Man Yuridillahu yufaqquhhu : ilmu menjadi karakter.

PR besar: bagaimana ilmu menjadi karakter.
Imam syafii: Siapa yang ingin dunia, pakai ilmu.
Ibnu mubarak: slama ia menuntut ilmu, ia pintar. Ketika berhenti, ia bodoh.
(Hal 23)
Imam Nawawi: guru itu orang tua kita dalam agama. Guru in penyambung antara kita dengan Allah.
Hati ada yang sehat, sakit, atau mati.
Asy Syuara (88) Dihari tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang slamat.
Hati yang selamat adalah hati yang mengikuti Allah.
Hati y,ang sakit (orang munafik) mengandung keraguan / kebingungan .
Hati yang mati : Az Zumar (22) –
Al Hajj (53-54) : ayat yang menggabung 3 jenis hati. Hati yang mau tunduk ikuti Quran, itulah hati yang salim.
Karena itu kita wajib mengisi hati dengan hal bermanfaat. Jika tidak, maka akan diisi dengan hal yang buruk. penyakit ini akan jadi kendala terbesar penyakit di hati.
Iman itu bisa usang seperti pakaian.
PENYAKIT HATI:
DENGKI. Hati yang terjangkit dengki. HR Ahmad – Tirmidzi: penyakit umat sebelum kalian mulai merambah. Apa itu? Kedengkian, kebencian. Penyakit ini pencukur agama.
DENDAM. Teladan waktu Aisyah bintu Abu Bakar difitnah. An Nur (22). Maka, belajar memaafkan.
Walimah terburuk: yang dibedakan miskin dan kaya
Nabi shalallahu alaihi wassalam tidak pernah memukul pembantu atau seseorang, kecuali jika berjihad di jalan Allah.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلَا امْرَأَةً وَلَا خَادِمًا إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيلَ مِنْهُ شَيْءٌ قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلَّا أَنْ يُنْتَهَكَ شَيْءٌ مِنْ مَحَارِمِ اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata,“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sama sekali memukul sesuatu dengan tangannya, juga tidak pernah memukul wanita (istri), dan tidak pernah memukul seorang pembantu. Beliau memukul jika berjihad di jalan Allah. Dan tidaklah beliau disakiti dengan sesuatu sama sekali, lalu beliau membalas terhadap pelakunya. Kecuali jika ada sesuatu di antara perkara-perkara yang diharamkan Allah dilanggar, maka beliau akan membalas dengan hukuman karena Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR Muslim no. 2328, Abu Dawud no, 4786, dan Ibnu Majah no. 1984
[10] HR Muslim no. 746, dan lainnya )
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah masuk sebuah kebun kurma. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat seekor unta. Lalu kemudian unta itu mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa pemiliknya suka memukulinya dan memberikan beban-beban yang berat. Maka Rasulullah bertanya: “Siapa pemilik unta ini?” Seorang pemuda berkata: “Aku Wahai Rasulullah.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أفلا تتقي الله في هذه البهيمة التي مَلَّكَك الله إياها؟ فإنه يَشْكُو إلي أنك تُجِيعه وتُدْئِبه
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah yang telah menjadikanmu pemilik unta ini. Sesungguhnya unta ini mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya lapar dan memberikan beban-beban yang berat.” (HR. Muslim)
MAAFKAN, , LAPANG DADA, karena kiamat PASTI AKAN DATANG, termasuk kiamat kita berupa kematian.
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌ ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ
Artinya: Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
Rasul: Makan, minum, sedekahlah. Silahkan berpakaian tanpa berlebihan, bukan juga sombong.
Surat Al-Qashash Ayat 83:
تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Arab-Latin: Tilkad-dārul-ākhiratu naj’aluhā lillażīna lā yurīdụna ‘uluwwan fil-arḍi wa lā fasādā, wal-‘āqibatu lil-muttaqīn
Artinya: Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Dengar sinyal ketika mau beli branded, apakah ini membuatku sombong?
