Sungguh, aku terhenyak mendengarnya. Ibuku yang rela mencucurkan seluruh keringat dan air matanya untuk membuatku sebesar ini kini sendiri.

Aku yang katanya tahu bagaimana membalas budi hanya diam… diam… diam… Ia sendiri harus berjuang dengan sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya. Sendiri…. dalam diam…

Omong kosong jika kukatakan aku pandai membalas budi! Dimana aku sekarang dan dimana wanita itu? Wanita yang rela melakukan nyaris apapun untuk membuatku seperti sekarang?

Kematian yang mendekat sedekat helaan napas yang memburunya telah membuatnya rela digerogoti keputus asaan. Ketiadaan orang-orang yang dicintanya membuatnya tak sanggup melangkah… tak berani bermimpi…

Ah Mama…

Semoga aku masih diberi waktu untuk bersamamu.  Memelukmu. Mengingatkanmu bahwa ada aku…. yang mencintaimu…

Iklan