yaaaa yang buat So Good Spicy Chicken Strip ini istimewa?

    15792279_1c720e32-6ecd-4b92-ae49-79a0f24888f5_1024_1024
    Sajikan dengan kentang dan saus mayo. Yuummmm

     

    Premium Quality

    Kalau mendengar produk siap saji berbalut kulit krispi, terkadang kita membayangkan ayam yang seupil dan terigu segunung. Eits…. tidak begitu halnya dengan So Good Spicy Chicken Strip. Produk yammiiii ini terbuat dari daging ayam pilihan tanpa tulang yang full meat. Iyaaaaa… yang ada di balik kulit dan bumbu marinasi pedas special ini tuh daging semuaaaa.

    Kaya Asam Amino

    Anak dalam masa pertumbuhan pastinya memerlukan gizi optimal. Protein yang dibutuhkan anak setiap hari dalam makanannya adalah sekitar 0,5 gram protein. Itu adalah gram untuk setiap 1 kilogram yang dimbang. Kebutuhan protein anak tentunya akan bertambah ketika mereka bertambah besar.

    Untuk mengetahui kebutuhan protein, bagi berat badan dengan 2. Karena kita hanya mengetahui berat badan dalam kilogram, maka kalkulasinya untuk anak kita adalah sekitar 1 gram protein setiap hari untuk setiap kilogram berat badannya.

    Contohnya, seorang anak mendapatkan bisa sekitar 35 gram mendapat protein dalam sehari melalui:

    • 2 sendok makan (15 mililiter) selai kacang dalam roti (7 gram protein)
    • 1 cangkir (240 mililiter) susu rendah lemak (8 gram protein)
    • 1 ons (30 gram) atau dua potong keju cheddar ukuran domino (7 gram protein)
    • 1,5 ons (90 gram) So Good Spicy Chicken Strip (10,5 gram protein)
    • ½ cangkir (80 gram) brokoli (2 gram protein)

    Yes… So Good Spicy Chicken Strip ini mengandung protein hewani yang kaya akan asam amino essential penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot & otak anak. Jadi kita ga perlu jajan buat suplai kudapan mereka lagi dan tetap bisa menyajikan makanan bergizi yang praktis.

    Dibalut dengan Tepung Crispy Special

    Pernah ga siiih kalau goreng makanan berbalut tepung itu sebentar udah melempem. Aku seriiing.. hiks.. hiks.. Tapi kalau goreng So Good Spicy Chicken Strip ini tuh ternyataaaa crispy tahan lama. Ga pake resep ala chef! Sangat praktis:  hanya digoreng terendam minyak (deepfrying) selama 4-5 menit di rumah. Tuh si sulung jadi hobi goreng-goreng deh.

    Jaminan Kualitas

    Kuatir dengan kehalalan dan kualitas produk ini? No worries. So Good Spicy Chicken Strip ini diproduksi oleh produsen ternama dengan teknologi produksi dan mesin modern. Dan yang menenangkan adalah: So Good Spicy Chicken Strip sudah ada logo HALAL MUI

    eat-sogood-spicy-chicken-strip

    So Good Spicy Chicken Strip sudah bisa didapatkan lho di pasar swalayan terdekat dan bisa jadi sudah ada di beberapa toko yang menjual makanan beku siap saji. Dengan ukuran 250 gr, saya mendapatkan 5pcs So Good Spicy Chicken Strip seharga Rp 37.000- Rp 39.000. Oiya, harga jualnya tetap tergantung harga jual toko dan lokasi ya. Produk ini bisa disimpan selama dalam keadaan simpan beku ≤ – 18’C.

    Cara penyajian

    Untuk mendapat hasil yang endeessss…. ini caranya:

    1. Goreng deepfried  So Good Spicy Chicken Strip ketika masih beku selama 4-5 menit dengan suhu 175’C.
    2. Panggang / oven So Good Spicy Chicken Strip ketika masih beku sekitar 7 menit (tergantung daya listrik oven)

    Mudah bukaaan? Yuk.. kita sarapan kedua.

    My Reflection

    [CLOSED] KULGRAM PENDIDIKAN RUMAH

    Masih menimbang homeschooling?
    Ada pertanyaan yang belum terjawab?

    Yuk bergabung dalam kulgram AHA! ‘Homeschooling Semudah Mencintai’ bersama 5 ibu dengan latar belakang berbeda tapi satu TUJUAN: MENDIDIK ANAK SENDIRI DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERMANHAJ AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, INSYAA ALLAH

    Para ibunda ini. .
    🧡 Ada yang berkhidmat di luar dan dimudahkan Allah menjalani autopilot homeschool
    💜 Fokus mengembangkan bisnis kulinernya sambil mendidik anak-anaknya
    💛 Ibu rumah tangga sejati yang juga buka OS
    ❤ Ibu yang jeli menuntun bakat anaknya menjadi seorang chef yang gemar baca kitab.
    💚 Hingga yang berhasil menjadikan anaknya seorang hafizh/ hafizhah.
    .
    KAPAN?
    ✅InsyaAllah pada tanggal 9, 16, 23, 30 (semua pukul 13.00-15.00 kecuali tanggal 9 dua sesi +pagi 10.00-11.30)
    ✅Pendaftaran dibuka sampai 3 Desember 2018/ setelah kuota penuh

