–by Mierza Miranti

“New semester means new groups in Englicious Class!”

“Yaaay!” murid-murid kelas 12 itu pun berseru gaduh. Haduuh… ko kelasku tidak seperti kelas 12 ya…

“Yaiyalah… liat aja gurunya!” Itu komentar rekan kerja saya sesama guru. Wew… ~____~”

Lalu, saya tawarkan murid-murid tercinta saya itu untuk membuat group sendiri dengan batasan bahwa dalam satu kelompok terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Ajaibnya, mereka menolak lho! Berbeda dengan tahun lalu yang langsung iya-iya aja karena mereka memang ingin bergabung dengan kelompok bermainnya (geng maksudnya).

Tahun ini anak-anak menunjukkan wajah bingung ketika saya meminta mereka memilih sendiri anggota kelompoknya. (Haduuh.. bu Mierza… ingat2! setiap anak itu unik.. begitu juga tiap generasi!) Anggap saja tahun ini setiap kelas itu kompak, sehingga bingung mau dengan siapa….(terus berpikir positif J)

Baiklah.. putar otak…. akhirnya si jurus grouping pun dikeluarkan!

“Alright students…. Since you ask for it, I’m going to regroup you in a natural way.” (Halah! Natural way? Bingung habisnya mau ngomong apa.. hehe…)

“Please stand up and get ready to listen.”

Stop!

Ceritanya akan saya hentikan disini ya karena lamannya mungkin tidak akan cukup, berhubung saya mengajar 5 kelas yang berbeda.  Yang pasti pengelompokkan tadi berjalan seru, menyenangkan, serta menegangkan dan mungkin bisa menjadi ide ice breaking juga.

Nah… Berikut 2 tipe grouping seru yang pernah saya lakukan di kelas.

A.  Object Grouping

Object Grouping

(RE)Grouping yang satu ini hanya mengandalkan sisi auditory  dan kinestetik siswa (dan mungkin gurunya juga, hehe). Dari object grouping, kita bisa mengelompokkan siswa menjadi pasangan atau kelompok bertiga, berempat, berlima, dst… dst.. tergantung kebutuhan.

Yang harus dilakukan pertama yaitu mengkomunikasikan apa yang harus dilakukan dan pastikan siswa mengerti. Jika dibutuhkan (dan biasanya diperlukan), guru ikut memperagakan objek yang dimaksud dengan variasi sesuai pribadi masing-masing tentunya. Namun, seperti yang dibilang murid-murid saya: semakin lebay semakin oke! Hehehe.

Peraturan lainn yang saya terapkan yaitu pada setiap perubahan gerakan, anak-anak harus memastikan bahwa anggota kelompoknya benar-benar baru! Ini untuk menghindari kelompok yang mencoba untuk terus bersama. Kalaupun ada anak yang ingin memolakan, silahkan.. mereka jadi terpacu untuk berpikir mengenai peluangnya kan. (Hehe… gotcha!)

Objek dan gerakan yang saya pilih lalu jelaskan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:

  1. Liberty Statue. Anak-anak diminta memperagakan patung liberty dengan satu tangan di atas berpura-pura memegang obor dan satu tangan lain memegang buku. Biasanya saya meminta anak-anak untuk memerankannya secara anggun (setelah saya peragakan tentunya J).
  2. Welcome Statue. Kalau yang ini saya ambil dari patung selamat datang. Anak harus mencari teman berbeda jenis kelamin den memeragakan patung ini dengan seimbang. Biasanya saya lebih-lebihkan peragaannya sehingga anak-anak harus berdiri satu kaki, dengan satu tangan ke depan dan yang satu ke belakang. (Gambar menyusul deh…J)
  3. Traffic light. Nah, kalau yang ini lebih mudah. Dengan mencari dua orang berbeda, anggota kelompok diminta berbaris. Yang paling depan jongkok, yang di tengah membungkuk, dan yang terakhir berdiri dengan posisi agak menjorok kedepan. (Iya..iya… gambar menyusul ya….)
  4. Train. Untuk membentuk kelompok berisi empat orang, anak-anak diminta berbaris dengan tangan yang bergerak-gerak ke depan dan belakang persis seperti roda kereta api dengan siswa yang paling depan memperagakan masinis yang menarik tali untuk membunyikan… ng… apa ya namanya? Peluit? Yang bunyinya tuuut… tuuuut… Oya minta anak-anak membunyikannya juga… Huahahahaha.. seru deh pokonya.

