Kajian Tauhid

Kajian Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga & 3 Landasan Utama (5 Agustus)

BUKU 1: MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA

Adab Terhadap Tetangga dan Masyarakat

4. Membimbing dengan lemah lembut

Bin Baz: Masa sekarang ini adalah masa lemah lembut

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Referensi)

Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ » [أخرجه البخاري ومسلم]

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam setiap urusan“. [HR Bukhari no: 6024, Muslim no: 2165].

a. Ajarkan secara bertahap.

Karena semua ada tahapan nya.

b. Ajarkan baca Alquran

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ » [ أخرجه البخاري ]

“Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-Qur`an.”[HR. Al-Bukhari 4739, at-Tirmidzi 2908, Abu Daud 1452, Ibnu Majah 211, Ahmad 1/69, dan ad-Darimi 3338]

c. Ajarkan tauhid

Mengingatkan tauhid dan mengingatkan tentang syirik

d. Ajarkan wudhu

5. Tidak mengganggu mereka

a. Tidak berbuat atau berkata jahat

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”

b. Jangan menggunjing

Hasan Basri digunjingklau mengirimkan makanan kepada penggunjing nampanesr makanan lalu mengucapkan terimakasih sudah memberi pahala.

c. Tidak mencari-cari kejelekan mereka dan menutupi aib mereka

Nabi secara khusus melarang untuk mencari-cari dan membuka aib orang lain sebagaimana disebutkan dalam hadis,

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتاَبوُا الـْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِـعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian berbuat ghibah kepada kaum muslimin dan janganlah mencari-cari aurat (aib) mereka! Karena siapa saja yang suka mencari-cari aib kaum muslimin, maka Allah pun akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, hasan shahih)

Beliau juga bersabda,

ِالمُسْلِمُ أخُو المُسْلِمِ، لا يَظْلِمُهُ ولا يُسْلِمُهُ، ومَن كانَ في حاجَةِ أخِيهِ كانَ اللَّهُ في حاجَتِهِ

“Seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menelantarkannya. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.” (HR. Muslim, no. 2564).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah seorang hamba menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat nanti.” (HR. Muslim)

d. Jangan kepo agar ghibah kita sedikit

6. Sabar atas kejahilan manusia

Karena manusia itu jahil atau bodoh,  kecuali jika memiliki ilmu. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

اَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ ويَصْبِرُ عَلَى أذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap kejahatan mereka.”(HR. At-Tirmidzi no. 2507; Ibnu Majah no. 4032)

Ketika Nabi berdakwah, pamannya menyebut gila, tapi nabi tidak menjawab. Nabi terus berdoa,  hingga Allah jadikan anak cucu Abu LAhab masuk Islam.

Di antara cercaan Abu Jahal dan kebodohannya bahwa tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut pohon Zaqqum, Abu Jahal berdiri seraya berkata, “Wahai kaum Quraisy, tahukah kalian apakah pohon Zaqqum yang dijadikan oleh Muhammad sebagai gertakan kepada kalian?”

Mereka menjawab: “Tidak.”

Abu Jahal berkata, “Kurma kering Madinah dengan mentega, demi Allah seandainya memungkinkan, niscaya kami akan melahapnya dengan cepat –menelannya begitu saja-.” Kemudian, dia mendatangkan mentega dan kurma seraya berkata kepada teman-temannya: “Lahaplah dengan cepat!” Sebagai cemoohan dan ejekan terhadap firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya:

“Sesungguhnya pohon Zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas.” (QS. Ad-Dukhan: 43-46)

Pohon yang jelek ini –Zaqqum- tumbuh besar di dasar Neraka, ia makanan Abu Jahal dan setiap orang yang berdosa serta musyrik. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menamakannya pohon terlaknat. Apabila datang penghuni Neraka memakannya, lantas mendidih perut mereka sebagaimana air yang mendidih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabarkan bahwa kesudahannya adalah tengah-tengah Neraka, makanannya Zaqqum dan minumannya nanah (al-Muhl). Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjawab dengan metode pencibiran, penghinaan dan ejekan.

Firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:

“Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.” (QS. Ad-Dukhan: 49)

Ini merupakan puncak dalam penghinaan dan pelecehan kepada Abu Jahal –semoga dilaknat Allah- seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman padanya, “Sesungguhnya engkaulah yang hina dina.”