    DIMANA?
    Melalui channel dan grup Telegram.
    .
    INVESTASI
    Minimal Rp150,000/ orang atau Rp120,000/5 orang
    (Tersedia tiket gratis bagi yang memerlukan) untuk mendapatkan
    ✅ PO Modul hard copy ‘Homeschooling Semudah Mencintai’
    ✅ eBook berisi resume yang bisa dijadikan panduan menjalani homeschooling
    ✅ Printables perangkat belajar
    ✅ Kesempatan beramal untuk saudara kita yang berusaha menjalani kehidupan pasca musibah.
    .
    BAGAIMANA CARANYA?
    Daftar melalui http://bit.ly/wauma
    HANYA UNTUK PEREMPUAN

    .
    Presented by AHA! dari

    Ahlan wa sahlan

    Product Review

    So Good Nugget Oglio Olio Kesiangan

    Hayooo… siapa yang satu keluarga pernah sahur kesiangan? Kami pernah dong.  Last minute sih…  15 menitan sebelum adzan dengan kondisi belum masak apapun. Ampuuuuun dah hebohnya itu para krucils.

     

    Nah,  daripada menyajikan mie instan, kita bisa buat ini deh. Simple. Cepat. Thanks to Nugget So Good dan fussili yang tersedia di dapur saya. Sini-sini.. saya bagikan resepnya.

     

    SO GOOD NUGGET OGLIO OLIO KESIANGAN

    20180619_110359-1

    BAHAN-BAHAN

    1. Pasta 250 gram (waktu itu kami hanya punya fusili), rebus sampai matang tapi tidak lembek, tiriskan.
    2. Nugget So Good apa saja ( kami pakai alphabet), goreng hingga kecokelatan. Sisihkan
    3. Minyak zaitun 3 sdm.
    4. Bawang putih 6 siung, memarkan.
    5. Cabai rawit 3 buah, diiris tipis.
    6. Peterseli 2 sdm, cincang (optional sih..  kalau ga ada ya ngga apa-apa.  Kan kesiangan).
    7. Garam secukupnya.

     

    CARA PEMBUATAN

    1. Tumis bawang putih dan cabai rawit dalam minyak zaitun, lalu taburkan peterseli, dan garam.
    2. Masukkan pasta lalu aduk sebentar. Angkat.
    3. Taruh di piring dan sajikan  nugget So Good diatasnya.

    Mudah kaaaan.  Oh iya… biasanya kami menyantap kurma juga untuk tambahan serat dan energi kalau sahur kesiangan begini. Alhamdulillah… anak-anak tetap semangat puasa sampai waktunya berbuka.

    Mierza's Own, Product Review

    Dear Al, Ilmu Tentang Baju Batik Pria Ini Perlu Kamu Tahu

    Punya anak laki-laki setelah 2 anak perempuan membuat saya sedikit banyak memikirkan tentang penampilannya. Selain saya suka melihat Al memakai sarung dan koko atau jubah untuk ke masjid, saya juga suka melihatnya memakai baju batik pria. Well.. okay, I mean… baju batik pria kecil.

     

    Memberikan Ilmu Tentang Baju Batik Pria

    Nah, untuk mendukung misi saya ini, makan saya ingin menyisipkan ilmu tentang batik itu sendiri kepada Al. Batik adalah pakaian khas dalam warisan budaya Indonesia, dan sering digunakan oleh para pemimpin dunia dalam acara-acara resmi. Bahkan, baju batik pria bisa digunakan untuk shalat karena memang modelnya itu-itu aja untuk pria: kemeja.

     

    Berikutnya adalah hal-hal yang saya sisipkan kepada bapaknya Al.

    Hloh! Kok, bapaknya Al? Hehehe.. ya biar kalau mereka belanja baju batik pria, saya ga usah diajak alias bisa melipir beli baju lainnya. Hehe… modus dikit lah. Nah, ini dia tips tentang cara memilih batik yang tepat yang akan saya ‘jejalkan’ kepada mereka:

     

    1. Ukuran

    Ukuran batik biasanya selalu menjadi masalah. Pastikan baju batik pria yang dikenakan tidak terlalu ketat maupun terlalu besar. Sesuaikan batik dengan bentuk tubuh, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Yang saya tekankan sebagai ibu modis (modal diskon) tapi gaya adalah kalimat ini: betapapun mahal batik yang Kita kenakan, jika tidak pas di tubuh Kita maka penampilan Kita akan terlihat “murah”

     

    1. Bahan

    Kualitas sebuah batik dapat dilihat dari bahan dan teknik salam membuat corak batik. Kain batik mulai dari katun biasa hingga halus. Bahan halus biasanya digunakan untuk batik eksklusif dengan harga minimum jutaan. Batik halus nyaman dipakai tetapi harganya biasanya lebih tinggi daripada bahan biasa. Selain bahan batik, teknik pembuatan batik bisa membuat harga lebih tinggi. Ini harus dipertimbangkan ketika memilih batik dan menyesuaikan anggaran Kita. Bagaimana jika anggaran ngepas? Ingat kembali kalimat yang disebutkan pada poin nomor 1 di atas.

