Lectures of Life, Muslimah Session, My Reflection

Muslim dan Perayaan Tahun Baru

0. New Year CelebrationTahun Baru Masehi pun menjelang. Media, dari mulai TV (yang untuk tidak saya sambungkan ke antena) sampai medsos, sedang heboh-hebohnya mengkampanyekan dan mengsyiarkan gegap gempitanya si tahun baru ini. Pokoknya, barang siapa yang tidak merayakan tahun baru sepertinya nggak ngehitz banged. ~___~” 

Adakah yang salah dengan itu? Nope! Fine! Nggak apa-apa kok…. untuk yang bukan muslim. ^___^

Heh? Maksudnya?

Nah, bagi yang muslim, tentunya kita memiliki panduan dalam hidup alias A Way of Life dalam bahasa Sundana mah. Panduan itu disebut dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullaah (salallaahu ‘alayhi wassalam). Daan… dalam panduan itu tidak sedikitpun disebutkan tentang perayaan ini. Bahkan, dalam hadits yang derajatnya sahih disebutkan bahwa Rasulullaah (salallaahu ‘alayhi wassalam) berkata kepada kaum jahiliyah terdahulu yang  merayakan hari Nairuz dan Mihrojan setiap tahunnya ketika beliau tiba di Madinah bahwa “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”. (HR. An Nasa-i no. 1556. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).  Jadi, perayaan umat Muslim itu yaa.. kedua hari raya tersebut.

Now wait.. maksudnya yang merayakan Tahun Baru itu kaum jahiliyah gitu? Ng… monggo simpulkan sendiri. Kalau saya (dan keluarga), insya Allah, nggak berani merayakannya.
Terus? Gimana dong? Dibilang nggak asik dong? Nggak nge-hitz dong?
Hiyaaaa… takut bener dilabel manusia. Takut tuh kalau dilabel Allah kalii… Inget lho, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269.) 
Lengkapnya, silahkan tengok slideshow berikut yang sempat saya buat untuk disajikan setahun lalu dalam forum Muslimah Session SGS.
Teacher's Professional Development

PROKLAMASI MUSLIMAH SUKSES

Sesi keputrian yang sempat beku tanpa supervisi beberapa bulan karena ketidak pedulian guru (baca: termasuk saya), telah diluncurkan ulang dengan nama baru: MUSLIMAHS’ SESSION. Ini sebenarnya ide saya dan Ulil Albab (siswa-siswi Students Representative Council yang membawahi bidang agama Islam) agar segala kajian dan kegiatan bagi  muslimah remaja SMA Sugar Group lebih ‘mengena’.

Konsep Muslimahs’ Session saya rubah sedikit. dari sebelumnya. Masih berupa diskusi namun diberi selingan informasi, motivasi, dan kegiatan yang bertumpu pada siswa. Jika sebelumnya siswi-siswi dipisahkan menjadi tiga kelas, mulai tahun ini kami satukan menjadi kelompok besar. Jadi, bisa dibayangkan… bagaimana hebohnya memfasilitasi 199 siswi putri dalam satu ruangan. Bagi guru muslimah SMA Sugar Group… insya Allah.. Bisa! 😀

Sesi pertama berjudul “PROKLAMASI MUSLIMAH SUKSES”. Sebuah judul yang lumayan provokatif yang  saya pilihkan sebagai launching program yang berdurasi 30-45 menit ini.

Saya mulai dengan mendiskusikan Aturan Main di sesi ini. Dilanjutkan dengan diskusi mengenai kesuksesan, dari mulai definisi, cara meraihnya, dan bagaimana panduannya dalam Qur’an dan hadits (yang sebelumnya sudah saya mintakan kepada guru agama… maklum.. saya kan belum ngerti :P).

Alhamdulillah, diskusi berjalan lancar. Hampir semua level kelas berpartisipasi… Tidak seperti stereotip sebelumnya dimana diskusi hanya didominasi kelas 12.

Lalu, saya perkenalkan dengan Teks Proklamasi Muslimah Sukses yang saya ambil dari buku “Hidup untuk Hidup” karangan Masrukhul Amri:

PROKLAMASI
Saya… Hamba Allah…
Dengan ini menyatakan, insyaAllah hidup hanya sekali.
Hal-hal mengenai 7 B:
Beribadah dengan benar; Berakhlak mulia; Belajar tiada henti; Bekerja keras, cerdas, dan ikhlas; Bersahaja dalam hidup; Bantu sesama; dan Bersihkan hati selalu…
Yang akan diselenggarakan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Lampung, 2 Maret 2012
Atas nama diri sendiri,
HAMBA ALLAH
Guru Sukses

Ruangan kafetaria yang cukup panas karena AC-nya dimatikan pun bergelora dengan riuhnya pembacaan teks yang dilakukan bersama ke-199 anak-anak.

Lalu, saya minta para muslimah remaja yang bersemangat itu untuk membuat secara berpasangan/ berkelompok sebanyak 3 orang,  teks mereka masing-masing. Hasilnya… sungguh memotivasi! Sayangnya karena waktunya yang pendek (bersamaan dengan shalat Jum’at), hanya beberapa pembacaan saja yang bisa dilakukan hari itu. Sisanya, dikumpulkan untuk dipajang di musholla.

Berikut beberapa teks proklamasi  yang akan dipajang di mading musholla:

 PROKLAMASI

Kami, HambaMu bertekad, bahwa kami ingin menjadi orang SUKSES. Untuk mencapai hal tersebut, maka, kami melaksanakan 6 hal, yaitu… SUKSES:
Siap hadapi tantangan
Usaha tiada henti
Kuatkan hati dan pikiran
Selalu menjalankan perintah-Nya
Etika yang beradab
Selalu Berpikir kreatif
 
Hal-hal diatas akan kami lakukan sebaik-baiknya dengan mengharap ridho Allah semata.
 
Kami, Hamba Allah
Winda, Laras, Wulam

Dan yang ini…

 PROKLAMASI
Kami, Hamba Allah beinisial 3N, menyatakan bahwa kami akan selalu mengingat BISA, yaitu:
Bismillah sebelum memulai pekerjaan;
InsyaAllah dalam berjanji;
Subhanallaah dalam menghadapi cobaan
Alhamdulillaah jika berhasil
Kesemuanya akan mulai kami kerjakan
dalam tempo sesingkat-singkatnya 
 
Lampung, 3 Maret 2012
Nana, Nur Eliyani, Nur Ikhsara

 Dan.. yang ini..

PROVOKASI
Kami, generasi bangsa Indonseia yan Insya Allah berbakti kepada bangsa dan agama.
Hal-hal yang mengenai kesuksesan diri sendiri, diselenggarakan dengan sebaik-baiknya. Untuk menuju sukses, kita harus NAKAL
Niatkan untuk sukses mulai dari sekarang
Atur waktu seefektif mungkin
Kurangi aktivitas yang kurang berguna
Abaikan bisikan-bisikan menyesatkan
Lihat masa depan dengan cermat dan bijaksana
 
Atas nama Hamba Allah
Lampung, 2 Maret 2012
– DUT –
 

Haduuh.. kalau boleh jujur.. ternyata ke-100 teks yang sudah dibuat memang  layak pajang karena sangat memotivasi. Mungkin akan saya pikirkan bagaimana cara memajang kesemua karya muslimah remaja itu bersamaan dengan indah…

I’m very proud of you, girls! Semangat!!! ^___^