7. Membalas keburukan dengan kebaikan

Dalam tauhid ada nusyroh: membalas sihir dengan sihir

Surat Fussilat Ayat 34
وَلَا تَسْتَوِى ٱلْحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُ ۚ ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ
Artinya: Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Imam Ath-Thabari pernah berkata, “Di antara contoh perbuatan baik adalah bersilaturahmi kepada orang yang telah memutuskan hubungan dengan kita, memberi kepada orang yang tak mau memberi, dan memaafkan orang yang telah menzalimi kita.”

Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah.

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ  ( الشورى: ٤٠ ) Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (QS. [42] Asy-Syura : 40)

Hasan Basri menampung air seni yang menetes dari tetangganya yang nasrani selama 20 tahun. Lalu ketika tetangganya menjenguk Hasan Basri yang sakit, ia bertanya air apa ini? Setelah tahu kebenarannya, ia pun memutuskan salibnya dan masuk Islam.

ADAB TERHADAP GURU

1. Sebelum memilih guru, istikharah

Berdoa dan istikharah: jika guru ini tidak baik untuk hamba, palingkan dari majelisnya. Guru itu tidak hanya diambil ilmu, tapi juga adab dan akhlaknya. Belajar dari yang mumpuni keahliannya, pendidikan, siapa gurunya, jelas keilmuannya, nampak kharisma/ kehormatannya, telah formal hafalannya.  sahabat mengobservasi dulu selama 2 bulan.  Lihat shalatnya. Note: also when you choose your future son in-law. ^^

BUKU 2: 3 LANDASAN UTAMA

Akan berbicara pada tahun-tahunmu itu ruwaibidah.

Nabi dikenal sebagai orang yang amanah. Rumah Nabi dan Khadijah itu penuh barang orang Quraisy yang dititipkan ke Rasul. Saat kabah sedikit berhalanya, Nabi suka shalat 2 rakaat. Setelah berhala semakin banyak, Nabi resah dan menyepi ke gua hiro. Lalu turunlah ayat: IQRO

IQRO. Kita ini umat baca. Aneh kalau umat baca tapi ga suka baca, terutama Alquran.

My Reflection

Yuk, ikut Seminar ‘Internet Ethics’ di IHBS

image

**Peserta terbatas, yang lolos seleksi akan dihubungi oleh panitia

Mengupas bagaimana etika berdakwah di media elektronik di.dunia maya

Hari/Tgl Ahad, 26 Januari 2014
Waktu Pukul 08.00 –15.00 WIB
Tempat Kampus Ibnu Hajar Boarding School (IHBS)
Jl. Raya Munjul Gg. Musholah Fathul Ulum No.11 Munjul Cipayung Jakarta Timur 13850

Pembicara
1. Bpk. Sukpandiar, SH. (pengacara) “Sosialisasi undang-unda Internet & Transaksi Eletronik (ITE) dan contoh-contoh pelanggarannya“
2. Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc., MA. (Pembina KP Narasumber Yufid TV, Dosen STDI Imam Syafi’I Jember) “Fiqih dakwah ilallah dan etika berdakwah di dunia maya”

Terbuka untuk ikhwan dan akhawat
Pendaftaran: http://ethics.itdakwah.com/
Gratis, peserta terbatas!

Kontak Panitia:
1. Yulian Purnama (08562967403, 0888 1616 255 / ian.doang@gmail.com )
2. Kurnia Adhiwibowo (08562844478, 0896 0408 2340 / camagenta@gmail.com)

Sponsor:
* Salam Dakwah (salamdakwah.com), situs dan aplikasi untu Smartphone, seperti BlackBerry, Android, iPhone, dan Tablet memungkinkan Anda untuk mendapatkan tayangan video ka audio kajian, forum islami, jadwal kajian dan artikel
* E-Bimbel (ebimbel.co.id), solusi praktis untuk percepatan pembelajaran berbasis ICT di era digital. Insya Allah mampu memberikan efektivitas dan interaktivitas untuk pembelajara baru, berkualitas, mudah serta menyenangkan
* Muslim.Or.Id, situs islami yang berupaya menebarkan sun memurnikan aqidah
* Rumaysho.com, situs islami yang mengenalkan ajaran Islam lebih dekat
* Yufid (yufid.org), tim kreatif di bidang pendidikan dan dakw telah menghasilkan banyak produk dan konten Islami.