     

    1. Warna

    Gambar: Freepik

    Secara garis besar, batik terdiri dari warna “tanah” dan variasi warna. Yang harus kita perhatikan ketika memilih warna batik adalah warna dominan latar belakang / “tanah”. Warna dasarnya adalah patokan apa yang bisa Kita gunakan ketika memilih batik untuk digabungkan dengan pakaian lain.

     

    Warna gelap atau cerah tergantung pada agenda. Untuk acara santai, kita dapat menggunakan warna-warna cerah, seperti merah, kuning, atau ungu. Sedangkan untuk acara formal, kita bisa memilih warna yang lebih gelap atau monokrom (hitam / putih).

     

    1. Motif

    Gambar:Pixabay

    Setiap daerah memiliki motif / motif batik yang berbeda dan membuatnya unik. Namun pastikan kombinasi warna motif dengan warna dasar sesuai dan cocok.

     

     

    1. Santai atau Formal

    Sebelum kita memutuskan untuk membeli batik, ketahui dulu untuk acara apa kita ingin memakai pakaian ini? Untuk acara formal, semi formal, atau santai? Tidak ada stiker khusus yang menyatakan ini adalah batik santai dan itu adalah batik formal sih, tetapi tentunya tidak lucu jika kita salah pilih motif kostum kan? Karena itu, kita harus dapat membedakan tujuan kita menggunakan setiap pakaian batik.

    Sebenarnya tidak sulit membedakannya. Kita harus memperhatikan elemen penting dalam motif batik dan warna dasar. Untuk motif kasual biasanya bermotif flora atau fauna dan memiliki warna dasar dominan ringan. Dan batik formal lebih sederhana dan minimalis. Batik formal biasanya hanya terdiri dari satu motif motif, ia memiliki warna yang lembut dan elegan. Kita bisa mengenakan batik baik untuk acara santai maupun formal di kantor, bahkan untuk shalat!

     

    Okay, segitu aja sih ilmu yang ingin saya berikan kepada Al (dan bapaknya). Semoga mereka sabar menanti setelah membeli dan membayar baju batik yang mereka pilih. Lho, kok? Ya iya… karena biasanya saya dan anak-anak perempuan lebih lama belanjanya hehehe.

    adzan kidung indonesia azan wanita
    Mierza's Own, My Reflection, My Thoughts, Parenting

    Merindu Adzan

    ~Mierza Ummu Abdillah~
    Ajarilah ibu…
    Ajari anakmu mencintai adzan,
    melalui kisah Bilal bin Rabah.
    Kisahkan pekikan AHAD! dalam keberanian
    meski saat perih mendera parah.
    Ceritakanlah ibu..
    Ceritakan saat ribuan wajah menoleh ke kabah
    mengikuti kalimat tauhid yang megah
    melalui apa yang Bilal kumandangkan
    Melalui adzan
    Kisahkan Ibu…
    Kisahkan saat Bilal merasakan lehernya tercekik
    setiap saat ia hendak memekik
    Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah…
    karena kesedihan atas wafatnya kekasih Allah…
    KATAKAN IBU!
    KATAKAN BETAPA KAUM MUSLIMIN JUGA MENANGIS
    HINGGA TENGGELAM DALAM HATI YANG TERIRIS
    Maka… tanamkanlah ibu…
    Tanamkanlah cinta pada panggilan itu…
    Buatlah anak-anakmu merindu.
    Buatlah anak-anakmu merindu.
    Buatlah anak-anakmu merindu.
    Melalui cintamu pada adzan lebih dulu.
    Sumber inspirasi: THE REAL BILAL
    Kajian Sirah, My Reflection

    ​THE REAL BILAL

    KISAH MUADZIN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

    Oleh: Wira Mandiri Bachrun [1]

    Bilal bin Rabah adalah sosok sahabat yang sangat mengagumkan. Bagaimana tidak, seorang yang dahulunya hanyalah budak rendahan berkulit hitam, telah diagungkan oleh Allah untuk menjadi orang mengumandangkan adzan pertama kali, menjadi orang yang pertama memanggil kaum mukminin untuk menghadap Allah di dalam shalat mereka.

    Dialah Bilal bin Rabah yang kisah hidupnya menjadi insiprasi bagi banyak orang. Betapa dengan kekuatan iman serta ketegaran hati dalam memegang prinsip tauhid, Bilal yang hina menjadi mulia. Demikian juga kisah hidupnya menjadi bukti mulianya ajaran Islam yang tak mengenal perbedaan suku bangsa dan warna kulit. Kisah Bilal benar-benar menunjukkan kebenaran firman Allah,
    إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
    “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa…” (Al Hujaraat: 13)

    Orang menjadi mulia di sisi Allah adalah karena ketaqwaannya. Bukanlah ras, suku bangsa atau warna kulit yang membuat kita mulia. Sebagaimana Bilal, walaupun dia berkulit hitam tapi tetap mulia di sisi Allah.

