Product Review

Kenapa Harus Asus 15 Inch, Wahai Telecommuters?

Telecommuters? Apaan tuh?

Itu kerjaan saya. Hehehe. Selain jadi homeschooling mum of 3, saya juga menulis secara telecommute full time 40 jam seminggu.

Jadi apaaa telecommuter itu?

Asal katanya dari telecommute, yaitu kerja dari rumah, pakai teknologi, dari laptop, internet, dan telfon – meski belum mandi dan masih pakai baju tidur *eh. Dalam kasus saya, minimal 8 jam harus bersentuhan dengan laptop lah, kalau pengen 2 hari libur seminggu.

Nah, untuk mendukung pekerjaan yang full techie itu, saya memilih ASUS X540SA. Pertimbangan pertama adalah….. HARGA! Hahahaha.. emak2 banget yaaaa.

Kenapa Harus 15 Inci ?

Ada beberapa hal yang penting banget yang membuat saya memilih laptop 15 inch model yang ini.

  1. Gak sampai 4.000 K bisa bawa pulang laptop berlayar 15.6″.  Hahaha.. emang dasar ya ga jauh-jauh dari harga. Etapi jaman sekarang ini kan memang harus cerdas menyiasati budget dan peluang. *ngeles*
  2. Luaaas dan bisa kerja tanpa sering scrolling layar sana-sini yang penting banget buat telecommuter yang harus bekerja di online organizer boards seperti Trello (klik  tautannya aja ya, ga bakal dibahas disini) . Nah, buat perusahaan  yang punya divisi banyak, boards-nya juga banyak. Alhasil, kalau layarnya sempiiit, itu kartu-kartu proyek yang harus dikerjakan (cek tautan lagi kalau mau tau tentang Trello cards) bakal susah di drag-and-drop sana-sini.  Begini nih tampilannya. Sungguh membutuhkan keluasan layar dan hati melihatnya.
  3. Kenyamanan view laaah. Mata tidak perlu memicing, terutama kalau perlu tampilan multimedia. Ini penting buat anak-anak sih, terutama ketika harus menonton video edukasi bareng-bareng. Yang pasti, berguna banget untuk si kecil menghitung benda-benda kecil waktu mengerjakan maths di ixl.com seperti yang terlihat di bawah ini nih. Kebayang ga sih kalau pakai netbook liatnya?

     

Baiklah. Cukup curhatnya, yes. Sekarang review benerannya tentang si ASUS X540SA. Selain harga, apalagi yang pantas dilirik dan kenapa? Kenapa?

Kenapa Harus ASUS 15 Inci yang Itu?

Ga boleh harga lagi ya alasannya? Muahahaha. Baiklah.

Banyaaaak bangeeeet alasan kenapa emang harus ASUS 15 inci. Nih, ya.. saja jabarkan spesifikasi dan fitur-fitur yang mendukung banget pekerjaan dan gaya hidup saya (Tsaaah… You don’t say ‘gaya hidup’, eh?) Spesifikasinya jelaaas worth the bucks alias lebih dari ada harga ada rupa. Ini mah ada harga dapetnya rupa-rupa.  Here you go:

  1. Dengan memori sebesar  2GB DDR3L, program yang dibuka bersamaan dengan kerjaan lancaaar jayaaa tanpa lagging. Apalagi kalau pas kerjaan banyak plus anak-anak lagi keluar curiosity-nya. Jalan dah tuh, researching the web barengan sama buka proyek, sambil nulis, kadang-kadang nge-Yutub juga. Bagusnyaaa, si IceCool technology bikin laptop yang diseksa 25,5 jam sehari tu anteng-anteng aja.
  2. 500GB HDD, ng… cukuplah. Kan emang banyakan kerja online berbasis cloud. Untuk pembelajaran anak-anak juga pakainya aplikasi online atau website.
  3. DVDRW — Iyesss…. bapak emak pasti tahu kalau abis jalan-jalan anaknya suka minta dibeliin dvd. Jelasss laptop dengan fungsi ini perlu pake bangeet.
  4. VGA Intel HD Graphic.. Huruf ajaib si HD inii
    Kalau Ga Ada Eye Care Technology

    loooh, emang bikin betah mata deh. Ditambah lagi dengan Eye Care Technology. Kumpliiiit banget memanjakan dan menjaga mata, dari mulai melototin Trello, researching material, sampe nonton segala video. Jangan sampe deh kejadian kayak gambar di samping. Oiya, kenikmatan menonton juga nambah ajib dengan Sonic Master yang mantep suaranya.

