Abdullah bin Mas’ud menceritakan bahwa tatkala ayat di atas (surat Al-Hadid, ayat 11) turun, Abud Dahda Al-Anshari mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman dari kami?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Betul, wahai Abud Dahda.”
Kemudian, Abud Dahda pun berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah tanganmu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyodorkan tangannya. Abud Dahda pun mengatakan, “Aku telah memberi pinjaman berupa kebunku kepada Rabbku. Kebun tersebut memiliki 600 pohon kurma.”
Ummud Dahda, istri dari Abud Dahda, bersama keluarganya berada di kebun tersebut, lalu Abud Dahda datang dan berkata, “Wahai Ummud Dahda!”
“Iya,” jawab istrinya.
Abud Dahda berkata, “Keluarlah dari kebun ini. Aku baru saja memberi pinjaman berupa kebun ini kepada Rabbku.” Dalam riwayat lain, Ummud Dahda menjawab, “Engkau telah beruntung dengan penjualanmu, wahai Abud Dahda.”
Ummud Dahda pun pergi dari kebun tadi, begitu pula anak-anaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun terkagum-kagum dengan Abud Dahda. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Begitu banyak tandan anggur dan harum-haruman untuk Abud Dahda di surga.”
Dalam lafal yang lain dikatakan, “Begitu banyak pohon kurma untuk Abu Dahda di surga. Akar dari tanaman tersebut adalah mutiara dan yaqut (sejenis batu mulia).” (Riwayat ini adalah riwayat yang sahih, dikeluarkan oleh Abdu bin Humaid dalam Muntakhab dan Ibnu Hibban dalam Mawarid Zhama’an. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 13:414–415)
Catatan Kajian: Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga dan 3 Landasan Utama (21 Oktober 2026)
Laman: 1 2