    KELAHIRAN BILAL

    Bilal dilahirkan di daerah Sarah kira-kira 34 tahun sebelum hijrah. Ayahnya dikenal dengan panggilan Rabah. Sedangkan ibunya dikenal dengan Hamamah. Hamamah adalah seorang budak wanita yang berkulit hitam yang tinggal di Makkah. Oleh karenanya, sebagian orang memanggil Bilal dengan nama Ibnu Sauda, putra si budak hitam. Bilal tumbuh di kota Makkah. Dia menjadi budak milik anak-anak yatim dari Bani Abdid Daar yang diasuh oleh Umayyah bin Khalaf, salah seorang gembong kafir Quraisy.[2]

    MASUK ISLAM

    Begitu cahaya Islam muncul di tengah-tengah kota Makkah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  mengajak manusia kepada kalimat tauhid, Bilal adalah salah seorang yang paling dahulu masuk dalam agama Islam. Pada saat itu Bilal telah masuk Islam. Tidak ada orang lain yang masuk Islam selain dia dan beberapa orang lagi yang disebut sebagai As Sabiquna Al Awwalun. Yang pertama adalah Khadijah binti Khuwailid, Ummul Mukminin. Lalu Abu Bakr As Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir dan ibunya Sumayyah, serta Shuhaib Ar Rumi dan Miqdad bin Al Aswad.[3]

    SIKSAAN KEPADA ORANG-ORANG LEMAH DARI KAUM MUSLIMIN

    Ketika syiar Islam mulai tampak di tengah-tengah musyrikin Quraisy, mulailah penentangan muncul dari para kaum tersebut. Bahkan mereka mulai melakukan penganiayaan dan penyiksaan kepada kaum muslimin. Sebagian sahabat yang berasal dari keluarga terpandang seperti Abu Bakr As Shiddiq dan Ali bin Abi Thalib memiliki kaum yang dapat melindungi mereka berdua. Adapun para budak serta orang-orang yang lemah, maka dengan mudahnya disiksa dan dianiaya oleh para pembesar Quraisy. Kafir Quraisy menyiksa mereka untuk menjadikan mereka sebagai contoh bagi orang-orang yang berani menentang berhala mereka dan menyatakan diri sebagai pengikut Muhammad.

    Abu Jahl  misalnya, dia telah menganiaya Sumayyah. Gembong kekafiran ini berdiri di atas tubuh Sumayyah dengan mengucapkan sumpah serapah, lalu membunuhnya dengan cara menusukkan tombak pada tubuh Sumayyah dari bagian bawah perutnya hingga tembus di punggungnya. Sumayyah pun menjadi wanita syahidah pertama dalam Islam.

    Siksaan lain yang dialami kaum muslimin, bila panas mentari mencapai puncaknya para gembong kekufuran ini melepaskan baju kaum muslimin, lalu memakaikan kepada mereka pakaian besi lalu membakar mereka dengan sinar matahari yang begitu terik. Mereka juga mencambuk punggung kaum mustad’afin tadi dengan cambuk, serta menyuruh mereka untuk menghina diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ketika siksaan itu mencapai puncaknya, maka mereka pun menuruti kehendak kafir Quraisy, namun hati mereka senantiasa terpaut kepada Allah dan Rasulnya.[4]

    Allah berfirman tentang mereka,
    مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ
    “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (maka dia akan mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (maka dia tidaklah berdosa).” (An Nahl: 106).”

    BAGAIMANA DENGAN BILAL?

    Bilal mengalami perlakuan yang sangat kejam dari majikannya, Umayyah bin Khalaf. Pundaknya diikat dengan tali lantas tali tersebut diserahkan kepada anak-anak kecil untuk diseret dan dibawa keliling sepanjang pegunungan Mekkah. Akibatnya, bekas tali tersebut masih nampak di pundaknya.

    Umayyah, sang majikan selalu mengikatnya kemudian menderanya dengan tongkat. Kadang ia dipaksa duduk di bawah teriknya sengatan matahari. Ia juga pernah dipaksa lapar.

    Puncak dari itu semua adalah saat dia dibawa keluar pada hari yang suhunya sangat panas, kemudian dibuang ke tanah lapang di Bathha’. Setelah itu, ia ditindih dengan batu besar dan ditaruh ke atas dadanya. [5]

    Mereka mendera punggung Bilal dengan cambuk, namun tetap saja Bilal berkata,
    “Ahad, Ahad… Allah Yang Esa, Allah Yang Esa!”

    Mereka menimpakan batu-batu besar pada dada Bilal, namun tetap saja Bilal berkata,
    “Ahad, Ahad… Allah Yang Esa, Allah Yang Esa!”

    Meski mereka sudah menyiksa dengan sekeras mungkin, namun tetap saja Bilal berkata,
    “Ahad, Ahad… Allah Yang Esa, Allah Yang Esa!”

    Mereka berusaha mengingatkan Bilal kepada Lata wal Uzza, namun Bilal malah menyebut Allah dan Rasul-Nya.