  5. Fitur penting terakhir yang bener-bener perfect on-the-go itu adalah Polymer Battery yang dukung banget mobilitas. Mobilitas ituuu… buat saya.. seperti bawa-bawa laptop buat kerja di kebun belakang atau beranda sambil ngawasin anak-anak lagi eksperimen. Hahaha. I’m a remotely working homeschooling Mom! What to expect? 🙂
  6. Oiya.. Satu lagi.. Beneran terakhir deh. Fitur Instant on 2 second dari ASUS! Aseli ini bener-bener life-saving. Jadi, selain Trello, telecommuters juga dipantau aktifitasnya secara online looh. Salah satunya dengan aplikasi Time Doctor yang bisa mendeteksi ketika kita ga di depan laptop. Kan, ada kalanya tuh  anak-anak minta tolong sebentaaar. Ga usah khawatir, dengan fitur ini pekerjaan aman, anak juga keurus. Begitulah kira-kira intinya.

Sebenarnya, banyak banget yang mau diulas tentang si ASUS kesayangan ini. Tapi berhubung waktu dan word count tidak mencukupi, saya sudahi dulu yah. Semoga bermanfaat.

Oiya, kalau mau tahu tentang ASUS 15 inch atau telecommuting jobs lebih jauh, boleh tanya-tanya kok. Silahkan tuliskan komentar di bawah. Tenang, saya nggak gigit. ^_^

16 tanggapan untuk “Kenapa Harus Asus 15 Inch, Wahai Telecommuters?”

  1. Waaah… in formatif banget isi blognya mbak… saya suka.. saya sukaa!! Bisa jadi inspirasi BW saya yang masih unyu-unyu ini… 😀

    Ohya, apaan sih mom telecommuting itu?? Sejak jadi SAHM saya jadi tertarik dengan hal2 berbau kerja dirumah… 😀

    Nina
    ninarokhma.wordpress.com

    Suka

    1. Terima kasih sudah mampiiiiir ^-^ Telecommuting itu kerja ga di tempat fisik perusahaaan, Bun. Kalau kasus saya ya nulis spesifikasi buat di jual perusahaan di situs2 ecommerce + ngelola situs mereka. Banyak banget looh kerja remote begini.

      Ng.. saya malah yg baru tau.. BW itu singkatan apa yaaaa? Hehe

      Suka

      1. Blog walking Mbak… pr saya nih ngubleg blog mbak… infonya kereeen… saya pingin homeschooling in anak, tp kok gak pede ya… padahal background saya guru… hiks…

        Suka

      2. Banyak sih caranya. Kalau mau nulis, coba cari2 di kask.us kerjaan2 nulis. Tapi jangan baper liat fee-nya yaa… hahaha awal2 emang agak kejam. Dulu saya dibayar 5000 buat 400 kata. Glek.. tapi seiring waktu portfolio mulai banyak, bisa mulai menawarkan diri.. bisa buka freelancer.com buat cari jobs. Biasanya perusahaan2 juga suka posting di job listing macam jobsdb/ jobstreet kok.. tapi tempat kerjanya remote. Gitu kira2.

        Suka

    1. Nah, bener banget, mba Indah. Frasa ‘ramah di dompet’ itu ditulis pakai huruf besar, digaris bawah, tebalkan, tulis miring, dan diganti warna jadi merah jambu. Hihi. Terima kasih Mba.. bangga banget dikunjungi penulis buku.

      Suka

    1. Beberapa klien memilih yang top-level domain mba (dot com) tapi banyak juga teman2 yang cangging ilmu buzzernya kok yang setia pakai platform blogging biasa. Kalau saya sepertinya ga pede wkwkwk.

      Suka

  2. Oh ya, saya pernah hampir beli laptop ini… Tp ditanya penjualnya, tujuan beli lappy apa? Klo sekedar nulis, dan tanpa mendesain, mobilitas tingkat tinggi, dianjurkan pilih spesifikasi di bawahnya, akhirnya saya pilih yg 11 inci, merk lain, dengan warna putih favorit saya. Katanya spesifikasi paling bagus di ukuran. 11 inci

    Suka

    1. Oiyaaa.. tergantung tujuannya mba.Sekarang kalau blogging udah sekalian bikin vlog, infografis… netbook puanasnyaaa pollll… Belum lagi kebiasaan buruk buka tab browser banyak2 males nutupnya wkwkwk.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s