Biasanya saya hanya membuat kelompok paling banyak berisi empat orang agar kerjanya efektif. Tapi kalau anda ingin membuat lebih.. silahkan cari ide lainnya. Yang pasti kegiatan ini sangat saya rekomendasikan.. terutama setelah istirahat makan siang. ^_____^.

B. Category grouping.

Kalau yang ini, kita harus menyiapkan kertas sejumlah anak yang mau kita bagi. Lalu, tentukan jumlah kelompoknya. Idenya banyak untuk grouping yang ini dan sangat bisa disesuaikan dengan pembelajaran. Biasanya, saya meminta anak untuk tidak memperlihatkan kertas yang dia dapat (atau malah saya minta lagi kertasnya hehe). Hal ini saya lakukan agar dia bisa ingat kata-kata yang dia dengar dan akan aktif mengucapkannya.

Category grouping yang pernah saya lakukan (dan yang saya ingat tentunya J):

1.   Animal sound grouping. Ini seru… karena kelas anda akan berubah menjadi KANDANG!!! Hehehe… Pertama bagikan secara acak suara-suara binatang (kalau saya waktu itu ya suara binatang dalam bahasa Inggris): ruff-ruff  (anjing), Meow (kucing), Oink-oink (babi), cockle-doodle-doo(ayam), dan quack-quack (bebek). Anda bisa membahas ini setelah mereka duduk dengan kelompoknya.

2.  Parts of Speech sound grouping. Untuk pengelompokkan yang ini, karena tujuannya adalah grouping, maka anak-anak saya haruskan membawa kamus sehingga mereka tahu kelompok parts of speech-nya (haduh.. apa ya bahasa Indonesianya?). Sama dengan animal sound, pastikan anda sudah menyiapkannya. Contoh:

Nouns: classroom, toilet, tree, door

Verbs: leave, write, smile, try

Adjective : beautiful, great, enormous, terrible

Dst.. dst..

Grouping ini sangat bisa anda variasikan sesuai dengan pembelajaran jika terdapat pengelompokan-pengelompokan yang harus dihapalkan. Dari pengalaman saya, banyak anak (kinestetik terutama) yang terbantu untuk menghapal kategori yang memusingkan (misalkan pengarang dan buku-bukunya atau nama binatang langka dan habitatnya) dan terbukti mereka mampu memilahnya ketika saya membahas di akhir pengelompokkan.  Biar anak-anak dulu yang mencoba mencari tahu. Sehingga tidak hanya disuapi (itu menurut saya loo…)

3.   Pasangan peribahasa. Kalau yang ini ketika saya mengajar bahasa Indonesia di SD dan saya memang mau mereview peribahasa sekalian meminta anak duduk dan bekerja berpasangan. Caranya, siapkan sejumlah peribahasa yang harus dihapalkan anak. Jika memang hanya 5, misalnya, silahkan dikalikan hingga mencapai jumlah anak. Misalkan terdapat 20 anak di kelas,berarti ada 4 set peribahasa yang harus disiapkan. Lalu, potong peribahasa tersebut agar bisa dipasangkan. Contohnya peribahasa berikut adalah satu set yang ditulis di kertas terpisah: “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” dan “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Terakhir, jangan lupa acak set yang sudah disiapkan. Lagi-lagi… pengelompokkan ini juga bisa didesain untuk mata pelajaran apapun yang membutuhkan kemampuan anak untuk mampu memasangkan.

Satu hal yang harus selalu diingat adalah aturan main. Agar seru dan tidak menimbulkan ekses yang berlebihan, pastikan anak didik anda tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Selain itu, saya selalu membuat kelas saya adalah panggung teater. Karena saya percaya :

“Teaching is 50% preparation and 50% theatre!” Hehehe…

Jika anda memiliki ide pengelompokkan yang lebih seru lagi jangan sungkan berbagi, ya!

Salam Pendidikan!

 ***visit also klastulistiwa.guru-indonesia.net***

Iklan