Dan akhirnya… buku keroyokan ‘The Klastulistiwa Anthology‘ yang menggantikan portofolio itu terbit. Alhamdulillah, dengan modal self publishing, saya dapat membantu menerbitkan mimpi anak-anak murid saya menjadi penulis.

So, what’s Klastulistiwa Anthology?

Klastulistiwa Anthology adalah kumpulan tulisan anak-anak selama satu tahun ajaran ketika saya mengajarkan SOSE dan Bahasa Inggris. Isinya ya, campur-campur: puisi, artikel, cerpen, sampai poster. Selama satu tahun itu pula siswa-siswa saya menabung agar bisa cetak pertama plus biaya biro pengurus ISBN. Maklum, posisi sekolah berasrama kami yang sangat dekat dengan wisma atlet ternama itu tidak memungkinkan kami mengurusnya sendiri.

Di akhir tahun ajaran, salah satu anak yang menjadi pengurus Girls SRC (OSIS tapi khusus perempuan) menggagas untuk membuat Klastulistiwa Project Team.

Via, sang ketua SRC, banyak berperan dalam hal ini. Ia memimpin tim yang terdiri dari beberapa anak2 kelas 7 hingga 12 yang saya ajar. Mereka memosisikan diri menjadi content editor, visual designer, editor, treasurer, sampai marketer – di bawah Via yang jadi Project Manager tentunya. Mereka membuat project timeline, budgeting, hingga promosi.

KLASTULISTIWAWaktu project yang hanya satu bulan pun rampung. An accomplished project. Seluruh penjualan buku hard copy dan royalty disumbangkan untuk pembangunan masjid sekolah. Saat itu perasaan saya membuncah sebagai guru. Bagaimana tidak? Saya seakan-akan melihat langsung semua yang saya ajarkan di kelas, diterapkan di dunia nyata. All of the life skills, knowledge, and character building!

Kisah pun diakhiri dengan telfon kalau buku tidak bisa diikirim tepat waktu ke sekolah untuk dijual kepada pengunjung saat Graduation & Open House karena lokasi yang sulit dijangkau. “Bisanya ke Bogor kota, Bu.” katanya.

Saya publish di LINE, dan dalam sekejap saya di jawab puluhan komen yang bernada sama “Kirim ke alamat saya aja, Bu.” tulis salah satu anak. Dan lagi, an obstacle is overcome.

Anak-anak itu benar-benar bekerja meskipun ada di minggu ujian. Bahkan, para marketer berhasil menjual empat puluh buku!

Dan sekarang, saya mau coba peruntungan saya sebagai marketer dengan mempromosikan buku keroyokan anak-anak itu. Siapa tahu ada yang berminat untuk menulari anak-anaknya kisah yang serupa. Jika ada, buku bisa dibeli online melalui leutikaprio.com. Klik saja LINK INI.

Iklan