Saya sangat menyukai strategi kelas aktif dengan metode siswa berpasangan ini karena pernah dan bisa diterapkan di kelas dan pembelajaran apapun dengan jumlah murid berapapun, dari cuma 2 hingga 200 siswa. Metode ini bermanfaat untuk mengaktifkan diskusi hingga memeriksa pemahaman siswa dalam beragam seting kelas dari yang klasikal dengan bangku statis hingga dinamis.

Ada beberapa strategi yang bisa kita lakukan, diantaranya sebagai berikut:

1. Merespon bersama pertanyaan yang diberikan guru.

2. Mendiskusikan teks tertulis.

3. Merangkum bersama apa yang telah dipelajari.

4. Mewawancarai satu sama lain untuk mendapatkan jawaban yang berbeda dari apa yang tertulis, ditonton, didengar, dl..

5. Membandingkan catatan (BUKAN MENYALIN lho, ya! ^___^)

6. Mengoreksi hasil yang dibuat rekan sebangku.

7. Mengembangkan pertanyaan untuk ditanyakan kepada guru (ini kegiatan yang paling saya suka)

8. Melakukan studi kasus.

9. Menganalisa latihan yang diberikan atau melakukan eksperimen (sederhana) bersama.

10. Menguji kompetensi satu sama lain, misalnya dengan memberikan tes yang individualized.. hehe… kan lumayan lama duduk sebangku tuh! Pasti sudah kenal sifatnya.

11. Membuat game dan/ atau melakukan game berdua (Banyak yang bisa dibuat, bisa board game, flash cards, dominoes, dll.)

12. Melengkapi pair-information gap, (Kalau saya biasa melakukan ini untuk melakukan scanning pada pelajaran membaca. Saya suka cara yang ini karena siswa yang belum kompeten pun bisa melakukannya. Caranya, guru memilih satu teks yang sama. Buat dua salinan lalu hilangkan kata-kata yang berbeda di setiap teks. Nah, secara berpasangan siswa melakukan tanya-jawab untuk melengkapi teks.

Lalu, bisakah mereka bekerja berkelompok dengan posisi duduk yang tidak portable itu. Sangat bisa! Tinggal putar badan dan voila! Jadilah kelompok dengan empat anggota.

Jadi… furnitur kelas dan jumlah siswa pastinya tidak menjadi halangan untuk menerapkan kelas aktif.