My Reflection

KETIKA SABAR LEBIH UTAMA DALAM MENDIDIK

(Mierza ummu Abdillah)

Ternyata, segala ilmu parenting yang mendewakan ‘tidak ada hukuman’ itu memang hanya cocok di jaman nabi Isa yang secara fitrah sangat lembut. Saat itu diturunkan kitab yang akhirnya diikuti oleh para pengikutnya… dan tentu bukan umatnya Nabi Muhammad.

Jamannya Rasulullah, telah ada kitab dan panduannya… Memukul (ringan) sebenarnya diperbolehkan ASALKAN melewati 11 jenis hukuman dan ilmu pengasuhan yang panjang dan mendalam…. Ketatnya pemberian hukuman dalam rangka mendidik ini bisa menjadikan anak malah tidak kena hukuman sama sekali.. itulah hebatnya Islam. Kita boleh memilih – dengan ilmu dan konsekuensi yang menyertai.

Pembahasan tentang hukuman ini ditaruh di bab belasan dalam kitab2 parenting para ulama salafush shalih agar para pendidik (orang tua) mampu mendidik sehingga tidak perlu menghadirkan pukulan (bahkan hukuman) dalam prosesnya.

Ya. Islam memperbolehkan DENGAN PILIHAN: ternyata bersabar (dengan ilmunya) jauh lebih utama dalam mendidik.

Al Qur’an dan sunnah yang dipelajari sesuai pemahaman salafush shalih, sebagai orang2 yang hidup dekat dengan jaman Rasulullah, menjadikan manusia-manusia memiliki qudwah hasanah. Tapi mungkin kita (saya) terlalu sombong untuk mengikutinya. Memilih tidak membacanya… menjadikan diri tidak percaya bahwa Islam sudah memiliki segala yang dibutuhkan. Menganggap kurang kekinian, mungkin?

So… itulah sebab awal mula rusaknya karakter… teori barat itu berkiblat pada kitab yang mana?

Dan sekarang kita sedang mengunyah akibatnya.

Mari membaca sumber shahih yang memang dituliskan untuk kita.

Mari memulainya.

Bismillah.

My Reflection

TERNYATA USTADZAH ITU MASIH ‘USIA SMA’ DAN TIDAK SEKOLAH

-Mierza ummu Abdillah-

Tiga hari ini kelas TK-B agak beda. Kenapa ya?

Ah… ternyata salah satu ustadzahnya sedang UN. Ujian Paket C tepatnya.

MasyaAllah.. ternyata, ustadzah muda yang saya observasi tiap hari… yang ilmu agamanya jauh lebih dalam dari saya itu… baru 17 tahun!

Tapi berbeda dengan anak2 lain yang tiap hari sekolah.. Ia setiap hari menghadapi anak sekolah. Dengan kata lain, ia sudah mengajar di usia itu.

MENGAJAR.

Baru itu yang saya tahu.

Yap.. saya belum ngobrol banyak karena baru tahu hari ini.. bahwa Ustadzah itu ternyata gak sekolah (or you can say that she is a homeschooler).

Ah, tak sabar menanti utadzah muda itu masuk.. Tak sabar bertanya dan menanti ceritanya… Dan terutama, tak sabar bertemu ibunya untuk menggali ilmu yang sudah terbukti nyata…

MasyaAllah.

Terima kasih, Jogja…
Ini lebih dari sekedar cerita.

Homeschooling, Homeschooling Starter Kit, My Reflection

Ketika Tekad itu Menebal

WHY I HOMESCHOOL

Saat ini saya sedang diklat PAUD selama 2 bulan di Jogja. Ilmu mengajar disini diambil dari beberapa sumber, diantaranya kitab para ulama seperti Kaifa Nurobbi Auladana, Nida, dan Jaami’ul Ahkaami fi Aadaabi Shibyan.

Dan… masya Allah…
Semua perjalanan kami sebagai Homeschooling family terjawab disini…

Ada dua dalil yang disebut2 terus di semua kitab. Dan masyaAllah, sangat menguatkan saya dan keluarga untuk melanjutkan homeschooling:

Yang Pertama
Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

وَاللَّهِ َلأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاًوَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Demi Allah Azza wa Jalla , sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memberi hidayah kepada seseorang melalui tanganmu lebih baik bagimu dari pada memperoleh unta merah (Hadits shahih, riwayat Bukhari & Muslim)

Yang Kedua
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kemarin ustadz mengkonfirmasi seorang HSer parent insyaAllah bisa mendapat keempatnya… dengan ijin Allah. 😍😍😍

image

Mierza Miranti
Kisah Klastulistiwa
di gerimis sore Jogja
5 Maret 2016