    Mereka berkata kepada Bilal, “Ucapkan apa yang kami katakan!”
    Malah Bilal membantah, “Lisanku tidak dapat mengucapkannya.”

    Maka mereka menambahkan penyiksaannya dan bahkan semakin menjadi-jadi.
    Di tengah penyiksaan dan pelecehan tersebut, Bilal tak kunjung menghentikan ucapannya…
    “Ahad, Ahad… Allah Yang Esa, Allah Yang Esa!”[6]

    DISELAMATKAN OLEH ABU BAKR

    Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu kemudian ingin membebaskan Bilal. Beliau ingin membelinya dari Umayyah bin Khalaf. Apa yang dilakukan oleh Umayyah? Dia pun meninggikan harga Bilal. Dia mengira dengan harga yang tinggi, Abu Bakr mengurungkan niatnya. Akan tetapi Abu Bakr tetap membeli Bilal walaupun harus menebus dengan harga yang cukup tinggi, sembilan uqiyah emas.[7]

    Umayyah berkata kepada Abu Bakr setelah perjanjian jual-beli ini usai, “Kalau engkau tidak mau mengambil Bilal kecuali dengan 1 uqiyah emas saja, pasti aku lepas juga.”

    Abu Bakar menjawab, “Jika engkau tidak mau menjualnya kecuali dengan 100 uqiyah, pasti aku akan tetap membelinya!”

    Begitu Abu Bakr As Shiddiq memberitahukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bahwa dia telah membeli Bilal dan menyelamatkannya dari tangan penyiksa, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Biarkan aku ikut urunan dalam pembebasannya, wahai Abu Bakr!”

    Abu Bakr As Shidiq lalu menjawab: “Aku telah membebaskannya, ya Rasulullah.”[8]

    HIJRAH KE MADINAH DAN MENJADI BAYANGAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

    Ketika Allah subhanahu wata’ala memberikan izin kepada Nabi-Nya untuk berhijrah ke Madinah, maka Bilal pun termasuk orang yang turut berhijrah ke sana. Bilal akhirnya menetap di Madinah yang jauh dari penyiksaan bangsa Quraisy. Ia mendedikasikan usianya kepada Nabi dan kekasihnya yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bilal senantiasa turut serta jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  melakukan perjalanan. Dan ia pun juga bersama Rasul, tatkala Beliau pulang. Ia melakukan shalat bersama Rasul, melaksanakan perang jika Rasul melakukannya. Sehingga Bilal seolah menjadi bayangan diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. [9]

    YANG PERTAMA MENGUMANDANGKAN ADZAN

    Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  membangun masjidnya di Madinah, dan adzan mulai disyariatkan, maka Bilal adalah orang pertama yang menjadi muadzin dalam Islam.

    Disebutkan di dalam riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu,
    انَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا ، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى . وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ . فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ »
    “Kaum muslimin dahulu ketika datang di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkira-kira waktu shalat, tanpa ada yang menyerunya, lalu mereka berbincang-bincang pada satu hari tentang hal itu. Sebagian mereka berkata, gunakan saja lonceng seperti lonceng yang digunakan oleh Nashrani. Sebagian mereka menyatakan, gunakan saja terompet seperti terompet yang digunakan kaum Yahudi. Lalu ‘Umar berkata, “Bukankah lebih baik dengan mengumandangkan suara untuk memanggil orang shalat.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Bilal bangunlah dan kumandangkanlah azan untuk shalat.”  (HR. Al Bukhari dan Muslim).

    Maka Bilal pun menjadi muadzin pertama dalam sejarah Islam. Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  telah keluar dari kamarnya dan Bilal telah melihat Beliau datang, maka Bilal akan mengumandangkan iqamat. [10]

    Dipilihnya Bilal sebagai muadzin merupakan pemuliaan kepada diri beliau. Ketika beliau dipaksa untuk mengucapkan kekufuran dulu di Makkah, lisannya tetap mengatakan “Ahad.. Ahad…” Oleh karena itulah dia dipercaya untuk mengumandangkan adzan yang mengandung ungkapan tauhid di awal dan akhirnya. [11]

    BILAL ADALAH PENDUDUK SURGA

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan bahwa Bilal termasuk penduduk surga. Beliau telah mendengar suara terompah Bilal di surga. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,
    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ لِبِلاَلٍ عِنْدَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِي اْلإِسْلاَمِ مَنْفَعَةً فَإِنِّي سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ بِلاَلٌ مَا عَمِلْتُ عَمَلاً فِي اْلإِسْلاَمِ أَرْجَى عِنْدِيْ مَنْفَعَةً مِنْ أَنِّي لاَ أَتَطَهَّرُ طُهُوْرًا تَامًّا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلاَ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُوْرِ مَا كَتَبَ اللَّهُ لِيْ أَنْ أُصَلِّيَ
    Setelah shalat subuh, Rasulullah berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam! Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di hadapanku di surga.”

