Mengingat kembali dua tahun yang lalu, ketika anak kedua saya - Isma - suka berteriak atau bersuara keras kalau berbicara (meskipun jaraknya dekat). Pertanyaannya, apakah saya panik? Oh, tentu tidak. Pertanyaan berikutnya, pasti anak pertama seperti itu, ya? Hehe, nggak. Justru, Jenna, anak pertama saya, lebih seperti observer. Pendiam banget sih, nggak. Tapi berteriak itu… Lanjutkan membaca Balita Anda Suka Berteriak? Ini Tipsnya
