Fiuuuh… akhirnya 3 minggu pun berlalu. 3 minggu yang superrr sibuk menyiapkan kurikulum baru yang bernama IGCSE dan A-Level ala Cambridge Int’l Examination.

Selama 3 minggu itu juga saya terseok-seok menyiapkan siswa dalam menghadapi IGCSE dan A-Level. Sungguh! Bukan karena betapa banyak paperwork yang harus disiapkan atau betapa riweuh persiapan sebelum memulai pelajaran, tapi lebih karena saya seakan-akan HANYA menyiapkan otak mereka saja untuk menghadapi masa depan. Honestly, I felt like I’ve been threatening the students that they would not pass the TESTS if they don’t.. bla.. bla.. bla.. Bagaimana tidak, dari awal, saya sudah diwanti-wanti untuk menjelaskan jenis-jenis tes yang akan mereka ambil hingga preference sang penguji. Memang sih, CIE memberikan banyaaak sekali panduan yang kumplit… plit… plit… Silabus hingga Scheme of Work-nya lengkap dari minggu pertama hingga terakhir. But.. it’s only that!

Mungkin yang sedang membaca posting ini ada yang bertanya,

So, what do you expect, Mierza???”

Well, I see it from managerial and parental points of view. Seriously, I haven’t seen the curriculum really integrates a holistic school system. It merely improves COGNITIVE. Yup… Cuma otak saja. (Maaf) Padahal.. come oooon… everyone knows that it takes more than your brain to really become ‘something’! Bayangkan jika si sekolah hanya mengandalkan kurikulum ini dalam sistemnya tanpa penambahan sistem yang mendorong ahlak atau karakter yang baik… Akan jadi apa generasi yang tercetak nantinya?

Mungkin hingga paragraf di atas, anda akan bertanya:

Jadi, kembali lagi sama sekolahnya dong? Tapi kalau sekolahnya bagus membuat sistem yang mendukung karakter yang diharapkan, tidak apa-apa kan? Sekolah kami punya program yang bagus kok untuk menjadikan siswa berkarakter. Dll.. dst.. dsb… dllaj…

Maka saya akan katakan disini bahwa saya tidak membicarakan sekolah yang menjalankan, tapi si sistem/ kurikulum itu sendiri yang diadopsi oleh sekolah. Sistem yang ditawarkan Cambridge Int’l Examination HANYA menawarkan sertifikasi. Coba lihat kutipan di bawah ini dan cermati apakah sistem tersebut menawarkan juga cara mengembangkan karakter anak didiknya?

“We are the world’s largest provider of international education programmes and qualifications for 5–19 year olds. More than 9000 schools in over 160 countries are part of the Cambridge learning community. Cambridge programmes and qualifications are progressive and flexible, helping schools develop successful students.” (http://www.cie.org.uk/)

Hmmm… “develop successful students?” Silahkan jawab sendiri pertanyaan: “What kind of successful students are we talking about?

Saya jadi terbayang-bayang lagi ketika saya mengajar di sekolah IB. Sepengalaman saya…. sistem yang ditawarkan IB,  sangat memperhatikan bagaimana ahlak/ karakter itu menjadi poin penting dalam perkembangan pendidikan si anak. Seingat saya juga, IB memiliki satu tema sentral yang dipakai setiap 6 minggu. Tema-tema itu, menurut saya, sangat down-to-earth. Bener-bener realistis.  Terkoneksi dengan kehidupan saat ini dan solusi untuk kehidupan yang akan datang. Dan (ini setahu saya lho, yang pernah mencicipi IB), sistem ini memberikan label ‘IB learner profile’  sebagai bagian dari tujuan pendidikan yang diusungnya, seperti: inquirers, knowledgeable, thinkers, communicators, principled, open-minded, caring, risk-takers, balanced, dan reflective. Dengan begitu, maka bisa disimpulkan bahwa IBO berani mengatakan (dalam kata-kata saya sendiri) “We develop more than your brain” dan ini berlaku pada semua sekolah yang menerapkan IB – tidak tergantung pada bagus atau tidaknya sistem atau program sekolah tersebut. Lihat saja bagaimana IB menampilkan apa yang disebut dengan pendidikan internasional (http://www.ibo.org/programmes/index.cfm):

  • Developing citizens of the world in relation to culture, language and learning to live together
  • Building and reinforcing students’ sense of identity and cultural awareness
  • Fostering students’ recognition and development of universal human values
  • Stimulating curiosity and inquiry in order to foster a spirit of discovery and enjoyment of learning
  • Equipping students with the skills to learn and acquire knowledge, individually or collaboratively, and to apply these skills and knowledge accordingly across a broad range of areas
  • Providing international content while responding to local requirements and interests
  • Encouraging diversity and flexibility in teaching methods
  • Providing appropriate forms of assessment and international benchmarking

Apakah program yang diatas HANYA menampilkan bagian akademik saja? I don’t think so. Pantas saja banyak sekolah yang sudah keburu mengadopsi Cambridge International Examination programs juga mengintegrasikan IB ke dalam sistem sekolahnya. Bukankah kita menginginkan anak-anak kita untuk cerdas dalam segala hal yang lebih dari sekedar pelajaran? 

 

Iklan