    Bilal kemudian menjawab, “Tidaklah ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan dalam keislamanku yang paling kuharapkan manfaatnya melainkan aku selalu melakuan shalat sunnah semampuku setiap selesai bersuci dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.” (HR. Muslim)

    BERPERANG BERSAMA RASULULLAH

    Bilal turut serta bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  dalam perang Badr. Ia menyaksikan sendiri dengan dua mata kepalanya bagaimana Allah membuktikan janji-Nya, menolong tentara-Nya. Dan ia menyaksikan banyak para kafir Quraisy tewas menemui ajalnya padahal mereka dulu pernah menyiksa Bilal dengan amat keji. Ia juga melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf mati tertebas pedang kaum muslimin, dan darah mereka mengucur karena tusukan tombak kaum muslimin.[12]

    NAIK KE ATAS KA’BAH

    Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  memasuki kota Makkah untuk menaklukkannya, Beliau didampingi oleh Bilal bin Rabah. Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  memasuki Ka’bah, Beliau hanya didampingi oleh 3 orang saja, mereka adalah: Utsman bin Thalhah sang pemegang kunci Ka’bah, Usamah bin Zaid orang kesayangan Rasulullah dan putra dari orang kesayangan Beliau [13], serta Bilal bin Rabah sang muadzin Rasulullah.

    Tatkala waktu Zhuhur telah tiba, banyak sekali manusia yang berada di sekeliling Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Dan orang-orang kafir Quraisy yang baru masuk Islam secara sukarela atau terpaksa menyaksikan jumlah manusia yang sedemikian banyaknya.

    Pada saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  memanggil Bilal bin Rabah. Beliau memerintahkan Bilal untuk naik ke atas Ka’bah untuk mengumumkan kalimat tauhid. Maka Bilal pun melakukan perintah tersebut.

    Ia mengalunkan Adzan dengan suaranya yang keras.

    Maka ribuan leher manusia melihat ke arah Bilal. Ribuan lisan manusia yang mengikuti ucapan Bilal dengan hati yang khusyuk.

    Sedangkan mereka yang di dalam hatinya terdapat penyakit merasakan adanya kedengkian dan kebencian yang membuat hati mereka menjadi tercabik-cabik.
    Begitu Bilal mengucapkan di dalam adzannya, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, maka berkatalah Juwairiyah binti Abu Jahal, “Demi umurku, sungguh Allah ta’ala telah meninggikan sebutan namamu. Adapun shalat, maka kami akan melakukannya, akan tetapi demi Allah, kami tidak menyukai manusia yang pernah membunuh orang-orang yang kami cintai.” Ayah Juwairiyah terbunuh pada perang Badr.

    Khalid bin Usaid mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan ayahku sehingga ia tidak turut menyaksikan kejadian yang menghinakan pada hari ini.” Ayah Khalid, Usaid telah mati satu hari sebelum terjadinya penaklukan Makkah.

    Al Harits bin Hisyam berkata, “Celaka, andaikan aku sudah wafat sebelum aku melihat Bilal berada di atas Ka’bah.”

    Al Hakim bin Abi Al Ash berkata, “Demi Allah, ini adalah musibah besar jika seorang budak Bani Jumah bersuara dari atas bangunan ini.”

    Dan bersama mereka terdapat Abu Sufyan bin Harb yang berkata, “Aku tidak akan mengatakan apapun… Sebab kalau aku mengeluarkan satu kata saja dari mulutku, kerikil-kerikil ini akan menyampaikan ucapanku tersebut kepada Muhammad bin Abdullah.”[14]

    SETELAH RASULULLAH WAFAT

    Begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  kembali ke Ar Rafiqul A’la.
    Saat itu waktu shalat telah tiba.
    Maka berdirilah Bilal untuk mengumandangkan adzan kepada manusia.
    Ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  sudah dikafankan namun belum dikubur.

    Maka di saat Bilal hendak mengucapkan Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah… lehernya terasa tercekik. Suaranya tidak bisa keluar dari kerongkongan.

    Kaum muslimin pun menangis… mereka tenggelam dalam kesedihan.

    Kemudian setelah tiga hari sejak hari itu, Bilal kembali mengumandangkan adzan. Namun setiap kali ia sampai pada kalimat Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah, ia menangis dan menangislah semua orang yang mendengarnya.

    Pada saat itu, Bilal meminta kepada Khalifah Abu Bakr untuk mengizinkannya agar tidak mengumandangkan adzan terlebih dahulu karena ia merasa tidak sanggup untuk melakukannya. [15]

    INGIN IKUT BERJIHAD

    Bilal meminta izin kepada Khalifah Abu Bakr untuk turut dalam jihad di jalan Allah dan tinggal di negeri Syam untuk menghadapi musuh.

    Abu Bakr menjadi ragu dalam memberikan izin kepada Bilal. Maka Bilal pun berkata kepadanya,
    إِنْ كُنْتَ إِنَّمَا اشْتَرَيْتَنِي لِنَفْسِكَ فَأَمْسِكْنِي وَإِنْ كُنْتَ إِنَّمَا اشْتَرَيْتَنِي لِلَّهِ فَدَعْنِي وَعَمَلَ اللَّهِ
    “Jika engkau membeli diriku untuk menjadi milikmu, maka tahanlah aku. Dan jika engkau membeli diriku karena Allah, maka biarkanlah aku beramal karena Allah.”
    Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku tidak berniat membelimu, kecuali karena Allah! Aku tidak memerdekakan mu kecuali di jalan-Nya.”

