
Tidak ada kerugian paling besar dari orang yang merugikan diri sendiri dengan mengikuti hawa nafsu. Az-Zumar 15
Agar beruntung dunia dan akhirat, taati Allah, meski itu merugikan usahamu.
Hendaknya kita menghisab diri sebelum dihisab (muhasabah)
Ibnul Qayyim, muhasabah itu di 2 tempat: (1) Sebelum beramal seperti riya dan (2) setelah beramal (ujub)
Syaikh Utsaimin: ujub bisa membatalkan amal.
Jiwa itu menyukai 2: riyadh ( latihan) dan berleha- leha, dan dia punya batasan dalam syariat. Maka perlu melatih jiwa untuk sabar melaksanakan ketaatan.
Jika kamu selesai melaksanakan ketaatan, lakukan ketaatan selanjutnya. Kenali Allah saat senang, supaya kamu dikenali saat susah. Maka kesehatan itu membantu dunia dan akhirat, sehat jasmani & rohani.
Abu Bakar as Shiddiq : mintalah afiyah
Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu meminta keselamatan di waktu pagi dan petang.
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku. Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku. Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau…”
Orang bertakwa akan pelit waktu, tidak ingin menyia -nyiakan. orang yang bahagia adalah orang yang mampu mengambil pelajaran, bukan dijadikan pelajaran. Kekosongan (waktu) itu akan dicabut hari ini/ besok.
“Jauhi dari ka lian menunda, mengatakan nanti. Manusia memiliki 3 waku: dulu, kini, nanti.
Perkataan NANTI itu musuhnya penuntut ilmu.
“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” [HR. Muslim]
Jaman Fitnah:sibukkan dengan ilmu dan amal.
Hendaklah bersungguh-sungguh sebelum dipalingkan, terutama hp, dan takutlah Allah palingkan.
Waktu lebih berharga dari emas dan perak, Dan sedikit sekali orang yang tahu pentingnya waktu.
Seorang penyair berkata, “Jika kamu pintar, janganlah kamu bersama orang. orang yang lalai.” Jadikan teman orang yang menghargai waktu. Hendaklah kita seperti. ” seserang yang kakinya di bumi. cita-citanya setinggi langit. ” Waktu ini milik Allah, maka jangan lakukan yang bukan seizin Allah. Maka, makmurkan waktu dengan kebaikan sebagai modal hidupmu.
