Kajian Menuntut ilmu pintu menuju surga dan 3 landasan utam

CATATAN KAJIAN: MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA & 3 LANDASAN UTAMA

Bab 6: ADAB-ADAB PENUNTUT ILMU

Adab-Adab di Rumah

1. SAAT KELUAR-MASUK RUMAH

Masuk rumah ucapkan  bismillah dan salam,  kaki kanan terlebih dulu.  Keluar kaki kiri dulu dan ucapkan doa
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

BISMILLAHI, TAWAKKALTU ’ALA ALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Dengan doa ini insyaallah kita dijaga dan dilindungi.
Ada doa lain juga yang menyempurnakan doa keluar rumah sebagaimana dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

مَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ

“Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

ALLAHUMMA INNI A-’UDZU BIKA AN ADHILLA AW UDHALLA AW AZILLA AW UZALLA AW AZLIMA AW UZLAMA AW AJHALA AW YUJHALA ‘ALAYYA

‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi, atau aku dizalimi, atau kebodohanku atau dibodohi.’” (HR. Abu Dawud no. 5094, Nasai no. 5486, Ibnu Majah no. 3884. Dinilai hasan oleh Ibnu Hajar.)

2. MENYAMPAIKAN ILMU YANG BERMANFAAT

Mengajarkan kepada anggota kelurahan perbuatan baik, tata cara ibadah, hal lain yang diwajibkan serta sesuai sunnah dan keutamaan/ pahalanya. Saling menasehati dan  mengingatkan.

3. BERUPAYA MENGAJARKAN ANAK-ANAK

Ajarkan mereka perbuatan dan perkataan. Ini adalah metode qudwah, teladan,  atau contoh. Jangan malas dalam menjadi teladan dan mengingatkan. Buat lingkungan yang kaya praktik. Misalnya ketika hujan turun, berdoa, buka kaca, dan tadah hujannya dengan tangan. Orang tua harus kerja keras melawan medsos dengan berharap pahala dari ujian yang berat ini

عَنْ مَالِكِ بْنِ الحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَتَيْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ يَوْمًا وَلَيْلَةً, وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا, فَلَمَّا ظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا -أَوْ قَدِ اشْتَقْنَا- سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا بَعْدَنَا, فَأَخْبَرْنَاهُ, قَالَ: ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ, فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ- وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لاَ أَحْفَظُهَا- وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي, فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ, وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu: Kami datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan saat itu kami adalah para pemuda yang berusia sebaya. Kami tinggal di sisi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 20 hari 20 malam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang sangat penyayang dan lemah lembut. Tatkala beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam mengira bahwa kami sangat mendambakan keluarga kami atau kami sangat merindukan (keluarga), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada kami tentang keluarga yang kami tinggalkan.

Kami pun mengabarkannya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, tinggalah kalian bersama mereka, dan ajarkanlah mereka serta perintahlah mereka (untuk salat).” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sesuatu yang aku pernah mengingatnya, namun aku lupa. ‘Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat. Apabila telah datang waktu salat, kumandangkanlah azan dan pilihlah salah seorang imam dari orang yang lebih tua di antara kalian.’ (HR. Bukhari no. 631 dan Muslim no. 674)

Jangan lupa menumbuhkan dan merawat sifat penyayang dan lemah lembut sebagai pendidik sebagaimana Q.S. Al Kahfi ayat 65 فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

Arab-Latin: Fa wajadā ‘abdam min ‘ibādinā ātaināhu raḥmatam min ‘indinā wa ‘allamnāhu mil ladunnā ‘ilmā

Artinya: Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

Dalam Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H disebutkan:

Ketika mereka telah sampai di sana “maka mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami,” yaitu Khidhir. Ia adalah seorang nabi, berdasarkan pendapat yang shahih, “yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami,” maksudnya berasal dari sisi Kami “ilmu” Dia telah memperoleh ilmu yang tidak diberikan kepada Musa, kendatipun Musa lebih berilmu daripada Khidhir pada banyak permasalahan, terutama ilmu-ilmu keimanan dan ilmu-ilmu Ushul. Pasalnya, beliau adalah salah seorang ulul ‘azmi dari kalangan para rasul yang Allah utamakan di atas seluruh makhluk dengan ilmu, amal, dan lainnya.

Maka..

JADIKAN RAHMAT/ KASIH SAYANG SEBELUM ILMU

Ketika Ibnu Umar menceraikan istrinya saat haid, maka Rasûlullâh Shallallahu alaihi wasallam marah dan menyuruh Umar untuk membuat anaknya rujuk.

Imam Baihaqi berkata “BAB KEWAJIBAN SEORANG AYAH DAN IBU MENGAJARKAN DAN MEMERINTAHKAN ANAK MEREKA MENGERJAKAN SHALAT”

Bagi anak,  yang menjadi madrasah pertama adalah ibunya.

Di sini yang diambil lafaznya perintahkan umur 7 tahun, maka dari 3 tahun sudah bisa diajarkan dengan cara yang sesuai usianya. Ada tambahkan riwayat, pisahkan tempat tidurnya dari usia 10 tahun.

4. HIDUPKAN RUMAH DENGAN BACAAN AL QURAN

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا ، وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا ، وَصَلُّوا عَلَيَّ ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

“jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, dan jangan jadikan kuburanku sebagai Id, bershalawatlah kepadaku karena shalawat kalian akan sampai kepadaku dimanapun engkau berada”

Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya (2042), Imam Ahmad dalam Musnad-nya (8605), Ath Thabrani dalam Al Ausath (8/81), dan yang lainnya.

Abu Hurairah membuat jadwal siapa saja yang baca Quran sehingga 24 jam, terutama surat Al Baqarah dan Ali Imron. Kedua surat ini akan menjadi pengacara/ pembela di akhirat. Usahakan tiap hari.


Halaman 143

Tinggalkan komentar