    Bilal juga berkata, “Aku tidak akan mengumandangkan adzan untuk siapapun setelah Rasulullah wafat.”

    Abu Bakr berkata, “Itu adalah hakmu wahai Bilal…”[16]
    Bilal pun kemudian berangkat dari Madinah Al Munawarah bersama utusan pertama pasukan muslimin. Kemudian ia tinggal di Daraya dekat dari Damaskus.[17][17]

    PERMINTAAN UMAR

    Bilal masih tidak mau mengumandangkan adzan sehingga Umar bin Khattab datang ke negeri Syam yang menjumpai Bilal setelah sekian lama tidak berjumpa.

    Umar amat rindu kepada Bilal dan amat hormat kepadanya. Sehingga jika nama Abu Bakr disebut didepannya, maka Umar akan berkata,
    “Abu Bakar adalah pemimpin kami dan dialah yang telah memerdekakan pemimpin kami.”

    Yang dimaksud adalah adalah Bilal.”

    Pada saat itulah para sahabat mendesak Bilal untuk mengumandangkan adzan dihadapan Umar Al Faruq.

    Begitu suara Bilal berkumandang, Umar serta-merta meneteskan air mata, dan semua sahabat yang ada pada saat itu turut menangis, sehingga bulu janggut menjadi basah oleh air mata.

    Bilal telah berhasil membangkitkan kerinduan mereka kepada Madinah.[18][18]

    WAFATNYA BILAL

    Terdapat perbedaan pendapat kapan dan di mana Bilal wafat. Sebagian mengatakan bahwa beliau wafat di kota Damaskus. Sebagian lagi ada yang mengatakan bahwa beliau meninggal di Kota Halab pada tahun kedua puluh hijriyyah. Sebagian lagi mengatakan bahwa beliau wafat pada tahun ke-18 hijriyyah. Usia beliau ketika meninggal sekitar enam puluh tahun lebih. [19]

    Dikisahkan bahwa ketika menjelang wafatnya, istri Bilal dengan setia mendampingi beliau.

    Istrinya mengatakan, “Duhai kasihan sekali engkau wahai suamiku…”

    Setiap kali Bilal mendengar istrinya mengatakan hal tersebut, Bilal berkata, “Duhai alangkah bergembiranya aku! Besok kita akan berjumpa dengan para kekasih, yaitu Muhammad dan para sahabatnya… Besok kita akan berjumpa dengan para kekasih, yaitu Muhammad dan para sahabatnya.”[20]

    Beliau pun kemudian meninggalkan dunia yang fana ini. Semoga Allah meridhoi beliau dan para sahabat lainnya.

    Wallahu a’lam bisshawab.

    CATATAN KAKI:

    [1] Penulis adalah pengajar di Ma’had Ibnu Katsir, Yogyakarta dan pengasuh rubrik Sirah di situs dakwah http://www.tauhid.or.id
    [2] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 303.
    [3] Ibid., hlm. 303-304.
    [4] Ibid., hlm. 304-305
    [5] Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri, Ar Rahiqul Makhtum, (Riyadh: Dar Ibnil Jauzi, 1435 H), hlm. 103.
    [6] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 305
    [7] Jika 1 uqiyah = 40 dirham (sekitar 200 gr emas), berarti Abu Bakr telah membeli Bilal dengan harga 1,8 kg emas. Coba kalkulasikan dengan jumlah uang kita sekarang.
    [8] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 306
    [9] Ibid., hlm 307
    [10] Ibid. hlm. 308
    [11] Ibnu Hajar Al Asqalani, Fathul Bari, (Beirut: Darul Ma’rifah, 1379 H), jil. 2, hlm. 82.
    [12] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 308
    [13] Usamah adalah putra dari Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
    [14] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 309-310
    [15] Ibid., hlm. 310.
    [16] Ibnul Jauzi, Shifatus Shahwah, (Kairo: Darul Hadits, 2000) hlm. 165.
    [17] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 311.
    [18] Ibid. hlm. 311-312
    [19] Ibnul Jauzi, Shifatus Shahwah, (Kairo: Darul Hadits, 2000) hlm. 166.
    [20] Abdurrahman Rafat Basya, Suwar min Hayatis Shahabah, (Kairo: Darul Adab Al Islami, 2006), hlm. 312.

    Homeschooling, Homeschooling Communities, Landasan Homeschooling Islam, My Reflection

    Homeschooling Jakarta Mendadak Jogja dan Sepatu Sandal Pilihan

    Teringat tahun pertama kami memulai proses homeschooling, kami sekeluarga mendapat undangan diklat pendidikan Islam selama 2 bulan penuh di Jogja. Tantangannya adalah, kami hanya punya waktu beberapa hari untuk bersiap-siap, dari mulai pesan tiket pesawat di akhir bulan (wkwkwk tau kan maksudnya?) hingga memastikan keluarga ‘homeschooling Jakarta’ ini bisa hidup bahagia sejahtera sentosa di Jogja.

