Konyol. Itu yang ada dalam pikiran saya ketika membaca berita tentang gagalnya program boneka untuk mencegah kehamilan remaja di US ini.

Ya, gimana nggak konyol. Akarnya yang penting dalam mendidik anak remaja aja ga diberantas.

Mendidik Anak Remaja
Selama para remaja itu terpapar oleh setiap LAGU, ACARA TV, FILM, hingga IKLAN (ow yes, even your tv cables, sodara2) yang mengekspoitasi seksualitas, mau program mendidik anak remaja semahal apapun juga ga mempan. Seksualitas adalah barang dagangan yang laku. Tinggal dipoles cantik lalu dipromosikan dengan cantik kepada anak-anak KEMANAPUN di muka bumi ini, SELAMA ADA MEDIA. Media ini mengajari anak-anak kita harus pakai baju apa, punya apa, sampe social dan relationship goals!

Keren kan? -_-
.
Jadi, masihkah kita (orang tua) dengan pede mengirim anak-anak ke mall, bioskop, acara sekolah, tetangga, dan rumah teman tanpa supervisi?
.
Yuuuhuuu… banyak sudah penelitian yang menunjukkan otak usia remaja ini belum terbentuk sempurna untuk mengambil pilihan yang tepat (apalagi kalau orang tuanya tidak mengajari). Terus, kita tega-teganya menempatkan mereka dalam situasi dimana sulit sekali untuk berkata tidak, gitu?
.
Ah, mari ingatkan diri untuk memproteksi anak-anak kita meski mereka sudah remaja. Mendidik mereka mengambil pilihan sehat. Tidak lepas begitu aja karena pengasuhan tidak seperti Wajib Belajar 9 Tahun.
.
Bukankah Rasulullah terus mendidik anaknya meski sudah menikah bahkan cucunya? Ow yes… karena pengasuhan berlangsung seumur hidup. Kita masih berlabel orang tua.

Since, unfortunately, society has forgotten parents the need to protect teens from themselves.

Iklan