PAIRWORK IDEAS

Ternyata dunia tidak se-agreeable yang saya idamkan (apa ya bahasa Indonesianya?). Sewaktu saya berbagi pengalaman dengan beberapa guru, banyak juga yang percaya kalau kelas aktif hanya bisa dilakukan dengan bangku yang bisa dipindah-pindah ata hanya dengan sekian jumlah murid. Hiks… kalau sudah pesimistik begini… bagaimana siswanya ya…? ~____~"

Meskipun begitu… saya yakin seyakin-yakinnya kalau kelas aktif ini saya yakini bisa diterapkan di kelas dan pembelajaran apapun dengan jumlah murid berapapun. Wong saya pernah mengajar kelas yang berjumlah hampir 200 orang seminggu sekali selama setahun dengan pasangan siswa yang itu-itu aja, kok. Dan seperti iklan di TV… It excitingly worked! Hehe…

Disini, saya ingin berbagi kalau kelas aktif SANGAT BISA dilakukan di kelas berbangku kayu yang biasanya berpasang-pasangan itu. Bahkan, banyak ahli dan guru pencinta active learning percaya bahwa kerja berpasangan adalah salah satu cara efektif dalam penerapan pembelajaran aktif ini. Banyak tugas yang bisa dikerjakan dalam jangka panjang dan pendek seperti daftar berikut ini:

1. Merespon bersama pertanyaan yang diberikan guru.

2. Mendiskusikan teks tertulis.

3. Merangkum bersama apa yang telah dipelajari.

4. Mewawancarai satu sama lain untuk mendapatkan jawaban yang berbeda dari apa yang tertulis, ditonton, didengar, dl..

5. Membandingkan catatan (BUKAN MENYALIN lho, ya! ^___^)

6. Mengoreksi hasil yang dibuat rekan sebangku.

7. Mengembangkan pertanyaan untuk ditanyakan kepada guru (ini kegiatan yang paling saya suka)

8. Melakukan studi kasus.

9. Menganalisa latihan yang diberikan atau melakukan eksperimen (sederhana) bersama.

10. Menguji kompetensi satu sama lain, misalnya dengan memberikan tes yang individualized.. hehe… kan lumayan lama duduk sebangku tuh! Pasti sudah kenal sifatnya.

11. Membuat game dan/ atau melakukan game berdua (Banyak yang bisa dibuat, bisa board game, flash cards, dominoes, dll.)

12. Melengkapi pair-information gap, (Kalau saya biasa melakukan ini untuk melakukan scanning pada pelajaran membaca. Saya suka cara yang ini karena siswa yang belum kompeten pun bisa melakukannya. Caranya, guru memilih satu teks yang sama. Buat dua kopi lalu hilangkan kata-kata yang berbeda di setiap teks. Nah, secara berpasangan siswa melakukan tanya-jawab untuk melengkapi teks.

Lalu, bisakah mereka bekerja berkelompok dengan posisi duduk yang tidak portable itu. Bisa banget, dong! Tinggal putar badan dan voila! Jadilah kelompok dengan empat anggota. Huehehehe… Gitu aja kok repot (begitu kata alm. Gusdur) 😛

So… seting kelas dan jumlah siswa pastinya tidak menjadi halangan untuk menerapkan kelas aktif, kan? ^____^

Iklan