    Mendadak Jogja dan Sepatu Sobek

    Sumber: osaba/freepik.com

    Singkat kata, kami sampai di Jogja dengan banyaaak kemudahan dari Allah meski banyak barang penting yang tertinggal. Nah, sebulan pertama lumayan berpeluh. Kami berlima – saya, suami, dan 3 anak yang salah satunya masih bayi – harus menempuh beberapa moda transportasi plus jalan kaki dari tempat diklat ke tempat menginap.

    Awal-awalnya seru, terutama bagi anak-anak (yaeyaalaah.. jalan-jalan gituh). Well, setidaknya sampai SEPATU SAYA SOBEK di tengah perjalanan sedangkan perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki. Huuuuhuuhuuu…. saya benar-benar lupa membawa sepatu sandal andalan. -_____-”

    Sambil berjuang biar sepatu itu tetap menempel, kami pun keluar masuk toko sepatu yang kami temui sepanjang perjalanan. Harapannya sih dapat sepatu sandal wanita yang sesuai dengan ekspektasi saya. Tapiiii, dengan nomor kaki saya yang lumayan besar (untuk perempuan) dan checklist yang banyak dalam hal sepatu sandal andalan , pilihan pun semakin sedikit.

    Sepatu Sandal Wanita Pilihan Emak Homeschooler

    Sepatu sandal yang sehat itu penting buat keluarga homeschooler (apalagi travelschooler). Kenapa? Ya, karena pembelajaran kan harus jalan terus. Ituuu sebabnya memilih sepatu sandal wanita pun ga boleh sembarangan, apalagi buat sang Emak yang ga boleh istirahat setelah mendarat di rumah. Jadiiiii….

    Ini Dia Tips  Memilih Sepatu Sandal Wanita

    Sumber: topntp26/freepik.com

    NO#1 NYAMAN

    Jelaaas sepasang sandal dengan hak tinggi seksi dan bertali akan benar-benar dicoret dari daftar belanja. Tujuan memilih yang pertama memastikan kaki tetap sehat dan emak dapat menikmati waktunya. Karena itu, jika masih sakit setelah memakainya beberapa kali, maka sepatu sandal tersebut bukan pilihan yang tepat.

    Salah satu elemen terpenting dalam memilih sepatu yang nyaman adalah kecocoka . Jika kaki seorang emak harus berjuang untuk tetap berada dalam ‘sepatu yang salah’, ototnya akan menjadi tegang dan emak mungkin akan menderita iritasi pada telapak dan pergelangan kakinya. Sandal yang terlalu ketat bisa menyebabkan lecet di antara jari-jari kaki atau bagian atas kaki. Hiks.. horor kaaan?

    NO#2 PILIH YANG SEDIKIT LEBIH BESAR

    Untuk sandal, sangat penting untuk memberi ekstra ruangan. Telapak kaki harus sedikit lebih kecil dari telapak sandal. Hal ini mencegah sisi kaki dari ‘tumpah’ ke sisi sepatu dan jari-jari kaki ‘mengacung’ di bagian depan hahaha. Hal ini tidak hanya merusak estetika, tapi membuat kaki iritasi dan cedera.

    NO#3 PILIH BAHAN BERKUALITAS TINGGI

    Adalah fitrah emak-emak menyukai diskon, tapi JANGAN pernah kompromi dengan kualitas. Bahan yang tipis dapat memperburuk iritasi kulit dan menyebabkan sandal rusak hanya dalam beberapa kali penggunaan. Jangan memilih bahan yang cenderung menyerap dan menahan air karena bisa menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri pada sepatu dan masalah kulit yang serius. Kulit berkualitas tinggi, karet tahan bakteri, dan serat alami adalah pilihan ideal untuk sepatu sandal wanita yang sehat dan tahan lama untuk emak homeschooler.

    NO#4. PERHATIKAN BENTUK TUBUH DAN KAKI

    Aturan penting yang harus diingat adalah tidak semua gaya cocok untuk semua orang. Sama seperti pakaian, kita harus memilih sandal yang menonjolkan bentuk kaki dan tipe tubuh. Buat emak-emak yang hobi menemani homeschooler kesana-kemari, coba pilih gaya sandal yang anggun dan cocok dalam acara santai hingga resmi.

    NO#5 DAYA CENGKRAM

    Pilih sandal dengan sol tebal untuk mendapatkan daya cengkram yang lebih baik saat berjalan. Sol berlapis – yang biasanya mengandung busa, kain yang ‘bernapas’, dan poliester – bisa meningkatkan penyerapan, daya tahan, dan kenyamanan akan benturan. Sesuaikan sepatu sandal yang kita  dengan tingkat medan yang dihadapi . Semakin keras medan yang kita lalui, suka hiking misalnya, semakin meningkat daya cengkram sol yang kita perlukan.


    Nah, begitulah curhat emak homeschooling Jakarta yang mendadak Jogja ini. Semoga bermanfaat yaaa.